Orang Ke Tiga

Orang Ke Tiga
Berakhir


__ADS_3

Prank!! Suara pecahan gelas itu membuat kamar hotel itu kini terlihat berantakan. Semuanya menjadi kacau seperti kapal pecah yang sengaja dirusak oleh pemilik nya.


Mata wanita itu menatap nanar ke arah pasangannya yang hanya diam melihat apa yang telah terjadi. Dia tak bisa berbuat apa apa selain menerima amukan dari wanita itu.


" Kau bilang apa tadi? Kau mengatakan hubungan ini berakhir? Apa kau sudah kehilangan akal?" Katanya dengan berteriak keras. Dia tak terima jika hubungan yang sudah terjalin lama itu harus bubar.


" Grace ku mohon mengertilah. Aku tak mungkin membiarkan ibuku mengakhiri hidupnya hanya karena aku tak menerima perjodohan ini…" Orang itu menatap penuh dengan kesedihan dia juga sakit tapi dia harus melakukan ini.


" Tidak, tidak, aku tak akan setuju dengan apa yang kau katakan tadi…" Grace menggelengkan kepalanya dia tak akan mau mengakhiri hubungan yang sudah berjalan lama ini.


" Aku tau ini sulit bagi kita, tapi kita harus benar benar mengakhirinya Grace. Tak hanya kau yang terluka tapi aku juga terluka dan harusnya hubungan ini tak ada…" Dia hanya mampu untuk memberi pengertian kepada wanita itu.


Prank!! Vas bunga yang ada di sana kini melayang dengan sempurna mengenai dinding kamar hotel mewah tersebut. Tatapannya sungguh nanar tak ada perubahan sama sekali.


" Aku tak akan mau mengakhiri hubungan ini! Kau dengar itu. Hubungan ini tak akan berakhir, aku tak mau hubungan ini berakhir hanya gara gara kau menikah dengan pilihan orang tuamu…" Tolaknya dia sungguh tak ingin mengakhiri hubungan terlarang ini.


" Kau dan aku akan memiliki hubungan dengan orang lain dan aku mungkin sanggup menahan rasa sakit ketika kau bersama suami mu, sedangkan kamu? Apa kau akan sanggup untuk melihat aku bersama orang itu…" Orang itu menyentuh tangan Grace menggenggamnya dengan erat.


" Grace hubungan kita ini harusnya tak pernah ada, kau dan aku tak seharusnya menjalani hubungan terlarang ini. Sekarang aku sadar bahwa kau dan aku memang bersalah, takdir kita tak ada di sini…" Sambungnya lagi.


" Kenapa? Kenapa setelah semuanya menjadi sangat lama dan semakin dalam kau malah meninggalkan ku?, Ketika aku dulu untuk memutuskan menikah pun juga karena desakan mu. Apa kau masih ingat bahwa kau yang menyuruhku menikah dengan Donzello? Dan sekarang kau malah ingin pergi hanya karena kau akan menikah dan kau beranggapan kita akan memiliki kehidupan lain setelah ini."


Grace menghempaskan tangan orang itu menatapnya penuh dengan kemarahan dia yang sudah menjalin hubungan terlarang ini malah harus berakhir di sini seperti ini.


" Aku tak pernah sedikit pun memberikan hati ku kepada suami ku, aku tak pernah sedikit pun memberikan hak nya yang baik untuk nya. Hanya karena kau yang menyuruhku agar semuanya tak menjadi curiga dan sekarang kau malah ingin menikah dan ingin meninggalkan ku. Apa aku tak ada di hati mu lagi?" Sambungnya dengan nada sedihnya.


Grace adalah orang yang sangat menurut ke pasangan nya ini. Pernikahan dia dengan Donzello pun dulu adalah rencana dari selingkuhannya agar semuanya tak terbongkar. Grace sangat mencintai selingkuhannya hingga apapun yang dikatakan oleh selingkuhannya dia akan berusaha untuk mengiyakannya.


" Ini bukan masalah kau ada di hati ku atau tidak Grace, ku mohon mengertilah. Kau dan aku memang harus berakhir hubungan ini. Aku ingin hidup kita kembali normal seperti dulu, kau dan suamimu bahagia tanpa ada bayang bayang ku, dan sebaliknya dengan ku juga…" Orang itu berjalan berdiri di depan kaca dan melihat suasana kota di sana dengan mata yang akan menangis.


" Aku tidak ingin hubungan ini berakhir, ku mohon jangan katakan seperti itu. Aku tak melarangmu menikah dengan pilihan orang tuamu tapi ku mohon jangan akhiri hubungan ini…" Grace memeluk orang itu dari belakang, air matanya kini sedikit lagi tumpah ke pipinya.

__ADS_1


Air mata yang dari tadi dia tahan kini nyatanya tak bisa ketika air mata itu memenuhi kedua matanya saat ini.


" Ini akan sulit bagi kita nanti Grace. Aku sekarang sadar bahwa suamilah orang yang tepat untuk membahagiakanmu dan menjagamu. Aku melihat nya dia sangat mencintaimu dan menyayangimu. Sekarang waktunya kau bahagia dengan suamimu…" Orang itu menahan rasa sakit ketika dia harus mengatakannya tapi dia harus menelan rasa sakit itu agar semuanya bisa kembali normal.


" Aku tak peduli dengan nya, aku hanya mencintai mu kau tau aku sangat mencintai mu. Dari dulu hanya kamu yang selalu ada untuk ku dan hati ini sudah terpaku pada dirimu. Meskipun kau sudah memiliki pasangan lain pun aku akan menerima nya asal kau tetap bersama ku dan jangan pergi. Aku tak bisa mengakhiri hubungan ini, aku gak mau hiks hiks…" Tangisnya kini pecah sudah.


Grace memeluk orang itu dengan erat, menumpahkan air matanya yang sudah penuh ke pipinya. Grace yang berusaha untuk tak menangis tadi kini harus berakhir dengan tangisan.


Sedangkan orang itu memejamkan matanya merasakan juga rasa sakit hatinya tapi dia harus benar benar pergi. Dia ingin hidup normal seperti orang luar sana yang tak pernah menjadi bayang bayang pasangan suami istri.


" Aku tak ingin semuanya menjadi terlambat Grace, hubungan ini harusnya tak pernah ada dari dulu, ini adalah kesalahan yang harus kita akhiri. Kesalahan ini memang terlambat tapi tak ada kata kata terlambat untuk mengakhirinya. Tak hanya kamu yang terluka dan berusaha melupakan aku akan berusaha untuk melupakanmu juga."


" Tidak! Aku tidak ingin hubungan ini berakhir, aku tak bisa hidup tanpa mu, selama ini hanya kamu yang bisa membuat ku memiliki arti dari kehidupan. Aku tak ingin hubungan ini berakhir, aku janji aku tak egois jika kau bersama pasangan mu nanti, tapi ku mohon jangan pergi dari ku…" Grace tetap menolaknya untuk mengakhiri hubungan ini.


" Aku janji akan mencoba memahamimu nanti dan pasanganmu, aku tak akan pernah menuntutmu waktu lebih banyak untuk ku, aku akan menahan rasa sakit jika kau bersama pasanganmu nanti. Tapi aku mohon jangan katakan untuk mengakhiri hubungan ini. Hubungan ini sudah berjalan hampir lima tahun bagaimana bisa aku melupakanmu begitu saja, aku tak akan sanggup menghilangkan mu dari hati ku…." Grace memeluknya dengan erat apa yang dia katakan sungguh membuat orang itu merasakan rasa sakit di hatinya.


" Lima tahun bukanlah waktu yang sebentar untuk menjalin hubungan ini, dan aku tak mungkin bisa menerima ini semua hanya karena kau akan menikah dengan pilihan orang tua…" Sambungnya dengan suara isak tangis nya.


" Aku tak bisa Grace, aku harus memilih antara kau dan kedua orang tua ku. Dan mungkin dulu aku masih bisa mempertahan mu dan kita bermain di belakang seperti ini tapi sekarang aku tak bisa, nyawa orang tua kini menjadi ancaman mereka."


" Mereka hanya untuk menakuti mu dan aku yakin mereka tak akan mau mengakhiri hidupnya hanya karena kau tak ingin meninggalkan ku…" Grace mengatakan apa yang ada di pikirannya agar orang itu tau bahwa dia hanya sebuah ancaman kosong.


" Apa kau pikir mereka seorang artis yang pandai mengancam ku dengan nyawa nya? Aku lebih mengenal orang tua ku dibanding kamu. Mereka akan melakukan banyak cara agar membuat ku kembali ke jalan yang benar, dan-"


" Jadi kau pikir selama ini hubungan ini adalah kesalahan? Jika ini semua kesalahan mana mungkin hubungan ini berjalan selama lima tahun. Apa selama ini kau mempermainkan ku?" Grace kali ini bernada tinggi kembali dia akan berbuat apapun untuk mengakhiri hubungan ini.


" Hubungan ini adalah kesalahan terbesar Grace, kesalahan terbesar…" Orang itu berteriak menekan kata kata nya dengan sinis. " Apa kau sadar bahwa kita adalah kesalahan, harusnya kau dan aku tak bersama selama ini."


" Tak ada cinta kesalahan, orang mana yang akan mengatakan tentang cinta adalah kesalahan."


" Cinta memang tak salah bagi orang yang normal Grace-"

__ADS_1


" Apa kau pikir kita tak normal?" Teriaknya.


" Kau lihat aku dan kamu? Apa kita normal saat ini? Kau adalah wanita dan aku juga wanita apa kau pikir kita normal? Apa kau pikir kita tak kesalahan? Katakan jika ini tak kesalahan seperti yang kau katakan? Katakan?" Teriaknya dengan kencang.


" Aku lelah Grace dan aku sangat lelah. Ini adalah kesalahan kita yang harus kita akhiri, ku lelah harus bersembunyi seperti ini. Aku ingin hidup normal dengan pasangan laki laki yang aku cintai nanti, aku juga ingin kau hidup normal dengan suami mu."


Grace menatapnya dengan datar dia terdiam dengan apa yang dikatakan oleh selingkuhannya itu. Dia tak bisa berkutik apa yang dikatakan oleh nya benar ini adalah kesalahan terbesarnya.


" Aku sadar bahwa suamimu adalah orang tepat saat ini. Dan orang yang akan kunikahi juga orang yang tepat menjaga ku. Maafkan aku tapi ini harus berakhir, kesalahan ini harus kita akhiri."


Orang itu kini melangkah untuk mengambil barang barangnya yang ada di sana memasukan semuanya ke dalam tas nya.


" Kau mau kemana?" Tanyanya dengan gugup.


" Aku harus pergi Grace, kita sudah berakhir dan jangan pernah temui aku atau hubungi aku lagi. Kita akan menjadi orang asing setelah ini…" Orang itu tak menatap ke arah Grace yang menatapnya dengan tangisan.


" Jangan pergi ku mohon jangan pergi."


Orang itu menghempaskan tangannya dengan kasar dia bahkan tak berani menatap ke arah Grace, dia yang takut jika dia menatapnya semuanya akan luluh kembali.


" Jangan membuat ini sulit Grace, berbahagialah dengan suamimu dan aku juga akan bahagia dengan pasangan ku nanti. Hiduplah normal kembali, jaga dirimu dan selamat tinggal…" Orang itu melangkah dengan cepat meninggalkan Grace yang meraung menangis.


Kali ini orang itu tak peduli dengan suara tangisan Grace dia harus menelan rasa sakit meninggalkan orang yang ada dihatinya bertahun tahun. Memiliki pasangan yang sesama jenis adalah hal yang salah, bertahan sampai kapan pun tak akan ada ujung karena pernikahan pun tak akan pernah ada.


Grace kali ini terjatuh ke lantai dengan air mata yang sudah banjir ke pipinya, dia menangis menjerit tapi orang itu tak kembali, bahkan tak peduli dengan raungan Grace yang begitu keras menyayat hatinya.


Orang itu bersandar di pintu yang tertutup, meneteskan air matanya tapi dia harus tegar meskipun hatinya ingin bergerak kembali. Tapi tekadnya kali ini harus mengakhiri hubungan terlarang ini.


" Aku bisa dan aku pasti bisa kembali ke normal kembali…" Orang itu menghapus air matanya dengan menatap ke depan.


Langkahnya kini tegak seperti tak ada apa apa meskipun hatinya sangat rapuh kali ini. Langkahnya segera pergi meninggalkan kenangan yang sudah lama terjalin di sini.

__ADS_1


__ADS_2