Orang Ke Tiga

Orang Ke Tiga
Pertengkaran Suami Istri 1


__ADS_3

Tap!! Tap!! Tap!!


Ceklek!!


Suara langkah sepatu serta suara pintu terbuka membuat mata orang yang tadi terpejam kini membuka dengan tatapan yang sangat nanar. Orang yang masih berdiri di ambang pintu itu terlihat terdiam dia menatap kamar yang sekarang sangat berantakan.


Dia menghela nafasnya dengan kasar, lalu berjalan masuk melewati pecahan-pecahan kaca yang berserakan di mana mana. Sedangkan wanita yang menatap nanar itu kini semakin di buat kesal karena orang yang membuat dirinya seperti ini malah berbuat acuh dan seakan tak melihat dirinya yang berbaring dengan mata yang merah.


" Dari mana kau baru pulang?" Akhirnya dia membuka suaranya dengan dingin.


Langkah kaki orang itu kini berhenti dia yang ingin masuk ke kamar mandi tak jadi tapi dia bahkan tak melihat ke arah wanita yang mulai membuka suaranya dengan dingin.


" Kenapa kau hanya diam? Dari mana saja kamu selama dua hari ini, kenapa tak pulang?" Lagi lagi pertanyaan itu yang membuat laki laki itu berbalik menatap ke arah nya dengan tatapan datarnya.


" Sejak kapan kau mengurusi aku pulang atau tidak?" Jawabnya dengan dia yang tak kalah dingin juga.


Wanita itu kini turun dari ranjangnya dia berjalan mendekati suaminya yang membuka suaranya dengan dingin.


" Aku istri mu Donzello aku berhak tau kau dari mana saja selama dua hari ini…" Teriaknya di depan Donzello dengan keras.


Donzello bahkan tak bergeming sedikit pun dia hanya menatap istrinya dengan tatapan dingin nya. " Aku dari mana saja bukan urusanmu, jadi jangan merasa sejak dulu kau selalu perhatian dengan ku."


Donzello yang ingin meninggalkan istrinya kini di tarik paksa lagi oleh istrinya hingga mereka saling berhadapan kembali dengan tatapan tajam dari sang istri.


" Aku istrimu Donzello aku berhak tau kau dari mana dan bersama siapa selama dua hari ini. Kau tak bisa berbuat seperti ini kepada ku, aku menunggumu selama dua hari ini, tapi lihatlah sekarang kau seakan tak peduli dengan apa yang kau lihat dengan matamu. Kau bukan Donzello suami ku selama ini…" Matanya berkaca kaca dia hampir meneteskan air matanya dia yang ingin memperbaiki hubungannya malah dihadapkan kenyataan bahwa  sang suami bersikap dingin.

__ADS_1


" Lalu seperti apa Donzello suamimu itu? Apa dia yang bodoh yang selalu berdiri disampingmu meskipun kau tak mengharapkan kehadirannya sedikit pun, atau Donzello yang selalu datang kembali meskipun kau berusaha mengusirnya dengan perlahan? Katakan seperti apa suamimu Donzello itu heh?" Suaranya yang lembut tapi ada makna penekanan di setiap kata kata nya.


" Aku tak pernah menganggapmu bodoh atau mengusirmu secara perlahan Don, kenapa kau bisa berpikir seperti itu? Siapa yang memperngaruhi mu hingga kau berubah seperti ini?"


Donzello kini tertawa keras dia merasa apa yang dia lihat saat ini hanyalah bahan lelucon yang tak bisa untuk tidak ditertawakan saat ini. " Kenapa kau tertawa?"


" Grace aku baru tiba dan kau membuat lelucon yang tak bisa untuk aku tidak tertawa jadi stop membuat lelucon yang seolah-olah aku membuat kejahatan dan kau yang aku tindas di sini."


" Don kau…?"


" Hentikan sandiwaramu ini Grace, aku lelah. Sebaiknya kau kembali ke dunia mu yang asik dengan teman teman mu itu, jadi jangan ganggu ketenanganku."


" Donzello…" Grace yang tak terima dia kini kembali menarik kaos yang dipakai Donzello saat ini.


Tanpa sadar kaos itu kini robek begitu saja membuat dada bidang dari Donzello sedikit terlihat begitu saja.


" Apa yang kau lakukan?" Donzello kini meninggikan suaranya dia berusaha melepaskan tangan itu dari kaos nya tapi sayangnya tangan Grace begitu kuat.


" Apa.. ini.. apa Don?" Dis gugup ketika matanya tanpa sengaja melihat ada tanda merah yang ada di dada bidang suaminya.


Donzello kini juga menatap ke arah dada nya dia juga baru sadar bahwa dada bidangnya juga banyak tanda yang dibuat oleh kekasihnya selama dua hari ini. Donzello tak menjawabnya dia kembali dengan sikap dingin dan kakunya.


Grace kini dengan cepat menarik kaos itu hingga benar benar robek dengan sempurna. Matanya kini melotot tak percaya melihat tanda yang bertebaran di sana dengan banyak, bahkan tanda merah itu masih terlihat ada yang baru saja terukir di dada bidangnya.


" Apa.. ini…?" Grace menutup mulutnya dengan dia yang tak percaya melihat tanda merah itu dengan jelas sekarang.

__ADS_1


Donzello hanya diam dia tak menjawab apapun dia hanya diam seribu bahasa tanpa dia mengatakan apapun seharusnya Grace tau apa arti dari semua tanda yang bertebaran di sana dengan suka rela.


" Kau…? Aku tak percaya kau bisa melakukan ini dengan seorang pelacu* Don. Kau menjijikan…" Katanya dengan menatap jijik ke arah suaminya yang saat ini hanya diam seribu bahasa.


Donzello tersenyum sinis ketika mendengar apa yang dikatakan oleh istrinya saat ini. " Pelacur? Kau pikir aku melakukan ini dengan pelacur?"


" Apa maksud mu, kau…?"


" Aku memiliki kekasih lain di luar sana yang jauh lebih baik dari mu, wanita yang selalu membuat aku jatuh cinta setiap hari, wanita yang selalu merasa aku di hargai. Bukan sepertimu yang selalu asik dengan duniamu dan selalu mengusirku secara perlahan."


Deg!! Deg!! Deg!!


Tubuhnya gemetar mendengar apa yang dikatakan oleh suaminya saat ini, dia sedikit mundur dengan dia yang sedikit syok mendengar apa yang dikatakan oleh sang suami. Air matanya kini menetes begitu saja, rasa sakitnya kini membuat air mata itu menetes begitu saja.


" Jadi selama dua hari ini kau bersama kekasihmu itu?" Suaranya bergetar tubuhnya terasa dingin saat ini.


" Kau pikir aku di mana dua hari ini? Apa kau pikir aku bersama seorang teman? Ayolah Grace kau dan aku sama sama dewasa seharusnya tanpa perlu kau bertanya kau sudah tau setelah melihat semua tanda yang ada di dada ku ini."


" Jadi kau benar bermain di belakang ku selama ini? Kau mengkhianati pernikahan kita yang suci ini Don?" Dia masih berusaha untuk menyakinkan dirinya sendiri agar dia lebih yakin bahwa suaminya memang mengkhianatinya saat ini.


Donzello kini tertawa. " Sebenarnya apa yang ingin kau tanyakan? Atau kau ingin menyakinkan dirimu bahwa aku memang bermain di belakangmu?"


Mereka berdua sama sama terdiam saat ini. " Baiklah jika begitu, aku perjelask bahwa aku memang ada main di belakang mu dengan wanita lain dan aku mencintainya, dua hari aku bersamanya menghabiskan waktu bersama nya. Kau puas?"


Grace kini lemas kakinya tak bisa untuk berdiri dia terjatuh di lantai dengan derai air mata yang mengalir tambah deras bagaikan air hujan. Sedangkan Donzello kini tak peduli dengan air mata istrinya dia hanya menatap dingin dengan senyum kecutnya. Dia meninggalkan Grace untuk memilih masuk ke kamar mandi.

__ADS_1


__ADS_2