Orang Ke Tiga

Orang Ke Tiga
Egois 1


__ADS_3

" Tuan.. Tuan!" Goncangan tubuh dan suara membuat laki laki itu yang ada di depan itu langsung terbangun dengan rasa terkejutnya.


" Char- maaf saya ketiduran!" Dia yang mengira bahwa yang membangunkan adalah wanita yang dicari kini langsung mengucapkan maafnya ketika melihat seorang laki laki yang membangunkan nya.


Barnard langsung berdiri dengan tergesa gesa dia menatap sekitarnya dengan bingung.


" Tuan maafkan saya tapi anda mengganggu orang lain yang ada di sini…" Katanya.


" Maafkan saya, saya menunggu Charlotte pulang."


" Sepertinya nona Charlotte tidak pulang semalam Tuan, saya tidak melihat nona Charlotte datang."


" Aku rasa dia memang tidak pulang! Kalau begitu saya permisi."


Barnard langsung pergi meninggalkan apartemen tersebut dengan rasa yang tak bisa di katakan oleh kata kata. Barnard yang dari semalam menunggu di depan pintu hingga tertidur kini merasa sedikit kesal karena tak ada yang dicari olehnya.


" Kemana kamu Charlotte? Tak mungkin kamu tak pulang semalam bukan?" Desisnya dengan rasa kesal nya.


" Atau kau pulang sebenarnya dan melihat aku jadi kamu lebih memilih untuk pergi lagi? Tapi tadi orang itu berkata Charlotte tak pulang, lalu kemana kamu sayang?" Dia merasa cemas dia khawatir tentang apa yang dipikirkan olehnya.


Barnard kini masuk ke dalam mobilnya dengan dia yang berpikir pergi kemana wanita yang saat ini dicari olehnya. Pikirannya berusaha mengingat tempat dimana wanita itu biasanya berada.


Tetapi pikirannya tidak menemukan tempat dimana biasanya wanita itu berada. Dia yang juga dari tadi menghubungi asisten wanita itu juga tak mendapatkan jawaban apapun.


" Kau pasti sedang bersama laki laki itu bukan?" Ucapnya dengan geram.


" Argh…" Teriaknya dengan kencang.


Bug!! Dia memukul setirnya dengan rasa yang geram ketika dia baru ingat bahwa wanitanya pasti sedang bersama laki laki lain. Barnard langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi ketika rasa kesal meliputi dirinya.


Barnard merasa geram ketika membayangkan wanitanya telah bersama laki laki lain di tambah mereka tak pulang dari semalam.


Sedangkan di rumah yang mewah seorang pembantu kini merasa takut ketika harus membangunkan nyonya nya yang saat ini tengah tidur di sofa panjang ruang tamu tersebut. Sang pembantu merasa bingung ketika dia harus berbuat apa sekarang.


" Kenapa kau hanya-" Kepala pembantu itu sedikit terkejut ketika melihat nyonya nya berada di ruang tamu dengan memejamkan matanya. " Kenapa nyonya tidur di sini?"

__ADS_1


" Mungkin sedang menunggu Tuan Donzello hingga nyonya tertidur di sini."


" Tuan sepertinya semalam tidak pulang."


" Kerjakan yang lain, aku akan membangunkan nyonya…" Pembantu itu kini mengangguk dengan cepat dan meninggalkan ruang tamu yang pagi tadi ingin dibersihkan.


" Nyonya.. nyonya.. nyonya…" Kepala pembantu itu kini mengguncang tubuh Grace dengan pelan dia sebenarnya juga takut.


Grace langsung terbangun dengan tergesa gesa, dia merasa ada yang membangunkan dirinya. Dia mengerjapkan matanya mencari suaminya yang membangunkannya. Keningnya mengerut ketika melihat malah pembantu yang ada di depannya.


" Nyonya maafkan saya tapi sebaiknya anda tidur di dalam, badan anda akan terasa sakit nanti."


" Jam berapa sekarang?"


" Ini sudah pagi nyonya."


" Pagi?" Grace mengulanginya dengan sedikit terkejut. " Kenapa kamu tak membangunkan ku ketika suami ku pulang?" Sambungnya dengan berdiri tergesa gesa.


" Maaf nyonya tapi sepertinya tuan tidak pulang semalam."


Deg!!


" Kau mengatakan apa? Suami ku tak pulang?" Grace menggeleng tidak percaya ketika mendengar nya. " Tidak mungkin dia tidak pulang malam ini, aku tempatnya pulang…" Grace langsung berjalan cepat dia ingin melihat sendiri bahwa apa yang dikatakan oleh pembantunya itu tidak benar.


Ceklek!!


" Sayang kau masih-" Langkahnya terhenti ketika melihat kasurnya yang masih rapih tak ada siapapun di sana, bahkan kamar tamu itu kini sunyi tak ada tanda tanda ada seorang yang berada di sana.


Jantungnya berpacu cepat ketika dia berjalan pelan mencari suaminya di dalam sana, dia mencari ke kamar mandi tapi tak ada siapapun, lantainya kering karena tak ada air yang menetes sedikit pun.


Deg! Deg! Deg!


Jantungnya kini berpacu cepat, tangannya meremas gaun tidur yang digunakan saat ini. Dia merasa benar benar semuanya sudah seperti berakhir.


Bug!!

__ADS_1


Grace terjatuh di lantai dengan kakinya yang lemas dia merasa suaminya sudah sangat berubah bahkan dia merasa suaminya semakin jauh. Grace meneteskan air matanya dia tak menyangka bahwa suaminya tak pulang hari ini.


" Dia tak mungkin berada di kantor! Hari ini hari libur dan dia tak mungkin tidur di kantor…" Suara nya bergetar pikirannya kini telah menerawang bahwa suaminya berada di tempat lain.


" Argh…" Teriaknya dengan air mata yang menetes ke pipinya.


" Kakak kamu tak apa? Apa yang terjadi?" Tanyanya dengan segera ketika melihat kakaknya duduk bersimpuh di lantai kamar mandi. " Apa ada yang sakit?" Tanyanya dengan panik.


Olivia menjadi serba  bingung ketika kakaknya hanya diam dengan derai air mata. " Kakak?" Panggilnya lagi.


Grace tak menjawabnya dia malah berdiri seakan tak memperdulikan adiknya yang bertanya serta menatap dirinya dengan penuh khawatir. Grace yang sudah berdiri segera ingin melangkah pergi dari kamar tamu.


" Kakak jelaskan ada apa? Kenapa kamu tiba tiba menangis?"


Grace menatap adiknya yang dari tadi mengikuti langkahnya yang sudah masuk ke dalam kamar miliknya sendiri. Grace tak menjawab melainkan hanya tertawa dengan tawa yang cukup keras di sana.


Olivia merasa heran kepada kakaknya yang tak menjawab pertanyaannya malah dia yang sekarang tertawa cukup keras di sana.


Ada apa denganmu? Tanyanya dalam hati nya.


Grace yang tadi tertawa kini sekarang tiba tiba menangis dengan kencang, dia meraung raung seakan ada luka yang terkena siraman air hingga luka itu begitu perih. Olivia yang tak ingin bertanya dia hanya memeluk sang kakak dengan erat dia ingin memberikan rasa nyaman tetapi Grace memberontak hingga membuat Olivia kewalahan.


" Keluar dari sini, aku ingin sendiri…" Usirnya dengan menatap kedepan dengan tatapan kosongnya.


" Kakak kau bisa berbagi apapun denganku. Kesedihan serta tawamu bisa kau bagi dengan ku."


Grace tersenyum kecut. " Aku butuh waktu sendiri sebaiknya kau pergi saja…" Lagi lagi Olivia di usir oleh kakaknya.


" Kakak jangan membuat ku takut!"


" Pergi dari sini…" Katanya penuh dengan penekanan. " Pergi…" Teriaknya yang membuat Olivia mau tak mau harus pergi dari sana.


Olivia merasa heran melihat sikap kakaknya yang seperti ini, dia yang sudah keluar dari kamar kakaknya kini bertanya tanya dalam benaknya sebenarnya apa yang terjadi.


" Dimana kakak ipar? Apa dia sudah pergi lagi pagi ini? Bukankah ini hari minggu?"

__ADS_1


" Maaf nona Tuan sepertinya tidak pulang kerumah semalam dan nyonya tertidur sampai pagi tadi di ruang tamu."


Kini Grace diam seribu bahasa dia terkejut bukan main ketika mendengar penjelasan dari pembantu yang ada di sana kini dia tahu apa penyebab kakaknya seperti ini sekarang.


__ADS_2