
" Honey aku ada pertemuan penting hari ini jadi aku harus berangkat pagi…" Goncangan lembut yang di berikan oleh Charlotte membuat laki laki yang tertidur membuka matanya dengan pelan.
" Sayang kau sudah rapi? Kau mau kemana?" Dia membenarkan posisi duduknya.
" Honey tadi aku sudah katakan, hari ini aku ada pertemuan penting dengan beberapa klien jadi aku harus pergi, kamu istirahat saja jika tak pergi ke kantor…" Charlotte sedikit membenarkan make up nya menata sedikit rambutnya.
Donzello kini turun dari bed nya berjalan mendekati kekasihnya memeluknya dari belakang menyandarkan dagunya ke pundak. " Apa kau yakin akan meninggalkan aku di sini sendirian?"
" Don aku harus pergi, aku ada beberapa pertemuan penting untuk melihat kontrak yang sedang di tawarkan kepadaku. Tak sopan jika aku menolaknya secara tiba tiba."
" Aku akan membayar denda nya jika dia menuntutmu… " Ucapnya dengan santai.
" Sayang ini bukan masalah denda nya tapi aku harus menjaga profesional ku dalam bekerja."
" Aku tahu! tapi jangan pergi. Kau pasti akan lama perginya…" Ucapnya dengan dia yang berlagak manja.
Charlotte tersenyum tipis melihat tingkah kekasihnya yang seperti anak kecil saat ini. " Katakan saja jika kamu mau ikut dengan ku."
" Baiklah aku akan mandi cepat jika kamu mau mengajakku bertemu klien mu itu…" Ucapnya dengan semangat.
" Tapi kau hanya boleh menemani ku dari jauh. Aku ga mau ada yang tau aku sedang bersama mu."
" Kau malu jalan dengan ku?" Donzello mengangkat satu alis nya.
__ADS_1
" Bukan malu Honey. Tapi kondisi kita yang tak bisa untuk jalan berdua di depan publik. Aku model kau pebisnis banyak media yang mudah mengenali kita. Jika banyak media yang tahu akan lebih sulit untuk kita…" Charlotte menjelaskan nya dengan menatap kekasihnya yang juga menatap dirinya dengan kesal.
" Aku tak peduli jika banyak orang yang tahu tentang hubungan kita itu malah bagus untuk kita."
Charlotte lagi lagi membuang nafasnya dengan kasar. " Lalu bagaimana dengan istrimu? dan bagaimana nanti orang-orang memikirkan kita. Aku ga mau satu orang pun membicarakan kita Sayang. "
" Persetan dengan omongan orang Sayang. Mereka tidak tahu apapun tentang kita, yang mereka tahu hanya kita yang senang dan tak tahu tentang kesedihan kita. Jangan pikirkan tentang orang berkata apa."
" Menjadi pihak ketiga antara kamu dan istrimu bukanlah mudah untuk ku Don. Menjadi orang yang mungkin nanti tak akan kau pilih juga bukan hal yang mudah. Kau pikir aku mau berjalan harus sembunyi seperti ini? Tidak! aku lelah harus bersembunyi seperti ini. Tapi aku juga tak mungkin menggandengmu di tempat umum."
Donzello terdiam mendengar apa yang dikatakan oleh kekasihnya saat ini dia masih mencernah apa yang dikatakannya.
" Aku harus apa sekarang? aku harus berjalan bersama mu mengenalkan dirimu ke semua orang bahwa kau adalah kekasih ku? lalu bagaimana dengan nama yang aku jaga? bagaimana dengan istrimu? bagaimana dengan nama mu juga?" Charlotte menangis dia meneteskan air matanya.
Charlotte yang tadi awal nya berdiri kini duduk dengan dia menutupi wajahnya dengan kedua tangan nya sendiri. Dia merasa semuanya tak mudah, dia lelah jika setiap hari harus bertarung dengan hati serta pikiran nya tentang rasa cinta yang ia perjuangkan.
Donzello kini mendekat menggenggam tangan nya penuh rasa bersalahnya ketika ia seakan menuntut kekasihnya untuk bersamanya ketika di tempat umum.
" Maaf."
" Kita tidak akan pernah berhasil Don, ini terlalu rumit bagi hubungan kita. Seharusnya kita saling menunjukan siapa kekasih kita bukan nya kita seperti ini…" Lagi lagi tangisan wanita itu pecah.
" Aku tau! Kita belum mencobanya jadi jangan mengatakan kalau kita tidak akan berhasil. Kita pasti berhasil. Kita akan bersama. Aku minta maaf mungkin aku tadi egois tidak memikirkan perasaan mu ataupun hubungan kita."
__ADS_1
" Ini terlalu sulit. Kenapa mencintaimu harus serumit ini. Hiks.. hiks…"
" Aku minta maaf. Aku tidak akan lagi seperti ini. Aku tidak akan menuntut kita di tempat umum sebelum statusku jelas dengan istri ku hem."
Charlotte hanya terdiam dengan suara isak tangis yang masih ada. " Maafkan aku!"
Donzello memeluknya memberikan usapan pada punggung wanita itu dengan lembut memberikan ketenangan pada kekasihnya saat ini.
" Aku janji akan segera menyelesaikan urusan ku dengan nya. Ku mohon bersabarlah sebentar saja. Setelah ini hanya ada kita berdua."
Charlotte hanya bisa mengangguk meskipun dia tau bahwa ini semua butuh waktu lama untuk menyelesaikan nya.
Apa mereka sanggup bertahan dengan rasa luka seperti ini? atau mereka malah memilih untuk mundur dengan melupakan rasa cinta nya. Bertahan hanya membuat mereka saling terluka, dan pergi pun juga akan membuat mereka juga sama terluka. Semuanya menjadi kacau tidak ada yang tahu bahwa bertahan adalah pilihan yang sangat menyakitkan seperti ini.
Tuhan Takdir apa yang kau tuliskan untuk mereka berdua? kenapa rasanya sesakit ini. Cinta yang membawa kebahagian kini hanya membawa luka yang entah dimana ujungnya. Berikan mereka jalan untuk bisa bertahan.
Berikan mereka petunjuk untuk bisa keluar dari lingkaran cinta yang menyakitkan seperti ini. Semakin mereka mendekat semakin membuat mereka terbakar tapi semakin mereka jauh malah membuat mereka mati. Tak ada yang tahu kenapa engkau mempertemukan mereka dalam keadaan seperti ini. Mereka juga tidak tahu kenapa engkau menyatukan dengan cara yang salah seperti ini. Hanya engkau yang tahu.
Cinta yang mereka pertahankan hanya membuat luka, tapi untuk melupakan adalah hal yang tak ingin mereka inginkan. Mereka sepakat untuk bersama meskipun keduanya sama sama terluka. Mereka rela membakar hatinya hanya karena sebuah cinta yang sudah bersarang di hatinya saat ini.
Pertemuan serta takdir sepertinya saat ini sedang berbicara, mereka dipertemukan di saat mereka sama sama butuh seseorang untuk melengkapi dirinya tapi mereka juga ditakdirkan untuk bersama meskipun nanti pada ujungnya mereka harus berpisah karena sebuah keadaan yang tak mengizinkan mereka bersatu.
Perpisahan nanti nya akan mengajarkan mereka tahu seperti apa takdir cinta yang menyakitkan dan tak perlu untuk di satukan. Bertahan hanya untuk saling menyakiti untuk apa? lebih baik pergi daripada mati di lingkaran cinta yang menyakitkan hati.
__ADS_1