Orang Ke Tiga

Orang Ke Tiga
Berusaha 3


__ADS_3

Honey apa istrimu baik-baik saja? Aku tadi sempat melihat kalian berada di salah satu rumah sakit, apa sekarang semuanya baik-baik saja.


Sebuah pesan masuk yang membuat wajah panik dari sosok laki laki yang dari tadi cukup tenang dengan dia yang duduk di kursi. Donzello menatap sekelilingnya memperhatikan kanan dan kiri tapi tak melihat sosok yang mengirimkan pesan tersebut.


Donzello segera beranjak dari duduknya, memasukan ponselnya. " Kakak mau kemana?" Langkahnya terhenti ketika sebuah pertanyaan itu datang ke arahnya.


" Tunggulah kakakmu, aku harus pergi ada urusan yang harus aku selesaikan…" Elaknya dengan cepat.


" Apa ada hal penting dari kakak ku yang sedang bertarung nyawa di dalam sana?" Tanyanya dengan sinis.


Donzello menghela nafasnya dengan kasar. " Aku tak pernah menyuruh kakakmu untuk mengakhiri hidupnya, dan sebelum dia melukai dirinya sendiri aku sudah memiliki janji temu dengan orang lain jadi aku tak bisa membatalkan hanya karena masalah ini…" Jawabnya yang juga tak kalah sinis.


Olivia hanya menggeleng dengan dia yang tak mengerti tentang perubahan kakak iparnya yang begitu drastis. Bahkan seperti tak ada sisa cinta di hati kakak iparnya saat ini.


" Kau berubah kak! Aku tak pernah mendengar kau mengacuhkan kakak ku selama ini. Dan hari ini aku membuktikan bahwa kau memang sudah berubah."


" Sudahlah Oliv aku tak ingin terus berdebat denganmu, aku lelah. Banyak yang harus aku urus. Masalah kakakmu kau bisa sendiri yang mengurusnya, jika butuh uang kau bisa menghubungi ku."


" Tapi kak-"


Donzello tak peduli dia lebih memilih meninggalkan rumah sakit untuk bertemu dengan kekasihnya. Dia tak ingin ada kesalahpahaman yang berlarut larut kembali.


" Kakak jangan pergi… kakak…" Olivia berteriak memanggil kakak iparnya tapi sayangnya dia tak peduli, kakak iparnya lebih memilih untuk pergi meninggalkan dirinya.


" Argh… sial…" Umpatnya dengan kesal. Dadanya naik turun menahan emsoi.


Kakak nya bertarung nyawa melawan darah yang terus mengalir dari tadi tapi sosok suaminya malah pergi seakan tak peduli dengan nya saat ini.

__ADS_1


" Kau lihat kak Grace ini semua salahmu dan kau membuang orang yang baik dan sangat peduli dengan mu, sekarang dia pergi meninggalkanmu seorang diri…" Gumamnya dengan dia mengusap wajahnya sendiri dengan kasar.


" Kau bodoh.. bodoh.. sekarang bagaimana kau harus berjuang sendiri dengan suamimu yang tak peduli lagi dengan dirimu…" Sekarang Olivia sendiri tahu bahwa kakak ipar nya tak mungkin bisa kembali seperti dulu lagi.


Sedangkan Donzello tak peduli dengan wanita yang berjuang di ruangan yang bersama sang dokter, rasa sakitnya mampu membuatnya acuh dan tak peduli kali ini.


Saat ini bukan cinta tapi lebih dengan rasa cemas karena dia ingin mengakhiri dirinya sendiri di depan nya.


Dia hanya tak ingin merasa bersalah ketika dia tiba tiba mati di depan nya tanpa dia melakukan pertolongan. Cinta nya mungkin sudah mati tapi melupakan kebiasaan bersama sang istri butuh waktu karena melupakan juga butuh proses.


" Donzello kau ada di sini?" Charlotte terkejut ketika melihat kekasihnya sudah berdiri di depan pintu apartemennya.


Donzello tak menjawab melainkan dia hanya memeluk erat kekasihnya dengan hati yang begitu lega, awalnya dia takut sang kekasih tak ingin menemuinya karena melihat dirinya tadi.


" Honey kamu tak apa? Apa ada masalah?" Saat ini tak hanya Don yang merasa takut tapi Charlotte juga merasakan takut. Ditambah lagi sang kekasih malah tak menjawab pertanyaannya dia malah memeluk erat dirinya.


" Kita masuk dulu!" Don mengangguk dengan cepat dan mereka segera duduk dengan tangan saling menggenggam erat.


" Dia tadi ingin bunuh diri dan aku hanya membawa nya ke rumah sakit, hanya itu. Jadi please jangan salah paham tentang ini semua Honey."


" Bunuh diri? Kenapa dia ingin bunuh diri? Apa kalian bertengkar tadi?" Suaranya bergetar dia tak menyangka istrinya bisa bunuh diri.


Donzello menghela nafasnya dengan berat dia menceritakan semuanya hingga pertengkaran itu terjadi, sampai harus sda drama menyakiti dirinya sendiri.


\=\=\=\=


" Oliv dimana Donzello?"

__ADS_1


" Kakak sudah sadar? Terima kasih tuhan…" Ucapnya dengan rasa senang karena melihat kakak nya selamat dari kematian.


" Aku ingin bertemu dengan suamiku, dimana dia?" Matanya mencari sosok suami nya tapi di sana tepatnya di ruangan itu tak ada sosok yang di cari.


" Kakak ipar sedang ada meeting tapi dia baru saja pergi dari tadi dia di sini bersama ku…" Olivia terpaksa berbohong saat ini dia tak ingin kakaknya yang baru saja sadar harus memikirkan hal lain lagi.


" Jangan berbohong Oliv, aku tahu dia tak mungkin berada di sini untuk menemani ku, aku yakin dia sedang berada di tempat lain…" Ucapnya dengan geram.


" Kau bisa bertanya kepada para suster jika kau tak percaya, tadi memang kakak ipar ada di sini bersama ku kak…" Memang benar Donzello ada di sana tapi hanya sekilas.


" Jangan memberiku harapan palsu atau omong kosong. Aku sudah berbuat seperti ini tapi dia tetap saja pergi meninggalkan aku dan lebih memilih bersama wanita lain…" Ujarnya dengan geram bahkan matanya melotot sempurna.


" Wanita lain? Maksudnya kakak ipar selingkuh darimu?" Olivia yang baru mendengar ini sedikit terkejut karena yang ia pikirkan dari tadi sang kakak ipar tahu bahwa kakaknya yang ada main di belakang selama ini.


" Kau pikir kami bertengkar dan dia yang ingin menceraikanku karena apa? Karena dia ada main di belakang ku selama ini."


" Aku rasa itu hanya omong kosong kakak, aku tak yakin jika kakak ipar bisa selingkuh darimu."


" Dia hanya membalas ku karena merasa kesepian tapi aku tak menyangka bahwa dia meminta bercerai dari ku, argh… sial.. awas saja aku akan cari tahu wanita mana yang bisa membuat Donzello berubah seperti ini kepada ku."


" Aku akan mencari tahu wanita itu untukmu kak, tapi sekarang yang lebih penting adalah kamu sendiri yang harus segera sembuh. Kamu harus berjuang untuk rumah tanggamu sendiri jika kau lemah seperti ini kemungkinan besar kau bisa kalah dari wanita itu karena secara tidak langsung hati kakak ipar sudah bisa dicuri olehnya."


Grace terdiam apa yang dikatakan adiknya benar. " Seharusnya tadi aku tak melakukan hal bodoh seperti ini."


" Kau yang konyol karena ingin melukai dirimu sendiri, seharusnya kau bisa lebih pintar mengambil hati kakak ipar lagi, jika kau mati maka semuanya akan mudah bagi wanita itu untuk mengambil kakak ipar darimu."


" Kau benar! Aku sekarang harus lebih pintar untuk mengambil hati Donzello, dulu dia sangat mencintaiku sekarang akan ku buat dia jatuh cinta lagi kepadaku dengan cara yang berbeda…" Tekadnya dengan tersenyum sinis.

__ADS_1


" Robohkan dinding mu itu kakak agar semuanya lebih terlihat nyata, kau harus berjuang demi rumah tangga mu yang utuh lagi."


__ADS_2