Orang Ke Tiga

Orang Ke Tiga
Pagi Yang Panas 4


__ADS_3

“ Charlotte kau sakit? Kenapa wajahmu pucat sekali?” Barnard yang melihat wajah pucat Charlotte langsung menyentuh keningnya dan langsung di hempaskan tangan nya oleh Charlotte itu sendiri.


“ Tidak! Aku hanya butuh tidur. Nanti juga sembuh dengan sendiri.”


“ Ini panas Sayang sebaiknya aku antar kau ke rumah sakit...” Bujuknya dengan dia yang sudah berjongkok di depan nya menyentuh tangan nya dengan erat.


Andaikan saja dia tak bermain di belakang Charlotte mungkin wanita itu akan merasakan kebahagian karena sudah diperhatikan oleh laki laki yang ia cintai. Tapi semuanya hancur ketika dia harus menerima takdir bahwa laki laki yang ada di depan nya adalah penyebab semua kekacauan yang ada di hidupnya.


“ Jangan sok perhatian dengan ku Bar. Sebaiknya kau pergi. Aku ingin istirahat...” Charlotte yang tadi duduk kini langsung berdiri dengan cepat tapi sayangnya tangan nya di tahan hingga di tarik membuat nya harus duduk kembali. 


“ Apa?”


“ Bisakah kita bicara baik-baik jangan ada pertengkaran lagi. Aku sudah mengakui kesalahanku dan aku juga sudah minta maaf berulang kali...” Lirihnya dengan nada pelan.


Bernard sebenarnya tahu bahwa tak ada harapan untuk mereka berdua kembali tapi dia tidak patah semangat untuk bicara dengan wanita yang sangat dicintainya. 


Charlotte membuang nafasnya dengan kasar dan dengan perlahan melepaskan tautan tangan tersebut. “ Harus berapa kali aku katakan bahwa kita tak akan bisa kembali seperti dulu. Kenapa kau tak mengerti dengan kata kata ku...” Nadanya sangat frustasi.


“ Setiap manusia pasti memiliki salah dan salah satu nya aku yang salah karena sudah bermain di belakangmu tapi setiap orang juga berhak mendapatkan kesempatan untuk menebus kesalahan nya.”


“ Tapi Sayangnya aku juga tak ingin memberikan kesempatan padamu. Sekali kau bersalah maka kita tidak akan pernah kembali kau sudah tahu peraturan yang aku katakan. Sekali saja aku mendapatkanmu dengan wanita lain maka di saat itu kau mengusirku keluar dari hidupmu dan saat itu juga aku pergi dan tak akan pernah mau kembali...” Tegasnya dengan menekan kata-kata nya.


Dia tak ingin kembali atau memberikan kesempatan tersebut tapi Bernard selalu memaksakan kehendaknya agar mereka bersama kembali. Tak ada kesempatan atau maaf untuk Barnard kali ini.


“ Charlotte aku rasa sudah cukup untuk memohon...” Barnard yang merasa kesal kini langsung berdiri dengan menatap tajam ke arah Charlotte yang masih duduk.


“ Tak ada yang menyuruhmu memohon pada ku. keputusan ku juga sudah sangat jelas bahwa aku tak akan pernah kembali padamu...” Charlotte juga berdiri dengan juga menatap ke arah Barat dengan pandangan yang datar.


Charlotte yang melangkah pergi malah ditarik oleh Barnard dengan cepat Bernard menempelkan bibir mereka. Dengan paksa Bernard mencium nya membuat Charlotte benar benar terkejut mendapatkan serangan dadakan. Charlotte memberontak bahkan dia mendorong tubuh Barnard dengan tenaga nya yang lemas.


Tapi kekuatan Bernard tentu saja bukan tandingan nya. laki laki itu kini lebih kuat ketika rasa emosinya menguasai diri dan hatinya saat ini. Bernard tak peduli dengan dia yang mendapatkan pukulan bahkan mendapatkan gigitan. Laki laki itu terus ******* nya dengan sangat liar. Charlotte menendang Bernard hingga membuat nya menjauh.


Plak!!

__ADS_1


Satu tamparan yang keras melayang begitu saja ketika ciuman itu terlepas. Charlotte dan Barnard kini saling bertatapan dengan pandangan yang sulit diartikan.


“ Apa yang kau lakukan hah?” Charlotte berteriak.


“ Charlotte maafkan aku. Aku-“


“ Cukup Barnard. Aku tidak akan pernah memaafkanmu lagi. Sudah cukup tentang semua ini. Aku sungguh membencimu...” Charlotte yang dari tadi sudah tak tahan kini langsung mendapatkan amukan dari nya.


“ Charlotte tunggu....” Bernard mengejar nya ketika Charlotte sudah melangkah pergi meninggalkan Barnard. 


Charlotte tak peduli dia yang terus berlari keluar dari rumah nya bahkan dia juga tak peduli jika dia tak berpamitan kepada Paman dan Bibi nya. saat ini dia hanya perlu pergi dari sana karena jika pun dia masih ada di dalam rumah maka dapat dipastikan sang Paman akan tetap membela nya.


“ Charlotte tunggu...” Barnard yang akhirnya bisa meraih pergelangan Charlotte kini kembali menariknya hingga tubuhnya terpental menabrak dirinya.


Bernard memeluknya dengan erat tak peduli jika Charlotte kembali memberontak di dalam dekapan. “ Lepaskan aku....” Charlotte berteriak dan memberontak.


“ Maafkan aku! Aku sungguh minta maaf aku tak bermaksud. Aku hanya frustasi kau tak mau memberi kesempatan pada ku...” Bernard menjelaskan dengan dia yang terus mendekap tubuh Charlotte dengan erat.


“ Maafkan aku!”


Bernard tak peduli dengan amukan sang wanita nya yang tak ingin di sentuh tapi kali ini Barnard kembali mendaratkan ciuman yang sangat liar bahkan dia juga tak peduli saat ini mereka ada di depan pintu masuk rumah dari keluarga Blossom. Bernard yang berbuat nekat agar Charlotte tak bisa lari jika ada salah satu media yang mengambil foto mereka.


Keluarga Blossom adalah keluarga yang sangat diincar di negara A. Nama nya selalu melambung tinggi, bisnisnya mendunia hingga tak heran jika setiap hari ada saja media yang ingin meliput kegiatan dari keluarga Blossom. Apalagi tentang pengumuman semalam yang memperkenalkan Charlotte Blossom adalah keponakan dari Erik Blossom.


Bugh!!


Dengan wajah yang sudah memerah, emosi yang memuncak dengan cepat laki laki itu lari menarik kasar Barnard untuk melepaskan sentuhan yang sangat memaksa. Dengan cepat bogem mentah kini sudah melayang ke arah pipi Barnard. Charlotte yang terkejut kini menghapus air matanya dari tadi sudah menetes.


Bahkan bibirnya kini juga mulai berdarah karena ulah dari Barnard yang dari tadi terus menciumnya dengan sangat kasar dan sangat memaksa tersebut.


Bugh!!


Belum sempat terbangun Bernard sudah mendapatkan pukulan telak di perut nya yang membuat nya lagi lagi tersungkur di lantai dengan meringis kesakitan.

__ADS_1


“ BANGUN..” Teriaknya dengan nada yang sudah sangat emosi.


Dia yang melihat sedari tadi pertengkaran antara Charlotte dan Barnard kini mengetahui apa yang terjadi sebenarnya.


“ Bangun brengsek...” Umpatnya dengan nada yang sangat geram.


Bugh!! Bugh!!


Lagi lagi Barnard yang belum sempat bangun kini mendapatkan pukulan bertubi-tubi. Bernard tak diberi kesempatan untuk bangun atau melawan nya. 


Sedangkan di dalam kamar Bibi Amanda sekilas mendengar suara ricu. Keningnya berkerut. “ Ada apa? Kenapa seperti ada yang bertengkar dan berteriak?” Gumam nya dengan melangkah keluar dari kamarnya.


“ Apa mungkin Charlotte dan Barnard bertengkar?” Ucapnya dengan pelan. “ Dimana Erik?” Dia yang melintasi ruangan kerja suaminya melihat di dalam ternyata tak ada siapapun di dalam ruangan tersebut.


“ Bangun...” Nada nay kembali tinggi.


Bersambung besok lagi ya,


Masih kuat ga ya puasanya 😁,


Dua hari ini Mince ga bisa Up karena lagi demam 🙏


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian,


Like, 👍


Komen, 🥰


Ulasan dan nilai, 👍


Hadiah juga boleh kopi ☕ atau bunga,🥀


Makasih banyak 😍😍😍

__ADS_1


__ADS_2