Orang Ke Tiga

Orang Ke Tiga
Ketahuan 1


__ADS_3

Dari sekian banyak laki laki,


Yang ingin memiliki ku,


Aku justru memilih menunggu lelaki,


Yang tidak bisa ku miliki,


Sebodoh itukah jika sudah cinta yang berbicara?


Charlotte Blossom


_________



“ Charlotte apa kamu sudah tidur?” Suara ketukan itu membuyarkan wanita cantik yang masih melamun dengan dia yang dari tadi menunggu kabar dari kekasihnya.


“ Bibi masuklah. Ada apa?”


Amanda hanya menghela nafasnya dengan berat dia menyentuh tangan keponakan nya dengan erat. matanya meneliti wajah keponakan nya dengan lekat.


“ Bi ada apa? Apa Paman masih membicarakan Bernard?” Charlotte merasa heran karena dari tadi Bibi nya tak mengatakan apapun. Dia terus saja memandangi dirinya dengan sesekali menarik nafasnya seakan dada nya terasa sesak.


“ Paman sedang mandi.”


“ Lalu?”

__ADS_1


“ Apa tak ada yang ingin kamu ceritakan pada Bibi mu ini Sayang?” Charlotte mengerutkan keningnya ketika Bibi nya bertanya apa yang tak mengerti.


“ Apa? Tentang Barnard?”


“ Bibi hanya bertanya. Setelah kau memutuskan hubungan dengan Barnard apa kau baik-baik saja. Bibi hanya khawatir tentang keadaanmu.”


“ Apa maksud Bibi? Aku tidak mengerti.”


“ Sayang Bibi tahu kau sangat mencintai Barnard. Semua mimpi pernikahan kau katakan kepadanya, bahkan kau sangat bahagia waktu kau di lamar dulu. Kau mengatur semua pernikahan dengan sendiri. Setelah kau mengakhiri nya apa kau sungguh tak apa?” Amanda tampak sangat hati-hati bertanya kepada Charlotte yang mungkin masih saja menyimpan rasa pada mantan tunangan nya.


Charlotte menghela nafasnya dengan berat sebelum dia menjawab pertanyaan sang Bibi. “ Aku tak apa Bibi. Aku baik...” Dengan dia yang mengulas senyum tipis di bibirnya.


“ Sayang Bibi tahu tak mudah melupakan orang yang ada di hati kita bertahun-tahun. Bibi juga tahu bahwa kau menolak keras untuk kembali dengan nya meskipun hatimu ingin kembali.”


Charlotte memejamkan matanya. “ Jangan berbohong kau sebenarnya masih menyimpan rasa itu tapi rasa kecewa mu melebihi rasa cintamu pada nya untuk sekarang.”


“ Apa yang Ibu katakan benar! Mana mungkin aku bisa melupakan semuanya hanya sebentar. Tak mungkin. Saat ini aku berusaha untuk melupakan nya membuang cinta ku pada nya. aku tak mungkin kembali pada orang yang sudah menyakiti ku...” Kini air mata nya sudah menetes.


“ Aku tak terima alasan apapun tentang perselingkuhan nya Bibi. Aku tak terima semua apa yang ia katakan atau ia jelaskan. Dia yang sadar melakukan hal tersebut. Di saat dia bersama wanita lain ada aku di sisi nya, ada aku yang selalu menunggu kabar nya dan ada aku yang selalu membanggakan nya. jika saat ini dia terluka karena aku menolak nya lagi maka hati ku juga sangat terluka bahkan sangat perih saat itu dan sekarang. Tak hanya dia yang terluka, tapi aku juga sangat terluka. Aku yang jelas tahu dia berselingkuh tapi aku masih sangat bodoh menempatkan dia tetap di hatiku.”


Air matanya kini menetes deras, hatinya terluka, hatinya kecewa. Orang yang dia anggap adalah laki laki yang akan membawa kebahagian malah membawa bara api yang sangat sulit dipadamkan. Luka dan perih yang mungkin akan susah disembuhkan jika bukan dia sendiri yang menyembuhkan nya.


“ Mungkin aku wanita paling naif karena tak mau disentuh oleh tunangan ku sendiri tapi itu karena dia yang pernah mengatakan untuk tidak menyentuhku sebelum kami menikah. Dan sekarang dia mengatakan bahwa dia bermain di belakang ku hanya karena pelepasan. Kenapa bukan dengan ku jika dia membutuhkan pelepasan? Maksud ku kenapa dia beralasan tak ingin menyentuhku hanya tak ingin merusak ku. lalu sekarang dia malah merusak dirinya sendiri dengan wanita lain...” Charlotte tersenyum kecut mengingat hal yang tak pernah ia lakukan dengan Barnard.


Memang benar semenjak acara lamaran yang dilakukan oleh Bernard waktu lalu. Laki laki itu selalu mengatakan untuk tidak menyentuh Charlotte lebih jauh. Dia ingin menikmati momen itu di saat mereka sudah menjadi suami istri. Awalnya wanita mana yang tak malah tersanjung mendengar apa yang dikatakan oleh tunangan nya. dia seperti melambung ke langit mendapatkan laki laki yang sangat menghargai tubuhnya.


Tapi semua apa yang dipikirkan Charlotte hancur berserakan tersapu debu hingga tak tersisa sedikitpun. Laki laki yang memuja dirinya di depan malah bermain di belakangnya hingga membuat rasa kecewa serta rasa perih yang tak bisa dikatakan.

__ADS_1


“ Perselingkuhan yang dilakukan Bernard tak hanya membuat dia yang rugi Bi tapi aku juga rugi dalam ini.”


“ Rugi?” Amanda tak mengerti dengan apa yang dikatakan rugi oleh keponakannya.


“ Dia rugi kehilangan ku dan aku rugi waktu. Waktu ku terbuang sia-sia dengan nya karena sudah bersama orang yang aku anggap adalah orang yang tepat untuk ku.”


“ Sayang...” Amanda memeluk keponakan nya dengan mengelus punggungnya dengan lembut. Bagaimanapun dia tahu bahwa hati nya saat ini tak baik.


“ Jangan pikirkan apa yang dikatakan Paman mu. Jika kau tak mau kembali maka katakan untuk tidak. Kau harus tegas dan tetap dengan satu pilihan mu.”


“ Aku tahu Bi. Keputusan ku tetap sama aku tak akan pernah kembali karena sekali dia bersama wanita lain berarti dia dengan sengaja mendorongku untuk pergi dengan perlahan.”


“ Kau benar...” Amanda melepaskan pelukan nya dengan tersenyum. “ Jangan dengarkan apa yang dikatakan oleh Bernard ataupun Pamanmu. Mereka laki laki yang dengan mudahnya membuat kesalahan lalu mereka pikir bisa diselesaikan dengan kata maaf. Mereka pikir perselingkuhan bukan hal yang penting dalam satu hubungan. Mereka menganggap perselingkuhan hal yang wajar.”


Setiap orang memiliki pemikiran yang berbeda-beda tentang perselingkuhan. Hanya saja terkadang para laki laki selalu menganggap mudah tentang perselingkuhan yang mereka lakukan. Charlotte tak menjawab nya melainkan dia hanya tersenyum.


“ Lalu sekarang apa yang ingin kau katakan lagi pada Bibi...” Charlotte yang tadi menghapus air matanya menatap curiga pada sang Bibi.


“ Aku rasa hanya itu yang belum aku ceritakan pada Bibi.”


“ Benarkah?” Charlotte mengangguk. “ Apa sekarang masih belum ada yang bisa menggantikan Barnard di hati mu?”


“ Bibi jangan bertele-tele katakan apa yang ingin Bibi katakan. Jangan membuat ku bingung dengan pertanyaan Bibi itu...” Charlotte terlihat kesal ketika mendengar Bibi nya seperti main teka\=teki dengan nya.


“ Baiklah tapi berjanji kau jangan marah?” Charlotte mengangguk dengan menatap lekat Bibi nya.


“ Katakan ada hubungan apa kamu dengan Tuan Donzello?”

__ADS_1


Deg!!!!


__ADS_2