
" Don bangun aku lapar…" Suara serak dari wanita cantik yang baru bangun tidur membuat laki laki tampan itu juga menggeliat dari tidurnya.
" Ini sudah siang dan aku sangat lapar…" Ucapnya lagi dengan duduk di sebelah kekasihnya yang masih mengerjapkan matanya.
" Maaf sayang aku ketiduran…" Setelah pergulatan panas yang mereka lakukan pagi tadi membuat mereka kembali tertidur dan siang hari mereka baru bangun karena rasa lapar.
" Aku lapar kau tega sekali karena tak memberi ku makan sampai siang hari…" Liriknya dengan merajuk, Charlotte memajukan bibirnya seakan dirinya marah.
" Sayang jangan seperti itu, aku bisa memakan mu jika kau seperti ini…" Godanya dengan menatap penuh dengan gaira* yang tinggi.
" Donzello…" Bentaknya karena wanita itu kesal dia yang sangat lapar tapi malah laki laki itu malah menggoda nya.
" Baiklah Tuan Putri, sebaiknya kamu mandi dulu nanti aku pesankan makanan untuk kita."
" Aku ingin makan di luar."
" Charlotte sayang jika kita keluar akan sangat lama, kamu juga belum mengambil baju, dan baju mu sudah robek semalam."
" Ahh.. kau ini…" Charlotte hanya mendengus kesal dia tak peduli dengan apa yang dilihat Don kali ini.
Dia kini memilih segera turun dari ranjang berjalan tanpa sehelai benang pun menuju ke arah kamar mandi. Dengan jalan yang santai semua nya dapat di lihat jelas oleh kekasihnya yang ada di sana.
Donzello hanya menggeleng dengan menahan hasra* yang terpendam, jika saja wanita nya tak merasa lapar dapat di pastikan dia akan memakan kekasihnya di kamar mandi.
Adegan panas yang ada di kamar mandi pasti akan terulang kembali tapi sayangnya wanita itu tengah marah karena dia kelaparan.
Drt!! Drt!! Drt!! Getaran pada ponselnya setelah dia memesan makanan untuk dia dan wanita nya kini mengalihkan matanya. Donzello menatap nama yang ada di sana dengan rasa malas nya.
Donzello menghela nafasnya dengan kasar sebelum dia menjawabnya dia harus memastikan jika kekasihnya masih lama ada di kamar mandi.
__ADS_1
" Hem berapa uang lagi yang kau minta dari ku hari ini?" Donzello kini tak ada basa basi nya ketika pertama kali mendengar suara wanita di seberang telpon sana.
" Astaga sayang kenapa harus marah marah, selama kau ada di kapal aku baru ini mendengar suara mu. Apa ada yang salah di sana? Atau kau merindukan ku?" Suaranya yang manja membuat Donzello hanya mampu menghela nafasnya dengan berat.
" Ada apa katakan? Jangan basa basi. Aku banyak pekerjaan…" Donzello kini berdiri menghadap langsung ke arah lautan yang bisa di lihat langsung dari kamar nya yang super mewah.
" Aku merindukan mu, segera pulang. Apa kau tak merindukan ku juga sayang?"
Deg!! Ungkapan rindu yang di katakan istrinya mampu membuat jantung itu terasa berhenti, seakan semuanya terhenti seketika. Tapi getaran bahagia terasa tak ada hati nya hampa tak ada apapun di sana.
Ceklek!! Suara pintu kamar mandi yang terbuka malah membuat laki laki itu gugup ketakutan. Jantungnya malah tak karuan ketika mendengar langkah kekasihnya yang keluar dari kamar mandi.
" Aku akan menghubungi lagi saat ini aku sedang sibuk…" Donzello segera mengakhiri panggilan itu dengan cepat.
Jantungnya memompa cepat, getaran ketakutan kini malah ada di saat kekasihnya keluar dari kamar mandi, getaran itu malah ada kepada wanita yang baru di jumpai olehnya.
Dan mungkin dia akan menghubungi pilot pribadinya untuk membawa dia pulang bertemu istrinya tapi saat ini malah dia yang tak bergerak untuk pulang bertemu istrinya.
" Apa kamu sudah memesan makanan untuk kita?"
Donzello segera berbalik menatap ke arahnya dengan mata yang hampir lepas dari wajahnya. Charlotte begitu seksi dia hanya memakai kemeja Don yang berwarna putih tanpa dalaman hingga terlihat jelas sebuah gunduka* yang menjadi kesukaan nya.
" Aku sudah memesan nya sayang, tapi aku tak tau makanan apa jadi aku pesan banyak nanti kamu bisa memilih apa yang ingin kamu makan."
" Mandilah dulu agar kita bisa makan sama sama…" Donzello mengangguk pelan dengan senyum tipis di bibirnya.
Donzello melangkah tapi sebelum dia kembali melangkah dia menatap kekasihnya dengan tatapan aneh nya.
" Jika aku mandi siapa nanti yang buka pintu jika mereka datang membawa makanan?"
__ADS_1
" Tentu saja aku siapa lagi yang akan membuka pintu Don…" Charlotte malah heran dengan pertanyaan yang di katakan oleh laki laki laki yang akan masuk kamar mandi.
" Tidak tidak, mereka akan melihat tubuh mu yang terlihat jelas. Aku akan mandi setelah mereka datang."
" Don mereka masih lama, kau bisa mandi dulu."
" Tidak, sebentar lagi pasti akan datang."
Charlotte hanya menggeleng kepalanya dengan heran ketika laki laki itu malah menolak untuk segera mandi, dia malah kembali duduk di sisi ranjang dan tak peduli jika Charlotte menatapnya dengan tatapan tajamnya.
Dan benar tak lama suara ketukan pintu itu terdengar dan membuat Donzello segera beranjak dan membuka pintu. Para pegawai restoran yang ada di sana kini membawa makanan yang sangat banyak dan itu membuat Charlotte tak percaya dengan apa yang di lihat oleh nya.
" Jaga mata kalian, jika kalian tak bisa menjaga mata aku bisa mencokel mata kalian…" Ancamnya kepada laki laki pegawai restoran yang masuk membawa makanan yang telah di pesan.
Bahkan orang orang itu tanpa di ancam pun tak akan berani menatap wanita milik bos nya, mereka masih sangat menyayangi nyawa dan pekerjaan mereka. Mereka yang mendengar hal itu kini segera keluar dari kamar bos nya agar tak ada hal yang tidak tidak.
" Sekarang sudah bukan?, Ayo sekarang cepat mandi?"
" Makanlah dulu nanti aku akan makan sendiri juga tak masalah…" Donzello melangkah ke arah kamar mandi.
" Sayang bisakah jika kau mandi cepat dikit, aku akan menunggu mu makan bersama…" Ujarnya dengan lembut.
Langkah Donzello lagi lagi terhenti dia kembali tertegun dengan apa yang di dengar oleh wanita nya. Dia tak menyangka lagi lagi perhatian kecil semacam itu mampu membuatnya melambung tinggi.
" Tunggu sebentar sayang aku akan segera mandinya…" Donzello dengan cepat masuk ke dalam kamar mandi, dia dengan segera ingin menyelesaikan urusan mandinya agar bisa makan bersama.
Astaga hanya hal kecil seperti itu mampu membuat ku melambung tinggi. Batinnya dengan menyentuh jantungnya yang tak karuan karena senang.
Rass cinta dan nyaman kini dirasakan oleh laki laki tampan yang berstatus mrmiliki istri saat ini. Donzello seakan melupakan statusnya dan terlalu bahagia dengan wanitanya.
__ADS_1