
Charlotte menatap Don dari bawah, matanya yang terpejam seakan menggambarkan bahwa dia sangat menikmati sentuhan yang telah diberikan olehnya. Pandangan yang begitu jahil kini membuat jiwa nya juga merintih ingin diselesaikan. Charlotte tersenyum tipis ketika sebuah kejahilan telah ada di kepalanya.
Byuar!!
Charlotte secara tiba tiba melemparkan dirinya ke arah kolam renang membuat laki laki yang sudah berada di puncak merasa kehilangan seketika.
" Kejar aku maka kau akan mendapatkan apa yang kau mau…" Tawanya dengan penuh kejahilan membuat Don merasa ada sesuatu yang hilang.
" Awas kau ya! Aku akan mengejarmu dan menangkap mu! Kau tak akan bisa lari dari ku setelah ini…" Katanya dengan kesal.
Charlotte tertawa ketika melihat wajah dari kekasihnya ada rasa kesal karena ada sesuatu yang hilang.
Byuar!!
Donzello juga akhirnya memasukan tubuhnya ke dalam kolam renang dengan mengejar kekasihnya yang sudah membuatnya naik kini malah di tinggalkan oleh dirinya yang secara tiba tiba malah masuk ke dalam kolam renang.
Tawa Charlotte begitu renyah seperti tak ada beban di hati nya, tawanya begitu lepas ketika tangan kekar itu mendapatkannya tubuhnya dengan tawa yang begitu bahagia.
" Kau mau lari kemana heh?" Punggung nya kini di sandarkan di sisi kolam renang.
Nafas Charlotte tak beraturan dengan senyum yang begitu indah di mata Donzello. Kedua tangan Charlotte kini di kalungkan di leher nya dengan mata mereka saling bertatapan dengan arti yang sama sama bahagia.
" Terima kasih! Jika kamu tak ada tadi aku tak tau apa yang akan terjadi pada ku…" Ujarnya di sisa tawanya.
Donzello menatap kearah wanita nya dengan tatapan penuh cinta, senyum tipis di bibirnya begitu menenangkan hati nya.
" Aku akan menjagamu sampai kapan pun!"
" Hanya di sini tidak di luar nanti setelah kita turun dari kapal ini."
Tangannya kini mengelus pipi wanita itu dengan lembut, matanya menyelami mata wanita itu dengan serius. Mata mereka saling bertatapan dan hanya mereka yang tau apa arti dari tatapan itu.
" Aku tak ingin hubungan ini sampai di sini Charlotte, aku ingin hubungan ini berlanjut sampai kita turun dari kapal ini. Aku tak ingin menjadi laki laki brengsek yang setelah menikmati tubuh mu dan mengambil apa yang telah kau jaga, lalu aku meninggalkan mu. Aku bukan laki laki yang tak bertanggung jawab Charlotte."
Wajah yang tadi tersenyum dengan senang kini dengan nyata berbicara serius menunjukan kesungguhan apa yang telah ingin dikatakan oleh nya.
" Tidak Don! Kau dan aku memiliki kehidupan lain sebelum kita saling mengenal dan aku tak ingin merusak apa yang sudah ada selama ini…" Kesedihan itu ada di mata wanita cantik tersebut.
__ADS_1
Tapi dia berusaha untuk tetap mengatakan untuk tak ingin mengulanginya ketika turun dari kapal besar yang penuh cerita indah.
" Beri aku waktu untuk menyelesaikan semuanya, aku janji tak akan lama menyelesaikan ini semua…" Donzello menyakinkan wanitanya agar dia bisa bertahan di sisi nya meskipun mereka sudah turun dari kapal ini.
Charlotte menatapnya mencari kebohongan tapi tak ada wajahnya yang mengatakan bahwa dia tengah merayu nya tapi dia juga tak ingin merusak apa yang sudah di bangun oleh mereka selama ini.
" Kau dan aku memiliki kehidupan lain sebelum kita saling mengenal dan aku tak ingin merusak nya aku juga tak ingin kau dan seorang yang di luar sana berantakan hanya karena aku. Biarkan ini menjadi kenangan kita selama di sini."
Mata Donzello menatap ketidaksukaan, dia yang ingin mempertahankan cinta nya malah di tolak oleh wanita ini. Harusnya dia bahagia jika ada laki laki yang ingin bertahan tapi dia malah ingin mendorong nya jauh setelah hubungan jauh ini.
" Apa kau tak memiliki rasa sedikit pun pada ku? Atau kau hanya menjadikan aku pelampiasan mu karena laki laki yang kau cintai menghianati mu?" Ujarnya dengan penuh penekanan.
Charlotte mendorong tubuh Donzello yang tadi menghapitnya dengan tubuh kekarnya. Apa yang dikatakan olehnya sungguh menyinggung hatinya.
" Jika kau memiliki pemikiran seperti itu? Apa aku seperti ****** untuk mu?" Nada sinis itu kini keluar dari bibir tipis Charlotte.
Di pikirannya selama mengenal Donzello tak pernah sedikit pun memiliki pikiran bahwa dia menjadikan laki laki itu sebagai pelampiasan. Kesepakatan mereka adalah mencari kesenangan di atas sini dan hanya menjadi kekasih sandiwara bukan malah meneruskan hingga turun dari kapal.
" Apa yang kau katakan Charlotte?" Donzello tentu saja terkejut ketika wanita itu malah memikirkan dirinya seperti ******.
" Charlotte tunggu apa yang kau katakan?" Donzello mengejar wanitanya yang sudah terlebih dahulu keluar dari kolam renang.
Charlotte tak menjawabnya dia terlalu malas jika harus berdebat dengannya. Dia kini lebih memilih untuk menghindar agar tak terjadi pertengkaran lagi.
" Charlotte sayang tunggu."
Charlotte yang ditarik oleh Donzello kini menghempaskan tangannya dengan kasar. Wajah yang ayu tadi kini tergantikan wajah yang begitu marah. Dia terlalu kecewa dengan laki laki yang di hadapannya.
" Maaf aku ingin mandi…" Katanya dengan meninggalkan Donzello.
Tetapi Donzello tetaplah ingin mengejarnya dia kembali mengikutinya dengan cepat, menarik tangan wanita itu menyandarkan punggungnya di dinding, Charlotte mendorongnya dengan kuat meskipun tak bergerak sedikit pun.
" Aku tak pernah menganggapmu seperti ****** di mata ku. Kau adalah wanita ku milik ku dan aku tak pernah sedikit pun berpikir bahwa kau adalah wanita ******. Buang pikiran mu seperti itu…" Ucapnya dengan lembut.
Lagi lagi Charlotte menghempaskan tangan Donzello yang sedang mengelus pipi wanita yang sedang marah itu.
" Sayang aku tak ingin kau dan aku berakhir karena aku memiliki rasa yang berbeda denganmu, aku merasa nyaman denganmu, aku memiliki getaran yang belum pernah aku rasakan. Aku tau ini terlalu cepat, tapi aku tak bisa untuk meninggalkanmu setelah ini semua. Kau sangat berharga bagi ku…" Donzello menjelaskan nya dengan penuh kesabaran.
__ADS_1
" Apa kau tak memiliki getaran yang aneh kepada ku? Atau kau tak memiliki rasa yang berbeda dengan ku hem?" Sambungnya lagi.
" Aku tak ingin merusak hubunganmu dengan siapapun, kau dan aku memiliki kehidupan masing masing sebelum kita saling mengenal dan kita melakukan hubungan ini. Dan aku tak ingin bahagia di atas penderitaan wanita mu di luar sana."
" Aku akan menyelesaikannya dengan segera…" Katanya dengan menyakinkan wanita itu.
" Katakan pada ku! Apa kau memiliki seorang yang ada di luar sana yang sedang menunggu mu pulang?"
" Dia bukan siapa siapa! Dia hanya kekasih ku…" Donzello terpaksa berbohong kepada wanita itu bahwa dia hanya memiliki kekasih.
Selama dia berada di dalam kapal cincin pernikahan itu telah dilepas olehnya dia tak ingin teringkat apapun di sini. Ditambah bayangan istrinya bermain di belakang telah membuatnya terluka hingga saat ini.
" Kau dan aku sama sama memiliki hubungan sebelum kita saling mengenal satu sama lain. Dan aku tak masalah jika kau ingin menyelesaikan hubungan mu dengan laki laki itu, asal kau tetap kembali ke sisi ku. Aku juga akan menyelesaikan nya dengan kekasih ku agar kita sama sama bisa saling bersatu."
" Kau yakin dengan pilihanmu itu? Aku tak menuntutmu untuk bertanggung jawab kepada ku tentang apa yang sudah kau ambil. Aku memberikan nya dengan senang, aku tak ingin kau memiliki beban seperti ini Don…" Ujarnya dengan pelan.
" Tak ada beban di hati ku Sayang! Aku akan mempertahankanmu, apapun nanti yang terjadi aku akan tetap mempertahankan mu di sisi ku."
" Lalu bagaimana dengan wanita mu yang menunggu mu?"
" Apa kau akan meninggalkan laki laki yang ada di luar sana?" Tanyanya balik.
" Aku sudah tidak memiliki hubungan dengan Barnard. Aku sudah meninggalkan dia selama aku berada di dalam kapal ini."
" Aku akan meninggalkan kekasih ku, beri aku waktu aku janji tak akan lama, tapi berjanjilah untuk tetap di sisi ku."
Mata mereka bertatapan dengan ketulusan cinta yang saling mereka rasakan saat ini. Getaran cinta itu kini mereka rasakan dengan tulus.
Charlotte hanya tersenyum..
" Aku akan di sini untuk mu…" Ucapnya dengan menunjuk dada laki laki bidang tersebut.
" Terima kasih, apapun yang terjadi kita akan bersama…" Mereka saling berpelukan dengan erat.
Maaf aku harus berbohong. Batin Donzello.
Kebohongan yang akan berlanjut dengan kebohongan selanjutnya.
__ADS_1