Orang Ke Tiga

Orang Ke Tiga
Cinta Yang Rumit


__ADS_3

Ternyata ada rasa yang sedalam ini


Dan,


Aku baru tau, untuk saling mencintai seseorang,


Tidak akan pernah ada ikhlas yang sempurna untuk perihal,


Melepaskan dan Melupakan rasa cinta..


\=\=\=\=\=


Pov Charlotte


Aku terdiam ketika sebuah pengakuan yang tak pernah aku bayangkan kini terdengar berulang kali di telinga ku, aku berusaha untuk tidak menyakiti hati seseorang tapi nyatanya tak pernah berhasil.


Aku egois ya, aku belajar untuk egois. Egois mencintai orang yang sebenarnya bukan milikku. Aku yang berusaha untuk melupakan dan melepaskan nyatanya tak bisa. Hati ini tak mampu, hati ini berusaha untuk pergi tapi tak bisa. Hati ini terus berusaha untuk mencintainya.


Tabiat aku yang harus menjadi pihak ketiga bukanlah hal yang mudah aku terima, menerima seseorang yang sudah menjadi milik seseorang juga bukanlah hal yang mudah diterima. Tapi apalah dayaku ketika cinta itu sendiri tak ingin pergi dari hatiku.


Aku merasa orang yang paling hina, orang yang paling menjijikan ketika aku malah bertahan mempertahan hubungan yang tak seharusnya aku pertahankan. Tapi aku tak bisa pergi, aku tak bisa lari dari kenyataan bahwa aku memang mencintai suami orang.


Rasa sakit yang telah aku terima ketika pengkhianatan yang dilakukan oleh tunangan ku membuat ku berakhir dengan sosok laki laki yang memiliki seorang istri, kini aku malah terjebak dalam cinta terlarang yang tak semestinya ada. Cinta yang tak seharusnya tumbuh kini malah tumbuh semakin besar. 

__ADS_1


Aku wanita yang paling kejam, aku wanita yang paling egois karena membiarkan hati seorang istri kini terluka karena ku. Andaikan semuanya tak terjadi mungkin hati ini tak akan merasa bersalah hingga detik ini. 


Pernikahan yang suci kini harus ternodai olehku, pernikahan yang telah dijanjikan surga mungkin kini menjadi neraka bagi mereka. Apakah ini takdir bahwa aku harus mencintai dengan rasa sakit? Ataukah ini takdir bahwa aku harus rela menjadi orang ketiga dari orang yang aku cintai?


Aku mencintainya tapi aku juga tak ingin bodoh, aku tak ingin kehilangannya tapi aku juga tak ingin menjadi wanita bodoh. Mungkin jika nanti dia kembali ke pelukan sang istri mungkin di sana lah hati ini harus mengalah untuk benar-benar pergi untuk selamanya. 


" Sayang apa yang kamu pikirkan?" Aku terkejut ketika sebuah pelukan dari arah belakang membuat ku menatap ke belakang. Dan aku baru sadar bahwa aku tak seorang diri di dalam apartemen ku.


Aku tersenyum menyentuh tangannya yang melingkar di perut ku. " Tak ada hanya sedang berpikir tentang jadwal ku besok…" Aku tak mungkin mengakui apa yang aku pikirkan, bagaimanapun aku tetap menghargai apa yang terjadi saat ini.


" Benarkah?" Tapi aku rasa dia tak mungkin percaya begitu saja.


" Honey tak ada yang aku pikirkan selain tentang pekerjaan."


" Baiklah ayo masuk di sini dingin tak bagus untuk kesehatanmu."


Aku tak pernah membayangkan jika hal itu terjadi padaku, aku tak sanggup memikirkan atau membayangkan sekaligus. Aku juga tak pernah membayangkan bahwa aku akan menjadi pihak ketiga dari hubungan orang lain. 


Sedih dan senang seakan menjadi satu dan itu tak mungkin ku pungkiri, aku juga tak bisa lari dari kenyataan bahwa aku sama dengan wanita wanita di luar sana yang rela menjadi pihak ketiga ketika cinta sudah berkata.


Apa ini takdir?, Apa ini cinta? Aku juga tak tahu, tapi yang jelas saat ini aku mencintai karena takdir yang telah membawa ku dalam perangkap cinta suami orang dan aku telah mengambil keputusan untuk tetap mempertahankan cinta meskipun dunia nanti mencemooh dengan kata-kata kasar sekalipun.


" Sayang kau tau di dunia ini mungkin tak semua wanita mau menjadi pihak ketiga tapi entah kenapa hati ku berkata bahwa aku rela menjadi orang ketiga diantara hubunganmu dengan istrimu. Mungkin aku egois tak memikirkan perasaan nya tapi disini aku rela jika nanti aku di hina oleh seluruh dunia sekalipun."

__ADS_1


Aku mengatakan apa yang ada di pikiranku, menatapnya dengan penuh sungguh-sungguh. Aku juga tau ini juga tak mungkin dia inginkan, berdiri diantara kedua wanita yang akan nanti salah satu dia pilih bukanlah hal yang mudah. 


Berdiri diantara sosok seorang istri dan sosok wanita penggoda juga bukanlah hal mudah untuk di jalani, saat ini mungkin baginya hal yang tak sulit tapi nanti hatinya yang akan menentukan adalah kesulitan di antara hubungan ini.


" Jika nanti dunia ini menghina mu, membuangmu sekalipun percayalah ada aku yang selalu menggenggam tanganmu, ada aku yang selalu memelukmu dan berdiri di depanmu untuk melindungimu. Jangan pernah menyalahkan dirimu sendiri karena berdiri di tengah-tengah kami, karena hubungan ini terjalin karena kita berdua yang menginginkannya. Jika salah satu dari kita tak menginginkannya maka hubungan ini tak pernah terjadi."


Kami saling bertatapan dengan mata yang selalu terpancar cinta yang tulus, aku tahu dia begitu tulus mencintaiku hanya saja pertemuan ini yang salah. Cinta kita yang salah, cinta yang tumbuh di saat kami saling memiliki orang yang ada di samping kita sebelumnya.


Dan aku juga tak memungkiri hubungan ini terjadi karena kita berdua yang menginginkan hubungan ini. Suatu hubungan yang terlarang tak mungkin jika salah satu pihak tak ada yang menginginkannya. 


" Jangan pernah berpikir bahwa hanya kamu yang bersalah di sini, tapi kita berdua dan aku yang akan juga menanggung akibatnya nanti. Kita akan hadapi masalah ini sama sama, tak hanya kamu yang akan menghadapi dunia tapi kita berdua, ingat honey bahwa ini hubungan kita berdua bukan hanya satu pihak yang akan berjuang tapi kedua pihak yang akan saling berjuang."


Entah aku harus senang atau aku harus sedih mendengar dia tak akan pernah meninggalkan ku apapun yang terjadi, dan dia akan selalu ada di sini meskipun nanti dunia melarang hubungan terlarang ini. Aku memeluknya menangis dalam pelukannya.


Sekarang aku merasa bahwa istri adalah wanita yang paling bodoh karena menyia-nyiakan laki laki yang seakan memuliakan sosok wanita. Dia sangat mencintai ku saat ini, padahal aku hanya seorang wanita yang mungkin nanti tak akan di pilih untuk berada di sisinya. Sedangkan istrinya malah mendorong nya untuk pergi dengan perlahan.


Dan sekarang aku merasa sangat iri karena istri nya dicintai begitu lama, dua tahun bukan lah waktu yang sebentar, sedangkan aku masih merasakan cinta yang baru tumbuh untuk beberapa minggu ini.


Dan nyatanya  akibat rasa yang keterlaluan ini ada konsekuensi yang tak sembarangan, dan salah satunya adalah sulit melepaskan dan sulit untuk melupakan.


Bersambung besok lagi,


Tinggalkan jejak kalian,

__ADS_1


Kasih ulasan dulu aja ya untuk lembaran ini,


Makasih


__ADS_2