Orang Ke Tiga

Orang Ke Tiga
Waktu Bersama 1


__ADS_3

" Sayang kau mau kemana?" Donzello kini memeluk kekasihnya dari arah belakang ketika melihat wanitanya telah rapi dengan pakaiannya.


" Pulang! Apa kamu tak ingin pulang, istrimu pasti sudah menunggumu dari semalam…" Charlotte tersenyum getir dia merasakan sakit pada hatinya tapi dia harus merelakan bahwa kekasihnya harus pulang kerumahnya.


Donzello memutar tubuh kekasihnya agar mereka saling berhadapan, Don tau mata itu memancarkan rasa cemburu yang begitu mendalam.


" Sayang sudah berapa kali aku katakan kepadamu jangan pikirkan hal lain atau orang lain, saat ini hanya ada kamu dan aku jadi jangan memikirkan orang lain yang tak penting…" Tanganya kini menyentuh kedua pundak Charlotte dengan mata mereka yang bertatapan.


" Tapi pasti dia menunggumu pulang Sayang! Tak apa jika kamu harus pulang, semalam kita sudah bersama aku rela…" Lagi lagi Charlotte tersenyum getir.


Bibirnya bisa berkata bahwa dia merelakan kepergian kekasihnya untuk pulang dengan istrinya tapi hatinya sungguh terluka dengan rasa sakit yang begitu dalam. Hati wanita mana yang tak terluka merelakan orang yang dicintai harus berbagi dengan wanita lain. Tetapi Charlotte berusaha untuk menutupi rasa sakit hatinya.


" Sweetheart kenapa kau selalu memikirkan hal yang penting hem? Di sini hanya ada kamu dan aku jadi jangan pikirkan hal yang lain. Hari ini aku ingin kita menghabiskan waktu bersama…" Donzello membawa tubuh kecil itu dalam pelukan hangatnya.


" Tapi Don-"


" Ssttt.. jangan pikiran dia, masalah dia biarkan aku yang menanganinya. Yang terpenting aku dan kamu sekarang…" Charlotte tersenyum senang ketika laki laki ini memilih dirinya dibanding pulang bertemu dengan istrinya.


" Terima kasih…" Suaranya kini terdengar bahagia dan Donzello juga lebih memilih bersama Charlotte yang bisa memberikan warna pada dirinya dibanding rasa luka ketika kembali bersama istrinya.


Sedangkan di rumah mewah itu suasana menjadi panas ketika Grace menatap satu persatu pembantu yang ada di sana. Olivia hanya menatap sang kakak dengan kecemasan.


" Kalian tahu kemana suamiku?" Tanyanya dengan nada sinis.


" Tidak Nyonya…" Mereka kini menjawab dengan serentak.

__ADS_1


Grace hanya mengangguk. " Kau pasti tahu dimana suamiku kau adalah pimpinan pembantu dan yang paling dekat dengan suamiku jadi tak mungkin jika kau tak tahu apapun…" Grace kini mendekati pimpinan pembantu yang juga ada di sana.


" Maafkan saya Nyonya tapi saya sungguh tidak tahu dimana Tuan berada saat ini…" Dia menunduk karena memang dia sungguh tak tahu dimana bosnya.


" Auwhh…" Dia menjerit pelan ketika tangannya malah menarik rambut pembantu itu ke belakang dengan kencang.


" Kau pasti berbohong, aku yakin kau tahu dimana suamiku…" Grace berteriak kencang dengan menarik rambut pembantu itu dengan kencang.


" Ampuni saya Nyonya tapi saya sungguh tidak tahu dimana Tuan berada saat ini…" Katanya dengan sungguh sungguh. " Ampuni saya Nyonya tapi saya sungguh tidak tahu…" Sambungnya lagi.


" Jangan berbohong kau pasti menutupi sesuatu dariku…" Katanya dengan nada tinggi.


Pembantu itu kini menahan tangan Grace agar kepalanya tak terasa sakit tapi nyatanya tangan itu malah menarik rambut pembantu itu dengan kencang.


" Kakak apa yang kau lakukan? Lepaskan tanganmu dari rambutnya!" Olivia berusaha untuk melepaskan tangan itu.


" Kau gila kak, bagaimana bisa dia tahu dimana kakak ipar berada dia hanya seorang pembantu. Lepaskan dia kakak jangan sampai kakak ipar tahu apa yang kau lakukan kepadanya…" Olivia ingin melerainya tapi Grace tidak peduli dengan apa yang dikatakan oleh adiknya.


" Nyonya saya sungguh tidak tahu dimana Tuan berada,saya hanya seorang pembantu yang tidak berhak tahu dimana bosnya berada. Seharusnya anda sebagai istrinya yang tahu dimana keberadaan suami anda."


Plak!!


Sedangkan Charlotte dan Donzello kini tengah berjemur di pinggir pantai mereka menikmati berjemur di pinggir pantai yang saat ini sedang sepi tak ada siapapun di sana. Tentu saja ini bukan kebetulan tapi ini semua memang rencana dari Don dia sengaja menyewa seluruh yang ada di sana untuk privasi mereka berdua.


" Apa kau menyukai pantai Don?" Tanyanya dengan menatap kekasihnya itu.

__ADS_1


" Tapi aku lebih suka denganmu!" Jawabnya dengan menggoda wanita itu.


" Aku tidak bertanya itu Sayang!"


" Tapi apa yang aku katakan sungguh sungguh, tak ada yang aku sukai selain kamu…" Lagi lagi Donzello menggoda wanita itu dengan menatap wajah kekasihnya dari samping.


Charlotte menghadap kearah samping dengan dia yang bermain di dada kekasihnya, tangannya bermain seakan menggambar sesuatu yang tak jelas. Donzello menahan geramannya ketika godaan menghampiri dirinya begitu saja.


Charlotte mendekat memajukan wajahnya dan tentu saja disambut oleh kekasihnya, bibir mereka kembali bertemu dengan mereka yang saling berhadapan menyamping, bibir itu kini bertemu kembali dengan sentuhan yang hangat, mereka saling ******* dengan lembut mereka saling membalas ciuman tersebut.


Lidah mereka bertemu untuk saling menyapa satu sama lain, lidah mereka saling menarik dengan saling menggoda saling menghisap dengan bergantian, kini mereka saling mengikis jarak di antara mereka.


Donzello kini yang memiliki hasrat yang begitu besar mendominasi ciuman yang tadi lembut kini menjadi liar, ciuman itu seakan menuntut lebih dari sekedar ciuman. Tangan mereka kini berkeliaran saling menyentuh tempat sensitif mereka masing masing.


" Sayang kita di tempat umum!" Perkatan Charlotte membuat Donzello yang tadi ingin menyerang nya di sana kini menghentikan aktivitasnya dengan segera.


Mata mereka beradu dengan sama sama memiliki hasrat yang terpendam saat ini, andaikan saja Charlotte tak sadar mereka di tempat umum dapat dipastikan adegan itu pasti akan terjadi di sana.


" Kau yang memulainya sweetheart!" Suaranya yang serak menandakan bahwa dia memiliki hasrat yang terpendam.


Charlotte tersenyum sebelum kembali menggapai bibir itu dengan sekali kecupan lalu mendorong tubuh Don untuk menjauh. Charlotte bangun dengan segera duduk dia menatap ke samping sebentar lalu dia berdiri. Charlotte tertawa dan berlari meninggalkan kekasihnya yang ada di sana.


Donzello tersenyum dengan sesekali menggeleng melihat kekasihnya yang seperti anak kecil tapi dia merasakan ada bunga dan kupu kupu yang memenuhi hati dan kepalanya saat ini. Dia sedang berbunga bunga hatinya begitu senang melihat orang yang dicintainya bisa bahagia dengan tersenyum tulus tak ada beban sama sekali.


" Kejar aku Don, jika kau berhasil menangkap ku maka kau akan mendapatkan hadiah yang tertunda tadi…" Teriaknya dengan kencang.

__ADS_1


Donzello kembali tersenyum ketika mendengar teriakan kekasihnya, Don berdiri lalu berjalan dengan langkah cepat menghampiri kekasihnya, Charlotte kini berlari ketika melihat kekasihnya ingin menangkapnya.


Mereka kini saling mengejar dengan tawa yang penuh dengan kebahagian, mereka tertawa lepas tak ada beban di hati mereka saat ini. Hanya ada cinta yang tumbuh di antara mereka tak ada rasa sedih yang menyelimuti hati mereka berdua.


__ADS_2