
“ Anda sangat beruntung mendapatkan suami seperti Tuan Donzello...” Timpal Charlotte yang bersikap biasanya saja tapi malah membuat laki laki itu salah tingkah dengan wajah yang memerah.
“ Anda sangat benar Nona. Saya sangat beruntung mendapatkan suami seperti nya...” Grace yang menatap suaminya kini dengan sengaja mencuri ciuman di pipi nya sang suami.
“ Grace...” Geram nya dengan dia yang tak menyangka bahwa istrinya malah sengaja mencium pipi nya.
Charlotte yang melihat pandangan yang tak seharusnya tak ingin ia lihat malah terlihat di depan matanya. Charlotte hanya tersenyum masam dengan dia yang melihat kemesraan kedua orang yang sedang duduk di depan mata nya. Charlotte meremas tangan nya sendiri merasakan rasa sakit pada hatinya.
“ Sayang...” Tanpa diduga Bernard datang secara tiba-tiba dan langsung mendaratkan ciuman lembut di rambut Charlotte yang membuatnya terkejut dengan rasa tak suka nya.
“ Barnard apa yang kau lakukan?”
Bernard bahkan tak menjawab pertanyaan Charlotte dia malah berlalu menyapa kedua orang tua dari tunangan nya tersebut.
“ Paman, bibi, selamat untuk kalian.”
Bibi Amanda hanya tersenyum masam dia memang tak menyukai laki laki yang akan menikahi keponakan nya tersebut. “ Bernard Paman ingin bicara serius denganmu.”
“ Aku tahu Paman...” Dia tak bisa lari kali ini karena dia yakin mantan tunangan nya sudah mengatakan tentang hubungan mereka.
Sedangkan Donzello hanya mampu mengepalkan tangan nya melihat kekasihnya di cium oleh laki laki lain yang tak lain adalah mantan tunangan nya. “ Erik di sini masih ada tamu! Tak sopan kau meninggalkan mereka begitu saja.”
“ Hanya sebentar...” Ujarnya dengan dia berdiri. “ Sebelum kita pergi perkenalkan dulu mereka. Dia adalah Tuan Donzello bersama istri nya Nyonya Grace.”
“ Perkenalkan saya Bernard tunangan dari Charlotte...” Bernard kini malah menatap Donzello dengan mengerutkan keningnya. “ Apa kita pernah bertemu Tuan? Sepertinya wajah anda tak asing bagi ku.”
__ADS_1
“ Kau mengingat nya...” Donzello tersenyum tipis. “ Kau pernah melihat ku bahkan kita sempat bicara. Apa kau lupa siapa aku?”
“ Paman berbicara lah dengan Barnard sebelum acara dimulai...” Charlotte yang takut ketahuan kini malah menyuruh Pamannya segera membawa Barang pergi dari sana.
“ Bernard ikuti aku.”
“ Tuan Donzello nanti kita akan membahasnya karena aku sungguh melupakan dimana kita bicara.”
Tanpa menunggu jawaban dari Donzello, Barnard dan Paman Erik kini pergi meninggalkan meja mereka dengan segera. Charlotte dan Donzello saling menatap dengan tatapan sama sama kesal nya. mereka kesal karena mereka sama sama mengumbar kemesraan tanpa di sengaja oleh Charlotte maupun Donzello.
“ Bernard-“
“ Aku tahu Paman. Aku minta maaf tentang semua yang terjadi. Aku mengaku salah Paman dan aku siap menerima hukuman nya tapi jangan meminta ku untuk melepaskan Charlotte...” Bernard yang tahu apa yang ingin dikatakan oleh Paman tunangan nya kini dengan cepat memotong nya.
“ Kau sudah tahu konsekuensi nya kau menyakiti keponakan ku. sekali kau menyakiti nya maka jangan berharap untuk kembali bersama nya...” Ucapnya dengan tegas.
“ Bersenang-senang?” Erik mengangkat satu alis nya.
“ Paman tahu maksudku bukan?”
Erik terdiam mendengar apa yang dijelaskan oleh mantan tunangan dari keponakan kesayangan nya. dia masih menimbang apa yang terjadi saat ini. Bahkan dia tak mencelah apapun ketika Barnard menjelaskan semuanya.
“ Tentukan pilihanmu.”
“ Pilihan ku jelas Paman, aku akan tetap mempertahankan Charlotte karena aku sungguh mencintai nya...” Tegas nya dan sungguh-sungguh.
__ADS_1
Erik menghela nafasnya dengan kasar. “ Tapi aku tak bisa membantu jika kau ingin tetap bersama nya karena Charlotte sendiri yang mengatakan bahwa dia tak ingin bersamamu lagi.”
“ Aku akan berusaha untuk membuatnya jatuh cinta lagi pada ku Paman. Asal Paman dan Bibi mendukung ku maka semua akan berjalan sesuai yang kita impikan...” Ujarnya dengan penuh keyakinan.
“ Tapi kau harus lebih extra mengejar Charlotte karena dia sungguh tak ingin melanjutkan ini semua.”
“ Aku akan berusaha memperbaiki nya Paman...” Erik hanya mengangguk.
“ Semua keputusan ada pada Charlotte jika dia tak mau lagi dengan mu jangan kau paksa. Sekali lagi dia datang padaku mengalahkan mu dengan menangis aku akan membuatmu hancur tak tersisa. Kau tahu siapa aku dengan nama Bloosom aku bisa menghancurkanmu seperti abu...” Ancaman yang bukan main-main kali ini. Mata Erik terkilat amarah.
“ Aku tahu Paman aku akan mengingat hal ini. Tapi untuk kejadian yang kemarin aku sungguh minta maaf. Aku tak berniat berselingkuh aku dengan nya hanya bersenang-senang. Aku tak mungkin menyentuh Charlotte sebelum kami menikah karena aku ingin menjaga nya hingga aku lari mencari pelepasan.”
“ Apapun alasanmu aku tak suka kau mempermainkan keponakan ku ditambah rencana pernikahan kalian sudah matang tapi kau malah merusak nya dengan bodoh jadi jangan salahkan Charlotte jika dia masih tak mau dengan mu.”
“ Bantu aku satu saja Paman. Aku hanya ingin bicara dengan Charlotte. Semenjak kejadian kemarin aku tak bisa bicara dengan nya. Charlotte menghindari ku bahkan dia melarikan diri dari ku.”
Lagi lagi Erik hanya menghela nafasnya dengan kasar. “ Aku tak bisa membantumu banyak karena aku sendiri juga tak mau ribut dengan istriku karena sudah mendukung orang yang sudah mengkhianati keponakan nya...” Erik tak ingin mendukungnya karena dia sendiri tak ingin ikut campur terlalu jauh tentang urusan pribadi keponakan nya.
“ Tapi mungkin acara dansa bisa kau gunakan untuk mengajaknya bicara dari hati ke hati. Kau tahu Charlotte tak bisa kau paksa. Semakin kau paksa maka semakin dia lari dari mu, jadi kau harus bersabar karena kesalahan ada di tangan mu...” Sambungnya dengan menatap Barnard dengan sungguh-sungguh.
“ Aku tahu Paman. Aku akan menggunakan kesempatan ini untuk bicara dengan Charlotte.”
“ Berusahalah karena aku yakin Charlotte tidak akan mudah kau luluhkan lagi di tambah istri ku juga berada di sisi nya untuk mendukung dia membatalkan rencana kalian.”
Bernard mengusap wajahnya dengan kasar kali ini dia tahu bahwa semuanya tidak akan mudah seperti pertama kali mereka kenal lalu saling jatuh cinta dan merencanakan pernikahan dengan indah. Saat ini Barnard harus berusaha dengan extra agar bisa meluluhkan hati wanita yang sudah kecewa dan sakit hati karena pengkhianatan yang terjadi di depan matanya.
__ADS_1
Tapi Bernard akan berusaha meluluhkan hatinya. “ Bagaimanapun aku harus mendapatkan cinta nya kembali Paman karena aku sangat mencintai Charlotte...” Gumam nya dengan nada serius.
Dia memang mencintai Charlotte hanya saja dia yang butuh pelepasan melampiaskan semuanya kepada wanita lain. Dia yang ingin menjaga tunangan nya malah menjadi bumerang bagi kehidupan percintaan mereka dan melukai hati Charlotte karena pengkhianatan tersebut.