Orang Ke Tiga

Orang Ke Tiga
Pulang 1


__ADS_3

" Sayang apa kau lapar? Aku akan mengatakan kepada-"


" Aku lelah aku ingin istirahat…" Donzello yang harus terpaksa pulang bersama istri dan adik iparnya kini sudah tiba di rumahnya.


Selama perjalanan pulang tak ada percakapan yang seperti biasanya. Laki laki tampan itu lebih banyak diam dibanding berkomentar tentang semuanya. Donzello seakan tak peduli jika istrinya dari tadi berada di dekatnya.


" Aku akan siapkan air hangat untuk mu mandi…" Katanya dengan cepat.


" Tidak perlu aku bisa melakukanya sendiri…" Langkah wanita itu terhenti ketika sang suami menolak apa yang ingin dia lakukan.


Grace dan Olivia terdiam seribu bahasa, sikap dingin dan kaku membuat seluruh ruangan terasa dingin tak bisa bernafas. Olivia tahu bahwa kakaknya pergi sewaktu dia sedang bertengkar.


" Sayang aku akan melakukannya! Kau pasti lelah bukan, biarkan aku yang menyiapkannya…" Paksanya dengan menoleh ke arah suaminya yang dari tadi wajahnya sangat datar.


" Olivia pergilah jika kamu memiliki pekerjaan, jika tidak masuk ke kamar mu…" Perintahnya dengan tegas.


" Iya kak! Aku akan pergi!" Olivia segera pergi dari rumah itu dia memang memiliki pekerjaan yang harus dia lakukan saat ini.


" Neni.. Neni…" Teriak Don memanggil kepala pembantu rumahnya.


" Iya Tuan! Selamat datang kembali Tuan! Maaf saya tidak tahu anda datang…" Katanya dengan menunduk.


" Buatkan aku kopi dan antar ke ruang kerja ku! Aku akan mandi lalu berada di sana…" Donzello tanpa menunggu apa yang dikatakan oleh kepala pembantu langsung meninggalkan nya dan melewati istrinya dengan tatapan dinginnya.


Donzello merasa rumah tangga sungguh memalukan,dia sadar bahwa semuanya harusnya tak pernah terjadi. Kebohongan demi kebohongan pasti sering dilakukan oleh istrinya tapi baru kali ini dia tahu semuanya dan itu membuat dadanya terasa sesak.


Grace menatap punggung suaminya yang menjaganya, dia merasa heran kepada suaminya. Baru kali ini suaminya menghindarinya dan bersikap dingin kepada dirinya. Padahal selama ini suaminya selalu bersikap romantis dan hangat kepadanya.


Donzello langsung masuk ke dalam kamarnya dan tak melihat sekelilingnya dia langsung masuk ke dalam kamar mandi, dia ingin membersihkan dirinya dengan cepat.


Ada apa dengan dia? Apa dia masih marah pada ku?. Batinnya dengan masuk ke dalam kamarnya.


Grace menatap ruangan kamarnya yang tak ada suaminya tapi gemericik suara air kini terdengar. Dia tersenyum dengan kejahilannya dia yang ingin membuka kamar mandi kini harus menelan ludahnya karena kecewa.

__ADS_1


Di kunci? Kenapa harus di kunci? Batinnya bertanya tanya karena ini pertama kalinya sang suami mengunci pintu kamar mandi.


Sedangkan Donzello yang selesai mandi kini berdiri di depan kaca hanya mengenakan handuk putih yang menutupi pinggang nya. Senyumnya sedikit mengembang ketika melihat tanda tanda merah yang banyak di sekitar dada nya.


Dadanya yang bidang kini dipenuhi dengan tanda kepemilikan dari kekasihnya. Tak hanya satu tapi ada puluhan tanda yang akan butuh waktu lama untuk menghilang. Bagaimana tak banyak tanda mereka setiap hari bercinta, lebih banyak menghabiskan waktu bersama berdua dengan bercinta.


" Kau di mana Sweetheart kenapa dari tadi tak bisa ku hubungi? Apa kau bersama laki laki yang tadi?" Rahangnya mengeras ketika mengingat kekasihnya bersama laki laki lain.


Tok!! Tok!! Tok!!


" Don apa kau sudah selesai? Kenapa lama sekali kau mandi?" Ketukan dan suara sang istri kini menyadarkan dia bahwa saat ini dia berada di rumah bersama sang istri.


Donzello tak menjawabnya dia lebih memilih segera berganti baju santai dan ingin menghabiskan waktu di ruang kerja nya dengan terus menghubungi wanitanya yang dari tadi tak bisa di hubungi.


Ceklek!!


Suara pintu terbuka membuat wanita itu langsung menghampiri suaminya yang baru saja keluar dari kamar mandi.


" Sayang aku merindukan mu…" Donzello terpaku dengan diam ketika istrinya secara tiba tiba memeluknya dari arah belakang dan mengatakan rindu kepadanya.


Grace yang tak mendapatkan jawaban dari suaminya kini segera berjalan dan berdiri di depan suaminya yang masih diam di sana. Tangannya kini menyentuh wajah suaminya mengelus wajah suaminya dengan senyuman.


Mata mereka beradu pandang dengan tatapan yang berbeda. Grace menatap suaminya yang dingin tapi Donzello menatap istrinya dengan tatapan datarnya.


" Aku merindukan mu! Selama kau berada di sana kau sama sekali tak menghubungi ku sekali saja,apa kau sungguh sibuk hingga melupakan aku istrimu yang berada di rumah? Setiap hari aku selalu menunggu mu pulang dan sekarang aku sungguh merindukan mu…" Katanya dengan lembut.


Donzello tak bergeming dia tetap diam dengan menatap istrinya entah kenapa hatinya tak bahagia ketika mendengar ungkapan dari istrinya seakan hatinya kini mati dengan rasa cinta itu.


Grace menggapai bibir suaminya dia ingin memulai dari awal bersama suaminya, semalaman dia berpikir bahwa dia harus kembali bersama suaminya. Apapun nanti yang terjadi nanti yang terpenting dia sudah berusaha melupakan masa lalunya dan membuka lembaran baru bersama sang suami.


Grace ********** dengan memejamkan matanya dia yang memulai permainan panas ini. Donzello diam dia masih mencerna apa yang terjadi dan apa yang dilakukan oleh istrinya.


Ciuman itu semakin membuat jiwa kelelakian Don terbakar, hasrat itu muncul ketika tangan istrinya dengan sengaja menggoda di bawah sana. Don membalas ciuman itu dengan penuh liar, mereka saling membalas ciuman itu dengan sama sama terpejam. Ciuman yang penuh dengan hasrat yang ingin tersalurkan.

__ADS_1


Aku mencintaimu Honey, kau hanya milikku dan milikku.


Aku mencintaimu Charlotte, kau hanya milikku dan aku milikmu. Hati ini sudah dipenuhi namamu.


Ahh.. sakit… kau masih virgin.. astaga aku tahu jika kau masih menjaga virgin mu.


Tuan apa Nyonya bersama anda? Nyonya dari semalam belum pulang dan mengatakan bersama anda.


Bayangan dan kata kata itu kini tiba tiba memenuhi telinga laki laki yang memiliki hasrat kepada istrinya. Senyum manja dan perhatian perhatian dari Charlotte seakan muncul di depan saat ini.


Donzello secara tiba tiba melepaskan ciuman itu dan sedikit mendorong tubuh istrinya yang tadi tanpa ada jarak di antara mereka.


" Sayang ada apa?" Grace merasa heran karena suaminya secara tiba tiba melepaskan ciuman itu.


Nafasnya memburu tapi tatapannya begitu tajam kearah istrinya. " Aku lelah aku ingin istirahat…" Tolaknya dengan cepat.


Donzello langsung ingin pergi dari kamar tersebut. " Sayang apa kau tak ingin bersama ku hari ini? Apa kau tak merindukan ku? Lihatlah kamar ini?" Katanya dengan mencegah suaminya untuk pergi.


Donzello menatap sekeliling kamar itu dengan berbeda, kamar itu kini dipenuhi dengan bunga yang indah, kasur mereka juga tengah dipenuhi bunga mawar merah yang harum. Jika semuanya belum terlambat mungkin dia akan bahagia tapi semuanya sudah terlambat, hatinya telah dicuri wanita cantik yang membuatnya tergila gila kepada.


" Istirahatlah! Aku akan keruangan kerja ku ada yang harus aku urus di sana."


" Sayang tapi aku meri-"


" Aku ada pekerjaan…" Donzello langsung meninggalkan kamar nya.


Dia tak peduli dengan suara istrinya yang memanggil namanya. Dia tetap melangkah menuju ruangannya dengan rasa bersalahnya. Tapi hatinya tak bisa berbohong bahwa tak ada getaran cinta yang dia miliki untuk istrinya saat ini.


Maafkan aku! Aku hampir melakukannya dan membohongi Charlotte. Batinnya dengan memijat pelipisnya yang terasa pusing.


Kenapa hati ku tak memiliki getaran cinta lagi kepada Grace? Apa aku sungguh sudah tak memiliki rasa cinta kepada nya?


Charlotte kau di mana sayang kenapa kau tak bisa dihubungi sekarang.

__ADS_1


Pikirannya kini kembali gusar karena wanitanya tak bisa dihubungi dari tadi turun dari kapal pesiar.


__ADS_2