Orang Ke Tiga

Orang Ke Tiga
Pertemuan 1


__ADS_3

" Tuan ada yang mencari anda…" Seorang asisten kini masuk dengan ketar ketir.


" Saya tidak ingin bertemu dengan siapapun! Saya ingin sendiri…" Jawabnya dengan dingin bahkan dia tak melihat kearah siapa yang saat ini sedang berdiri di ambang pintu.


" Tapi Tuan dia berkata-"


" Saya sudah katakan saya tidak ingin bertemu dengan siapapun!" Katanya dengan nada tinggi.


" Kau sungguh tak ingin bertemu dengan ku?" Suara dari wanita yang sangat ia rindukan membuat mata laki laki itu langsung menatap kearah sumber suara.


" Jika kau tak ingin bertemu maka aku akan pergi saja…" Sambungnya dengan merasa kecewa.


" Tidak! Maksud ku- biarkan dia masuk…" Donzello kini malah bingung harus berkata apa.


Sang asisten kini langsung meninggalkan ruangan bosnya dia tahu apa yang terjadi pada bosnya. Kedua mata mereka saling beradu pandang dengan pandangan sendu nya, pandangan yang penuh arti dari kedua mata indah mereka.


Donzello berdiri dia berjalan pelan menghampiri wanita yang sangat ia rindukan, Charlotte juga berjalan pelan menghampiri laki laki yang mampu membuatnya kacau laki laki yang mampu membuatnya berantakan tapi laki laki yang tak bisa ia lakukan dengan muda.


Mata mereka saling menyelami tatapan itu, tatapan yang penuh dengan ketulusan serta kerinduaan. Donzello tak bisa berkata apa apa selain menatapnya dengan penuh cinta.


Donzello dengan segera membawa tubuh kekasihnya kedalam pelukan, memeluknya dengan erat. Meskipun ada rasa lega tapi dia masih merasa khawatir ketika kekasihnya berdiri di depannya saat ini.


" I miss you sweetheart.. I miss you…" Katanya dengan segera.


Charlotte dapat merasakan rasa rindu yang begitu dalam, Charlotte bisa merasakan kata kata itu jujur dari dalam hatinya, dia juga dapat merasakan kesedihan dan perubahan yang begitu banyak dari tubuh kekasihnya. Charlotte hanya diam dia tak membalas pelukan itu.


Tetapi kata kata rindu dan tatapan tulus itu membuat hatinya tergerak, tangannya terangkat untuk membalas pelukan hangat yang dia rindukan beberapa hari ini. Donzello merasakan ada tangan yang membalas pelukan itu.


Kini mereka saling berpelukan dengan rasa hangat, mereka saling melepaskan rasa rindu yang begitu dalam. Melepaskan apa yang terjadi beberapa hari ini, tak ada kata kata yang mampu mengungkapkan pelukan mereka, mereka hanya saling berpelukan dengan rasa rindu yang begitu dalam.

__ADS_1


" Sayang duduklah!" Donzello segera mengajak kekasihnya untuk duduk di sofa yang ada di sana. Mereka kini duduk dengan tangan Don yang menggenggam erat tangan wanita itu.


Charlotte tak mengatakan apapun dia hanya memandang wajah laki laki yang terlihat kurus dan seperti tak dirawat dengan baik. Charlotte merasa kasihan ketika melihat laki laki yang biasanya tampan dan gagah kini malah berantakan.


Charlotte menyentuh rahang laki laki itu mengelus bulu bulu halus yang tumbuh di sekitarnya, Donzello membawa tangan itu ke bibirnya menciumnya dengan lembut serta memejamkan matanya berharap ini bukan lah mimpi.


" Apa kamu tak merawat diri mu dengan baik?" Satu pertanyaan yang mampu membuat laki laki itu membuka mata dan meyakini ini bukan mimpi.


" Bagaimana bisa aku merawat diriku sendiri ketika orang yang aku cintai mengabaikan ku begitu saja. Tak ada gunanya aku merawatnya jika orang yang aku cintai ingin membuang ku…" Lirihnya dengan nada sedih.


Charlotte dapat merasakan bahwa tak hanya dia yang merasakan kehancuran tetapi laki laki ini juga merasakan kehancuran yang sama seperti nya.


" Apa kau juga hancur seperti aku hancur Don? Apa kau juga memikirkan aku beberapa hari ini?"


" Pertanyaan macam apa itu sweetheart? Apa kau tak merasakan bahwa aku sangat mencintaimu selama ini, apa perlu aku jelaskan hari hari ku kosong tanpamu!"


Mata mereka kembali saling bertatapan Charlotte mencari kebohongan di sana tapi tak ada pancaran kebohongan melainkan pancaran ketulusan dan cinta yang ada di mata nya.


Charlotte menghela nafasnya dengan pelan, dia sebenarnya ingin mendengarkan semua penjelasan nya tetapi hanya sedikit saja penjelasan itu membuat dadanya terasa sesak dia tak bisa membayangkan semua cerita apa yang akan dia dengar dari rumah tangga kekasihnya.


" Aku kesini ingin mendengar semua penjelasanmu tapi seperti nya hati ku belum siap mendengar semuanya…" Charlotte menunduk dia merasakan kesedihan yang mendalam.


Hatinya yang tadi tegar kini tiba tiba berubah menjadi rapuh kembali, bayangan dia yang menjadi orang ketiga membuatnya tak kuat menerima ini semua, membayangkan dia yang merusak rumah tangga mereka tak sanggup ia dengar.


" Don maafkan aku yang menjadi orang ketiga di antara kalian berdua, harusnya aku tetap dengan pendirian bahwa kita tak ada hubungan apapun setelah turun dari kapal, tapi ternyata semuanya malah seperti ini. Maafkan aku yang membuat rumah tangga kalian hancur…" Air mata itu kini turun ke pipinya.


" Jangan berkata seperti itu sayang ku mohon, kamu bukanlah orang ketiga di antara rumah tangga ku dengannya…" Donzello menghapus air mata kekasihnya, hatinya terasa hancur lebih parah ketika melihat orang yang dicintai mengeluarkan air mata di depannya.


" Rumah tangga ku sudah hancur dan seharusnya rumah tangga ku tak pernah ada!" Katanya dengan memejamkan matanya dia merasa malu jika harus menceritakan semuanya tapi tak ada jalan lain selain berkata jujur.

__ADS_1


" Aku terjebak dalam rumah tangga yang hanya aku berjuang di dalam rumah itu, hanya aku yang menghidupkan warna kebahagian di dalam rumah. Selama ini aku memang mencintainya, menghargai apapun yang ia katakan dan selalu menuruti apa yang ia mau. Tapi ternyata itu tak mampu membuatnya hanya menatap kearah ku dan tak memanfaatkan semua yang aku berikan pada nya."


" Kau berkata seperti ini bukan hanya ingin menjatuhkan istrimu bukan?"


" Aku berani bersumpah jika apa yang aku katakan memang benar yang terjadi…" Jawabnya dengan menatap serius ke arah kekasihnya yang menatapnya dengan penuh kecurigaan.


" Jika seorang istri bisa bersikap baik maka seorang suami tak akan mungkin mencari kebahagian di luar sana. Aku tahu jika apa yang aku lakukan pada mu dan dia juga salah tapi karena aku memang lelah dengan rumah tangga ku yang hanya aku yang berjuang. Aku ingin memiliki seorang yang ada untuk ku, selalu menunggu pulang bahkan selalu memperhatikan hal hal kecil yang membuat aku tersenyum malu. Dan selama ini aku baru sadar bahwa hanya aku yang berdiri sendiri membangun rumah sedangkan dia sibuk dengan dunianya."


" Donzello aku juga tak tahu apa masalahmu dengan dia, tapi aku juga tak bisa membohongi diriku bahwa aku juga tak bisa berpisah dari mu. Aku egois karena aku menjatuhkan diri ku kepada rumah tangga kalian yang mungkin bisa saja kalian perbaiki."


" Tak ada yang perlu diperbaiki antara aku dengannya, semuanya sudah membuat ku cukup untuk bertahan selama ini. Rumah tangga ku memang sudah hancur sejak lama hanya saja aku tak pernah sadar bahwa hanya aku yang berdiri di sisi kebahagian sedangkan dia hanya berdiri di sisi orang lain. Aku yang tak pernah merasakan namanya di cintai kini merasakan cinta yang begitu indah dan aku mendapatkan ini semua dari mu, bukan dari  istri ku."


" Lalu sekarang apa yang harus aku lakukan Don? Apa aku harus pergi darimu?"


" Tidak! Jangan pergi dari sisiku, dunia ku seakan hancur ketika merasakan tak ada kamu, berjauhan denganmu membuat ku terasa hampa. Jangan pergi kumohon beri aku waktu untuk menyelesaikan ini semua."


" Berapa lama aku harus menunggu?, Aku wanita yang tak suka menunggu Don, kau tahu hati ku terasa sesak membayangkan kau bersama wanita lain, aku tak ingin apa yang menjadi milikku juga dimiliki orang lain apalagi disentuh orang lain."


" Secepatnya sayang! Secepatnya aku akan menyelesaikan urusan ku dengannya. Aku hanya milikmu tak ada yang bisa menyentuhku selain kamu, aku janji itu."


" Aku tak yakin kau bisa menjaga dirimu, dia adalah istrimu dia memiliki hak penuh atas dirimu."


" Aku akan pulang ke tempatmu jika kau tak percaya pada ku."


Mereka saling bertatapan dengan serius mereka yakin itu cinta yang terpancar di sana, mereka saling tersenyum tipis meskipun ada yang masih mengganjal di hati mereka. Donzello memeluknya kembali dengan erat dia merasa senang karena ini semua bukanlah mimpi, ini semua ada kenyataan.


Wanitanya telah kembali, wanitanya akan menunggu dia menyelesaikan urusan nya dengan sang istri, saat ini Don hanya perlu memikirkan cara untuk menceraikan istrinya. Sedangkan Charlotte siap terjun menjadi pihak ketiga di antara rumah tangga orang yang dicintai.


Kali ini dia berusaha menjadi egois dia juga ingin mengejar kebahagiaannya meskipun dia harus rela menjadi pihak ketiga. Tak mudah menerima menjadi pihak ketiga di hubungan orang lain.

__ADS_1


Mampukah Charlotte sekarang bertahan disini Donzello yang ternyata sudah memiliki istri? Bisakah Donzello menceraikan istrinya dan menikahi simpanannya.


__ADS_2