Orang Ke Tiga

Orang Ke Tiga
Pesta 4


__ADS_3

“ Hai...” Amanda melambaikan tangan nya ketika ia melihat temannya yang juga hadir di acara pesta milik nya. “ Grace di depan sana ada Ami. Aku mau menyapa nya jika kau mau ikut ayo...” Ajaknya kepada Grace yang kebetulan mereka adalah teman sosialita dari Grace sendiri.


“ Sayang aku harus pergi menyapa teman yang juga ada di sini...” Suaranya yang lembut membuat Donzello hanya menghela nafasnya.


“ Hmm...” Gumam nya dengan pelan.


“ Sayang Bibi mau ke depan menyapa para tamu dan ada beberapa ada teman Bibi dan Grace jadi kamu aku tinggal di sini.”


“ Kamu bisa mengobrol dengan suami ku mungkin kalian akan cocok dalam bisnis...” Grace menimpali apa yang dikatakan Amanda.


Charlotte hanya tersenyum tipis ketika mendengar kata ‘suami’ yang seharusnya tak ingin ia dengar. Laki laki yang di sebut ‘suami’ adalah kekasih dari wanita cantik yang saat hanya bisa mengangguk dan tersenyum getir. Menyakitkan memang sangat menyakitkan. Dia bertemu dengan orang yang dicintai tapi tak bisa untuk saling bertegur sapa dengan suasana yang senang.


“ Kau membohongi ku...” Ucapnya dengan dingin ketika kedua wanita tadi sudah meninggalkan mereka berdua saja.


Donzello membuang nafasnya yang berat ketika mendengar suara dingin dari kekasihnya. Padahal beberapa jam yang lalu mereka masih saling mendekap masih saling menyatakan cinta dengan suara yang sama sama lembut tapi sekarang tak ada kelembutan melainkan dingin yang dipasang oleh wanita nya.


“ Aku hanya tak ingin kau ter-“


“ Terluka?” Charlotte cepat memotong apa yang ingin dikatakan oleh Donzello. “ Hati ku sudah terluka sejak mengetahui kau memiliki istri Don. Dan sekarang kau menggunakan kata untuk tidak membuat ku terluka. Omong kosong dengan kata itu...” Bibirnya dengan nada kesal.


Bagaimanapun wanita itu sudah terluka dia sudah jatuh ke lumpur yang membuatnya tak bisa keluar dari kubangan lumpur yang terus menyeret nya ke dalam hingga dia merasakan rasa luka yang tak bisa dikatakan.


“ Aku tahu aku salah aku minta maaf...” Tak ada guna nya untuk berdebat di sana karena memang saat ini Donzello lah yang bersalah. Dia beralasan untuk mengambil dokumen nya di rumah tapi malah dia berada di sini. Di pesta milik dari Paman dan Bibi nya bersama ‘istri nya’ . 


“ Ironis sekali nasib ku...” Senyum nya kecut dia sadar posisi nya tak akan mungkin bisa menggantikan posisi istri pertama nya saat ini.


“ Aku sudah minta aku memang salah. Lalu kau tak ingin menjelaskan apapun kepada ku?” Suaranya juga tak kalah dingin dari Charlotte saat ini.


Kedua mata mereka saling berpandangan dengan tatapan kemarahan, kilatan cemburu nampak jelas dari kedua mata mereka yang seakan ingin menusuk mereka saat ini. “ Apa? Aku tak melakukan apa-apa.”


“ Cih!! Kau tak menyadari kesalahanmu Nona Charlotte Sayang...” Dia menekan kata kata nya dengan memicingkan mata nya menatap wanita yang sempat berpikir.


“ Aku tak melakukan apapun...” Elaknya karena dia memang tak melakukan apapun.


“ Kau di cium laki laki lain di depan kekasihmu tapi kau tak merasa bersalah...” Tekan nya dengan geram.

__ADS_1


“ Aku tak mencium nya. dia yang menciumku tanpa kusangka. Lagian kau juga di cium oleh istrimu itu di depan kekasihmu. Kau bahkan tak mampu menolaknya...” Charlotte kembali menyerang Donzello dengan memutar kata kata kekasihnya dengan nada dingin.


Dia juga kesal melihat kekasihnya sengaja memasang adegan romantis di depan mata nya padahal dia selalu mengatakan untuk perceraian tapi mereka malah bersikap romantis di depan suami orang.


“ Atau kau juga akan berencana menyentuh nya?” Tuduhnya dengan cepat.


“ Omong kosong macam apa itu Charlotte. Aku tak berniat menyentuh nya. tapi aku berniat menghukum mu setelah ini.”


“ Tidak! Aku tidak akan pulang ke apartemen. Kau lebih baik pulang ke rumah istrimu. Dia lebih membutuhkanmu saat ini. Aku akan pulang ke rumah Bibi dan Paman.”


“ Kau yakin tak akan pulang ke apartemen.”


“ Hmm.. sebaiknya kau pulang saja kerumah istrimu. Kalian bisa bermesraan di sana.”


Charlotte yang kesal langsung berdiri dia ingin meninggalkan Donzello yang menatapnya dengan tatapan datar dan tak suka dengan apa yang dikatakan oleh kekasih nya itu. Charlotte yang ingin pergi melewati nya kini ditarik paksa oleh Donzello hingga ia terjatuh di pangkuan sang kekasih.


“ Donzello apa yang kau lakukan?” Charlotte memberontak dia bergerak cepat tapi sayang nya kedua tangan kekar kekasih nya sudah melingkar di pinggang Charlotte.


“ Donzello lepaskan aku! Turunkan aku!” Perintahnya dengan nada emosi.


“ Don banyak mata yang akan melihat posisi kita begini. Kau bersama istrimu apa kata orang melihat kita seperti ini.”


“ Persetan dengan omongan orang. Bukan mereka yang menjalani hidup ini. Yang tahu hanya aku dan kamu.”


“ Donzello turunkan aku...” Bentaknya.


“ Tidak akan.”


“ Don nanti ada orang yang melihat kita.”


“ Tempat duduk kita di belakang jadi tidak akan ada yang memperhatikan kita berdua.”


“ Donzello turunkan aku. Aku ga mau kita terlibat skandal saat ini. Kau masih menjadi istri orang.”


Donzello hanya diam mendapatkan gerakan dari Charlotte yang masih setia duduk di atas paha nya. “ Jangan bergerak Sayang kau membangunkan sesuatu...” Geram nya dengan sedikit berbisik.

__ADS_1


“ Kau mesum di saat seperti ini...” Charlotte semakin dibuat kesal oleh tingkah kekasih nya yang malah menekan tubuhnya. “ Donzello turunkan aku.”


“ Berjanjilah untuk pulang bersama ku. jika kau tak mau pulang bersama ku maka siapkan dirimu hubungan kita akan terbongkar malam ini.”


“ Aku janji akan pulang dengan mu....” Charlotte tak memiliki pilihan lain selain dia mengalah daripada malam ini semua berantakan.


“ Memohonlah yang baik Honey...” Bisiknya lagi.


Charlotte menghela nafasnya. “ Honey turunkan aku. Aku janji akan pulang bersama mu tapi setelah acara selesai...” Suaranya melemah dia tak lagi menaikan nada suaranya dan sudah tak bergerak yang menimbulkan suatu bangun dengan sendirinya.


“ Jangan membuat ku cemburu lagi Honey aku bisa melakukan apapun di luar pikiran mu. Aku bisa mengatakan pada semua orang tentang hubungan kita jika kau membuat ku cemburu lagi...” Donzello mencium pipi Charlotte dengan gemas.


Charlotte membeku. “ Turunlah Sayang. Kau mau ingin kita seperti ini.”


Charlotte tersadar dari lamunan yang membuat dia segera bangun dari duduknya dan segera pergi meninggalkan Donzello yang menatap punggung sang kekasih dengan tatapan datar nya saat ini. Donzello hanya bisa menahan gejolak dadanya yang sesak melihat sang kekasih ada di satu tempat yang sama tapi tak bisa mengatakan dia milik nya.


Charlotte segera pergi dari meja nya ia tak ingin menampilkan yang nantinya membuat semuanya hancur berantakan tak terkendalikan. Cinta memang buta tapi dia juga tak mungkin merusak hari kebahagian keluarga nya.


Bersambung besok lagi ya,


Kasih ulusan yang banyak dong biar cepet naik lagi lembaran nya, 


Yang mau bagi Wa 0813-2459-4302


jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan,


Like 👍


komen ....


Beri ulasan 😍


Jadikan favorit juga boleh kok ya 😍


Share juga bisa kok 😌

__ADS_1


Makasih banyak untuk kalian semua 🥰😍


__ADS_2