Orang Ke Tiga

Orang Ke Tiga
Kemarahan Donzello


__ADS_3

Tok!! Tok!! Tok!!


Donzello mengetuk pintu kamar Charlotte menunggu wanita itu membukanya tapi.


Tok!! Tok!! Tok!! Tok!!


Dengan rasa tak sabar Donzello terus mengetuk pintu itu dengan rasa tak sabarnya. Donzello mengerutkan keningnya ketika ketukan berulang kali malah tak dapat sambutan dari wanita yang ada di dalam.


" Charlotte apa kau ada di dalam? Buka sayang…" Donzello meninggikan suaranya menatap sekelilingnya dan tak ada siapapun di sana.


" Sayang kau masih marah pada ku? Aku minta maaf! Please buka pintunya!" Ujarnya dengan penuh permohonan.


Tapi lagi lagi tak ada suara yang membuatnya merasa lega. Donzello tanpa gusar dia hanya mondar mandir di depan kamarnya Charlotte saat ini.


Jangan temui aku lagi. Kata kata itu sekarang teringat jelas di telinga Donzello.


Dengan rahang yang mengeras menatap tajam ke arah pintu yang tertutup dengan rapat.  Bahkan tak ada suara apapun di sana.


" Charlotte kau buka pintunya atau aku paksa yang membuka pintu ini!" Suaranya tinggi dia menahan rasa geramnya karena tak mendapatkan jawaban dari pemilik kamar tersebut.


" Aku hitung sampai tiga jika kamu tak membukanya maka jangan salahkan aku jika aku membuka paksa ini pintu…" Teriaknya agar wanita yang ada di dalam mendengar apa yang telah dia katakan.


" Satu.. dua… ti-"


" Maaf Bos apa yang anda lakukan?" Seorang staf nya kini keluar secara tiba tiba dari kamar sebelah dengan mendorong baji baju kotor.


" Aku hanya merasa khawatir dengan orang yang ada di dalam. Dari tadi aku ketuk dan aku panggil tak ada jawaban dari nya, bantu aku untuk mendobraknya…" Katanya dengan nada khawatirnya.


" Bos maaf bukannya yang tinggal adalah nona cantik yang tinggi?"


Donzello langsung menatapnya dengan tak suka, wajahnya kini menjadi garang ketika stafnya mengatakan tentang wanitanya.

__ADS_1


" Kau mengatakan apa tadi?" Ucapnya dengan penuh penekanan.


" Maaf bos saya hanya ingin memastikan saja…" Staf itu langsung menunduk ketakutan ketika tatapan bosnya langsung berubah menjadi tajam. " Jika nona tadi yang anda cari maka anda akan percuma membukanya bos, karena nona tadi sudah keluar dari kamarnya."


" Bagaimana kamu tau dia keluar?"


" Nona tadi memberikan baju kotornya untuk di cuci! Dan ini bajunya tadi yang saja ambil…" Staf itu langsung menunjukan baju yang telah diambil olehnya.


Donzello mengambilnya dengan paksa dan melihatnya dia yakin itu baju dari wanitanya karena baju itu adalah baju yang telah diberikan olehnya tadi yang membuatnya protes.


" Kau cuci sampai bersih…" Donzello yang melemparkan pakaian itu ke keranjang lalu meninggalkan depan kamar tersebut dengan kesal. " Awas saja akan ku hukum kau nanti, dasar wanita nakal…" Gumamnya dengan langkah besar mencari wanitanya yang entah dia sendiri tak tau dimana keberadaannya.


Sedangkan Charlotte saat ini tengah duduk di sebuah cafe yang langsung memandang lautan lepas yang ada di depannya. Tak lupa dengan rokok yang telah dia bawah dari dalam kamarnya. Charlotte menyesap rokok dengan menatap lurus ke depan, pikirannya menerawang jauh dengan keadaan nya.


" Selamat siang nona!" Suara laki laki asing yang berada di sebelahnya membuatnya menatapnya dengan ulasan senyum tapi tak ada jawaban yang diberikan oleh Charlotte.


" Bolehkah saya duduk di sini?" Katanya lagi dengan pelan.


" Silahkan! Ini tempat umum jadi saya tak berhak melarang anda untuk duduk dimanapun…" Jawabnya dengan sedikit tersenyum.


Charlotte langsung menoleh ke arahnya dengan heran tapi dia tak terlalu memperhatikannya lagi. " Di tempat yang indah seperti ini tak mungkin jika wanita cantik seorang diri duduk di sini dan hanya wanita yang sedang patah hati yang rela datang jauh dengan seorang diri."


Charlotte tersenyum menatap laki laki yang menebak perasaan nya saat ini. Memang benar tak mungkin ada wanita yang datang ke tempat indah hanya seorang diri kecuali dia lari dari masalah yang ada.


" Anda terlalu menebak Tuan! Lagi pula anda baru melihat saya tapi anda langsung menebak kehidupan saya…" Ujarnya dengan sinis.


Charlotte yang baru mematikan rokoknya kini menghidupkan nya lagi karena rasa sepi yang dia rasakan.


" Tapi benar bukan tebakan saya?, Rokok adalah teman yang setia menemani orang yang sedang kesepian saat ini…" Lagi lagi orang itu mencoba peruntungannya untuk mendekati wanita cantik yang dari tadi dia incar.


Charlotte tak menjawabnya dia hanya menatap lurus dengan membuang asap rokoknya yang dari tadi menemaninya. Sedangkan laki laki itu melirik ke arah Charlotte yang cantik dan seksi di matanya.

__ADS_1


Matanya menatap tubuh Charlotte dari belakang tangannya ingin menyentuh tubuhnya yang harum. Rambutnya yang terurai kini tertiup terkena angin dan tanpa sengaja mengenai hidung laki laki itu.


Orang itu menghirupnya dengan mata yang terpejam, gairahnya seakan bangkit dari jiwa liarnya yang tak bisa dikendalikan.


" Kenalkan nama saya Zack…" Ujarnya dengan berbisik pelan di telinga Charlotte bahkan jari nya dengan sengaja menyentuh punggung Charlotte yang terbuka.


Charlotte langsung tersentak terkejut bahkan matanya sempat melotot karena perilaku yang tidak dia sukai secara mendadak seperti ini.


" Jangan marah nona cantik aku hanya ingin memperkenalkan diri dan ingin menjadi teman yang baik di sini…" Laki laki itu langsung sadar bahwa wanita yang sedang ingin dia goda tampak tak suka dengan sikapnya.


" Jika anda ingin mencari ****** carilah di dalam, saya yakin kapal ini sudah menyiapkan wanita yang anda cari…" Ucapnya dengan sinis.


" Aku bisa membayar mu lebih dari tarif para ****** yang telah di sediakan di sini."


" Dasar orang gila…" Charlotte langsung turun dari kursi tingginya dia meninggalkan laki laki yang akan bersikap kurang ajar.


" He jangan pergi nona! Kau tersinggung dengan ucapanan ku?" Charlotte menghempaskan tangannya yang di cekal paksa oleh laki laki yang bernama Zacky.


" Jangan kurang ajar…" Tunjuknya dengan amarah.


" Semua wanita sama saja, jika belum tau tarif nya dia akan jual mahal, jika aku sudah melempar mu uang maka aku yakin kau akan merangkak di ranjang ku dengan suka rela."


Plak!! Charlotte menamparnya dengan keras dia tak menyangka laki laki ini berani mengatakan hal ini. Pertemuan pertama ini membuatnya merasa marah karena hinaan.


" Kau…" Zack yang tak terima kini ingin membalasnya dengan juga menamparnya.


" Jangan sentuh wanitaku…" Bariton dari laki laki yang tiba tiba mencengkram nya dengan kencang membuat Charlotte juga menatap laki laki yang sudah ada di sebelahnya dan mencegah tangan itu melayang.


" Don…" Gumamnya dengan pelan.


Donzello hanya menatap wanitanya dengan memainkan matanya satu dengan senyum yang tipis di bibirnya. Donzello kini menarik tangan Charlotte agar berdiri di belakangnya.

__ADS_1


Don mendorong tangan laki laki itu dengan kasar membuat laki laki itu hampir limbung ke belakang.


" Jangan sentuh wanitaku seujung kuku kotor mu itu…" Geramnya dengan menggertakkan giginya.


__ADS_2