Orang Ke Tiga

Orang Ke Tiga
Pulang 3


__ADS_3

Drt!! Drt!! Drt!!!


Getaran ponsel itu membuyarkan lamunan dari laki laki yang menyandarkan kepalanya di kursi besarnya. Dengan segera dia menggeser panggilan itu.


" Kenapa dari tadi ponselmu tak bisa ku hubungi? Apa kamu baik baik saja? Apa kamu sudah sampai dengan selamat?" Laki laki itu memberondong pertanyaan dengan segera.


Sedangkan orang yang ada di seberang sana hanya bisa tertawa geli di ujung telponnya.


" Apa ada yang lucu? Aku sungguh khawatir pada mu Sweetheart! Katakan sesuatu padaku jangan hanya tertawa."


" Aku tak apa Honey! Aku baik. Maafkan aku baru bisa menghubungimu, tadi ponsel ku mati dan aku baru menghidupkannya dan langsung menghubungi…" Wanita itu langsung menjelaskannya.


" Apa kamu pulang bersama laki laki tadi?" Tanyanya dengan hati hati.


Mereka memang memiliki kesepakatan untuk menyelesaikan masalah mereka dengan pasangan mereka sebelumnya.


" Kau melihatnya?"


" Aku sempat melihatnya! Aku ingin mengejarmu tapi kamu sudah tak ada di sana. Apa kamu pulang bersamanya?"


" Tidak! Aku pulang sendiri…" Ujarnya. " Tapi dia mengikuti ku sampai di apartemen ku dan kami sedikit bertengkar."


Wanita itu menceritakan semua yang terjadi. Laki laki itu hanya mengepalkan tangannya dengan rasa kesal.


" Charlotte sayang apa kamu tak masalah jika hubungan kita banyak yang tahu?"


" Apa kamu keberatan jika hubungan ini banyak yang tahu Don?" Charlotte membalikkan pertanyaan tersebut.


Donzello terdiam dia tak tahu harus bicara apa, sepertinya pertanyaan nya sendiri menjebak dirinya. Harusnya dia tak perlu mempertanyakan hal itu yang membuat dirinya malah diam seribu bahasa.


" Aku tak masalah jika kamu tak ingin hubungan ini ada yang tahu Don! Hanya saja aku akan tetap mengatakan kepada dia bahwa aku memiliki kekasih agar dia tak mengejarmu lagi…" Charlotte tahu bahwa laki laki itu masih memiliki pikirannya sendiri tentang hubungan rahasia ini.


" Aku sudah mengatakan bahwa hubungan ini akan sulit bagi kita Don. Kau memiliki seorang yang ada di samping mu sebelum aku ada, kau bisa bersamanya. Aku tak memaksa mu untuk tetap berada di sini bersama ku…" Sambungnya lagi.


Charlotte merasakan ada ribuan pisau yang menancapnya, dia juga menahan rasa sesaknya tapi jika laki laki laki itu ingin kembali ke wanitanya sebelum dirinya maka dia akan perlahan mundur.

__ADS_1


" Apa yang kau katakan Sayang! Tak ada yang bisa mengubah keputusan ku…" Kata nya dengan cepat.


" Don mungkin ini akan lebih sulit dari yang kau bayangkan. Jangan mengambil keputusan secepat itu, sebaiknya kau pikirkan dulu dengan apa yang ingin kau putuskan. Aku sungguh tak apa jika kau ingin bersama wanita mu…" Charlotte sadar hubungan ini akan sulit bagi mereka berdua.


" Jangan katakan hal itu! Kau dan aku akan tetap bersama…" Donzello nampak panik ketika wanitanya malah menyuruhnya untuk pergi lagi dari sisinya saat ini.


" Pikirkan dulu apa ya-"


" Kirimkan alamat apartemen mu! Aku akan datang kesana…" Potongnya dengan segera.


" Kau pasti lelah! Tidurlah dengan tenang di sana!" Menolaknya dengan halus.


" Kirim sekarang atau aku akan mencari ke seluruh apartemen di sini untuk mencarimu…" Ancamnya dengan penuh penekanan.


" Don ka-"


" Kirim sekarang dan aku jalan sekarang juga…" Donzello segera berdiri dia langsung mematikan panggilan itu.


Donzello langsung bergegas keluar dari ruangan kerjanya dia yang ingin segera menemui kekasihnya. Hatinya kini tak tenang mendengar apa yang dikatakan oleh kekasihnya itu. Dia tampak gusar dan tak karuan, wajahnya begitu panik.


Tap! Tap! Tap! Tap!


" Sayang kau mau kemana, kenapa terburu buru?" Grace yang bertemu suaminya kini langsung mencegah suaminya.


Donzello lagi lagi dibuat bingung dengan apa yang dia lihat sekarang. Sang istri kini secara tiba tiba berdiri di depan nya dengan pakai lingerie nya yang berwarna hitam. Belahan dadanya yang terlihat seakan tak terbungkus apapun.


Jiwa yang sempat goyah tadi kini seakan tertidur, dia tak ingin menyentuhnya karena tak ingin merasa bersalah kepada simpanannya.


" Kau mau kemana?" Tanyanya dengan menatap datar ke arah istrinya.


Grace berjalan mendekat meletakkan tangannya di dada bidang suaminya, mengelusnya pelan dengan menatap mata suaminya tersebut.


" Aku ingin menghampirimu! Aku sungguh merindukanmu!" Bisiknya dengan suaranya yang begitu manja.


Suara yang manja seakan di buat buat tak seperti biasanya. Donzello tahu betul bagaimana wanita itu berbicara dan selama mereka menikah baru pertama kali ini sang istri berlaga menggodanya.

__ADS_1


" Apa kau sadar bahwa kau memakai baju seperti ini di jam yang tidak tepat dan kau malah berkeliaran di luar kamar?" Nada sinis dari Donzello tak bisa di pungkiri.


" Sayang semua pembantu aku suruh pulang! Aku memberikan waktu bebas untuk hari ini. Aku ingin malam ini kita hanya berdua…" Godanya lagi.


Donzello memegang tangan Grace, menghentikan tangan itu yang ingin menggoda nya lebih lanjut. Grace menatap ke arah suaminya yang tiba tiba menghentikan aksinya.


" Aku harus pergi! Ada yang harus aku kerjakan di kantor!" Bohongnya.


" Apa penting?" Tanyanya dengan heran. Grace tahu bahwa suaminya tak pernah bisa dengan sikap manjanya tapi kali ini sang suami seakan memiliki tembok yang tak bisa dia lewati.


" Maaf Grace tapi aku sungguh harus pergi! Ada pekerjaan penting yang tak bisa aku tinggalkan…" Donzello langsung pergi begitu saja.


" Apa pekerjaan itu lebih penting dari aku istrimu?" Tanyanya dengan nada tak suka.


Donzello yang tadi melangkah kini langsung berhenti ketika Grace bertanya dengan nada sedikit tinggi. Grace langsung menoleh ke arah suaminya yang menghentikan langkahnya.


Donzello juga berbalik menatap istrinya yang ternyata juga menatap dirinya dengan tatapan tajam.


" Jika aku tak bekerja siapa yang membiayai kehidupan mu?"


" Tapi aku juga membutuhkanmu sayang. Aku sungguh merindukanmu!" Jawabnya dengan menatap suaminya dengan tatapan yang susah diartikan.


Donzello tersenyum sinis ketika mendengar istrinya berbicara hal yang tak pernah dia dengar selama ini. Bertahun tahun dia sangat menginginkan kata kata itu keluar dari mulut istrinya tapi kata itu kini keluar ketika semuanya terlambat.


" Kau bilang saja berapa uang yang kau minta kali ini,maka aku akan mengirimnya sekarang…" Donzello mengeluarkan ponselnya dia ingin langsung mengirim sejumlah uang kepada istrinya.


"Apa aku serendah itu di mata mu Don? Apa aku merindukan suamiku hanya karena uangmu saja. Aku juga membutuhkanmu di sini. Selama kau pergi aku baru merasakan jika aku sangat kehilangan dan sangat merindukanmu."


" Apa kau tak pernah sadar bahwa apa yang kau lakukan selama kita menikah sudah benar atau tidak? Aku tak banyak waktu Grace aku harus pergi sekarang…" Donzello langsung pergi dia tak ingin berdebat dengan siapapun saat ini.


" Kenapa sekarang kau tak menjalankan kewajibanmu sebagai suami ku!" Teriaknya.


Donzello terhenti kembali, dia yang mendengar teriakan istrinya kini merasa ada yang lucu dari kata kata itu. Donzello kini mala tertawa kencang dia merasakan ada hal yang lucu tentang perkataan istrinya.


" Kewajiban? Kau mengatakan tentang kewajiban?" Tanyanya di sisa tawanya.

__ADS_1


" Renungkan apa kau sudah menjadi istri yang baik dan sudah menjalankan kewajibanmu sebagai istri ku yang baik selama ini?"


Donzello langsung pergi begitu saja meninggalkan istrinya yang terdiam ketika pertanyaannya sendiri malah di balik ke arahnya hingga dia menjadi bisu tak bisa bersuara sedikitpun.


__ADS_2