
" Kau datang lagi?" Suara ketus dari wanita itu kini membuat laki laki yang ada di ambang pintu mengerutkan keningnya.
" Apa aku tak boleh datang kemari?" Jawabnya dengan melangkah masuk ke dalam apartemen wanita yang saat ini memajukan bibirnya karena cemberut.
Wanita itu berjalan masuk dengan duduk di sofa panjang bahkan tak menjawab pertanyaan dari laki laki yang saat ini juga duduk di sebelahnya.
" Kau marah pada ku?" Tanyanya lagi.
" Tidak!" Jawabnya dengan tegas.
Tapi perilaku yang ditunjukkan oleh wanita itu tak seperti apa yang di katakan oleh bibirnya. Sikap acuhnya dan sikap dinginnya kini menunjukan bahwa wanita itu tengah marah.
" Sweetheart maafkan aku! Aku baru datang sore, pekerjaan ku sungguh tak bisa aku tinggalkan hari ini…" Laki laki itu menjelaskannya dengan cepat dengan memegang tangannya dengan lembut.
Sang wanita hanya menatap ke depan dia hanya melirik dari ekor matanya ketika kekasihnya berkata dengan lembut. Dia yang tadi bangun sudah mendapatkan sang kekasih tak ada di sebelahnya bahkan sampai sore tadi sang kekasih tampaknya tak kunjung memberi kabar.
" Sayang please aku minta maaf!" Katanya lagi dengan penuh permohonan maaf.
Wanita itu melirik kearah laki laki yang sedang memohon maaf itu. " Jangan marah! Aku sudah ada di sini…" Katanya dengan lirih sedihnya.
" Kau tak menghubungiku sama sekali, ku pikir kau sudah melupakan ku dan kembali bersama wanita mu…" Katanya dengan menatap ke arah laki laki itu.
" Apa yang kau pikirkan! Bukankah sudah ku katakan bahwa kamu adalah pilihan ku maka aku akan tetap memilih mu."
" Tapi kenapa kau tak menghubungiku sama sekali?"
Laki laki itu tersenyum ketika mendengar protes dari kekasihnya yang sedang marah saat ini. Donzello membawa punggung tangan istrinya ke bibirnya dia menciumnya dengan mesra. Getaran kecil kini mereka rasakan kembali. Getaran cinta yang selalu membangkitkan jiwa muda mereka.
" Aku tak menghubungimu karena aku harus menyelesaikan pekerjaan ku agar aku segera datang kemari! Jika aku tak menghubungimu kami bisa menghubungi ku dulu sayang."
" Tapi aku takut kau bersama wanita mu itu!" Katanya dengan mata yang hampir berkaca kaca. " Dadaku terasa sesak membayangkan kau bersama wanita lain Don!" Sambungnya lagi.
__ADS_1
Donzello membawa kekasihnya masuk ke dalam dekapan pelukan hangatnya, dia tahu apa yang dirasakan oleh kekasihnya. Rasa sakit yang beribu jarum menusuknya ketika orang yang kita cintai bersama orang lain.
" Aku tak bersama nya honey! Kenapa kau memikirkan hal yang membuatmu sakit hati. Aku memilihmu jadi jangan berpikir macam macam yang akan menyakitimu."
" Kau menghilang tak ada kabar satu hari ini tentu saja aku memikirkan kau bersama kekasihmu yang lain."
Donzello mengajak kekasihnya untuk beristirahat dia yang sebenarnya lelah dengan pikiran dan tubuhnya. Mereka saling berdekapan dengan menaiki anak tangga apartemen milik dari wanitanya.
Kini mereka menaiki anak tangga dengan perasaan mereka masing masing. Perasaan mereka saat ini hanya mereka yang tahu. Perasaan Charlotte sedang menahan rasa cemburu yang berkepanjangan yang tak jelas.
" Sayang apa kamu meragukan ku saat ini?" Tanyanya ketika mereka sudah merebahkan diri mereka di atas kasur dengan saling mendekap.
" Aku tak meragukanmu sama sekali Don! Hanya saja dadaku terasa sesak ketika bayangan kau bersama kekasihmu itu. Aku tahu sebenarnya aku tak bisa egois seperti ini tapi aku tak bisa membohongi dada ku terasa sesak…" Charlotte mengatakan semua yang ada di pikirannya dari tadi. Dia yang berusaha untuk tak cemburu nyatanya masih saja tetap tak bisa.
" Jangan pikirkan hal hal yang membuatmu cemburu sayang! Kau tahu sejak aku pulang aku memang bertemu dengannya tapi aku bersumpah aku tak melakukan apa apa dengannya."
" Kau sungguh tak melakukan apa apa dengannya?" Charlotte tak percaya begitu saja dengan apa yang dikatakan oleh kekasihnya saat ini.
" Sayang lihatla didada ku banyak tanda kepemilikan dari mu! Bagaimana aku bisa berbuat yang tidak tidak."
" Lihat mata ku honey..." Charlotte langsung memalingkan muka nya karena tak sanggup menatap mata laki laki itu. Saat ini matanya sungguh terasa panas.
" Apa aku seperti mempermainkan mu?, apa kamu tak melihat ketulusan di mata ku?, apa kamu kira aku hanya main main dengan mu?" Suara Don begitu lembut dengan jemari nya menyentuh wajah wanita itu, mengelus nya dengan lembut yang membuat Charlotte akhirnya menatapnya kembali.
" Don aku tak suka berbagi dengan orang lain, apa yang sudah menjadi milik ku tak akan boleh disentuh orang lain, hanya aku yang boleh memiliki nya, aku tak siap jika harus berbagi dengan wanita lain.." Lirihnya dengan tegas agar laki laki yang disebelahnya tahu bahwa dirinya memang tak suka berbagi.
" Aku tahu sayang, aku hanya milikmu, dan aku juga tak menyentuh wanita lain selain kamu..." Ujar nya dengan sungguh sungguh.
" Kenapa mencintaimu begitu sakit Don!" Katanya dengan mata yang sudah berkaca kaca.
" Aku akan segera menyelesaikan urusanku dengannya! Sebentar saja. Beri aku waktu sebentar saja dan kita akan saling memiliki seutuhnya."
__ADS_1
" Jangan terbebani dengan hubungan ini, aku tak ingin kau terbebani karena kamu mengambil sesuatu yang berhak dari ku. Aku tak masalah jika kau tak bertanggung jawab karena pada dasarnya semua orang pernah melakukan hal ini..." Charlotte tak ingin hubungan ini didasari rasa beban di hati laki laki itu. Dia akan maju jika hubungan ini mereka belajar saling mencintai dan saling mengerti.
" Tak akan ada yang terbebani sayang, kau tahu kau wanita pertama yang membuat jantung ku akan lepas dari tubuh ku, kau wanita pertama yang membuat ku takut karena kau marah dan salah paham kau juga wanita pertama yang aku kejar ketika kau salah paham. Aku berani bersumpah hanya kamu yang mampu mengerahkan hati..." Memang benar hanya Charlotte yang mampu mengerahkan hati nya saat ini.
Dia yang merasa nyaman kepada kekasihnya saat ini, dia yang merasakan kehangatan hubungan yang sesungguhnya. Bertahun tahun dia dan sang istri tak pernah merasakan hangat dengan hubungan mereka.
" Maafkan aku! Aku akan dengan cepat menyelesaikan urusan dengan dia. Jangan sedih lagi hem."
Mereka kembali saling mendekap dengan hangat dengan pemikiran mereka yang hanya mereka yang tahu saat ini. Donzello saat ini berusaha mendapatkan sebuah bukti bahwa istri bermain di belakangnya selama ini.
Mungkin salah satu faktor nya adalah dia yang mengambil hal yang sangat penting dari wanita itu tapi salah satu faktor terbesar nya adalah dia merasakan hati nya bergerak ingin memiliki nya dan hati nya bergerak ingin mempertahankan wanita ini dengan apapun acara nya. Laki laki beristri itu kini luluh di depan wanita yang baru berkomitmen dengan nya.
" Maaf seharusnya aku tak posesif dan tak egois kepadamu. Aku harusnya sadar ini juga tak mudah bagimu."
" Aku suka kau yang posesif seperti ini sayang! Aku suka kau yang melarang melarang ku dan kau cemburu juga tanda kau sangat mencintaiku."
" Kau akan bosan nanti dengan ku Don, aku akan sangat posesif dengan mu, aku akan sangat pencemburu dengan mu bahkan aku akan suka mengatur hidup mu, aku akan melarang apapun yang menurut ku tak baik untuk hubungan kita..." Charlotte mencoba menyakinkan kekasih nya lagi agar dia akan melangkah dengan hati yang lepas tanpa ada beban yang mereka pikirkan.
" Aku yakin honey, bahkan sangat yakin."
" Aku juga tak ingin mengenal term teman wanita mu, dan aku juga tak akan menghindari term laki laki."
" Apapun aku akan lakukan untukmu sayang..." Donzello tentu akan melakukan apapun untuk mempertahankan wanita itu menjadi milik nya.
" Kau yakin dengan sikap ku yang akan posesif denganmu?" Wanita itu menanyakan nya lagi untuk memastikan nya.
" Aku yakin sayang, bahkan aku juga bakal sangat posesif dengan mu."
" Jadi kita pasangan yang posesif tuan?" Mereka akhir nya tersenyum. Mereka saling tertawa dalam dekapan erat yang penuh dengan kehangatan ini.
" Aku tak akan mundur dari hubungan ini sayang, apapun yang terjadi aku akan tetap maju bersama mu..." Mata mereka saling bertatapan dengan pancaran yang sangat tulus.
__ADS_1
" Berjanjilah untuk tetap bersama ku dan selalu di sisiku apapun yang terjadi nanti,berjanjilah jangan pernah pergi dari sisiku, berjanjilah kau akan menungguku , aku mencintaimu dan akan segera menikahimu jika urusan ku selesai dengan dia, kita akan bahagia dengan anak anak kita kelak. Aku juga berjanji akan selalu di sini bersamamu apapun yang terjadi nanti..." Wanita mana yang tak terharu mendengar sumpah yang tulus dan sungguh dari kekasih nya. Mata mereka saling bertatapan dengan kasih sayang serta cinta yang begitu tulus dari mereka.
" Kita akan berjalan bersama, aku akan menunggu mu menyelesaikan urusanmu dengannya..." Donzello tersenyum bahagia karena kekasih nya mau berjuang untuk hubungan ini, andai wanita nya tak ingin berjuang pun dia tak masalah berjuang sendiri mempertahankan hubungan ini.