Orang Ke Tiga

Orang Ke Tiga
Sempurna


__ADS_3

Kedua insan yang sedang di mabuk cinta itu kini saling bergandengan tangan dengan mesra, wajah mereka yang begitu sempurna membuat semua orang yang melihatnya merasakan ke irian yang sepenuhnya. Mereka begitu pantas, yang wanita begitu cantik dan memiliki tubuh yang sempurna sedangkan yang laki laki juga memiliki wajah yang tampan dan memiliki tubuh yang juga tak kalah sempurna.


Semua mata tertuju ke arah kedua insan yang saat ini tengah memasuki ruangan pesta, para laki laki dan para wanita yang ada di sana juga tertegun melihat kesempurnaan kedua insan yang masuk saat ini.


Charlotte selalu tersenyum ketika mata nya menatap orang yang juga menatapnya dengan penuh damba.


" Jangan tersenyum Sweetheart mereka bisa pingsan karena melihat senyum mu itu…" Bisiknya dengan pelan.


Charlotte hanya tersenyum menanggapi kekasihnya yang berbisik ketika menatap para laki laki yang menatap dirinya penuh dengan tatapan mendamba.


Tangan kekar itu kini melingkar sempurna di pinggang wanita nya, memperlihatkan bahwa wanita itu adalah miliknya hanya miliknya semata.


" Kau ingin minum sesuatu atau ingin makan sesuatu?" Tanyanya kepada kekasihnya.


" Bolehkah nanti saja Honey…" Donzello tersenyum dengan mengangguk pelan.


Mereka kini duduk menyaksikan beberapa pertunjukan serta musik yang menemani para tamu yang ada di sana. Banyak mata yang masih memperhatikan kedua insan yang sungguh mesra di sana.


Meskipun mereka tengah terduduk di kursi yang berbeda tapi mereka masih begitu romantis dan begitu mesra. Gerak gerak mereka sangat membuat semua orang iri.


" Astaga aku lelah jika menjadi wanita nya!" Salah satu dari tamu yang menyaksikan adegan keromantisan mereka.


" Aku rela tak keluar di dalam kamar saja jika dia kekasihku!" Sambungnya teman satu nya lagi.


" Mereka begitu cocok! Yang wanita cantik yang laki laki juga tampan, astaga anaknya seperti apa nanti jadinya!" Katanya lagi dengan memandang mereka berdua dari kejauhan.


Kedua insan yang saat ini menjadi pusat perhatian itu merasa acuh dan tak peduli yang mereka pedulikan hanya kemesraan mereka berdua saat ini. Mereka tetap saling berpegangan tangan dengan erat bahkan tak peduli jika mereka menjadi pusat dari semua orang saat ini.


" Sayang aku bisa mencokel semua mata para laki laki itu yang menatapmu seperti itu…" Bisiknya dengan nada geram.


Semua laki laki yang menatap Charlotte kini langsung menunduk ketika Donzello tanpa sengaja juga menatap mereka. Charlotte hanya tersenyum menanggapi apa yang dikatakan oleh kekasihnya itu.

__ADS_1


" Sayang biarkan saja mereka hanya kagum melihat kecantikanmu…" Katanya dengan nada pelan.


" Kau memang sangat cantik malam ini, seperti bidadari yang turun dari langit. Tapi kau lebih cantik dan luar biasa jika berada di atas tubuhku…" Bisiknya dengan nada menggoda.


Donzello mencium pipi kekasihnya di tempat umum dan beberapa wanita yang melihatnya seakan menjerit pelan menyaksikan seberapa berharganya wanita itu.


" Astaga!" Katanya dengan tersenyum penuh harap kepada laki laki itu.


Sedangkan dari kejauhan dua pasangan yang tengah duduk dengan sikap dingin mereka kini hanya merasa bingung. Kenapa semua orang menatap kearah depan dengan tatapan memuja.


" Sebenarnya siapa yang mereka tetap dengan penuh memuji seperti itu?" Wanita itu mencari sosok orang yang tengah ditatap oleh banyak orang.


Dari kejauhan kini dia melihat orang yang dikenal dari belakang. Dia hafal betul siapa yang berada jauh dari sana dan tengah ditatap banyak orang itu.


" Pantas saja, cih!!" Sambungnya lagi.


Tapi semua ide kembali muncul ketika melihat siapa yang tengah duduk di samping laki laki itu. Rasa penasaran siapa wanita yang beruntung bersanding dengan laki laki seperti dewa itu.


" Aku ingin menghampiri teman ku. Kenapa kau mau ikut?" Tanyanya dengan nada sinis.


" Tentu saja aku ikut. Aku bosan di sini sendiri tak ada yang ku kenal,siapa tau aku bisa mengobrol dengan teman mu."


Wanita itu tak menjawabnya dia hanya diam dengan berjalan dan diikuti oleh pasangan yang membawa nya ke tempat ini. Beberapa hari yang lalu mereka sempat bertengkar hingga mereka memiliki kedinginan yang tak bisa dikatakan oleh mereka sendiri.


" Selamat malam Donzello…" Suara lembut dari arah belakang membuat kedua insan yang sedang bercanda gurau kini langsung menoleh ke arah suara nya dengan segera.


Donzello wajahnya yang tadi ceria kini tiba tiba tiba langsung berubah menjadi kaku. Charlotte yang melihat siapa yang menyapa kekasihnya tiba tiba langsung berubah. Kedua orang itu kini menjadi kaku seakan sedikit terkejut. Tapi Charlotte hanya tersenyum kecut siapa yang menyapa kekasihnya itu.


" Hai…" Katanya dengan bingung dia tak tahu harus menyapa gimana kepada wanita yang sedang dicemburui oleh kekasihnya.


" Donzello kenapa kau menjadi kaku seperti ini…" Katanya seakan tak memperdulikan jika ada seorang wanita yang berlaku dingin.

__ADS_1


Donzello langsung berdiri dengan menggenggam tangan Charlotte. Wajahnya ceria kini tiba tiba menjadi kaku ketika wanita yang beberapa hari lalu menjadi bahan pertengkaran mereka.


" Sayang kau meninggal-" Laki laki yang tiba tiba muncul dari arah belakang wanita itu langsung terdiam ketika melihat siapa yang sering disapa oleh teman dekatnya itu.


Donzello menatap laki laki itu dengan tatapan sengit bahkan tatapan itu seakan ingin membunuh nya saat ini.


" Pasangan yang sangat cocok!" Gumam Charlotte dengan pelan serta senyum kecut.


" Maaf anda mengatakan apa?" Wanita itu yang sedikit mendengar Charlotte berbicara kini langsung bertanya dengan dingin.


" Istri ku tidak mengatakan apapun!" Potong Donzello dengan segera. " Alexa kenalkan dia istri ku!" Akhirnya Donzello memperkenalkan Charlotte sebagai istrinya saat ini.


Wanita itu adalah Alexa wanita yang sempat menjadi bahan pertengkaran kemarin. Alexa menatap Charlotte dari atas hingga kebawah tak dapat dipungkiri bahwa wanita itu begitu sempurna.


" Hai aku Alexa teman kulia Zello dulu…" Alexa yang mengulurkan tangannya kini hanya di balas dengan senyuman meskipun dia tersenyum tapi ada kedinginan di wajah cantiknya.


Alexa yang tak menerima balasan uluran tangannya merasa kesal tapi dia tak memperlihatkan di depan Donzello temannya.


" Zello kenalkan dia Zack kekasih ku. Zack kenalkan dia Zello teman ku dan dia istri nya…" Ujarnya dengan sinis.


Laki laki yang bersama dengan Alexa adalah Zack laki laki yang pernah menggoda Charlotte bahkan pernah di hajar babak belur oleh laki laki tampan itu.


Zack hanya tersenyum kecut dia tak tahu harus berbuat apa, dia tak percaya bertemu kembali dengan kedua orang yang beberapa hari lalu membuat dirinya harus merasakan rasa malu saat itu.


" Jadi laki laki ini kekasihmu?"


" Kalian saling mengenal?"


" Honey jika kau masih di sini maka aku akan pergi ke kamar sendiri."


" Maaf aku harus pergi…" Donzello langsung mengejar kekasihnya yang langsung pergi meninggalkan mereka begitu saja.

__ADS_1


Charlotte tak ingin berlama lama di sana dia merasa geram ketika suasana malam terakhir disini harus dirusak dengan keberadaan orang yang membuat hatinya terluka.


__ADS_2