Om Posesif Itu, SUAMIKU!

Om Posesif Itu, SUAMIKU!
Episode Spesial : Ayu & Gilang (2)


__ADS_3

Gilang merebahkan tubuhnya di atas kasur, menatap langit-langit kamar. Pria itu baru memutuskan sambungan telepon dengan orang kepercayaannya yang mengurus urusan renovasi Villa di Bali.


Sebenarnya dia diminta untuk berangkat ke Bali akhir akhir ini, karena ada beberapa hal yang memang harus Gilang tinjau langsung. Tapi Gilang malah meminta agar keberangkatan di undur saja. Itu semua karena dia ingin menghabiskan akhir pekannya bersama kekasih tercinta.


"Kalau Ayu libur pasti lebih enak, kita bisa pergi ke Bali sama-sama, sekalian liburan juga, kan!!" Gerutunya.


Gilang sadar, akhir-akhir ini hubungannya dengan Ayu memang sedikit renggang, oleh sebab itu ia ingin mempererat lagi, tidak ingin memberikan sedikit pun celah untuk kerusakan hubungan ini!


Masih pagi dia sudah ada di perusahaan Zidan. Membawakan Coklat dan susu untuk Ayu, tapi sayang, gadis itu ternyata belum datang. Dan dengan sangat terpaksa Gilang menitipkan ke Nayla - Resepsionis di sana, sekaligus teman SDnya dulu.


Sekarang Gilang punya kesempatan menghabiskan akhir pekan bersama, dia tidak ingin melewatkan kesempatan ini, masalah pekerjaan, bisa ia pikirkan nanti!


Gilang kembali meraih Handphonenya, membaca ulang pesan yang Gempita kirim semalam.


Gempita :


Kak Gilang, Kakak masih Sayangkan sama Kak Ayu?


Kalo masih sayang, Kak Gilang ke mana aja? Kenapa nggak pernah main lagi ke rumah? Kenapa nggak pernah ajak Kak Ayu jalan-jalan lagi?


Kak Gilang masih sibuk? Kapan sibuknya selesai? Kalo sibuknya udah selesai, tolong ajak Kak Ayu jalan-jalan lagi, ya? Tolong balikin senyum Kak Ayu lagi ya? Gempita percaya Kakak nggak bakal kecewain Gempi dan Kak Ayu!


Gilang langsung tersadar setelah membaca pesan itu. Hal itulah yang menjadi awal kesadaran Gilang, ternyata dia dan Ayu sudah serenggang ini ya sekarang? Sampai Gempita harus turun tangan?


Dan setelah membaca pesan dari Gempita, Gilang pun memutuskan untuk meluangkan waktunya untuk sekedar mengantar coklat dan susu untuk Ayu pagi tadi. Mungkin jika Gempita tidak mengirim pesan itu padanya, Gilang bakal lebih larut lagi dengan kesibukannya sendiri! Atau bahkan weekend ini dia tidak bisa menghabiskan waktunya dengan Ayu, dengan alasan pergi ke Bali!


Gilang tersenyum, ia mengetik balasan untuk chat yang Gempita kirim semalam.


^^^Gilang :^^^


^^^Terimakasih ya, Dek. Udah ingetin Kakak. Kak Gilang janji, Kak Gilang akan lebih ngeluangin waktu lagi buat Kak Ayu. Kak Gilang juga janji, kamu akan terus ngeliat Kak Ayu tersenyum lagi!^^^


^^^Besok Kak Gilang ke rumah, kamu mau dibawain apa?^^^


Gempita :


Awas, Gempita Screenshot nih, sebagai bukti janji Kakak!


Kalo ke sini, banyakin bawa coklat sama jangan lupa, martabak spesial kesukaan Ibu! Yang banyak kejunya!!!


Oh ya, kopi kesukaan Ayah juga!


Muehehehehe


^^^Gilang :^^^


^^^Hahahaha, insyaallah ya. Kalo Kakak nggak lupa!^^^


Gempita :


😡👊


(Diread doang)


Gilang menghembuskan napas pelan. Dia pernah hampir kehilangan Ayu karena kesalahan yang ia buat, dan sekarang, Gilang tidak ingin itu terjadi lagi!


Gilang sadar, seberapa penting Ayu baginya. Seberapa besar juga pengorbanan gadis itu untuknya. Mungkin jika Gilang disuruh memilih semua pekerjaannya atau Ayu, Gilang akan tetap memilih Ayu, dia mendapatkan semua pekerjaan ini berkat dukungan Ayu. Gadis itu tidak pernah mengecewakannya, selalu menjadi orang terdepan saat dia ada masalah, selalu mendukung setiap langkah dan keputusannya. Bahkan gadis itu selalu bersabar menunggu kapan Gilang ada waktu untuk sekedar membalas pesan-pesannya.


"Aku salah, maafin aku, Ay." Gilang benar-benar menyesal jika mengingat semuanya, mengingat bagaimana dia hanya membaca pesan Ayu, tidak mengirim balasan apapun karena lelah setelah pulang kerja.


"Aku nggak bakal lepasin kamu, aku nggak bisa tanpa kamu!!" ucap Gilang sembari memandang fotonya dan Ayu yang terpanjang di atas meja. Foto itu diambil saat mereka wisuda bersama di Singapura!


********


Jam 5 sore. Gilang yang baru selesai sholat ashar mengambil Hpnya. Masih belum ada pesan apapun dari Ayu. Biasanya gadis itu akan mengirim pesan, untuk sekedar menanyakan apakah Gilang sudah pulang atau tidak?


^^^Gilang :^^^


^^^Ay?^^^


^^^Masih di kantor?^^^

__ADS_1


^^^Kalo masih, aku jemput ya?^^^


Ayu :


Aku udah di rumah kok, Lang. Maaf baru selesai mandi. Aku lupa ngabarin kamu.


Kamu udah pulang?


^^^Gilang :^^^


^^^Tadinya aku mau jemput kamu. Tapi kamu udah di rumah aja.^^^


^^^Aku udah pulang, baru selesai sholat ashar.^^^


^^^Gimana, jadi nggak besok?^^^


Ayu :


Syukur deh, masih inget buat sholat. Hahaha.


Kamu bisa? Kalo nggak bisa, gpp kok. Aku ngerti.


Gilang mengerutkan keningnya, pria itu segera menelpon Ayu.


"Assalamu'alaikum? Kenapa, Lang?"


"Wa'alaikumussalam. Nggak papa, emang nggak aku nggak boleh nelpon?" Gilang menarik kursi, duduk bersandar sembari memandang bingkai foto yang terpajang di atas meja.


"Kalau kamu nggak bisa, nggak apa-apa kok, Lang. Jangan dipaksa!"


"Aku bisa, kok. Atau mungkin kamu yang nggak bisa, Ay?"


"Idih, aku kan nggak sesibuk itu!"


"Siapa tau?!"


"Dasar Nyebelin!" gerutu Ayu sembari tersenyum di sebrang sana.


"Tapi kamu sayang kan?"


"Kok gitu sih?!"


"Supaya pas kangen, tinggal keluarin dari kantong! Hahahaha!"


Gilang tersenyum. Hatinya terasa lega setelah mendengar Ayu tertawa. "Maaf ya."


"Kok tiba-tiba minta maaf? Kenapa?"


"Maaf, aku terlalu sibuk akhir-akhir ini, jarang ada waktu buat kamu. Maafin aku!"


"Ya Allah, Gilang. Aku kirain apa, santai aja, aku ngerti kok kamu emang sibuk kerja. Aku percaya sama kamu!"


"Aku nggak mau kehilangan kamu, Ay!" lirih Gilang.


"Maksudnya? Kamu kenapa sih? Kok tiba-tiba kayak gini?!" Ayu menatap layar HP-nya. Sedang tersambung dengan Gilang. Bukan orang lain!


"Nggak apa-apa. Aku nggak sabar aja buat ketemu kamu! Coklat sama susunya udah kamu habisin, kan?"


"Iya, udah kok, emang tadi pagi kamu ke mana? Tumben mampir ke tempatku dulu?"


"Nggak ke mana-mana, lagi pengen perhatian sama kamu aja! Hahahaha!"


"Dasar! Emmm, Lang. Tunggu bentar ya, Ibu manggil soalnya."


"Iya, sana. Titip salam ya buat Ibu."


"Iya, tunggu sebentar."


Gilang menatap layar HP-nya. Pria itu tersenyum, sungguh, kali ini dia benar-benar bertekad untuk memperbaiki semua kesalahannya!


******

__ADS_1


"Kenapa, Bu?" tanya Ayu.


"Itu, Arzia mau pamit."


"Dia udah mau pulang?"


"Bukan, dia mau pamit sama kamu, mau lanjutin kuliah lagi ke Amrik."


"Seriusan, Bu?"


"Iya, dia ke sini buat pamitan, sekalian tadi nganterin kue kering buatan Tante Ana."


"Ya udah, Ayu ke ruang tamu dulu, ya."


Ayu melangkah ke ruang tamu, Ayahnya sudah tidak ada lagi di sana. Hanya ada Arzia dan Ayu saja sekarang.


"Yu, apa kabar?"


"Alhamdulillah, baik. Kamu?"


"Baik juga, kamu sibuk banget ya?" Arzia menatap Ayu, yang di tatap malah mengalihkan pandangannya.


"Emmm, lumayan."


"Soalnya setiap aku ke sini, kamu pasti nggak ada di rumah, entah kamu masih kerja, atau kamu lagi di rumah temen. Sekarang susah banget ya, buat ngobrol sama kamu."


"Kamu mau balik ke Amerika lagi?" tanya Ayu, mengalihkan pembicaraan.


"Iya, mau selesain S2."


"Kapan berangkatnya?"


"Besok pagi!"


"Maaf ya, aku nggak bisa ikut nganter ke bandara."


"Iya, nggak apa-apa. Kamu mau jalan sama Gilang kan?"


Ayu mengangguk, sekarang Ayu paham kenapa Ayah bertanya padanya tadi pagi!


"Nggak apa-apa. Eh, aku punya sesuatu buat kamu, niatnya sih buat kado ulang tahun, tapi nggak apa-apa kan, daripada besok, aku nggak bisa kasih langsung ke kamu."


Arzia menyerahkan kotak kecil berwarna biru tua itu ke Ayu.


"Simpan ya, Yu?!"


Ayu menatap Arzia, lalu beralih menatap kotak di tangannya.


"Zia, kamu nggak--"


"Aku tulus kok, aku nggak ada maksud apa-apa, sumpah!"


Ayu tersenyum kikuk.


"Emmm, makasih ya, kadonya, walaupun kecepatan!"


"Aku suka, semoga kamu juga suka dan bersedia memakainya, walaupun sebentar!"


"Nanti aku pakai."


Arzia menghembuskan napas lega. "Ya udah, kalo gitu aku pulang ya."


"Iya, kamu hati-hati di jalan."


"Ya, Assalamu'alaikum."


"Wa'alaikumussalam."


Ayu memperhatikan Arzia yang sedang berpamitan dengan Ayah dan Ibunya. Gadis itu kembali menatap kotak yang Arzia berikan, membukanya.


"Gelang ini?"

__ADS_1


Ayu mengeluarkan gelang mas yang dulu ia inginkan, bahkan dia sendiri hampir lupa, karena kejadian itu ketika Ayu masih duduk di bangku SMA. Belum ada Gilang dalam hidupnya!


"Dia masih inget?"


__ADS_2