Orang Ke Tiga

Orang Ke Tiga
Pesta 5


__ADS_3

“ Bagaimana bisa dia ingin mengatakan kepada semua orang tentang hubungan ku dengan nya...” Charlotte hanya bisa bicara pelan dengan wajah kesal nya.


Wanita itu kini tengah kesal pada sosok kekasihnya yang seenaknya saja ingin mengatakan kepada semua orang tentang hubungan terlarang mereka di tambah saat ini dia juga tengah emosi karena kekasihnya sengaja berbohong pada dirinya.


“ Awas saja kau Don! Aku tidak akan membuka kan pintu kamar untuk mu...” Geruta nya yang masih terus.


Langkahnya terhenti ketika dia dihadang oleh mantan kekasihnya. “ Lengkap sudah penderitaan ku sekarang...” Gumam nya dengan pelan.


“ Kau bicara sesuatu?”


“ Tidak! Minggir aku ingin lewat...” Suaranya begitu sinis.


“ Kita harus bicara Charlotte. Kau tak bisa terus menghindar dari ku...” Charlotte hanya menghela nafasnya.


“ Sudah tidak ada yang perlu kita bicarakan lagi. Semuanya cukup jelas dan aku tak ingin hubungan ini ada lagi...” Tegasnya dengan tak ingin melanjutkan hubungan mereka.


“ Charlotte kau tak bisa terus seperti ini. Kau harus mendengarkan penjelaskan ku terlebih dahulu.”


“ Apalagi yang harus kau jelaskan. Semuanya sudah jelas. Kau dan wanita itu sudah menjelaskan semua nya. aku lebih percaya dengan apa yang aku lihat dibanding dengan kata-katamu itu.”


“ Aku minta maaf. Berulang kali aku meminta maaf tapi kau tak mau menoleh ke arahku. apa yang harus aku lakukan agar semua kesalahan ku bisa kau maafkan.”


“ Pergi dari hidup ku dan jangan muncul lagi. Setelah itu aku bisa memaafkanmu...” Charlotte kini bersungguh-sungguh. Dia tak ingin kembali pada orang yang sudah merusak hidup nya dan merusak semua mimpi nya.


Andaikan masalah mereka tak terjadi mungkin dia tak mungkin terjebak dengan cinta yang sangat rumit. andaikan dia tak melihat kekasihnya berselingkuh dia tidak akan merasakan rasa sakit yang begitu dalam atas perbuatan laki laki tersebut.


Bernard lebih memilih untuk diam. “ Minggirlah aku tak ingin berdebat denganmu...” Usirnya lagi ketika Bernard masih saja menghalangi jalan nya.


“ Sekali saja beri aku kesempatan untuk menjelaskan nya...” Mohon nya dengan serius.

__ADS_1


“ Lima menit...” Charlotte lelah jika harus berdebat. 


“ Berdansalah dengan ku sebentar saja. Aku akan menjelaskan semua nya dengan berdansa dengan mu...” Pintahnya.


“ Kau hanya ingin berbohong bukan?”


“ Tidak. Aku ingin kita berdansa itu saja.”


“ Tidak! Jika kau tak ingin menjelaskan nya dengan cara seperti ini, ya sudah. Aku juga tak butuh penjelasanmu...” Charlotte pergi begitu saja.


“ Aduh...” Charlotte yang langsung berbalik tak melihat siapa yang dari tadi berdiri di belakang nya dengan rahang yang sudah mengeras.


Charlotte yang menabrak dada bidang kekasihnya membuatnya terhuyung ke belakang tapi dengan sikap sang kekasih Donzello dengan cepat menangkap pinggang wanita nya hingga adegan mesra terjadi di sana. Bahkan kedua mata mereka beradu pandangan dengan tatapan yang sulit diartikan saat ini. Charlotte hanya menelan ludahnya dengan kasar ketika melihat kilatan amarah yang terpancar jelas di mata Donzello saat ini. 


“ Ehem...” Donzello yang dari tadi masih merangkul pinggang Charlotte kini tak peduli dengan orang-orang yang melihat adegan tersebut.


“ Tuan maafkan saya yang tak melihat anda...” Charlotte yang sadar segera melepaskan dirinya dari rengkuhan sang kekasih.


“ Tak apa Nona Charlotte. Seperti nya suami saya masih terpaku dengan kecantikan anda...” Grace menyindir sang suami yang masih saja menatap datar ke arah Charlotte yang juga salah tingkah saat ini.


“ Kekasihku memang cantik...” Timpal Barnard yang langsung memeluk pinggang Charlotte.


“ Lepaskan aku...” Bisiknya dengan nada yang emosi. Charlotte yang tak ingin mencari masalah kini dengan cepat melepaskan pelukan itu dan sedikit menjauh dari Barnard.


Bernard hanya membuang nafasnya dengan kasar tak peduli dengan tatapan emosi dari Charlotte dia hanya tersenyum kecut di depan semua orang saat ini. “ Sayang kau tadi mau berdansa dengan ku bukan. Ayo kita turun ke lantai dansa.”


Barndad langsung menarik tangan Charlotte dengan cepat dia tak peduli dengan tatapan yang dilayangkan oleh Donzello bahkan dia juga tak peduli dengan Charlotte yang memberontak untuk tak mau turun ke lantai dansa dengan nya.


“ Bernard lepaskan aku. Aku tidak mau berdansa dengan mu...” Charlotte menolaknya dengan keras dia tak ingin berkontak fisik lagi dengan mantan tunangan nya saat ini.

__ADS_1


“ Jangan membuat ku malu Sayang. Jika kau terus seperti ini aku akan membawamu pulang dan aku akan mengurungmu di bawah tubuhku...” Ancaman nya berhasil membuat Charlotte terdiam dengan wajah dingin nya.


“ Jangan kurang ajar Barnard.”


“ Jika tak ingin terjadi apa-apa sebaiknya kau diam dan ikuti aku di lantai dansa. Lagian aku juga tak akan mungkin macam-macam di sana.”


Tak ada pilihan lain selain Charlotte mengikuti apa yang ingin dilakukan oleh Barnard pada dirinya. “ Baiklah hanya berdansa tak akan lama...” Batin nya dengan dia yang terpaksa.


Charlotte kini terpaksa harus mengikuti Barnard untuk berdansa bersama nya, tak ada pilihan lain. Ancaman nya tadi berhasil membuat dia menurut pada mantan tunangan nya. bernard merasa menang kali ini karena Charlotte mau mengikuti apa yang ingin ia lakukan. Bernard mengajak Charlotte berdansa hanya untuk mengenang momen mereka bahagia, momen di mana hanya ada mereka berdua.


“ Jangan sentuh aku!”


“ Kita akan berdansa Sayang bukan untuk bertengkar. Jangan pasang wajah muram mu, tersenyumlah. Karena kau marah hanya akan membuat ku untuk mencium mu.”


“ Cih!! Kau benar-benar laki laki mesum Bernard...” Cibir nya dengan mereka sekarang yang mulai berdansa.


Tangan Brand kini berada di pinggang Charlotte sedangkan Charlotte mengalungkan tangannya ke leher Barnard dengan kaku. Entah kenapa wanita itu malah bersikap dingin saat ini.


“ Kau ingat waktu kita berdansa bahwa aku telah melamarmu?” Bernard membuka suaranya dengan dia yang mencoba mengingatkan apa yang terjadi beberapa bulan yang lalu.


“ Hmmm...” Gumam nya dengan dia yang tak bersemangat.


“ Kita juga membicarakan pernikahan yang kau impikan. Kau ingin kita berbulan madu di mana, bahkan semua nya telah kau rencanakan.”


“ Lalu?”


“ Apa kau tak ingin menjadikan itu semua kenyataan kembali. Kita akan segera melangsungkan pernikahan kita sesuai harapan dan impian mu.”


Charlotte hanya menghela nafasnya. “ Aku sudah tak mau menikah seperti yang aku mau. Aku hanya akan menikah dengan cinta. Terkadang harapan ku bisa hancur dengan satu kesalahan seperti yang kau lakukan pada ku.”

__ADS_1


“ Aku minta maaf karena sudah menghancurkan impian kita berdua Sayang. Aku minta maaf...” Bernard berulang kali meminta maaf tapi sayangnya wanita itu masih enggan untuk memaafkan nya.


__ADS_2