
Tuhan aku tahu aku salah telah menjalin cinta terlarang dengan seorang wanita,
Tapi izinkan aku menikmati rasa ini dulu sebentar saja.
Apa aku egois jika aku meminta kepada Tuhan untuk mengabulkan semua harapan ku yang telah ada di hati wanita ini.
Tuhan izinkan aku menjadikan wanita ini bagian dari hidupku yang nyata, aku tak ingin mengakhiri hubungan yang sesaat ini.
Donzello Fausto
Kamar yang tadinya penuh dengan suara ******* kini menjadi sunyi tak ada suara siapapun yang ada di sana, hanya ada suara hembusan nafas yang tenang dari wanita yang saat ini tertidur dengan aman.
Rasa lelah hingga rasa pelepasan yang belum pernah dia rasakan membuat tidurnya begitu tenang, bahkan guratan kesedihan itu tak ada di wajah ayu Charlotte.
Sedangkan Don yang mendekap tubuh polos wanita itu menatap langit langit kamarnya dengan rasa bersalahnya. Dia bersalah karena mengkhianati istrinya, dia tau ini salahnya tapi rasa bersalah itu seakan ingin dia ulangi lagi dan lagi.
Kenapa aku merasa nyaman dengan wanita lain! Kenapa bukan kepada istri ku sendiri. Kenapa malah aku merasakan kepuasaan dengan Charlotte wanita yang aku temui, kenapa bukan kepada istri ku.
Sekarang apa yang harus aku lakukan semuanya sudah terlanjur jauh bahkan aku mengulangi kedua kalinya dengan Charlotte.
Apa aku jatuh dengan nya?, Apa hanya dia menjadi pelampiasan hasrat ku yang tak pernah tersalurkan dengan baik. Atau dia hanya menjadi batu loncatan yang saat ini aku butuhkan.
Jika dia hanya menjadi pelampiasan kenapa getaran ini ada?, Kenapa rasa nyaman dan jantung ini. Apa aku jatuh cinta dengannya?
Tuhan kenapa dengan ku?, Kenapa dengan aku. Apa hanya karena istri ku yang mengecewakan aku hingga aku seperti ini.
Tidak tidak, dia bukan wanita pelampiasan ku tapi dia wanita ku sekarang. Aku tak peduli dengan takdir apa yang telah menunggu kita di depan sana yang jelas aku akan mempertahankan wanita ini apapun yang terjadi.
Tak akan ku biarkan dia menjadi orang asing saat kita turun dari kapal ini. Akan ku ikat kau dengan cintaku, akan ku buat kau jatuh cintaku bagaimanapun caranya.
Hatinya bergejolak dengan tekad yang bulat. Dia kini harus yakin jika dia mencintainya bukan menjadikan wanita itu hanya menghangatkan ranjangnya saja.
Don kini menoleh ke samping menatap ke arah Charlotte yang terlelap dia dengan tersenyum menyingkirkan anak rambut yang menutupi wajah ayu wanita itu.
__ADS_1
Senyumnya mengembang ketika menatap jelas wanita itu. Tangannya bergerak untuk menyentuh pipi lembutnya.
Deg!! Deg!!
Jantungnya berdetak cepat tak seperti biasanya, bahkan dengan menatap istri saja dia tak pernah segugup ini. Jantungnya tak karuan.
Matanya kini menatap ke arah bibir wanita itu yang sedikit terbuka dia mengelusnya dengan jarinya. Don mendekatkan wajahnya mencium bibir itu dengan sedikit ********** dengan pelan.
Gig1t4n nya begitu lembut membuat wanita itu hanya menggeliat di dalam tidurnya. Donzello menghentikan aksinya, dia kini malah sedikit membuka selimut itu menatap buah dada itu yang begitu indah di matanya.
Bibir itu kembali mendarat di sana dengan menggigitnya serta menyesapnya dengan pelan. Dia meninggalkan banyak bekas di gundukan itu. Charlotte hanya menggeliat dengan sedikit m3nde5ah.
Donzello menghentikan aksinya dia menatap wanita itu dengan lega seakan dia mencuri kenikmatan dari tubuh wanita itu.
Astaga aku seperti anak belasan tahun yang merasakan indahnya jatuh cinta. Padahal aku sudah merasakan semua tubuhnya kenapa aku malah takut ketahuan tadi.
Batinnya dengan tersenyum malu. Donzello seakan tergila gila dengan tubuh Charlotte. Bahkan matanya tak ingin terpejam dengan menatap wajah wanita itu yang tertidur pulas di sebelahnya.
Sedangkan di tempat lain Olivia Gadwin adalah wanita kelas tinggi, dia adalah model papan atas yang beberapa bulan ini namanya meroket. Kecantikan serta kemolekan tubuh nya mampu membuat semua orang tak berkedip menatapnya.
" Barnard kau kenapa akhir akhir ini menghindar dari ku! Apa salahku?" Olivia yang baru selesai dengan urusan pemotretannya saat ini berada di dalam apartemen milik dari Barnard.
" Bagaimana bisa kau masuk kesini?" Barnard seakan kini melupakan sesuatu.
" Apa kau lupa bahwa kamu memberi sandi mu kepada ku?, Sayang kau tau aku merindukanmu!" Olivia berlaga manja dia dengan segera mengalungkan kedua tangan nya ke leher Barnard yang menatapnya dengan mata datarnya.
" Olivia lepaskan…" Barnard melepaskan tangan itu secara kasar dia menghindari kontak fisik dengan wanita lain.
Barnard pada dasarnya dia sangat mencintai tunangannya, Charlotte. Hanya karena dia yang menuruti hawa naf5u nya dia kehilangan wanita itu.
" Kau ini kenapa?, Apa aku ada salah? kau menghindar dari ku dari beberapa hari ini!" Olivia tak terima jika laki laki yang telah mengambil hatinya malah saat ini menghindar dari nya.
" Sebaiknya kamu pergi dari sini Oliv, aku tak ingin diganggu sama siapapun! Aku lelah. Jadi silahkan kamu pergi!" Usirnya dengan cepat.
__ADS_1
Barnard dengan segera meninggalkan wanita itu yang menatap tajam ke arahnya.
" Kau menghindari ku karena wanita beberapa hari lalu mempergoki kita di dalam kamar hotel itu?" Langkahnya terhenti.
" Aku lelah sebaik nya kamu pergi, aku ingin istirahat."
" Kau lebih memilih bi7c1h itu di banding aku model terkenal."
Barnard langsung menghentikan langkahnya dengan berbalik menatap kearah Olivia dengan tatapan marahnya.
" Yang kau katakan bi7c1h itu adalah Tunangan ku, kau dengar dia tunangan ku…" Ucapnya tegas dengan penuh penekanan.
Olivia di buat tertegun dengan apa yang di ucapkan oleh Barnard. Dia terdiam dengan mencerna apa yang di katakan oleh Barnard. Dia tak menyangka bahwa laki laki yang dicintainya memiliki tunangan.
" Jadi kau sudah memiliki tunangan?, Lalu selama ini aku, kau anggap apa?" Olivia membludak dia tak bisa mengontrol emosinya yang meluap.
" Anggap apa?, Apa kata kata ku kurang jelas bahwa kita tak memiliki hubungan apa apa! Kau dan aku hanya saling membutuhkan dan saling menguntungkan! Sekarang kau mengatakan aku menganggapmu apa?, Apa kau sadar hal itu?"
" Jadi aku tak memiliki ruang di tempat mu selama ini?"
Barnard malah tertawa dengan apa yang di katakan oleh wanita yang ada di depannya.
" Dengar Nona Olivia, kita sudah sepakat bahwa ini hanya untuk kesenangan dan tak akan berlanjut! Kenapa sekarang kau seakan ucapanmu menuntut ku heh?"
Olivia terdiam dia tak tahu awal nya mereka sepakat untuk saling membutuhkan dan tak akan ada hubungan apapun dan tak akan menuntut apapun di luar kesenangan mereka.
" Kau ingat sekarang Nona?, Jadi please tinggalkan aku sendiri. Aku ingin istirahat…" Barnard ingin melangkah tapi kembali menatap Olivia yang terdiam dengan penuh kemarahan.
" Satu lagi! Aku tak ingin kau ada di kehidupan ku lagi. Aku sekarang ingin membenahi hubungan ku dengan tunangan ku! Jadi silahkan pergi, selamat tinggal…" Barnard langsung meninggalkan Olivia yang tertegun tak percaya dengan apa yang didengar oleh nya.
Sedangkan Olivia kini meremas bajunya dengan rasa kesal serta amarahnya yang tinggi. Dia tak menyangka dia ditolak oleh laki laki, padahal selama ini dia lah yang selalu menolak laki laki yang mengejarnya.
Akan ku dapatkan kamu bagaimana pun cara nya. Kau hanya milik ku sampai kapan pun kau hanya milikku. Batin Olivia dengan pergi meninggalkan apartemen Barnard.
__ADS_1
Hai untuk para pembaca setia untuk kali ini Mince benar-benar minta maaf ya, ada beberapa bab yang ga bisa di up karena di tolak jadi untuk yang penasaran warning nya bisa hubungi no mince atau di la-pa-k se-be-lah makasih