
Sedangkan di tempat lain Charlotte berulang kali menghela nafasnya dengan kasar. Pikiran tak karuan, hati nya gusar serta sakit hati. Wanita mana yang tak sakit hati melihat orang yang dicintai sedang bermesraan dengan wanita lain meskipun ‘istri’ nya.
“ Sial.. argh....” Teriaknya dengan pelan. “ Kenapa cinta ku seperti ini. Harusnya aku tak melakukan hal ini. Harusnya aku tak melompat pada api itu...” Gumam nya dengan mengusap wajahnya dengan kasar.
Menyesal, hanya itu yang mungkin saat ini pantas digambarkan oleh wanita itu. Dia menyesal telah berjalan di kobaran api yang tadi nya hampir mati. Kini kobaran itu malah semakin ingin membakar dirinya meskipun dia berusaha untuk lari tapi api masih terus mengejarnya dengan cepat.
“ Apa yang harus aku lakukan sekarang? Aku tak bisa mundur ataupun maju. Kenapa percintaan ku membuat ku semakin terluka seperti ini...” Dia terduduk dengan lemas di lantai dengan kedua matanya menutupi wajahnya.
Mata nya kini memerah serta berkaca-kaca. Air mata nya kini tumpah begitu saja. Dia sakit hati sangat sakit hati. Luka perih yang diberikan oleh Bernard saja belum pulih sepenuhnya tapi sekarang malah di goreskan lagi oleh laki laki lain yang menjadikan dia ‘selingkuhan’.
“ Apa seperti ini rasanya dijadikan selingkuhan? Sakit dan perih...” Dia tersenyum getir mendengar apa yang ia ucapkan sendiri.
“ Hanya kau yang mampu menjawab nya saat ini. Hanya kau yang mampu memilih bertahan atau mundur...” Sambungnya dengan menatap kedepan.
Saat ini hatinya rapuh semua yang bisa membuatnya nyaman dan tenang hanyalah Donzello, laki laki yang menjadikan dirinya selingkuhan yang mungkin saja akan tetap menjadikan dia selingkuhan. Tapi dia tak bisa bertahan jika melihat orang yang dicintai disentuh dan dimiliki wanita lain.
Posesif dan egois, iya. Dia memang egois tapi salahkah jika dia ingin memberikan rasa bahagia nya sendiri meskipun merebut laki laki itu dari sosok istrinya yang saat ini ingin mempertahankan hubungan nya.
Ceklek!!
Mata nya melotot tak percaya siapa yang telah membuka pintu tersebut. Charlotte yang tadi tertunduk lemas kini langsung berdiri dan menghapus air matanya dengan cepat.
__ADS_1
“ Apa yang kau-“
Belum sempat Charlotte bertanya laki laki itu dengan cepat membungkam bibirnya dengan ciuman yang begitu liar. Charlotte yang mendapatkan serangan dadakan sedikit memberontak dengan mendorong tubuhnya tapi kekuatan orang itu tak bisa dilawan.
“ Apa yang kau lakukan?” Tanyanya dengan nada kesal ketika ciuman itu terlepas.
Tapi laki laki itu tak menjawabnya melainkan malah menggapai tengkuk Charlotte dan kembali melayangkan ciuman nya kembali. Charlotte tetap memberontak mendorong tubuhnya dengan kencang tapi nyatanya laki laki itu malah mendorong tubuh kecil Charlotte dengan perlahan hingga menempel di dinding nya.
Charlotte yang kembali mendorong kini kedua tangan nya malah ditangkap dan di kunci begitu saja ke atas kepalanya dengan segera. Laki laki itu terus menciumnya dengan liar dan kasar. Laki laki itu menekan nya ke dinding dengan tubuhnya yang juga menempel ke tubuh Charlotte.
Laki laki itu melepaskan ciuman nya ketika merasakan tak ada perlawanan serta pasokan udara mereka terasa habis saat ini. Kedua mata mereka sama sama terpejam dengan nafas yang memburu. Kening mereka menempel dengan mereka yang sama sama mengatur nafas mereka.
Donzello yang dari tadi tak melepaskan pandangan dari kekasihnya bisa mengetahui dengan mudah keberadaan kekasihnya yang berada di dalam toilet. Dia yang tadi langsung melepaskan dirinya dari Grace memilih untuk mengejar Charlotte. Dadanya terasa sesak melihat Charlotte dipeluk oleh orang lain apalagi dia adalah mantan tunangan nya. laki laki yang pernah ada di hati kekasihnya.
“ Maaf...” Satu kata yang membuat mata mereka sama sama membuka dengan saling menatap satu sama lain. Kilatan cemburu juga masih jelas dari mata nya tapi dia juga tak bisa bersikap kasar pada wanitanya.
“ Untuk apa?”
“ Aku sudah menciummu dengan kasar. Maafkan aku...” Katanya dengan dia yang menunduk merasa bersalah karena dia tiba-tiba menciumnya dengan kasar.
“ Sebenarnya ada apa?”
__ADS_1
“ Dadaku terasa sesak melihat kamu berduaan dengan Barnard. Aku kekasihmu bukan dia....” Ucapnya dengan tegas. “ Dari tadi aku ingin sekali menarik tanganmu dari nya, memelukmu dan mengatakan kepada semua orang bahwa kau milikku hanya milik ku tapi aku bisa menahan nya...” Sambungnya dengan suara yang dingin.
“ Kita berada di dalam satu pesta tapi kita tak bisa untuk saling bicara ataupun saling menyapa dan mengumumkan tentang hubungan kita. Aku merasa menjadi laki laki paling brengsek karena aku mencintaimu tapi aku bersama wanita lain...” Donzello menekan kata kata nya dengan rasa yang tak bisa ia ungkapkan.
Hatinya bergejolak marah, dadanya yang terasa sesak karena cemburu tadi kini masih memenuhi dirinya. Dari tadi dia masih bisa menahan emosinya membiarkan wanita yang dicintai masih bersama laki laki lain.
“ Apa yang kau pikirkan Don? Aku tak mungkin kembali dengan Barnard.”
“ Dia berada di sisimu selama berapa tahun Sayang, sedangkan aku hanya berada di sisi mu belum lama. Bagaimana aku tak merasa cemas kau berada di dekat nya.”
“ Donzello Sayang aku tak akan pernah kembali dengan nya. percayalah aku tak mungkin bisa kembali.”
Donzello memeluk tubuh Charlotte dengan erat seakan dia memang tak ingin berpisah dengan wanitanya. Rasa cinta nya yang begitu besar membuat dia ketakutan ketika melihat sang wanita bersama laki laki lain. “ Dia pernah ada di hatimu bahkan rencana pernikahan kalian yang kau impikan. Aku hanya takut kau tergoda untuk kembali.”
“ Seharusnya yang takut adalah aku. Kau dari tadi selalu menempel dengan istrimu itu dan dia juga seperti sengaja mengumbar kemesraan agar semua orang melihat jelas kebahagian kalian. Aku takut kau terbawa suasana dan kembali memperbaiki hubungan kalian yang sempat goyah...” Charlotte membalik kata kata Donzello dengan dia yang juga merasakan ketakutan.
Donzello menyentuh pipi kekasihnya dengan lembut mencium keningnya dengan sangat lembut lalu menatap mata sang kekasih dengan sungguh-sungguh. “ Di hati ku sekarang hanya ada namamu jadi jangan pikir aku akan kembali dengan nya. aku tak akan pernah memberikan dia kesempatan. Kau tahu alasannya.”
“ Don kenapa mencintaimu begitu sesakit ini. Aku merasakan sakit melihat mu di sentuh wanita lain dan kau juga merasa sakit ketika melihat ku di sentuh laki laki lain. Kenapa cinta kita harus sakit.”
“ Aku janji akan menyelesaikan nya dengan cepat. Beri aku waktu hem...” Charlotte mengangguk dengan mereka kini sama sama mendekap dengan erat seakan mereka tak bisa untuk berpisah.
__ADS_1