
Suara bising dari lantunan musik kini mulai terdengar di setiap sudut ruangan yang saat ini sudah terisi banyak orang yang menghadiri pesta pernikahan seseorang. Terlihat semua orang penting berada di sana, saling mengobrol atau hanya sekedar saling sapa. Semua orang membaur begitu cepat ketika mereka saling bertukar cerita tentang bisnis mereka masing-masing.
Para orang orang yang ada di sana tentu saja tak menyia-nyiakan kesempatan ketika mereka saling bertemu dengan beberapa orang penting hingga mereka tak mengenal tempat dan waktu ketika mereka secara terangan-terangan menawarkan bekerjasama dengan beberapa orang yang menurut mereka akan menguntungkan bisnis mereka.
“ Bukankah itu pemilik dari perusahan yang menyediakan kapal pesiar yang saat ini sedang terkenal...” Salah satu dari mereka mengenali siapa orang yang saat ini tengah masuk dengan sikap nya yang tenang.
“ Maksudmu Amo la spiaggia?”
“ Hmm.. aku pernah membaca majalah yang melihatkan wajah nya.”
Sedangkan kedua orang yang saat ini sudah masuk melewati beberapa orang yang saling berbisik membuat nya begitu risih. Bukan karena bisikan orang orang yang ia dengar tapi karena tangan istrinya yang sengaja berada di lengan nya seakan memperlihatkan hubungan mereka baik-baik saja.
“ Selamat datang Tuan dan Nyonya...” Wanita paruh baya tampak menyambut mereka dengan tersenyum.
“ Selamat malam Nyonya! Selamat hari pernikahan. Senang bertemu dengan anda secara langsung.”
Seseorang yang mengantar nya kini berbisik kepada bos nya yang menatap penuh dengan senyum. “ Terima kasih Tuan Donzello. Suatu kehormatan bagi kami anda datang ke acara kami.”
“ Suatu kebanggaan bagi kami mendapatkan undangan dari anda Nyonya...” Jawab Donzello dengan tersenyum tipis di bibir nya.
“ Terima kasih Grace kau mau datang. Aku tak menyangka bahwa kau istri dari pemilik kapal pesiar yang saat ini sedang mencari incaran orang orang untuk berlibur.”
Donzello mengerutkan keningnya ketika wanita tua itu mengenal istrinya. “ Dia pemilik butik yang sering aku datangi...” Grace langsung mengatakannya sebelum suaminya menjelaskan siapa dia.
“ Mari silahkan duduk! Suami saya masih menyapa tamu yang lain. Sebentar lagi dia akan datang kemari.”
“ Terima kasih Nyonya Amanda.”
Mereka saling tersenyum simpul meskipun senyuman yang dipasang oleh Donzello seakan terpaksa tapi dia tentu saja tak akan membiarkan semua orang tahu bahwa dirinya terpaksa datang kesana.
__ADS_1
“ Lepaskan tanganmu Grace...” Bisiknya ketika mereka sudah saling duduk tapi Grace masih saja tak ingin melepaskan tangan nya yang bergelayut manja di lengan suami nya.
“ Aku istrimu Don jadi aku berhak menggandeng dirimu...” Balasnya dengan saling berbisik.
“ Jangan gunakan istri sebagai alasan mu...” Donzello merasa risih tapi untuk menyingkirkan tangan nya terasa tak sopan ketika mereka di tempat umum di tambah banyak orang yang memperhatikan mereka berdua saat ini.
“ Grace bagaimana kabar mu? Lama kau tak datang ke tempat ku...” Tanyanya dengan dia yang menunggu sang suami nya untuk datang ke tempat mereka duduk.
“ Maafkan saya Nyonya suami saya tak ingin aku tinggal.”
“ Chh!!” Decak nya dengan merasa malas.
“ Tapi aku rasa kau yang harus hati hati. Laki laki tampan dan mapan pasti banyak yang mengejar nya. jika kau tak hati hati atau tak melayani suami mu dengan baik dia akan mudah berpaling.”
Seperti tamparan yang keras ucapan dari wanita yang saat ini berada di depan nya. apa yang dikatakannya benar. Ketika dia tak melayani suaminya dengan benar malah membuat sang suami dengan mudah mencampakan nya hingga ia mencari pengganti dirinya yang bisa membahagiakan suami nya. bahkan banyak yang rela melempar tubuhnya hanya untuk ingin menikmati permainan panas dengan laki laki tampan yang saat ini menjadi pusat dari semua orang.
“ Itu mereka...” Kedua orang yang saat ini sedang tersenyum bahagia kini mendekati meja yang saat ini ada sosok istrinya.
Deg!!!
Satu nama yang membuat laki laki acuh itu menatapnya tak percaya dia tak menyangka mendengar nama itu. Mata mereka beradu pandang dengan tatapan yang sama sama terkejutnya.
“ Tuan Donzello selamat datang! Terima kasih karena sudah menyempatkan waktu anda datang ke acara kami.”
Donzello membeku dia membisu di tempat. Bagaimana dia bisa bertemu dengan kekasihnya di acara pesta ini. “ Sayang...” Senggolan yang membuat Donzello tersadar dari terkejutan nya.
“ Suatu kehormatan bisa mendapatkan undangan dari anda Tuan...” Jawabnya dengan dia yang gugup.
“ Dia keponakan ku. anak dari mendiang kakakku, Charlotte Blossom...” Erik sang Paman mengenalkan keponakannya yang masih bergelayut manja di lengan nya.
__ADS_1
“ Nona Charlotte senang bertemu denganmu di sini. Aku tak menyangka kita bertemu kembali di acara pesta ini...” Timpal Grace yang menatap kagum kecantikan Charlotte.
“ Senang juga bertemu dengan anda Nyonya dan Tuan. Terima kasih karena sudah mau datang ke acara Paman dan Bibi saya.”
Mereka kini duduk dengan wajah Donzello yang tegang. Sedangkan Charlotte hanya biasa menanggapi tatapan dari kekasihnya. Ia tahu saat ini Donzello dalam keadaan yang tak enak.
“ Sayang Tuan Donzello memiliki kapal pesiar yang cukup terkenal itu. Bagaimana jika akhir tahun ini kita berlibur sepertinya kita bertiga harus berlibur.”
“ Aku setuju apa yang Bibi katakan. Bibi atur saja semuanya aku akan mengikuti nya.”
“ Bagaimana kita semua berlibur sepertinya akan seru jika liburan kita banyak orang.”
“ Ide yang bagus Grace. Nanti aku akan menghubungimu setelah menemukan jadwal yang pas untuk kita berlibur.”
Charlotte hanya melirik ke arah kekasihnya yang hanya diam tak menanggapi apa yang sedang mereka semua katakan. Bahkan mata nya masih sempat menatap dirinya beberapa kali mereka saling berpandangan dengan tatapan yang berbeda.
“ Sayang kau ikut bukan jika kita berlibur?” Grace yang bersikap manja di depan Charlotte membuat hati nya terasa sakit tapi dengan sikap tenangnya dia menyembunyikan rasa ketidak sukaan nya.
“ Aku akan melihat jadwal ku tapi aku tak bisa berjanji apapun.”
“ Dia memang suka begitu Nyonya. Selalu sibuk dengan pekerjaan nya.”
“ Para laki laki memang seperti itu..” Kedua orang itu saling tersenyum seakan memang mereka sudah biasa jika para suaminya sibuk dengan pekerjaan mereka masing masing.
“ Nyonya Grace kenapa dengan pergelangan tangan mu?” Erik yang dari tadi diam tanpa sengaja melihat pergelangan tangan Grace yang masih dibalut perban.
“ Ah ini...” Grace tersenyum tipis di bibirnya. “ Hanya kecelakaan kecil...” Sambungnya lagi.
“ Apa ada yang mencelakai mu?”
__ADS_1
“ Tentu saja tidak Tuan! Mana ada yang berani mencelakai ku. ini hanya luka kecil. Jika ini luka besar suami ku tak mungkin mengijinkan aku keluar dari rumah sakit. Dia sangat posesif kepada ku...”Ujarnya dengan dia yang berbohong.