
Deg !!
Jantungnya terasa ingin lompat ketika mendengar nama yang tak asing telinga nya. Wanita cantik yang dari tadi menunduk kini langsung menatap laki laki yang berada di sampingnya yang sedikit jauh.
Jantungnya kini memompa darah lebih cepat dari biasanya,matanya melotot sempurna, kakinya terasa lemas ketika mendengar nama itu dengan sebutan suami.
" Sayang mereka teman teman ku! Dan itu kenalkan Charlotte model serta tamu kita malam ini…" Sebuah nama yang juga tak asing di telinga laki laki tampan itu langsung membuat laki laki itu juga menatap wanita cantik yang ada di sampingnya.
Deg!!
Jantungnya terpacu hebat dia tak menyangka bisa bertemu kekasihnya di sini. Donzello yang terkejut kini langsung merasa kaku di depan kekasihnya saat ini.
" Sayang kau bisa mengajak Charlotte untuk mempromosikan Kapal Pesiar kita dan Brand kita yang akan siap meluncur bulan ini…" Katanya dengan menyelipkan tangannya ke lengan suaminya.
Sedangkan Donzello masih menatap kekasihnya yang sudah tak ingin menatap dirinya, Charlotte menatap ke depan dia tak peduli dengan tatapan kekasihnya. Mereka sebenarnya sama sama terkejut tapi Charlotte dengan cepat menguasai dirinya sendiri.
Charlotte tersenyum manis meskipun hatinya saat ini kecewa telah di bohongi oleh orang yang tadi bersamanya, orang yang bersumpah akan selalu ada di sisi nya. Kini kebohongan itu terungkap di depannya sendiri.
" Sayang duduk dulu mereka masih ingin mengenalmu dan ingin melihat keromantisan kita…" Donzello hanya pasrah ketika sang istri kini menariknya dan duduk di depan Charlotte.
Lagi lagi mata mereka bertemu dengan tatapan yang berbeda, mata mereka bertabrakan dengan rasa yang begitu beda. Tetapi Charlotte teteplah Charlotte wanita yang tenang dan selalu pandai menyembunyikan rasa marahnya.
Saat ini dia masih bisa tersenyum di depan orang yang terang terangan berbohong kepadanya, Charlotte menahan emosinya yang tak akan meledak di sini. Kali ini Charlotte memalingkan muka nya dan tak ingin menatap orang yang sudah berbohong saat ini.
" Sayang katakan sesuatu kenapa kau hanya diam saja?" Bisiknya dengan suara yang begitu manja.
Charlotte merasakan hawa panas yang ada disekitarnya seakan ada api yang mengelilinginya saat ini. Donzello tak membuka suaranya dia hanya diam seribu bahasa yang ada dipikirannya saat ini adalah segera menjelaskan apa yang terjadi.
" Sayang katakan sesuatu?" Bisiknya pelan.
Donzello tanpa sengaja menoleh kearah istrinya yang menempel di sebelahnya tanpa sengaja bibirnya malah mendarat sempurna di bibir istrinya membuat sang istri tersenyum malu dan suara teriakan heboh dari teman teman nya.
" Astaga kalian mesra sekali!"
__ADS_1
" Di depan semua orang saja kalian bisa mesra gini apalagi di rumah!"
Charlotte tak menanggapinya dia hanya tersenyum ketika mereka yang ada di depan nya bersikap mesra. Dadanya terasa sesak amarahnya begitu melambung tinggi dia tak kuat berada di sini saat ini.
" Maaf Nyonya Grace sepertinya saya harus permisi dulu,banyak tamu yang ingin saya sapa…" Charlotte langsung berdiri dengan cepat sebelum dia melampiaskan amarahnya di sana.
" Ah Charlotte padahal kita ingin berbincang bincang lagi denganmu dan suami ku juga baru datang…" Lirihnya dengan kecewa.
" Maaf sekali! Tamu yang lain juga ingin saya sapa. Lain waktu mungkin kita bisa bertemu dan berbincang bincang."
" Baiklah. Ini kartu nama saya dan suami saya siapa tahu anda ingin berlibur dengan kapal pesiar kami, maka kami akan memberikan fasilitas yang sangat mewah dan tentu saja gratis! Benarkan sayang?"
" Hem…" Donzello hanya bergumam pelan dia masih kaku, lidahnya terasa kelu ketika menatap kekasihnya yang tak ingin menatap dirinya sama sekali.
" Terima kasih banyak! Jika begitu saya permisi…" Charlotte yang sudah membawa sebuah kartu nama dan dia segera meninggalkan meja dimana semuanya terasa panas.
Dadanya terasa sesak, jantungnya sungguh tak sesuai normal. Saat ini dia sudah berjalan dengan berusaha ketika seluruh tubuhnya terasa lemas dan tak berdaya.
Nafasnya tak beraturan dia seakan menghirup udara yang sangat banyak, oksigen terasa tak cukup saat ini. Dadanya sangat terasa sesak oleh sebuah kenyataan yang tak bisa dia terima.
" Kepala ku pusing! Bisakah kau antar aku pulang saja, aku tak ingin ada di sani…" Gugupnya yang mata sudah berkaca kaca.
Wanita yang tadi kuat nyatanya hanya sekedar pura pura, saat ini dia limbung dan tak menerima kenyataan yang ada di depannya. Laki laki yang berkata hanya memiliki kekasihnya itu nyatanya sudah menikah, memiliki keluarga yang begitu bahagia.
" Aku antar kau pulang!" Katanya dengan merangkul anak nya.
Asisten tak tahu apa yang terjadi pada anaknya saat ini. Tetapi dia tetap mengantarnya pulang dengan membopongnya. Semua yang mereka alami tadi kini berputar putar di otaknya dia tak menyangka dengan apa yang dia alami.
" Charlotte kau sungguh tak apa? Perlu kita kerumah sakit?" Asistennya sangat panik.
" Aku hanya butuh istirahat saja! Jangan antar aku pulang, pesankan satu kamar untukku di sini."
" Tapi kau sedang tak bai-"
__ADS_1
" Aku butuh kamar di sini saja Vito! Aku ingin di sini aku tak ingin pulang…" Katanya dengan tegas.
" Baiklah aku pesankan kamar!"
Vito asistennya dengan segera menghubungi resepsionis untuk memesan kamar untuk anaknya. Charlotte bersandar di sebuah lift dia masih terkejut dengan apa yang terjadi saat ini. Semuanya berputar putar di otaknya saat ini.
" Ayo aku antar ke kamar!" Katanya dengan kembali berjalan menuju ke sebuah kamar di mana di sana seorang staf nya sudah menunggu mereka.
Kau ini kenapa lagi sih Charlotte, kenapa tiba tiba lemas seperti ini. Batinnya dengan tetap berjalan.
Sedangkan Donzello yang tadi berpamitan ke kamar mandi kini mencari sosok yang dicintai, matanya mengedarkan pandangannya mencarinya tapi tak ada wanita yang saat ini dia cari.
Donzello menghubungi wanita nya tapi tak ada jawaban bahkan dia juga langsung mematikan panggilan tersebut.
" Astaga Sweetheart please angkat!" Gumamnya dengan berusaha menghubunginya tapi lagi lagi tak ada jawaban apapun darinya.
Donzello cemas bukan main ketika dia berulang kali tak mendapatkan jawaban darinya. Hatinya gusar dia tak karuan dia yang ingin meninggalkan tempat ini nyata nya harus di tahan oleh seorang istri yang masih ingin berada di sini.
" Jika kamu masih ingin di sini tetaplah di sini bersama teman teman mu! Aku akan kirim sejumlah uang, tapi aku harus pergi karena aku ada pertemuan dengan klien penting!"
" Sayang kau kenapa sih? Aku hanya ingin berada disini bersama ku! Aku tak butuh uangmu malam ini aku hanya butuh kamu."
" Omong kosong dengan kau yang tak butuh uang ku! Aku ingin pulang…" Tegasnya lagi.
" Oke aku pulang! Tapi biarkan aku berpamitan dengan yang lain dulu."
" Silahkan!"
Donzello kembali menatap sekitarnya mencoba mencari sosok mungil yang membuatnya gusar saat ini tapi nyatanya lagi lagi dia tak menemukan sosok yang dia cari.
Sedangkan Charlotte kini melampiaskan amarahnya dengan memberantakan seluruh kamar mewah hotel tersebut. Sang asisten yang ada di sana kini bingung dengan kening yang mengkerut melihat anaknya mengamuk membabi buta seperti itu.
" Kau membohongiku! Semua laki laki sama saja, semuanya brengsek…" Umpatnya dengan nada tinggi.
__ADS_1