Orang Ke Tiga

Orang Ke Tiga
Bertemu


__ADS_3

" Sweetheart ini nomor ku! Kau simpan dan mana nomermu!" Donzello dan Charlotte selama berada di dalam kapal tak pernah saling menghubungi.


" Donzello sayang kenapa kau merasa khawatir? Apa kau kah takut jika aku tak akan menghubungimu hem?" Kedua tangan itu kini melingkar di leher kekasihnya dengan senyumannya yang begitu manja.


Tangan laki laki itu kini menarik pinggang kekasihnya mengikis jarak di antara mereka. " Kau tak akan bisa lari dariku sayang!" Katanya dengan mencubit hidung wanita nya dengan mesra.


" Benarkah?"


" Kau ingin lari? Jika pikiran itu ada di otak mu maka aku akan mengikatmu dan kubawa kau ke tempat ku!"


" Jika kau seorang penculik maka aku akan mau di culik oleh mu Tuan tampan…" Godanya dengan manja.


" Jangan menggoda ku sayang! Aku tak akan bisa main sebentar jika kau goda seperti ini…" Wajah Donzello yang mendekat dia ingin menggapai bibir kekasihnya kini harus menggigit jari ketika tangan kekasihnya di letakkan di wajah nya untuk berhenti.


" Kita sebentar lagi akan turun honey jandi jangan buat kita terlambat dan kita akan di gedor oleh para mereka dan itu akan sangat memalukan."


" Siapa yang akan berani mengganggu aktivitas kita hum? Mereka cari maut jika mengganggu kita!" Katanya dengan serius.


" Jangan sombong!" Charlotte melepaskan dirinya dia lebih baik melarikan diri sebelum semuanya terlambat dan akan membuat mereka malu.


Donzello hanya tersenyum tapi dia juga harus melepaskan kekasihnya sebelum gairah menguasai diri mereka.


***


Para penumpang yang ada disana kini bergaris ketika mereka siap akan turun dari kapal pesiar yang membawa mereka berlibur selama beberapa hari ini. Wajah para penumpang cukup puas dengan perjalan mereka kali ini.


Akan banyak kenangan yang tak akan terlupakan saat ini. Semua orang memiliki kenangan yang indah di perjalanan kali ini. Kedua insan ini kini saling bergandengan tangan untuk turun.


Mereka berjalan pelan dengan tetap saling mengobrol. Donzello yang hanya memakai kaos serta celana pendeknya dengan kacamata yang bertengger di hidungnya. Sedangkan Charlotte juga memakai kaos hitam serta celana pendeknya tak lupa dengan kacamata yang bertengger di kepalanya.


" Tak terasa kita akan turun hari ini…" Katanya dengan berjalan pelan dengan mata yang menatap sekelilingnya.


" Nanti kita datang kembali kesini untuk berlibur lagi…" Jawab laki laki itu dengan tenang.


Mereka saling menoleh dengan senyuman yang sangat tulus. Mereka sebenarnya merasa senang karena mereka akan turun tapi mereka juga merasa sedih karena hari hari indah akan susah mereka dapatkan setelah aktivitas mereka menunggu.


" Sir maaf!" Seorang awak kapal tiba tiba mencegah perjalanan mereka dengan menunduk.


" Apa kita ada kesalahan?" Bisik Charlotte kepada kekasihnya.

__ADS_1


" Ada apa?"


" Sir maafkan kami! Dari tadi kami mencari anda bahkan menghubungi anda dari tadi tapi tak ada jawaban-"


" Katakan ada apa?"


Mereka berdua kini terpaksa minggir dari rombongan yang akan turun dari kapal besar tersebut. " Saya hanya meminta tanda tangan kepada anda sebagai bukti bahwa kapal telah bersandar dan perjalan telah usai dengan selamat!"


Charlotte mengerutkan keningnya dengan sedikit bingung. " Apa hubungan nya dengan kamu?" Tanyanya.


" Sir di sini!" Awak kapal itu menunjukan di mana Donzello sebagai pimpinan nya harus bertanda tangan.


Charlotte tertegun ketika membaca siapa nama yang tertera di sana. Dia tak menyangka dia mengencani seorang pimpinan dan pemilik resmi dari kapal besar ini. Charlotte tersenyum dengan sedikit terkejut karena memang ini hal pertama yang dia ketahui dari sisi kekasihnya.


" Terima kasih Sir! Kalau begitu saya permisi. Nona maaf menganggu perjalan anda!"


" Tak masalah!" Jawabnya dengan melirik kearah kekasihnya itu.


" Aku bisa jelaskan nanti sayang…" Bisiknya dengan segera.


" Astaga aku mengencani pimpinan dari perjalanan liburan ku sendiri!" Gumamnya dengan tak menyangka.


" Sweetheart sepertinya aku harus ke orang orang ku, ada yang belum ditandatangani seperti nya tadi!"


" Pergilah…" Usirnya.


" Jangan marah!"


" Pergilah honey! Aku akan tunggu di sana!"


Donzello tersenyum dan mencium kening kekasihnya sebelum dia lari meninggalkan kekasihnya dan mencari orang orang nya. Dia harus mengatakan bahwa apa yang terjadi di atas kapal akan menjadi rahasia mereka semua.


Charlotte akhirnya turun sendiri dan beberapa orang telah datang menjemput keluarga mereka yang datang dari perjalanan mereka hari ini.


" Charlotte…" Tarik seorang laki laki ketika melihat Charlotte berdiri dengan mengotak atik ponselnya.


Suara itu sangat familiar bagi Charlotte dia segera menghempaskan tangan laki laki itu dengan kasar. Matanya menatap tajam ke arahnya dengan tatapan tak suka.


" Ayo kita pulang…" Ajaknya dengan menarik koper wanita itu.

__ADS_1


" Untuk apa kau datang ke sini? Aku tak ingin pulang dengan mu!" Charlotte menarik koper nya dengan paksa.


Mata orang itu menatap tak suka dengan apa yang dilakukan oleh wanita nya. Tapi wanitanya malah menantang matanya seakan mengatakan kebencian.


" Sayang kita pulang, kita bahas masalah kita di rumah oke!" Dia menurunkan emosinya agar sang wanita mau pulang bersamanya.


" Tidak! Aku bisa pulang sendiri. Kau pulang saja ke tempat selingkuhanmu itu. Kita sudah berakhir jadi jangan cari aku…" Katanya dengan sinis.


Charlotte meninggalkan orang itu dengan menarik cepat kopernya. Charlotte bahkan tak peduli jika orang itu mengikuti langkahnya.


" Charlotte beri aku kesempatan untuk aku menjelaskan ini semua dulu kepadamu. Aku sudah membiarkanmu berlibur dan sekarang giliran kamu memberiku waktu untuk menjelaskan kepada mu."


" Aku sudah muak dengan semua penjelasan yang ingin kau katakan."


Dari kejauhan Donzello mencari sosok wanitanya tapi di ribuan orang dia sama sekali tak menemukan wanita itu. Matanya mencari dengan teliti tapi kedua mata itu kini mala menangkap kedua orang dari kejauhan.


" Aku tak ingin kau jelaskan apapun lagi Barnard. Kita berakhir jadi jangan pernah mengejarku atau menghubungi ku lagi."


Mereka bertengkar tepat di depan kedua wanita yang juga tengah menunggu keluarnya.


" Barnard! Apa kau tak malu bertengkar di depan umum?"


" Ah kau ingin menjemput ku bersama selingkuhan mu ini? Pantas saja kau ingin menjelaskan bahwa kau dan dia sekarang bersama bukan? Selamat!"


" Charlotte tunggu!" Barnard menatap wanita yang berdiri di sana dengan tersenyum.


" Takdir kita menuntut kita bertemu di sini sayang!"


" Dasar wanita gila…" Barnard tak peduli dia lebih memilih mengejar kekasihnya yang sudah pergi dari sana.


Sedangkan Donzello yang ingin menghampiri kekasihnya kini harus menahan dirinya ketika melihat kedua wanita yang berdiri menunggu dirinya di ujung sana.


" Kenapa mereka harus datang!" Katanya dengan nada tak suka.


Donzello menghubungi kekasihnya dengan segera tapi nomernya tak bisa, berulang kali laki laki itu menghubunginya lagi lagi juga tak bisa.


" Astaga kenapa malah bisa di hubungi..." Pikirannya kini kepada sang kekasih bukan kepada sosok istri yang saat ini sudah menunggu dirinya dari tadi.


Bersambung Besok lagi ya,

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan Like, komen serta ulusan yang banyak dong


__ADS_2