
“ Tuan anda mendapatkan sebuah undangan dari klien kita.”
“ Acara apa?”
“ Mereka sedang merayakan hari pernikahan mereka yang sudah 30 tahun.”
“ Hmm.. letakan saja di sana.”
“ Baik Tuan.”
Ceklek!!
“ Kejutan....” Suara teriakan dari wanita yang tiba tiba muncul di kantornya membuat laki laki yang dari tadi tenang kini langsung menatap ke arahnya dengan mata yang tak percaya.
“ Sayang selama siang! Aku membawakan makanan untukmu. Makanlah. Kau pasti belum makan siang kan?” Sambungnya dengan dia duduk di sofa seolah tak terjadi apa apa saat ini.
Sang asisten yang menatap bosnya kini langsung mengerti dengan tatapan bos nya yang menyuruhnya pergi dengan hanya memberi satu kode saja.
“ Untuk apa kau datang kemari? Bukannya kau harus masih di rawat di rumah sakit?” Tanyanya dengan menatap heran ke arah wanita yang seakan semuanya tidak terjadi apa-apa.
“ Aku sudah tidak apa-apa. Tangan ku juga sudah sembuh dan tidak sakit jadi untuk apa aku berada di sana...” Katanya dengan menyiapkan makan siang untuk suaminya.
“ Kau tak perlu repot-repot datang kemari Grace membawa semua makanan itu karena aku sudah selesai makan siang...” Elaknya dengan cepat.
Wanita itu adalah istri dari Donzello yaitu Grace. Saat ini dia hanya menghela nafasnya dengan berat memejamkan matanya sebentar lalu membukanya dengan menatap sang suami dengan senyum tipis di bibirnya.
“ Tak apa jika kamu tak ingin makan dengan ku! setidaknya lihat dulu apa yang aku bawah untuk mu.”
“ Aku tak memiliki waktu untuk melihat makanan mu. Pekerjaan ku banyak jika kau tak memiliki kepentingan lagi sebaiknya kau pulang...” Usirnya dengan sangat ketus.
“ Don aku sudah jauh-jauh datang kemari hanya untuk membawamu makanan.”
“ Aku tak menyuruhmu datang kemari bukan? Sebaiknya kau pulang dan bawah makananmu itu. Aku sudah makan siang bersama asisten ku tadi...” Ucapnya dengan berbohong.
Saat ini Donzello benar-benar memasang jarak kepada istrinya dia tak ingin melihatnya. Semakin ia bersama sang istri bayangan yang menyakiti hatinya seakan terlintas di depan matanya. Ditambah lagi dia sangat kecewa.
__ADS_1
“ Sayang tak bisakah kau menghargai aku sedikit saja...” Grace mendekat dia berjalan di depan meja suaminya.
“ Jangan merasa semuanya baik-baik saja Grace. Apa yang terjadi pada kita sudah tak bisa kita perbaiki. Kau dan aku sudah tahu dan kau sudah dengar jelas apa yang aku katakan kemarin untuk hubungan kita.”
“ Apa tak ada kesempatan untuk ku?”
Donzello membuang nafasnya menatap istrinya yang juga tengah menatapnya. “ Aku tetap ingin kita bercerai. Pilihan ku tetap pada perceraian...” Ujarnya dengan tegas.
Grace hanya diam dengan dia yang menunduk sedih. Air mata seakan ingin menetes dunianya kini hancur ketika sang suami malah ingin menceraikan nya begitu saja.
“ Pulang lah!” Usirnya lagi.
“ Don kita diundang di sebuah pesta oleh klien mu. Aku akan pulang untuk bersiap-siap.”
“ Aku tidak akan pergi kesana! Jikapun aku pergi aku akan datang sendiri tanpa mu.”
“ Tapi di sini nama mu dan nyonya Donzello yang berarti aku. Ingat Donzello aku masih menjadi istrimu. Semua orang tahu nya aku menjadi istrimu.”
“ Terserah! Yang jelas aku tak ingin pergi dengan mu.”
“ Pergi saja sendiri! Aku tidak akan pergi. Pekerjaan ku masih banyak aku tak akan pergi ke pesta itu...” Ujarnya dengan cepat.
“ Pekerjaan mu yang banyak atau kau ingin bersama selingkuhan mu itu...” Tanyanya dengan getir.
“ Bukan urusanmu! Sebaiknya kau pergi dari sini jangan buat keributan di kantor...”
“ Kita akan datang! Pulanglah aku akan mempersiapkan semua untuk datang kesana.”
“ Sudah ku katakan aku tidak akan datang...”Donzello kini menatap istrinya dengan tatapan sinis nya. kelembutan yang biasanya seakan sirna di bawah oleh kekecewaan serta sakit hati kepadanya.
“ Jika kau tak mau datang bersama ku ya sudah aku di sini saja menunggu mu.”
“ Grace...” Bentaknya dengan tertahan.
“ Aku akan disini sampai kau berjanji akan datang bersama ku nanti malam.”
__ADS_1
Donzello membuang nafasnya dengan kasar ketika sang istri malah tak ingin pulang dan memaksa untuk datang ke acara klien nya saat ini. “ Sebenarnya apa maumu?”
“ Aku tidak mau apa-apa. Aku hanya mau dirimu kembali seperti dulu.”
“ Keputusan ku sudah jelas Grace.”
“ Keputusan ku juga jelas bahwa aku tetap ingin bercerai denganmu...” Tegas nya.
“ Kenapa dengan mudah kau melupakan kenangan kita berdua? Apa tak ada sisa cinta untukku?” Lirih nya dengan nada sedih.
“ Jangan membuat drama di sini. Pulahlah...” Usirnya dengan tegas bahkan Donzello tak mau menatap kearah istrinya saat ini.
“ Aku akan pulang jika kau datang bersama ku ke pesta nanti.”
Donzello menghela nafasnya dengan berat. Saat ini Donzello bingung harus berkata apa. Jika ia mengiyakan nya dia tak tahu harus mencari alasan apa kepada kekasihnya tapi jika tak di iyakan dia juga bisa mengusir istrinya yang dari tadi keras kepala.
“ Aku akan pulang dan datang ke pesta bersama mu! Sekarang kau puas...” Donzello mengalah karena tak ada pilihan lain saat ini.
“ Kau sudah berjanji! Seorang laki laki yang dipegang adalah janjinya...” Grace tentu saja senang saat ini dia akan memikat suaminya kembali dengan berjalan bersama dengan sang suami ke acara penting seperti dulu nya waktu bersama pertama kali mereka merajut cinta.
Sedangkan Donzello mengusap wajahnya dengan kasar karena dia sendiri bingung harus mencari alasan apa kepada kekasihnya. Dia tak mungkin beralasan untuk pulang ke rumah bersama istrinya.
“ Alasan apa yang harus aku katakan?” Ujarnya dengan memijat pelipisnya dengan sedikit berdenyut karena ulah sang istri yang dari tadi memaksa.
“ Sebenarnya apa yang direncanakan oleh Grace? Kenapa dari tadi dia memaksa untuk hadir ke acara pesta klien ku?”
Tak ada yang tahu apa yang sedang direncanakan oleh wanita itu. Donzello tak ingin mengambil pusing apa yang akan direncanakan nya untuk sementara karena dia sendiri masih bingung harus berkata apa kepada sang kekasih.
Sedangkan Grace yang sudah keluar dari ruangan suaminya kini malah menghampiri sang asisten suaminya yang sedang berada di meja kerja nya.
“ Kau pasti tau siapa simpanan suami ku?” Tanyanya dengan terus terang.
“ Maaf Nyonya saya tidak mengerti maksud anda...” Elaknya dengan dia yang berpura pura tidak tahu apa yang dikatakan istri dari bos nya.
“ Jangan pura-pura tidak tahu apa yang aku katakan! Aku tahu kamu tahu siapa simpanan suami ku...” Tuduhnya dengan menatap sang asisten penuh dengan selidik.
__ADS_1
“ Maaf Nyonya jika masalah itu sebaiknya anda tanya sendiri kepada Tuan Donzello karena itu bukan privasi saya untuk mengatakan urusan pribadi Tuan.”