
" Jadi dia wanita mu bung?" Laki laki itu berusaha untuk melawan Donzello yang menatapnya penuh dengan amarah.
" Oke oke aku tak akan menyentuh nya! Tapi jika aku bisa bernegosiasi dengan mu, aku yakin kau akan setuju dengan apa yang aku katakan."
Bug!! Donzello menghantam perut laki laki itu dengan keras hingga membuatnya ambruk ke bawah dengan cukup kencang.
" Bangun lawan aku brengsek…" Teriaknya.
Semua orang yang ada di sana langsung melihat ke arah mereka yang tak peduli dengan tatapan Donzello yang tak bisa diartikan lagi.
" Don sudah jangan bertengkar…" Tangannya ditarik oleh Charlotte tapi dia masih tak peduli dengan apa yang dilakukan oleh Charlotte saat ini.
" Bangun! Kau merendahkan wanita ku, milik ku! Sama saja dengan kau yang merendahkan aku. Bangun…" Teriaknya.
Zack yang sebenarnya setengah mabuk kini berusaha bangun dari jatuhnya dia yang kesusahan bangun malah mendapatkan injakan yang keras dari Donzello hingga membuatnya meringis kesakitan.
" Donzello sudah jangan lakukan! Malu dilihat banyak orang!" Charlotte masih berusaha memisahkan mereka tapi sepertinya laki laki itu tak bisa menahan marahnya.
Sedangkan orang yang ada di sana yang melihat nya segera melaporkan ke pihak keamanan yang juga tak jauh dari tempatnya. Beberapa orang yang ada di sana langsung berlari mendapatkan kabar bahwa ada yang bertengkar membuat kekacauan.
Pihak keamanan langsung terdiam membeku di tempatnya ketika melihat siapa yang sedang menjadi pusat perhatian banyak orang saat ini. Semua orang keamanan hanya mampu menelan ludahnya dengan kasar tanpa berani mengatakan apapun.
" Donzello please jangan lakukan hal ini, biarkan pihak keamanan yang mengurusnya…" Pintah nya dengan lembut tapi tak di hiraukan oleh laki laki itu.
" Sayang please, ayo kita ke kamar! Aku janji tak akan keluar dari kamar tanpamu…" Sambungnya dengan nada memohon.
Charlotte terlalu malu ketika mereka menjadi pusat perhatian setiap orang yang ada di sana. Keningnya mengerut ketika melihat banyak orang keamanan yang hanya diam tanpa memisahkan laki laki nya.
" Sekali lagi aku lihat kau mengganggu wanita ku atau kau merendahkan siapapun yang ada di sini. Ku pastikan aku akan melemparmu ke lautan lepas! Kau dengar."
Donzello tak perlu mendengar jawaban apapun dari laki laki yang mabuk itu, dia langsung menarik lembut tangan Charlotte membawanya pergi dari sana. Matanya menatap tajam ke arah para orang orang keamanan yang berdiri.
Matanya mengatakan bahwa ada kemarahan yang akan meledak nanti tapi untuk saat ini mereka masih aman. Semua orang yang ada di sana kini hanya bisa menunduk dan langsung membawa orang yang setengah sadar dan dilumpuhkan oleh bosnya.
__ADS_1
" Bangun…" Keamanan langsung membangunkan nya dengan cepat.
" Menyusahkan!" Timpal anggota yang lain juga.
" Maaf Tuan Tuan dan Nyonya kejadian ini tak akan terulang lagi. Silahkan nikmati kembali musiknya…" Salah satu dari keamanan harus meminta maaf kepada para pengunjung yang ada di sana yang menyaksikan nya tadi.
Kini suasana kembali lagi, pada keamanan juga sudah membawanya untuk diinterogasi dan disadarkan dari mabuknya.
Sedangkan di jalan Donzello dan Charlotte hanya saling diam meskipun tangan Charlotte tetap di gandeng olehnya. Charlotte hanya bisa diam ketika langkahnya mengikuti langkah kaki laki laki yang ada di depannya.
" Apa?" Charlotte membuka suaranya ketika mereka sudah masuk ke dalam kamar milik nya.
Donzello rupanya membawa Charlotte ke dalam kamar milik dari dirinya sendiri, karena kamar milik punya Charlotte lah yang lebih dekat.
" Kau tak merasa bersalah?" Donzello menyilangkan tangan nya menatap wanita itu dengan memicingkan matanya.
" Aku tak bersalah hanya dia laki laki yang kurang ajar melihat ku…" Tentu saja wanita mana yang mau disalahkan. Semua wanita pasti akan menganggap dirinya benar.
" Apa? Jangan aneh aneh Don!" Charlotte laki laki itu tengah memikirkan hukuman apa untuk dirinya.
Donzello tak menjawabnya hanya menatapnya tanpa mengatakan apapun yang ada di pikirannya.
" Oke.. oke aku minta maaf, aku tau aku salah."
" Sekarang kamu mengakui kesalahanmu? Lihatlah pakaianmu yang mengundang orang bernilai jahat tentang dirimu."
" Iya aku tau aku salah! Aku minta maaf…" Charlotte menunduk dengan merasa bersalah. Tapi yang dia pakai itulah pakaian yang tak terlalu mengundang perhatian banyak orang.
Donzello menghampirinya mengajaknya duduk di sana, Charlotte kali ini duduk di pangkuan kekasih nya. Mata mereka kembali bertemu dengan arti yang berbeda.
" Jika aku tak datang tepat waktu tadi maka tangan laki laki itu akan melayang ke arah pipi mu Sweetheart…" Tangannya mengelus pipi kekasihnya dengan lembut.
" Terima kasih kau datang tepat waktu…" Tangannya kini di pegang lembut olehnya di bawahnya menuju ke bibirnya.
__ADS_1
Menciumnya dengan penuh kelembutan, Donzello hanya tersenyum kecil kemudian membalas mencium punggung kekasihnya.
Hatinya bergetar jantungnya seakan berdetak tak karuan, seakan jiwanya melayang karena bahagia. Rasa kecewa tentang istrinya seakan hilang lenyap begitu saja tergantikan tentang kebahagian yang tak bisa diungkapkan oleh dirinya.
" Kau sudah berjanji bahwa kau tak akan keluar jika tak bersama ku…" Ujarnya dengan pelan.
" Benarkah? Kapan kah aku mengatakan kepadamu?" Senyum tipis itu seakan mengalihkan dunianya.
" Benarkah kau tak mengatakannya?" Matanya menyipit.
Gelak tawa Charlotte kini menggema di seluruh ruangan kamar besar itu, tangan besar Donzello kini bergoyang di pinggang nya membuat wanita cantik itu tertawa karena rasa geli yang telah diberikan oleh tangannya.
" Don ampun.. ha ha ha ha…" Tawanya membuat Donzello juga ikut tersenyum.
" Hentikan Don.. ha ha ha ha…" Sambungnya lagi.
" Panggil aku dengan mesra Sweetheart maka aku akan melepaskanmu."
" Honey lepaskan aku.. ampun.. aku menyerah…" Sisa nya dengan merasa geli.
Donzello melepaskan nya mendekap penuh mesra wanita yang masih berada di pangkuannya dengan sisa tawa di wajahnya. Donzello mencium pipi nya dengan lembut membuat wanita itu merasa dia paling bahagia saat ini.
" Kau ingin kita keluar atau gimana Sweetheart?" Tanyanya dengan mendekap wanita itu yang masih mengatur nafasnya.
" Aku sudah tak memiliki selera lagi untuk keluar honey, aku ingin berenang saja."
" Baiklah ayo berenang."
Senyum mereka mengembang, rasa bahagia seakan nyata di depan mereka. Rasa kebahagian yang tak pernah mereka rasakan dengan pasangannya kini malah dirasakan orang asing yang ingin mencari kebahagian sesaat.
Orang asing yang mampu mengubah hidup mereka yang hampa dan kosong terisi penuh dengan canda tawa yang lepas tanpa beban. Rasa sakit yang mereka terima kini hilang menjadi kebahagian yang seakan sempurna.
Hanya takdir yang mampu melihat kearah mana cinta ini berjalan dengan sempurna, cinta tak akan mampu berjalan tanpa diiringi air mata kesedihan yang akan menuju air mata kebahagian.
__ADS_1