
" Sayang tunggu sebentar…" Charlotte tak memperdulikan panggilan dari kekasihnya. Rasa kesal kini memenuhi hatinya, rasa cemburu itu masih disimpan di hatinya.
Malam yang seharusnya indah, malam yang terakhir seharusnya menjadi malam terakhir yang harus menyenangkan kini malah menjadi malam yang mengecewakan karena rasa cemburu yang begitu besar baginya.
" Honey please! Jangan cepat cepat jalan mu…" Donzello mengejar kekasihnya tetapi Charlotte tetap meninggalkan kekasihnya yang mengejar dirinya.
" Honey!" Donzello akhirnya menarik tangan kekasihnya agar dia berhenti dari langkahnya.
" Apa? Pergi sana, temui teman mu itu!" Usirnya dengan mendorong tubuh kekasihnya dengan rasa cemburu yang memenuhi hati nya saat ini.
Donzello menangkap tubuh kekasihnya memeluknya dengan erat, dia tak peduli meskipun sang wanita memberontak dengan mendorongnya tapi dia tetap memeluk kekasihnya yang sedang dikuasai oleh rasa cemburu.
" Sweetheart aku tak tau jika dia akan menghampiri kita."
" Tapi kau dengan sengaja menyentuh tangannya…" Ucapnya dengan kesal.
" Aku minta maaf! Aku minta maaf. Tapi aku tak mungkin tak menerima uluran tangannya itu tak sopan Sayang."
" Jadi maksudmu dia lebih sopan dan aku tak sopan…" Charlotte mendorong tubuh kekasihnya dia dengan cepat melarikan diri kembali.
Entah kenapa rasa cemburu itu kini semakin besar, dia tak peduli dengan beberapa orang yang menatap ke arah mereka.
" Astaga!" Donzello kini kembali mengejar kekasihnya yang sedikit berlari meninggalkan nya.
Donzello menarik pinggang wanita nya memutarnya dengan satu tarikan. Charlotte dengan cepat berbalik arah dan dengan cepat menabrak tubuh kekasihnya.
Donzello dengan cepat juga menyentuh tengkuk wanitanya, mendekatkan bibir mereka dengan satu ciuman cepat. Charlotte dibuat terkejut atas apa yang dilakukan kekasihnya.
Donzello yang mendapatkan pukulan kecil tak peduli dia malah ******* bibir itu dengan pelan. Menggigitnya dengan lembut agar bibir itu terbuka. Charlotte tak membalas ciuman itu dia hanya diam meskipun sudah tak memberontak lagi.
" Aku minta maaf! Aku salah, aku tak bermaksud apapun tadi, aku hanya menghargai dia tak lebih dari itu…" Penjelasannya ketika ciuman itu terlepas.
__ADS_1
Charlotte tak menjawannya dia hanya terdiam seribu bahasa rasa marah dan rasa malu kini telah menjadi satu di hatinya. Wajahnya merah karena menahan rasa malu.
Donzello yang tak mendengar jawaban dari kekasihnya kini dengan paksa menciumnya kembali, ********** dengan mesra bahkan tak ingin melepaskan ciuman yang sangat ingin dia rasakan dari tadi.
Donzello memiringkan kepalanya memperdalam ciuman yang penuh dengan cinta tersebut. Ciuman lembut dan mesra seakan tak memiliki gairah sama sekali. Seakan ciuman itu hanya membuktikan bahwa tak ada wanita lain yang mampu mengubah posisi nya di hati.
Charlotte semakin lama semakin terbuai dia kini membalasnya dengan juga ********** pelan. Tangannya kini meremas tengkuk Charlotte mereka saling mendalami ciuman yang penuh dengan cinta.
Seakan ciuman di depan adalah sebuah bukti bahwa mereka saling mencintai dengan ketulusan yang memang nyata bukan omong kosong.
Mereka saling melepaskannya dengan saling menempelkan kening dengan mata mereka yang sama sama terpejam. Nafas mereka hampir memburu, jika tak segera dilepas dapat dipastikan bahwa ada yang lebih dari sekedar ciuman.
" Maaf aku terlalu cemburu!" Gumamnya dengan pelan.
" Aku suka kau cemburu Sayang. Tapi percayalah bahwa aku mencintaimu tak akan ada yang mampu bisa menggantikanmu di hati ku. Siapapun itu. Percayalah dia dan wanita lain hanya akan menjadi seorang teman…" Lagi lagi Donzello menjelaskannya dengan lembut.
Wanita yang suka marah marah karena rasa cemburu kini tak bisa di balas dengan kemarahan tapi harus diberi pengertian agar dia tau bahwa tak ada wanita lain di hatinya.
" Hei jangan menangis! Aku tak masalah jika kau cemburu sayang tapi lain kali beri aku kesempatan untuk menjelaskannya dan aku janji tak akan menyentuh wanita manapun selain kamu…" Kedua tangan itu menyentuh pipi Charlotte dengan mata mereka yang bertatapan dengan lembut.
" Meskipun hanya menerima uluran tangan?" Katanya lagi dengan menyakinkan nya.
" Iya Sayang meskipun hanya menerima uluran tangan…" Wajah yang muram tadi kini langsung tersenyum kembali.
Donzello juga akhirnya tersenyum ketika melihat kekasihnya telah kembali ceria kembali. Kesalahan ini hampir membuat kita bertengkar lagi. Batin Donzello.
Mereka kini saling berpelukan dengan mesra menyalurkan rasa cinta yang benar benar tulus untuk mereka. Cinta kini semakin tumbuh seiringnya waktu bersama. Dan mereka saat ini saling tak bisa meninggalkan satu sama lain, mereka saling membutuhkan entah itu untuk urusan apapun.
Sedangkan dari kejauhan ada dua mata yang tengah menatap mereka dengan geram tangannya mengepal karena rasa sakitnya. Matanya terasa panas melihat adegan mesra mereka dari kejauhan.
" Kenapa dengan wajahmu yang merah?" Bisik seseorang dari belakang.
__ADS_1
Orang itu tak menjawabnya dia masih fokus dengan kedua insan yang saat ini masih menunjukan kemesraannya di tempat umum dan semua orang yang berada di sana melihat adegan mereka.
Orang itu kini mengikuti pandangan orang yang dia kenal. Dan matanya menangkap siapa yang saat ini tengah dipandang dengan rasa geramnya.
" Jadi kau menatap temanmu yang sedang bersama istrinya?" Lagi lagi orang itu malah tertawa. " Jangan bilang jika kau cemburu melihat mereka?"
Orang itu tak menjawabnya tetapi hanya menatap temannya yang berkata seperti mengejek dirinya.
" Ayolah Alexa kau sadar diri dulu! Aku memang teman dekat mu tapi aku tak bisa pungkiri bahwa istri teman mu bisa membuat semua orang terpanah atas kecantikan nya dan aroma nya. Jadi jangan pernah bermimpi untuk bersaing dengannya…" Tawanya dengan penuh mengejek.
Alexa teman dari Donzello lah yang menatap kedua insan yang sedang bermadu kasih. Mereka saat ini tengah saling tergila gila satu sama lain, mereka seakan memang sengaja memperlihatkan kepada dunia bahwa mereka adalah saling memiliki.
" Tutup mulutmu Zack! Aku bertahun rela menjauhinya untuk merubah penampilan ku tapi setelah aku kembali dari sana aku mendengar kabar pernikahan dari laki laki yang aku cintai, dan sekarang aku melihat dengan mata mu bahwa mereka saling mencintai dan sepertinya tak ada celah untuk ku masuk ke dalam hati Zello lagi…" Katanya dengan nada sedih tapi masih tersimpan nada sinis di tengah tengah nada bicara nya.
" Alexa sayang tentu saja kau tak akan ada celah di hatinya! Kau lihat dia?" Tunjuk Zack kepada kedua insan yang saat ini saling tertawa lepas.
" Kau lihat dia adalah langit sedangkan kau hanya bumi. Jika aku yang menikahi wanita seperti dia maka aku sendiri juga tak akan berpaling dari nya. Dia wanita yang begitu sempurna di mata para laki laki…" Ujarnya dengan nada mendamba.
" Jaga bicaramu! Aku muak dengan mu…" Alexa merasa harga dirinya seakan terjatuh saat ini.
Ditambah lagi dengan teman dekatnya yang memuji wanita lain di depannya sendiri. Alexa pergi dengan rasa kecewa yang sudah menumpuk menjadi satu.
Sedangkan kedua insan itu masih menikmati suasana malam terakhir berada di dalam kapal pesiar mewah tersebut. Kapal yang membawa mereka ke dalam cinta yang nantinya akan menjadi rumit.
Donzello seperti nahkoda yang saat ini tengah membawa kapal untuk mencari kebahagiaannya. Di saat dia menemukan kebahagiaannya dengan ombak yang tenang di depan sana sudah menunggu sebuah badai yang akan siapa menghancurkan kapal nya. Ombak besar saat ini hampir siap membuat kapal besar itu terombang ambing di lautan.
Mampukah seorang nahkoda mempertahankan kapal besar ini agar tak terjatuh terbawa arus badai?
Atau malah kapal ini tenggelam karena badai yang terlalu besar ataupun ombak yang hanya membuatnya bertahan meskipun kapal harus terombang ambing di lautan yang luas.
Hantaman air badai akan mereka terima dengan seiringnya waktu? Mampu mereka bertahan di tengah tengah badai yang besar? Batu karang besar lama lama akan terkikis ketika air lautan menerjangnya dengan ombak besar. Apalagi hanya kapal yang bernakhoda mencari kebahagian?
__ADS_1
Baca terus di sini kalian nanti akan menemukan jawabannya di bab berikutnya terima kasih