
Dalam hidup, kadang kamu harus menerima bahwa tak semua harapan jadi kenyataan.
Dan yang kamu butuhkan adalah keberanian untuk merelakan untuk melepaskan.
_______
Donzello bangun dari tidur nya yang panjang. Badan nya terasa panas dan sakit. Dia menggeliat merasakan sesuatu yang sangat berat di antara tubuh nya serta lengan nya. Dia memijat keningnya yang terasa berat saat ini. Hatinya seperti gusar. Dia mencoba untuk membuka mata nya. perlahan dia menatap sekitar tapi matanya tak menangkap bahwa itu adalah kamar miliknya ataupun kamar dari kekasihnya.
Dia bertanya-tanya tapi karena kepalanya yang terasa berat serta lengan nya terasa kebas dia kembali memejamkan matanya dengan dia yang mengingat kejadian semalam.
“ Sepertinya masih sepi...” Suara yang tak asing di telinga nya membuatnya langsung tersadar serta bayangan yang semalam terjadi kini membuatnya terkejut bukan main.
Donzello yang tiba tiba terbangun dengan terduduk membuat seseorang yang ada di samping nya tepat nya tidur di lengan nya juga terbangun karena juga terkejut. “ Selamat pagi! Kau sudah bangun.”
Suara itu membuat Donzello menoleh kebelakang dengan mata yang melotot serta wajah yang sudah tak bersahabat lagi. Wajah nya memerah bahkan jantungnya sudah berdegup kencang tak karuan saat ini.
“ Apa yang kau lakukan di sini bersama ku?” Tanyanya dengan suara dingin. Bahkan tak ada kelembutan yang seperti semalam.
“ Sayang ada apa denganmu?” Dia memeluk tubuh Donzello dari belakang mencium punggung kekar dengan penuh kemenangan.
“ Lepaskan aku! Jangan berlagak kita suami istri...” Ketus nya dengan dia yang mencoba berdiri menggunakan celana nya yang berserakan di sekitar ia tidur.
“ Kita memang suami istri...” Senyumannya sangat licik. “ Kau tak ingat semalam kita menjadi satu dan kita melakukan adegan itu dengan panas.”
“ Hentikan Grace kau menjebakku. Meskipun kau mengejabak ku pada akhirnya aku akan tetap menceraikan mu...” Donzello berlalu keluar dari tenda tempat di mana mereka berdua telah tidur dengan panas yang membara.
Grace terpaku dia tak menyangka bahwa suami nya akan tetap menceraikan nya setelah mereka menghabiskan malam yang panas semalam. Grace dengan cepat memakai bajunya dia juga keluar dengan dia yang mengejar sang suami nya yang wajahnya terlihat sangat marah.
__ADS_1
“ Selamat pagi Kak....” Olivia yang berdiri agak jauh dari taman langsung menyapa Donzello dengan tersenyum.
Donzello hanya menatap dingin ke arah adik iparnya dia berlalu pergi tanpa mau menjawab apa yang dikatakan oleh sang adik. Olivia hanya menelan ludahnya dengan kasar mendapatkan sikap dingin tersebut. Donzello dengan langkah cepat dia memilih untuk masuk ke dalam kamar nya mengunci kamar tersebut dengan dia yang memendam rasa kesal pada dirinya sendiri.
“ Argh....” Dia berteriak membanting semua yang ada di sana dada nya naik turun dengan emosi yang terpendam.
Setelah puas ia berteriak dia terdiam dengan duduk memikirkan alasan apa yang akan ia berikan kepada kekasihnya. Dia melihat ponsel nya membuka nya dengan jantung yang sudah tak karuan. Matanya terbelalak terkejut ketika melihat panggilan tak terjawab dari sang kekasih yang cukup banyak dan ada satu pesan yang membuatnya terkejut bukan main.
Bibi tahu tentang hubungan kita.
Donzello kini langsung menghubungi kekasih tapi nomor nya tak bisa ia hubungi. Dia kini panik tak tahu harus bagaimana. Semaunya berputar putar di pikiran nya. jikapun keluarga dari sang kekasihnya tahu pun tak masalah baginya karena dia sendiri juga menentukan pilihan nya tapi jika keluarga nya memisahkan mereka dia yang tak bisa berkutik karena posisi mereka yang salah.
Tok!! Tok!! Tok!!
“ Donzello buka pintu nya.. Don kita harus bicara...” Ketukan dari pintu itu membuat Donzello menatap pintu yang tertutup.
“ Donzello buka...” Grace kini menggedor pintu kamarnya yang di kunci oleh suaminya saat ini. Donzello bangun dia tak peduli dengan penampilan.
Donzello yang membuka pintu kini langsung ingin pergi dia tak peduli dengan istrinya yang saat ini sudah berdiri di depan pintu. Grace yang merasa tak di anggap kini langsung menarik kasar suaminya mengajaknya untuk masuk ke dalam kamar dengan paksa.
“ Apa yang kau lakukan hah?” Nadanya kini langsung tinggi dengan dia yang langsung menghempaskan tangan istrinya dengan kasar.
“ Kamu yang akan melakukan apa hah?” Grace tak kalah meninggikan suaranya. “ Setelah apa yang kau lakukan padaku semalam lalu sekarang kau ingin menceraikan ku. kau pikir setelah aku melayanimu kau bisa tiba-tiba membuangku seperti sampah...” Sambungnya dengan nada yang masih tinggi. Bahkan matanya menantang Donzello saat ini.
Donzello mengatur nafasnya yang memburu dia menatap istrinya dengan kesal. Rasa yang kemarin ada kini tiba-tiba hilang ketika ia melakukan hal rendah untuk mendapatkan apa yang dia mau bahkan dia tak memikirkan apa yang terjadi setelah ini.
“ Kau yang menjebak ku bukan aku yang mau atau rela melakukan itu padamu.”
__ADS_1
“ Menjebak? Kau pikir aku semalam melakukan apa hingga kau berpikir aku menjebak mu hah?”
Donzello tersenyum sinis. “ Kau pikir aku tidak bisa merasakan apa yang terjadi pada tubuhku? Kau sengaja memasukan obat pada minuman ku...” Nadanya tinggi dia tak menyangka bahwa wanita yang ada di depan nya dengan tega menjebak dirinya.
“ Donzello aku hanya ingin mempertahankan rumah tangga kita...” Jawabnya dengan gugup. “ Apa aku salah mempertahankan semua yang aku punya...” Lirih nya dengan sedih.
“ Cukup Grace! Keputusan ku tetap sama aku akan tetap menceraikan mu. Suka atau tidak terserah. Meskipun kau sudah menjebak ku, aku tidak peduli. Keputusan ku tetap sama. Kita akan bercerai...” Ucapnya dengan tegas.
“ Aku tidak mau!”
“ Terserah...” Donzello melangkah keluar dari kamarnya.
“ Kau menceraikanku karena kau tergila-gila dengan wanita lain bukan? Apa hebatnya dia dibanding diriku?”
“ Dia lebih segala nya. yang terpenting dia lebih dari mu...” Donzello melangkah kembali.
“ Wanita baik tidak akan merusak rumah tangga orang Donzello. Aku yakin dia sekarang ****** yang rela me-“
“ Tutup mulutmu...” Katanya dengan nada tinggi.
“ Dia memang ****** yang rela melemparkan tubuh nya pada dirimu...” Grace tak kalah tinggi nya saat ini.
“ ****** kau bilang?”
“ Iya dia ****** yang rela merangkak di ranjang mu hanya demi uang seharusnya kau buka mata mu.”
“ Seharusnya kau yang buka matamu itu...” Donzello mengepalkan tangannya andaikan dia bukan wanita sudah siap ia memukulnya. “ KAU YANG BUKA MATA MU. AKU KURANG APA HAH HINGGA KAU TEGA MELEMPARKAN DIRIMU PADA SELINGKUHAN WANITA MU ITU?” Donzello dengan nada tinggi menekan kata kata nya.
__ADS_1
“ KAU SELINGKUH DI BELAKANGKU. TIDAK KAU TIDAK SELINGKUH TAPI KITA MENIKAH UNTUK MENUTUPI AIBMU YANG MENJIJIKAN. AKU BAHKAN TAK SUDI MENYENTUHMU LAGI.”
DEG!!