
Karena tidak semua cinta bisa diterima,
Tidak semua trauma bisa dihilangkan
Dan,
Tidak semua perhatian bisa di masukan dalam hati,
Jika sudah terbiasa dengan badai
Mengapa menggigil hanya karena gerimis.
Author
_____
“ Pernikahan bukan hanya masalah ranjang Grace. Cinta dan kenyamanan juga aku cari. Jika kau terus memaksa ku untuk kembali tapi aku sudah tak nyaman dengan mu sama saja. Rumah yang aku impikan adalah rumah yang nyaman meskipun kecil.”
Aku tahu bahwa pernikahan juga bukan karena masalah ranjang. Tapi ada cinta yang tulus dan kenyamanan yang ada. Tapi saat ini aku tak bisa meminta Donzello untuk kembali karena cinta karena aku tahu dia tak mencintaiku. Kenyamanan juga tak mungkin karena dia juga tak memiliki rasa cinta itu sendiri. Sekarang tak ada yang bisa membuatnya kembali jika bukan masalah ranjang yang aku bawah dalam perdebatan ini.
“ Aku mohon jangan ceraikan aku! Aku ingin kita memperbaiki semuanya. Aku akan berubah aku janji...” Aku menangis merasakan rasa sakit.
__ADS_1
“ Sudahlah Grace jangan membuat drama. Ini surat perceraian kita. Kau segera tandatangani dan besok pengacara ku akan mengambil nya.”
“ Beri aku kesempatan....” Aku yang tak mau bercerai kini langsung memeluk suami ku dengan menangis histeris.
Aku tak bisa menghentikan nya dengan tangisan tapi aku akan berusaha untuk mempertahankan dia berada di dalam rumah ini. Aku memeluknya dengan erat tak rela jika kami harus berpisah saat ini. Aku sekarang sadar bahwa aku mencintainya. Tapi mungkin aku sudah terlambat menyadari semuanya. Aku sangat terlambat menyadari bahwa aku tak bisa jauh dari nya.
“ Grace lepaskan aku! Aku tak bisa. Aku tetap ingin kita bercerai. Aku harus pergi...” Aku tak peduli dia yang terus menolak ku untuk aku peluk. Dia mencoba melupakannya tapi aku semakin memeluknya.
Tak ada pergerakan dia hanya membeku ketika dia masih saja berusaha untuk melepaskan nya. “ Biarkan seperti ini. Jika kau tak ingin kembali tak apa. Aku besok akan melakukan apa yang kau mau. Asal malam ini kau di sini bersama ku. hanya malam ini. Aku hanya butuh teman untuk mengobrol. Setelah itu kita sudah tak bisa melakukan apapun...” Aku meminta hal yang mungkin saja tak mungkin ia kabulkan.
“ Aku mohon Don hanya satu malam ini saja jadilah teman ku untuk bercerita. Kita sudah lama tak saling mengobrol dari hati ke hati...” Aku memohon untuk kali ini saja. Mungkin hubungan rumah tangga kami hancur karena ke egoisan ku yang tak memperdulikan nya dan tak ada komunikasi yang begitu lancar untuk kami berdua.
Komunikasi kami hanya terbatas bahkan seada nya. rumah tangga kami mungkin awal nya karena kesalahan ku yang terpaksa menerima lamaran nya untuk menikahi, tapi aku yang terlalu bodoh tak bisa membuka hatiku sedikit saja untuk nya. mungkin karena aku terlalu takut dengan sosok laki laki meskipun aku sendiri tahu bahwa semua laki laki tak mungkin sama.
“ Terima kasih....” Aku melepaskan pelukan itu dan langsung menghapus air mata ku dengan cepat.
“ Aku akan menyiapkan sebuah tenda untuk kita bermalam di taman belakang.”
“ Dua! Buatlah dua.”
“ Aku tahu...” Harusnya kau tahu bahwa dia tak akan mampu kusentuh lagi, Donzello tak mungkin bisa aku gapai lagi saat ini. Dia yang terlalu dingin tak sanggup untuk aku sentuh dengan cinta kembali.
__ADS_1
Dulu sewaktu kami dekat rasanya Donzello tak sedingin ini tapi sekarang dia begitu dingin, bahkan rasanya dia telah memasang jarak dan dinding yang begitu tebal untuk rumah tangga kami.
“ Kak apa yang kau lakukan?” Aku yang sudah menyuruh beberapa orang memasang tenda di taman belakang membuat adik ku terheran ketika ia melihat aku ada di sana.
“ Oliv aku sedang menyiapkan tenda untuk ku dan Donzello...” Aku mnghela nafas dengan berat. “ Donzello tak ingin kembali dia tetap ingin bercerai jadi aku meminta nya untuk malam ini untuk mengobrol sebagai teman. Mungkin perpisahan adalah jalan yang terbaik untuk kami tapi aku ingin berusaha memperbaiki nya. semoga saja malam ini aku bisa melakukan nya, meluluhkan hatinya kembali...” Aku semangat karena mungkin ini adalah cara terakhirku untuk membuat rumah tangga kami utuh kembali.
“ Kakak yakin ini akan berhasil? Maksudku kalian berada di tenda yang berbeda bagaimana kalian bisa bicara panjang lebar...” Mungkin tak masuk akal dan terlihat konyol.
Aku yang ingin memperbaiki rumah tangga ku dengan cara berkomunikasi dengan baik malah dipisahkan dengan sebuah tenda yang ada dua. “ Kakak iparku yang ingin seperti ini. Tak apa tak masalah. Kami masih bisa duduk di sana dengan menikmati hangat nya api.”
“ Kakak kau sadar bukan?” Aku menoleh ke arah adik ku dengan heran. Sebenarnya apa yang sedang ia pikirkan tentu saja aku sadar meskipun ini terlihat mustahil tapi aku ingin berusaha.
“ Apa maksudmu dengan aku sadar? Tentu saja aku sadar...” Aku tak terima ketika mendengar pertanyaan dari adik ku sendiri. Jika aku tak sadar aku tak akan ada di sini mungkin aku akan tergeletak di dalam kamar dengan tak sadarkan diri.
“ Aku tak bermaksud apapun kak. Hanya saja sepertinya kau salah dengan cara menggunakan ini untuk kembali menarik hati kakak ipar.”
“ Aku tahu ini tak akan mudah Liv tapi aku harus berusaha sendiri mengembalikan cinta itu padaku. Kami sudah lama bersama melewati semua ujian dengan banyak, jadi tak mungkin begitu saja Donzello melupakan ku dengan mudah. Aku rasa dia hanya sedang terluka karena sikapku selama ini. Jadi aku harus berusaha membuat dia kembali pada pesona ku.”
“ Dengan caramu mengingatkan kenangan kalian di masa lalu?”
Aku terdiam tak menjawab apapun aku hanya mampu melihat orang orang itu telah mengerjakan apa yang aku mau. Aku sendiri sebenarnya juga tak yakin apa rencana ini akan berhasil atau tidak tapi aku harus berusaha untuk melakukan nya. karena cintanya yang besar padaku tak mungkin dengan mudah dia melupakan ku dan membuangku begitu saja.
__ADS_1
“ Kak kau yakin tak butuh bantuan ku kali ini?”
“ Tidak! Aku bisa melakukanya sendiri. Lagipula ini hanya berkemah biasa jadi tak perlu kau bantu. Tapi jika aku boleh minta tolong katakan pada semua orang untuk segera masuk ke dalam kamar mereka. Aku hanya ingin berdua dengan suami ku menghabiskan waktu ku bersama nya yang untuk terakhir kalinya.”