Om Posesif Itu, SUAMIKU!

Om Posesif Itu, SUAMIKU!
DIA, ISTRIKU!


__ADS_3

 DIA, ISTRIKU!


"Saya terima nikah dan kawinnya Annisa Amanda binti Cakra Budiman dengan mas kawin tersebut, tunai!"


Suara Zidan menggema jelas di setiap penjuru ruangan, diiringi dengan sorak "Sah" dari para tamu undangan. Suasana ruangan pengantin wanita yang awalnya sunyi, kini dipenuhi oleh tangisan haru dari Mama Melinda dan teman-teman Manda. Mereka tak kuasa menahan perasaan bahagia.


Mama dan Stella menggenggam tangan Manda. Mengiringi langkah Manda menuju aula. Semua tatapan tertuju pada gadis cantik itu, ia terlihat bak permaisuri, cantik dan manis.


Zidan menatap Manda tanpa berkedip. Ia tersihir hari ini, aura bahagia terpancar jelas dari wajah Manda, membuat air mata Zidan berlinang. Akhirnya setelah hampir 2 tahun, Zidan berhasil mewujudkan janjinya. Menikahi Manda sah secara negara ataupun agama, dan dia berhasil membuat istrinya tersenyum bahagia.


Manda meraih tangan Zidan, mencium punggung dan telapak tangan, tangan kekar itu menyentuh kepalanya sambil melafadzkan doa.


Keduanya saling melirik saat menandatangani buku nikah mereka. Buku dengan lambang Garuda inilah yang akan menjadi bukti bahwa mereka sepasang kekasih yang terikat hubungan suami istri.


Ada getaran hebat yang menjalar di seluruh tubuh Manda. Saat bibir Zidan menyentuh keningnya. Terasa hangat, nyaman, tulus, penuh cinta dan kasih sayang. Tak terasa air matanya benar-benar menetas, membuat setiap orang yang menyaksikannya ikut merasa haru dan bahagia.


Ucapan selamat dan do'a terus terdengar dari para tamu undangan. Tidak sedikit dari mereka yang mendoakan semoga segera diberi momongan. Tapi ada juga yang sedikit memberikan nasihat pada Zidan, mengingat usia Manda yang masih muda.


"Selamat ya, Manda. Dan terima kasih juga karena udah ringanin tanggung jawab kita!" ucap Ayu.


"Tanggung jawab?" Dahi Manda berkerut, tidak mengerti dengan tanggung jawab yang di maksud Ayu.


"Ya, karena sekarang, bukan hanya aku, Arina, dan Qonita aja yang mengetahui pernikahanmu. Tapi semua orang, semua sekarang tau, kalau Kamu dan Om Zidan sepasang suami istri! Bukan keponakan dan Om-oman lagi!!"


"Hahaha, ya juga sih. Tapi, Yu. Makasih banyak ya, udah bantu jaga rahasia ini."


"Sama-sama, Manda." Ayu memeluk Manda. Saat memeluk gadis itu, Ayu tiba-tiba saja langsung teringat pada Gilang. Dalam hati ia berdoa, agar Gilang juga bisa menemukan kebahagiaannya. Di mana pun dia berada.

__ADS_1


"Jangan lupa keponakannya!" Ucap Qonita sambil mencubit pipi merah Manda. Gadis itu malu mendengar perkataan teman-temannya yang menyingung masalah keponakan. Memangnya Manda menikah dengan Om mereka?


Di penghujung acara, Manda baru menyadari ada yang kurang di tengah-tengah mereka. Saat sesi pemotretan dengan teman-temannya, dia sama sekali tidak melihat Gilang. Bahkan sampai akhir acara remeja itu tidak menampakkan dirinya.


'Dia tidak datang, ya?'


Ya, rasa bersalah itu muncul di hati Manda. Tapi dengan segera ia tepis, dengan alasan, mungkin saja Gilang tidak bisa datang karena ada halangan. Bukan karena dia kecewa atau pun terluka.


"Emmm, Manda." Empat orang sepupu Zidan menghampiri Manda yang sedang duduk di samping teman-temannya.


"Bisa ngobrol sebentar?"


"Boleh."


Mereka sedikit menjauh dari Aula. Berbicara di dekat ruang hias pengantin wanita.


"Maafkan kami. Kami menyesali semua yang telah kami lakukan padamu. Maafkan semua perkataan dan perbuatan kami yang melukai hatimu!" Ucap gadis berambut pendek.


"Manda, mari kita lupakan semuanya. Dan kita bisa menjadi keluarga yang--"


"Tenang saja, aku sudah memaafkan kalian semua. Jauh... Sebelum kalian berniat meminta maaf padaku," sela Manda.


"Terimakasih, Manda." Mereka berempat saling melirik, dan maju selangkah mendekati Manda. "Bolehkah aku memelukmu?"


"Tentunya saja!"


Gadis berambut cokelat itu maju terlebih dahulu. Ia memeluk Manda sambil menatap Mama Melinda yang ternyata berdiri mengawasi mereka. Jika bukan karena gertakan dan ancaman dari Mama Melinda, dia tidak mau melakukan ini semua. Apalagi sampai berpelukan dengan gadis pembawa sial ini.

__ADS_1


"Maafin aku ya." Dea, hanya dia yang meminta maaf dengan tulus dari hatinya. Bukan karena takut ancaman ataupun takut pada Mama. Dia benar-benar menyesali perkataan yang pernah menghina Manda dulu, saat Manda pertama kali diperkenalkan pada keluarga besar.


"Oh ya. Kalau kamu butuh teman curhat atau teman ngobrol, kamu cari aku ya, Manda!" ucap Dea.


"Iya, terimakasih, Dea."


"Sama-sama. Seharusnya aku yang sangat berterimakasih padamu, Manda."


"Udah, jangan dibahas lagi." Manda mengajak keempatnya kembali ke Aula. Berbaur dengan teman-teman Manda, dan saling berkenalan di sana.


Zidan yang melihat hal itu pun tersenyum dari kejauhan. Ia benar-benar merasa puas dan bahagia hari ini, semua yang ia harapkan untuk Manda tercapai juga. Cukup melihat manis dan cantiknya senyum gadis itu membuat Zidan ikut tersenyum bahagia.


Tatapan Zidan terus mengawasi gadis cantik itu. Ya, gadis kecil yang tiba-tiba saja muncul dalam kehidupannya, menyelinap masuk ke dalam hatinya, lalu mulai memenuhi pikiran dan akan selalu menghiasi hari-harinya.


'DIA, ISTRIKU!!'


*********


DIA ISTRIKU adalah season 2 dari Om Posesif Itu, SUAMIKU. Season ini akan menceritakan kehidupan Manda dan Zidan setelah menikah, dan juga akan menjadi awal yang baru bagi kehidupan Ahkam (anak angkat Zidan dan Manda)




Om Zidan versi Halusinasi Author 😭😁


__ADS_1


__ADS_2