Orang Ke Tiga

Orang Ke Tiga
Terlalu Nyaman 1


__ADS_3

Donzello dan Charlotte hanya bisa saling berpandangan dengan arti yang hanya mereka yang tau. Senyum tipis dari mereka tak ada yang tau.


Donzello kini menghadapkan tubuh mereka agar saling berhadapan. Mata mereka berpandangan dengan saling menyelami arti tatapan yang begitu tulus.


Jantung mereka seakan ingin lompat dari rongga tubuhnya, debaran kecil itu kini menjadi semakin besar ketika mata mereka seakan sama sama terhanyut dalam tatapan penuh arti.


Entah sadar atau tidak Charlotte melewati batasan yang biasanya tak pernah dia langgar sama sekali. Charlotte yang menjadi wanita pendiam saat ini seakan menjadi wanita genit yang sedang menggoda laki laki yang memiliki haus akan hasratnya.


" Jika kamu tak mau tak masalah…" Charlotte yang menunggu terlalu lama akhirnya memutuskan pandangan itu dan ingin pergi dari sana.


Tapi seakan alam tak mengizinkan mereka berpisah saat ini. Donzello menahan tangan wanita itu yang hampir sedikit limbung ketika dasaran bawah kapal diterpa ombak yang begitu kencang.


Byuar!!!


" Ahh…" Teriakan Charlotte kini seakan tertahan ketika tarikan pelan Donzello membawa nya dalam pelukan serta bibir mereka kini menempel di sana.


Donzello dan Charlotte sama sama diam dengan tetap posisi seperti itu, tak ada yang bergerak mereka masih menjadi patung tak berubah sedikit pun.


Baju mereka kini menjadi basah karena ombak yang besar tadi menghantam kapal dengan kencang dan membuat air masuk ke dalam sana.


Donzello semakin merapatkan tubuh mereka, mengikis jarak mereka dengan memeluknya dengan erat. Donzello ********** pelan, membuat Charlotte masih membeku.


Donzello menyesapnya, ********** secara bergantian antara bibir atas dan bibir bawa nya. Charlotte sedetik kemudian menyadari bahwa itu ternyata nyata. Mata nya kini mulai terpejam menikmati sentuhan bibir yang begitu diminati oleh dirinya.


Donzello tak menyia-nyiakan kesempatannya ketika bibir wanita itu terbuka dia meneroboskan masuk lidahnya dengan segera, membelitkan lidah mereka dengan kehangatan. Charlotte kini mengimbangi permainan yang tercipta di antara mereka sendiri.


Semakin lama ciuman itu kini menjadi cumbuan yang begitu nyata, ciuman yang lembut kini menjadi decakan decakan ringan yang terdengar di sana.


Baju mereka yang basah tampaknya tak membuat mereka sadar bahwa mereka akan kedinginan setelah ini. Charlotte mengimbangi ciuman yang dia minta. Dia menikmatinya. Ciuman yang pernah dia rasakan oleh mantannya dulu seakan tak sama dengan ciuman yang saat ini tengah dia lakukan oleh laki laki tampan.


Sedangkan Donzello kini merasakan hawa panas yang menjalar cepat di sekujur tubuhnya, rasa panas yang tak bisa dikatakan. Hanya ciuman seakan membangkitkan jiwa kelelakian nya.


Mereka kini semakin memperdalam ciuman itu, mereka tetap saling ******* satu sama lain, saling menghisap antara bibir atas dan bibir bawah, yang terkadang mereka membelitkan lidah mereka.


" Ugh…" Leguhan Charlotte ketika lidah nya kini di sesap begitu lembut oleh laki laki itu.

__ADS_1


Tanpa sadar mereka kini seakan membangkitkan jiwa mereka yang begitu menggebu. Mereka melepaskan ciuman itu yang kemudian kembali ********** dengan pelan. Nafas mereka seakan hampir habis ketika cumbuan mereka begitu tak terkendali.


Mereka saling melepaskan ciuman itu saling menempelkan kening mereka dengan tetap memejamkan matanya. Jantungnya kini sudah tak karuan, jantungnya kini seakan memompa begitu cepat. Dada mereka kini naik turun.


" Don kita harus kembali baju kita basah, cuaca juga sedang dingin, tak baik untuk kesehatan kita…" Ucapnya ketika nafasnya sudah kembali normal.


Donzello hanya tersenyum hatinya menghangat ketika mendengar apa yang dikatakan oleh wanita itu. Entah kenapa hatinya saat ini begitu berbunga bunga. Hatinya begitu tersentuh dengan wanita yang baru dia kenal. Bahkan dia rela melakukan hal gila yang belum pernah dilakukan oleh dirinya selama ini.


" Ayo kita kembali…" Charlotte hanya mengangguk menyetujuinya, dia kini terdiam ketika tangan itu saling bertautan mesra.


Rasa canggung dan rasa malu seakan menjadi satu. Semua mata awak kapal tak ada yang berani menatap ke arah bosnya yang saat ini sedang basah kuyup dengan seorang wanita.


Tatapan Donzello seakan mengatakan untuk tetap diam di tempat mereka jangan ada satu kata yang keluar dari mereka. Donzello serta Charlotte saat ini sudah naik ke atas kapal, dengan baju yang basah kuyup.


Angin yang berhembus kencang serta baju yang basah kuyup kini membuat kedua orang itu sedikit menggigil. " Kau kedinginan?" Charlotte mengangguk pelan.


Donzello berhenti dengan melepaskan tangan mereka. Donzello yang menggosok telapak tangan nya sendiri berulang kali hingga membuat hawa hangat di sana. Telapak tangan itu kini diletakkan di kedua punggung telapak tangan Charlotte agar menyalurkan hawa hangat.


Donzello tak luput untuk meniupnya agar hawa hangat semakin terasa oleh wanita yang ada di sana. " Hangatkan tubuh mu di dalam kamar ku, pakailah bajuku dulu…" Donzello merangkul pundak Charlotte yang tubuhnya semakin menggigil.


" Kamar ku lebih dekat dari sini Charlotte, jangan membantah kau sedang kedinginan, tubuhmu menggigil kau bisa sakit nanti…" Ucapnya dengan nada kekhawatiran.


Charlotte tak bisa menghindar dia lebih memilih untuk segera menghangatkan tubuhnya dari pada dia yang sakit. Tak lucu bukan jika liburan dia harus meringkuk di dalam selimut dengan kedinginan.


Mereka kini melawati lorong di mana lorong itu terlihat begitu mewah dengan segala desain nya. Charlotte yang melewatinya hanya tertegun ketika langkah kaki mereka semakin masuk ke sana.


" Apa ini kamar VVIP yang lainnya?, Kenapa aku tidak tau jika ada ruangan VVIP lagi selain kamar yang aku tempati."


" Jangan banyak bertanya, diam saja."


" Dasar…" Decak nya dengan kesal.


Donzello hanya diam dengan mengulum senyum nya dia tau wanita itu memiliki banyak banyak pertanyaan yang ada di benaknya tapi dia lebih memilih untuk tak menjawab pertanyaan nya.


Mereka berdua kini masuk ke dalam kamar laki laki itu, kamar nya yang begitu mewah. Air laut yang langsung terlihat jelas dari kaca besar yang ada di sana. Charlotte kembali tertegun melihat semuanya yang ada di depan matanya itu.

__ADS_1


" Mandilah dulu di sana ada kamar mandinya…" Donzello melepaskan rangkulan itu dan menunjuk sebuah pintu yang tertutup.


" Nanti aku akan siapkan baju untuk mu."


Charlotte hanya mengangguk dan sedikit berlari menuju ke kamar mandinya.


" Jangan berlari kau bisa jatuh nanti, astaga…" Donzello hanya geleng geleng kepala melihat tingkah wanita itu.


Charlotte hanya tersenyum dengan segera masuk ke dalam kamar mandinya. Semua yang ada di dalam kamarnya membuat wanita cantik itu hanya bisa tak percaya bahwa ruangan itu begitu mewah.


Charlotte kini melepaskan seluruh kain yang menempel di tubuhnya, dia membuka kaca besar yang di dalamnya ada sebuah shower di sana.


Charlotte segera memutarnya dengan sedikit terburu buru. " Ahhh…." Teriaknya dengan kencang.


Donzello yang masih melepaskan kemeja kini segera berlari menuju kamar mandi ketika mendengar teriakan dari wanita di dalam nya.


Bruak!! Donzello dengan cemas melihat wanita itu menjauh dari air yang mengalir di sana. Kepulan asap seakan terlihat jelas dari air nya membuat laki laki itu tau.


" Kau tak apa?" Donzello yang langsung mematikan air itu kini segera menghampiri tubuh wanita itu yang menjauh dari air panas yang menyala.


" Tak apa, aku tak bisa menghentikannya karena air terus mengalir."


" Apa ada yang luka?"


" Tidak hanya leherku yang kena, mungkin hanya merah…" Jawabnya tanpa sadar jika dia sudah telanjang tak memakai sehelai apapun.


Tangan Donzello mengangkat dagu Charlotte hingga membuat wanita itu sedikit mendongak ke atas hingga memperlihatkan leher jenjangnya yang putih mulus.


Donzello kini menelan ludahnya dengan kasar ketika melihat leher yang begitu menggoda di depan matanya. Semakin matanya melirik ke bawah tak ada kain yang menghalanginya.


Donzello kini sedikit mendorong tubuh wanita itu ke kaca dan dia yang langsung menciumi leher wanita itu. Menciumnya dengan lembut membuat wanita itu memejamkan matanya.


Uuuhhhhhh Bang Donzello aku mau dong   tahan dong Abang sabar dikit


Akankah sandiwara ini berujung kenikmatan?, Akankah Neng Charlotte melepaskan kesialan nya?

__ADS_1


Tunggu bab selanjutnya


__ADS_2