
" Siapa yang kau maksud?" Donzello kini terlihat gugup.
" Oh Donzello Sayang kau pura pura tak tau atau hanya sandiwara tak tau he?" Charlotte menunjuknya dengan dia yang suka berdiri.
" Sayang katakan dengan jelas! Siapa yang kamu maksud?" Donzello yang ingin berusaha menyentuh wanitanya kini malah di hempaskan dengan kasar olehnya.
Charlotte tertawa keras dia menatap kekasihnya yang bingung menatap dirinya. Tetapi Charlotte masih tetap saja tak peduli.
" Kau menemui klien mu wanita dengan tertawa, saling berpegangan dengan mesra…" Racaunya dengan tersenyum sinis.
Donzello berpikir dengan mengingat apa yang dia lakukan dari tadi. " Sayang aku bertemu klien laki laki! Aku berani bersumpah."
Charlotte menatapnya dengan tajam ketika kekasihnya malah tak ingin mengakui. Pikirnya kekasih itu sedang berbohong.
" Laki laki? Apa kau pikir mata ku tak bisa membedakan dia wanita atau laki laki? Kau kira mata ku rusak?" Meskipun wanita itu mengamuk tapi dia masih bisa memarahi nya dengan garangnya.
" Aku baru saja bertemu dengan teman lama, dia bukan klien yang aku temui Sayang, aku tak sengaja bertemu dengan nya…" Donzello koni mengingat nya siapa wanita yang di maksud oleh kekasihnya.
Charlotte tak peduli kini dia berjalan menuju ke arah kasurnya kepalanya terasa pusing memikirkan emosinya dan pengaruh alkohol yang telah dia minum dari tadi.
Tangan Don segera menarik pergelangan tangan kekasihnya ketika wanita itu melewati nya begitu saja. Mata mereka beradu pandan tapi kali ini wanitanya tengah menatap penuh dengan kemarahannya.
" Lepaskan!" Berontaknya. " Aku tak ingin kau sentuh dengan tangan mu yang bekas menyentuh wanita lain…" Ujarnya dengan menekan kata katanya.
" Astaga sayang itu teman lama! Hanya seorang teman tak lebih dari teman!" Donzello menjelaskannya dengan segera tapi sepertinya percuma karena wanita nya tengah marah dan di campur oleh alkohol.
__ADS_1
" Ha?, teman lama..." Charlotte mengulangi kata kata itu dan mendorong tubuh Don dengan kuat. " Kita awalnya sebagai orang asing yang sekarang menjadi teman dekat. Dan teman lama bisa menjadi teman dekat seperti kita"
Donzello mengusap wajahnya dengan kasar dia tak tau bagaimana lagi menjelaskan dengan kekasihnya.
" Dia akan tetap menjadi teman sayang, sampai kapan pun akan tetap menjadi teman…" Ucapnya dengan nada frustasinya.
"Aku di sana hanya untuk menyapanya dan tak lebih dari sekedar basa basi, aku saja bahkan melupakan siapa wanita tadi, jika dia tak menyapa ku dulu mungkin aku tak ingat jika dia teman ku yang bernama Alexa..." Donzello dengan cepat menjelaskan apa yang terjadi di sana dengan cepat ketika tatapan dingin serta tatapan tajam itu meneliti nya.
"Jangan kau sebut namanya di sini..." Suaranya dingin membuat Donzello terdiam.
Donzello hanya diam dengan tetap menatapku dengan tatapan sulit yang di artikan. Charlotte bahkan tak memperdulikan bahwa laki laki menatapnya dengan tatapan yang tak bisa diartikan.
Charlotte kembali ingin melangkah tapi lagi lagi tangan Donzello menghentikannya, dengan susah payah wanita itu memberontak dia tak ingin di sentuh oleh kekasihnya. Rasa kesal dan cemburu menguasai dirinya saat ini.
" Kau bisa jatuh…" Katanya dengan tetap membawa wanita itu ke arah ranjang.
Bug!! Benar seperti dugaan Donzello mereka kini terjatuh di atas ranjang dengan posisi Don berada di atasnya.
" Minggir aku tak ingin kau sentuh…" Usirnya lagi ketika tubuh itu semakin ditekan oleh kekasihnya.
" Dia hanya seorang teman sayang, bahkan aku tadi mengatakan bahwa aku kesini bersama istri ku. Aku berani bersumpah bahwa dia hanya teman tak lebih dari teman, tak ada yang bisa menggantikanmu di hati ku…" Donzello segera menjelaskan nya.
" Dia teman ku kuliah dulu, aku lupa dengannya jika dia tak menyapa ku mungkin aku benar benar tak tau. Aku tadi sempat menabraknya dan aku menolongnya tak mungkin aku langsung meninggalkan nya tanpa basa basi dengannya sebentar…" Sambungnya lagu dengan menatap wanitanya.
" Aku tak peduli, mingg- hmmpp..." Charlotte tak bisa meneruskan ucapan nya ketika bibir nya kini secara paksa di bungkam oleh ciuman dari kekasihnya.
__ADS_1
Charlotte memberontak menolak ciuman pemaksa itu, tapi kekuatan dari Donzello tak mungkin bisa dilawan di tambah dia tengah mabuk saat ini. Donzello ********** menggigit nya agar membuat bibir itu terbuka.
" Sayang aku mencintaimu hanya mencintaimu..." Sebuah perkataan sebentar yang akhirnya ciuman lain nya menyasar bibir Charlotte dengan lembut.
Kini ciuman yang manis menyentuh Charlotte ciuman yang lembut tak seperti ciuman pertama tadi. Kini ciuman itu lebih dekat dari pertama nya karena Don memiringkan kepalanya, Charlotte hanya diam dia tak membalas ciuman tersebut tapi juga tak menolak ataupun berontak seperti awal tadi.
Ciuman itu kini menyasar leher wanita nya dengan begitu saja, Charlotte diam bagaikan patung.
" Maaf jika kamu tadi melihatnya! Tapi aku berani bersumpah bahwa aku dan dia hanya teman, dulu dia hanya teman kuliah…" Lagi lagi Donzello berusaha untuk menjelaskannya. Dia tahu wanita nya saat ini tengah marah kepada nya.
" Jika dia hanya teman? Kenapa kau mengizinkan dia menyentuh tanganmu dengan lembut. Kau milik ku semua yang ada di tubuhmu hanya milikku, tak ada seorangpun yang bisa menyentuhmu tanpa seizin ku…" Ucapnya dengan nada posesif nya.
Donzello bersorak senang, hatinya berbunga bunga ketika wanita ini mengatakan apa yang di pikirannya. Dia tak merasa senang karena ini pertama kalinya ada seorang yang bersikap posesif kepadanya.
" Aku hanya milikmu percayalah aku hanya milikmu sayang tak ada seorangpun yang bisa memilikiku. Semua yang aku punya adalah milikmu. Lain kali aku tak akan membiarkan siapapun menyentuhmu selain kamu yang menyentuhku."
Kemarahan yang tadi kini seakan luntur ketika penjelasan yang dengan sabar dikatakan oleh kekasihnya. Wajahnya yang garang tadi kini menjadi melunak seketika. Semua penjelasan yang diberikan oleh kekasihnya sudah bisa diterima.
Ribuan pisau tadi kini hilang seakan terangkat sepenuhnya di hati wanita itu. Kini mata mereka beradu pandang dengan tatapan penuh cinta. Meskipun di awal tadi ada perdebatan tapi kali ini mata itu sayu penuh dengan cinta.
Bibir itu kini kembali bertemu dengan lembut, ciuman penuh lembut kini menyasarnya kembali. Charlotte kini hanya memejamkan matanya membalas apa yang dilakukan kekasihnya. Tangan nya kini dikalungkan ke leher Don dengan mesra.
Aroma alkohol itu kini dirasakan oleh Don ketika wanita itu mulai membalasnya dengan lembut. Lidah mereka bertemu dengan saling menyapa, saling membelitkan dengan penuh gai-ra-h
" Jangan lakukan itu lagi Don, hati ku terasa sakit ketika melihatmu dengan ?" Charlotte mengatur nafasnya yang memburu itu. Dia tak pungkiri bawa ciuman itu membangkitkan jiwa lain nya.
__ADS_1
" Maafkan aku! Lain kali aku tak akan melakukannya lagi…" Katanya dengan lembut.
Di potong dulu adegan enak enak nya masih banyak yang puasa di sambung kalau sudah selesai puasa.