
Sedangkan Charlotte hanya tersenyum kecut ketika ia tanpa sengaja melihat foto yang di unggah oleh Grace. Tepatnya lengan sang suami ia jadikan sebagai bantal. Hatinya seakan sakit bahkan air mata nya sudah ingin menetes. Wanita yang dari semalam menunggu kabar nyatanya kini di buat sakit hati tentang foto yang sedang beredar di dunia media milik Grace istri dari kekasihnya.
“ Ironis sekali pada akhirnya aku yang dicampakkan...” gumam nya dengan pelan dengan dia yang langsung menutup semua akses tentang sepasang suami istri yang sedang menghabiskan malam bersama.
Charlotte merasakan dunia nya seakan terhenti dan merasakan hancur. Dia yang ingin bertahan dengan semua janji-janji manis yang dikatakan oleh Donzello tapi kini malah adegan yang menyayat hatinya Charlotte telah di lihat sendiri dengan matanya. Jarinya bergetar tubuh terasa lemas dia mencoba memejamkan matanya dengan airmata yang menetes perlahan.
“ Inikah yang dirasakan oleh Grace selama beberapa hari ini. Hancur dan sakit hati. Seharusnya aku harus siap menerima ini semua. Kehilangan dan melepaskan adalah jalan yang selalu diberikan...” Ucapnya dengan pelan.
“ Benar apa kata Bibi bahwa Donzello pasti akan memilih Grace, dia pasti memilih istrinya dibanding aku yang menjadi selingkuhan nya yang hanya beberapa minggu ini...” Dia tersenyum kecut.
Tak ada harapan lagi, semuanya musnah. Cinta yang selalu ia dengar kini luntur dengan sendirinya. “ Aku harus bisa melupakannya jika dia memang harus kembali.”
Tak ada pilihan lain selain dia yang juga harus mundur jika Donzello juga ingin mundur dari hubungan terlarang ini. Charlotte yang hatinya hancur kini memilih untuk tetap merebahkan tubuhnya di atas kasur memantapkan hatinya dengan dia merelakan kekasihnya kembali pada istrinya.
“ Aku harus bisa melepaskan nya...” Katanya lagi dengan dia menghapus air matanya.
Tok!! Tok!!
“ Charlotte sayang kau masih tidur?”
Charlotte segera menghapus air matanya dengan cepat, dia yang malas kini langsung berjalan membuka pintu kamar nya.
“ Bibi ada apa?” Suaranya pelan. Dia yang semalam tak tidur dia hanya menunggu kabar dari kekasihnya kini malah disuguhi pemandangan yang meremas hatinya dengan sangat kuat.
“ Kenapa kau pucat sekali? Kau sakit?” Amanda menyentuh kening nya memeriksa suhu keponakan nya yang sudah seperti putrinya.
__ADS_1
Charlotte hanya menghela nafasnya dengan berat tanpa menjawab dia kembali masuk ke dalam dengan di ikuti sang Bibi dari arah belakang nya. “ Aku hanya kurang istirahat.”
“ Tapi kau sepertinya demam Sayang. Sebaiknya kita ke rumah sakit...” Anaknya ketika ia mendapatkan kondisi keponakan nya yang panas dengan wajahnya yang sudah pucat.
“ Tidak Bibi. Aku hanya butuh tidur. Besok juga sudah sembuh...” Menolaknya karena dia sendiri tahu bahwa dia dari semalam tak tidur dengan banyak yang dipikirkan oleh nya.
Amanda membuang nafasnya dengan kasar menggenggam tangan Charlotte dengan erat. “ Jangan pikirkan apa yang semalam kita bahas Sayang. Jika kau bahagia dengan nya maka Bibi akan mendukungmu tapi Bibi harus bicara dengan nya dulu.”
“ Tidak ada yang perlu dibahas Bibi.”
“ Kenapa? Hubungan kalian berakhir?”
“ Tidak Bibi hanya saja untuk sekarang jangan di bahas aku hanya ingin untuk memikirkan apa yang Bibi katakan semalam.”
“ Charlotte jika kalian saling mencintai pertahankan, jika tidak ingin bertahan maka lepaskan.”
“ Sekarang cepat bersihkan tubuhmu lalu segera turun kita sarapan bersama...” Ajaknya dengan mengelus rambut keponakan nya.
“ Aku enggan Bibi. Aku belum lapar aku juga masih mengantuk. Aku tidur saja dulu...” elak nya. dia tak ingin keluar kamar saat ini dia hanya ingin menyendiri untuk memikirkan nasib percintaan nya yang tak pernah beruntung seperti orang lain nya.
“ Cepat turun Sayang. Lagi pula ada Barnad di bawah.”
“ Bernard? Untuk apalagi dia datang kemari? Keputusan ku juga sudah jelas untuk tak ingin kembali.”
“ Dia ada perlu dengan Paman mu tapi seperti nya Paman mu yang menyuruh nya datang kemari untuk mendekatkan mu lagi dengan nya. jadi kau harus segera turun. Karena nanti Pamanmu sendiri yang akan menyuruhmu menemui nya jika kau tak ingin menemui laki-laki tak tahu malu itu...” Cibirnya karena memang Bibi sendiri tak pernah menyukai Barnard.
__ADS_1
Charlotte menghela nafasnya. “Kenapa Paman sangat mendukung nya padahal jelas-jelas di ada main di belakang ku selama ini.”
“ Karena Bernard juga salah satu klien Pamanmu. Dia ingin Barnard yang menikahi mu karna dia sepertinya sangat percaya pada nya.”
“ Cih!! Percaya karena sudah membuat ku seperti ini....” Charlotte langsung berdiri meninggalkan Bibi nya dengan wajah yang sangat masam dia malas jika harus bertemu dengan Barnard.
Laki laki yang sudah menyebabkan semua ini terjadi. “ jika waktu itu dia tak bersama wanita lain mungkin aku juga tak mungkin bertemu dengan Donzello dan tak mungkin merasakan rasa sakit ini dan ini semua gara-gara Bernard sialan itu...” Gumam nya ketika a berada di dalam kamar mandi.
Dia kecewa dengan keadaan dan kenyataan bahwa cintanya tak semulus orang-orang saat ini. “ Tunangan ku selingkuh di belakangku dan sekarang aku terjebak dengan cinta terlarang dan pada akhirnya aku juga dicampakkan oleh nya...” Senyum nya kecut membayangkan nasib nya yang berantakan saat ini.
Sedangkan di ruang kerja Erik dan Barnard tengah sibuk dengan beberapa dokumen serta laptop mereka masing-masing yang kebetulan mereka sedang memiliki rencana bersama untuk sebuah pembangunan.
“ Barnard aku hanya ingin arsitek mu yang kau bilang handal itu. Aku tidak mau pembangunan kali ini dirancang oleh orang lain. Kau tahu bukan jika ini adalah permintaan Ibu dari Charlotte yang sudah meninggal.”
“ Aku tahu Paman. Besok aku akan membawa nya ke perusahan Paman.”
“ Hmm segeralah datang karena aku ingin segera membangun nya.”
Bernard hanya mengangguk. “ Paman apa Charlotte masih di sini?”
“ Dia masih di sini nanti kau bisa menemuinya dan bicara lagi dengan nya. mungkin sekarang dia bisa menerima penjelasan mu semalam Paman sudah mengatakan nya tapi untuk dia mau lagi denganmu atau tidak itu keputusan Charlotte karena aku tak ingin memaksa nya.”
“ Terima kasih Paman sudah membantuku. Jika dia tak ingin kembali aku akan berusaha membuatnya jatuh cinta lagi pada ku. aku yang salah dan aku siap menanggung semuanya.”
“ Bagus jika kau sadar kau salah...” Cibirnya karena dia juga sebenarnya sangat kecewa karena Bernard mengkhianati keponakan nya tapi melihat Barnard yang bersungguh-sungguh membuatnya memberikan satu kesempatan lagi padanya.
__ADS_1
Sedangkan Charlotte keluar dari kamarnya dengan kaki yang berat serta wajah yang sedikit pucat. Meskipun dia sudah memakai make up ternyata masih belum bisa menutupinya pucat wajah nya.