
Percayalah,
Untuk terlihat baik-baik saja,
Ada banyak luka yang ku hapus secara paksa
Author
______
“ Bibi...” Charlotte yang dari tadi sudah pulang dari pesta kini langsung menyambut bibi dan paman nya ketika melihat mereka sudah masuk ke dalam rumah nya.
Tadi setelah selesai dengan urusan nya dengan Donzello dengan mereka yang saling menahan gejolak dada dengan cepat menyelesaikan kesalahpaham yang hampir saja membuat mereka mengakhiri hubungan terlarang mereka. Andaikan saja Donzello tak cepat menemukan wanita saat ini dia tak akan bisa tenang melayangkan surat percerain.
“ Astaga Charlotte kau ini kenapa pulang terlebih dahulu. Dari tadi Bibi mencarimu...” Bibi Amanda yang dari tadi selama pesta merasa muram karena keponakan nya tiba-tiba mengatakan ingin pulang karena merasa tak enak badan. “ Sekarang bagaimana kesehatanmu? Kau sudah baik?”
“ Aku baik Bi. Di sana terlalu bising dan banyak orang yang tak ku kenal jadi aku memilih untuk pulang. Aku bosan di sana karena tak mengenal siapa-siapa di sana...” Elaknya.
Charlotte yang memilih pulang karena dia ingin menghindar dari Barnad. Laki laki itu sedari tadi masih terus mendekati Charlotte hingga membuat kekasihnya merasa geram.
“ Bibi kecewa karena kau pulang terlalu cepat tapi Bibi juga senang karena kau pulang jadi Bernard tak memiliki kesempatan untuk mendekatimu lagi. Kau tahu dari tadi dia sibuk mencarimu, seakan kau kekasihnya yang hilang dari mata nya...” Amanda merasa gerah ketika dia ingat Barnard dari tadi mencari nya dengan berbagai alasan.
“ Cih! Salah satu alasan ku pulang adalah menjauh dari nya.”
“ Sayang jangan terlalu keras padanya. Dia hanya ingin menjelaskan masalah kalian itu saja. Jangan menjauhi nya lagi. Dengarkan dulu alasan nya agar kau tahu alasan nya...” Kedua wanita yang saat ini sedang duduk berasam kini menatap laki laki yang dengan santai berkata seperti itu.
“ Apa yang kau katakan? Maksud mu keponakan ku harus mendengar penjelasan nya?” Amanda tampak tak terima mendengar apa yang dikatakan oleh istrinya.
“ Hanya mendengar alasan nya Sayang. Setelah mendengar nya kalian bisa memutuskan apa yang terbaik untuk kalian. Tapi pilihan Bernard jelas dia ingin melanjutkan impian kalian.”
“ Paman jangan konyol. Mana mungkin aku mau menerima laki laki yang sudah bermain di belakangku begitu saja. Dia dengan keadaan sadar mengkhianati cinta kami. dan sekarang dia datang untuk menjelaskan semuanya agar aku mau kembali. Astaga!” Charlotte tetap menolaknya dengan tegas meskipun Temannya sendiri yang memintanya untuk bicara berdua.
“ Dengarkan dulu alasan nya, mungkin kau nanti bisa mengerti Charlotte. Lagipula dia sangat mencintaimu. Paman tahu sekali dia sangat menyesal telah bermain di belakang mu waktu...” Paman nya menyakinkan dengan penuh hati-hati.
__ADS_1
“ Tunggu dulu. Kamu dari tadi membela Barnard. Kau mengatakan bahwa alasan nya mungkin bisa diterima oleh Charlotte. Sekarang aku bertanya padamu. Apa alasan nya untuk sebuah perselingkuhan?” Amanda yang dari tadi mendengarkan suaminya berbicara seakan ingin keponakan satu-satunya memberikan kesempatan untuk mantan tunangan nya.
“ Perselingkuhan terjadi pasti ada alasan nya bukan?”
“ Iya lalu apa alasan nya?”
“ Barnard bisa menjelaskan nya pada Charlotte. Kita tak perlu ikut campur yang jelas aku sudah tahu apa alasan nya.”
“ Ah karena kau sudah tahu alasan nya beri tahu kami. alasan apa yang tepat untuk mereka yang berselingkuh di belakang keponakan ku? apa karena tak secantik selingkuhan nya itu? Atau karena apa?” Amanda terus mendesak suaminya agar dia mau mengatakan tentang alasan apa yang bisa membenarkan tentang perselingkuhan yang membuat keponakan nya terluka dan semua mimpi pernikahan yang sudah tersusun sangat indah harus hancur tak tersisa.
“ Paman apapun alasan Barnard aku tak peduli. Jika dia sudah bermain di belakang ku berarti dia sudah tak tertarik lagi denganku. Mungkin juga wanita itu lebih dari ku. jadi aku tak mau mendengar alasan yang nanti malah membuat ku terluka...” Charlotte sungguh tak mau mendengar alasan dari mantan tunangan nya itu.
“ Sayang dia hanya menjadikan wanita itu happy fun.”
Lagi lagi kedua wanita itu tercengang ketika mendengar perkataan dengan santai. “ Dia wanita yang sama sama ingin keuntungan dari Barnard. Sebaliknya dengan Barnard. Dia laki laki normal dia butuh pelepasan. Dia tak ingin menyentuhmu karena ingin menjaga mu sampai kalian menikah.”
Charlotte kembali tersenyum sinis ketika dia mendengar apa yang telah dikatakan Temannya. “ Aku Tak akan sudi menerima nya kembali jika sudah mendengar alasan nya seperti itu. Apa dia tak bisa menunggu proses pernikahan kami selesai? Apa sangat penting tentang pelepasan hingga dia tak bisa menahan nya hingga dengan tega menyakiti wanita yang kata nya sangat ia cintai.”
“ Jadi kau membenarkan tindakan Bernard?” Amanda menatap tajam kearah suaminya yang membenarkan perbuatan Bernard bukanlah kesalahan yang harus dihukum untuk ditinggalkan.
“ Aku bukan nya membenarkan Sayang hanya saja setiap laki laki memiliki pertimbangan untuk tidak menyentuh wanita yang dijaga dengan baik.”
“ Dia tak ingin menyentuhku untuk menjaga ku atau memang tak memiliki selera Paman...” Charlotte tertawa pelan. “ Bedakan dengan dia yang tak memiliki selera atau hanya untuk menjaga ku. jikapun dia ingin menjaga ku seharusnya dia juga tak menyentuh wanita lain agar hati yang telah dia jaga tak sakit seperti sekarang...” Ujarnya dengan penuh penekanan.
“ Dia sangat mencintaimu.”
“ Omong kosong dengan cinta yang kau bicarakan...” Amanda menatap galak ke arah suaminya yang hanya bisa menelan ludahnya dengan kasar ketika mendapatkan tatapan mematikan dari sang istrinya. “ Jika saja tadi Tuan Donzello tak memiliki istri aku ingin menjodohkannya dengan keponakan ku agar Bernard tak mampu bersaing dengan nya.”
Uhuk!! Uhuk!!
Perkataan Ibu nya mampu membuat wanita cantik itu tersedak sendiri. “ Sayang hati-hati...” Amanda menepuk pelan punggung wanita itu.
“ Bibi jangan macam-macam untuk menjodohkan ku dengan siapapun apalagi dengan Donzello yang sudah memiliki istri Nyonya Grace...” Dia mencoba menutupi kegugupannya.
__ADS_1
“ Sayang ku Charlotte dengarkan Bibi. Aku rasa Grace tak cocok dengan nya, yang lebih cocok adalah kamu...” Matanya berkedip satu dengan senyum yang mengembang. “ Tapi tenang jika sekarang dia memiliki istri. Maka tunggu dia duda. Jika dia tak segera duda doakan saja yang buruk tentang istrinya agar Donzello menjadi duda.”
“ Astaga Bibi.”
“ Dengar Charlotte dari pada kau harus melayani Bibi mu menjodohkan orang yang sudah memiliki istri lebih baik kau menerima kembali Barnard.”
“ Tidak Paman! Maafkan aku! Aku tidak berniat kembali dengan Barang.”
Charlotte segera pergi meninggalkan kedua orang yang terus berdebat dengan mereka yang memiliki jalan yang berbeda.
“ Jika Paman dan Bibi masih terus membahas yang tak penting. Aku pulang saja ke apartemen dan tak akan kesini lagi...” Tegasnya.
“ Maafkan Bibi. Selamat malam mimpi indah bertemu dengan Tuan Donzello....” Sang suami serta Charlotte hanya saling menggeleng mendengar perkataan wanita yang telah bersemangat tersebut.
Bersambung besok lagi ya,
Minta Nilai nya dong masak iya cuma 3 orang, yang lain pada kemana ni?
jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan,
Like 👍
komen ....
Beri ulasan 😍
Jadikan favorit juga boleh kok ya 😍
Share juga bisa kok 😌
Makasih banyak sayang
__ADS_1