Orang Ke Tiga

Orang Ke Tiga
Waktu Bersama 2


__ADS_3

" Sayang bolehkah aku bertanya satu hal kepadamu?" Donzello dan Charlotte kini berada di dalam kamar mereka.


Setelah mereka berdua puas bermain di pantai kini mereka juga sudah selesai menyelesaikan urusan bagian bawahnya. Mereka saat ini berada di posisi mereka saling berpelukan dengan lengan Don sebagai bantal.


" Hem!" Gumamnya.


" Apa kau sebelum bertemu denganku hubungan rumah tangga kalian bahagia? Dan sesudah bertemu dengan ku hubungan kalian kacau seperti sekarang?"


" Tidak ada kebahagian Sayang, hanya saja mungkin aku yang lelah dengan rumah tangga seperti ini. Aku dulu memang mencintainya bahkan aku rela melakukan apapun untuknya…" Donzello menatap langit langit kamar itu dengan mengenggam erat tangan kekasihnya yang ada di dada bidangnya. Dia menghela nafasnya sebelum kembali bercerita.


" Mungkin yang merasa bahagia hanya aku di dalam pernikahan ini,hanya aku yang berjuang mencairkan dinding tebal itu padahal apapun yang dikatakan olehnya aku selalu mengiyakan dengan harapan dia bisa membuka hatinya untuk ku sedikit saja."


" Maksudmu membuka hatinya sedikit saja? Apa kamu pikir istrimu tidak mencintaimu?" Jika tidak mencintai kenapa bisa kalian menikah? Apa kalian dijodohkan atau gimana?" Charlotte kini tambah bingung dengan lika liku rumah tangga yang ada di depannya saat ini.


Donzello tersenyum getir dia ingat mereka bukanlah dijodohkan tapi pilihan dirinya sendiri yang waktu itu tertarik karena melihat keteguhan hati Grace yang berjuang membesarkan adiknya seorang diri.


" Tidak! Kami menjalani hubungan sebagai sepasang kekasih, aku dan dia waktu itu sepakat untuk berkomitmen lebih jauh dari sekedar sepasang kekasih. Pernikahan awal kami mungkin terlihat harmonis dan baik baik saja tapi di pertengahan bulan pernikahan aku sadar seperti hanya aku yang berdiri di sana dan dia terlalu asik dengan dunianya yang tak pernah aku tahu. Dia tak pernah memberiku perhatian meskipun itu kecil, padahal seorang suami hanya butuh perhatian meskipun itu hanya remeh…" Ada kesedihan di setiap nada yang keluar dari bibir Donzello.


" Ketika aku harus melepaskan sesuatu yang ada di tubuhku dan tentu saja aku membutuhkan istriku, tapi sebelum kami melakukannya dia selalu bernegosiasi tentang uang tambahan yang diminta dari ku setelah melakukan hal itu. Mungkin jika satu atau dua kali itu tak masalah bagiku dan itu lucu tapi jika selama dua tahun aku selalu bernegosiasi tentang uang jika aku meminta hal itu bukankah itu hal yang tak wajar bagi kami, aku seperti meniduri wanita panggilan yang selalu meminta uang sebelum kami melakukannya…" Katanya dengan menerawang semua kejadian dia dengan Grace apa yang dikatakan oleh Don saat ini adalah kejujuran dari hatinya.

__ADS_1


" Hingga suatu hari aku benar benar lelah aku benar benar muak dengan semua sikapnya selama ini. Malam itu aku yang belum selesai dengan urusan ranjang kami dia selalu berkata aku lelah aku ingin kau menyudainya. Hanya kata itu yang dia keluarkan setiap kami melakukan hal itu…" Lagi lagi Donzello merasakan ada kegetiran di setiap apa yang diucapkan.


" Lebih baik aku bersama wanita malam yang lalu aku bayar tapi mereka bisa memuaskan ku. Maaf Sayang bukan aku bermaksud untuk melampiaskan mu tentang masalah ku dengan istriku tapi aku mengenalmu di waktu aku merasa lelah dan ingin pergi darinya. Dan akhir akhir ini aku juga baru tahu bahwa dia ada main dengan seorang sejak kami menjalin hubungan sepasang kekasih sampai kamu menikah."


" Kau yakin dia memiliki hubungan dengan orang selama itu?" Charlotte terkejut bahwa bukan Don lha yang memulai nya tapi istrinya sudah memulai dari awal.


" Hem! Dan yang lebih parahnya adalah dia sama wanitanya."


" Apa?"


" Kau terkejut aku juga terkejut dengan apa yang aku lihat. Awalnya mungkin aku tak percaya dengan apa yang aku lihat tapi sepertinya mereka terlalu pandai memainkan peran mereka jadi aku percaya dengan apa yang aku lihat."


" Sweetheart jangan menganggap aku hanya memanfaatkanmu atas hubunganmu yang kurang baik dengan istriku, aku menjalani hubungan denganmu murni karena aku merasa nyaman bersamamu, aku tak pernah merasakan nyaman bersama istriku disaat bersamamu. Aku akan segera menyelesaikan urusanku dengan nya, aku akan segera mengajukan gugatan."


" Tapi jika dia tak mau kau gugat? Apa yang akan kau lakukan?"


" Aku akan diam diam menggugat nya  dan menyiapkan beberapa bekal untuk kehidupan selanjutnya. Jika dia tidak mau maka terpaksa aku harus mengatakan bahwa aku tahu dia ada main dan aku juga akan mengatakan bahwa aku juga memiliki orang lain di belakang ku selama ini."


" Apa kau yakin dengan apa yang aku ucapkan?"

__ADS_1


" Yakin Sayang, jangan pikirkan hal itu. Biarkan aku yang memikirkan dan menyelesaikan urusan ku, kau hanya tinggal menunggu ku dan selalu berada di sampingku."


" Baiklah…" Mereka kini saling berpelukan dengan erat. Donzello kini sedikit lega ketika dia bisa berkata jujur kepada kekasihnya dia ingin segera menyelesaikan urusannya dengan Grace sebelum semuanya terlambat.


Sedangkan Barnard kini merasa hancur ketika dia tahu sendiri bahwa wanita yang menjadi tunangannya tak pulang dari semalam.


" Argh…kenapa kau bodoh sekali Barnard kau membuang orang yang baik dan memilih orang yang salah seperti Olivia. Andai kau bisa sedikit saja menahan semuanya tak akan mungkin seperti ini…" Dia berteriak dengan kencang dia tak menyangka bahwa tak ada kesempatan kedua untuknya saat ini.


" Apa yang harus aku lakukan aku tak mungkin melepaskan Charlotte begitu saja, aku tak rela melepaskan dia begitu saja saat ini, tidak bisa!" Katanya lagi.


" Aku harus merebutnya kembali apapun yang terjadi aku dan dia harus bisa menikah…" Dia bertekad untuk mempertahankan cintanya kepada Charlotte.


Meskipun dia tahu bahwa wanita itu tak akan mungkin ingin bersamanya lagi apalagi jika dia sudah menemukan pasangan yang membuatnya lebih nyaman sekarang.


" Jika kau tak bisa kembali dengan cara baik baik maka aku akan memaksamu dengan cara yang berbeda, jika kau tak mau denganku maka tak ada yang bisa mendapatkanmu juga…" Tatapannya tajam serta senyum licik di ujung bibirnya.


Penyesalan hanya akan ada di belakang dan saat ini tak ada gunanya untuk menyesali semua yang terjadi, percuma karena tak ada gunanya untuk menyesal karena semuanya sudah terlambat dan tak bisa diubah. Cinta yang dulu mungkin sekarang sudah menjadi rasa benci bagi wanita itu, dia yang sudah menemukan cinta dengan laki laki lain memilih untuk bertahan dengannya meskipun hatinya akan terasa sesak, meskipun dia berdiri di ujung tempat yang salah.


Dia tak peduli jika seluruh dunia akan mencemoohnya yang ada di hatinya saat ini yang akan dilakukan, bersikap egois adalah jalan yang dipilih.

__ADS_1


__ADS_2