Orang Ke Tiga

Orang Ke Tiga
Pertengkaran Suami Istri 2


__ADS_3

Donzello yang masuk ke kamar mandi kini menutup pintu dengan keras dia merasakan hatinya juga hancur tapi dia mencoba untuk menetralkan hatinya beberapa hari ini. Dia yang dulu mencintai istrinya juga merasakan sakit ketika melihat istrinya terkulai lemas dengan derai air mata.


Jantungnya juga terasa sakit bahkan tubuhnya juga terasa lemas tak berdaya tapi Donzello mencoba kuat dia mencoba tega melakukan hal keji ini. Melukai orang yang selama dua tahun ada disampingnya membuat dirinya merasakan iba, ditambah lagi dia adalah istrinya.


Tapi bayangan video yang terlihat jelas pengkhianatan sang istri membuat dirinya menggertakan rahangnya dengan tangan yang mengepal. Dia yang dulu sangat mencintai istrinya kini harus melukai hati wanita itu. Dia yang dulu menikahinya karena cinta kini harus berakhir dengan rasa luka karena pengkhianatan yang begitu dalam.


" Argh…"


Bugh!!!


Teriaknya dengan dia yang juga memukul pintu kamar mandi, semakin dia merasa bersalah semakin tergambar jelas pengkhianatan yang selama bertahun tahun dilakukan sang istri.


" Hahahahaha… cinta memang tak bisa dimengerti.. dulu aku sangat mencintaimu tapi sekarang aku bisa melukai hati mu karena kau yang memulainya…" Dia kecewa dengan keadaan yang ada saat ini.


" Cinta memang pandai untuk membolak-balikan hati. Dulu aku sangat memujamu tapi sekarang melihatmu saja aku enggan. Kenapa kau harus seperti ini? Kenapa?" Katanya dengan dia yang menyandarkan kepalanya di pintu.


Dia masih tak percaya jika istrinya orang yang dicintai, orang yang ia nikahi dua tahun lalu telah tega membuat hatinya hancur seperti sekarang. Donzello sangat hancur saat ini, cintanya harus dibalas dusta oleh istrinya bertahun tahun.


" Bahkan aku seperti orang bodoh selama dua tahun ini, aku seperti orang yang berdiri dengan satu kaki, aku berdiri di ambang cinta yang ujung ujung nya menyakitkan seperti ini. Kenapa kau tak bisa mencintaiku sejak pernikahan kita? Kenapa Grace?" Dia berteriak dengan kencang dia tak sanggup untuk berkata lagi. Saat ini hatinya juga sama sama hancur ketika dia harus berhadapan dengan orang yang dulu dia cintai kini orang itu malah menyakiti hatinya sebegini rupa.


Donzello memejamkan matanya dia menahan rasa emosinya, dia yang tadi mengatakan bahwa ada perselingkuhan itu memang sengaja tapi dia juga tak bisa mengatakan bahwa dia juga sudah tahu kebenaran bahwa istrinya juga telah bermain di belakangnya selama dia menikah bahkan asmara terlarang itu ada sebelum pernikahan mereka terjadi.

__ADS_1


Semakin dia memejamkan matanya bayangan kekasihnya dengan senyuman yang manja tiba tiba terlintas begitu saja. Dia yang tadi emosi dan merasakan sakit hati kini tiba tiba luluh dengan senyuman yang begitu penuh cinta.


" Kau tau aku mungkin salah mempertahankan cinta ini tapi aku ingin bersikap egois sedikit saja untuk memilikimu aku tak peduli orang lain berkata apa tentang aku yang jelas saat ini aku mencintaimu."


Kata kata kekasihnya kini membuat hatinya yang tadinya hancur kini kembali tertata lagi dengan cepat. Wayah yang garang tadi kini menjadi wajah yang penuh dengan cinta ketika bayangan-bayangan dari kekasihnya membuatnya berhasil tersenyum.


" Aku mencintai Charlotte sekarang, mungkin ini sudah menjadi takdir ku dan Grace berpisah dan aku bisa bersama Charlotte…" Dia yakin saat ini cinta nya hanya untuk Charlotte wanita yang mampu menggerakkan hatinya meskipun dengan hanya dengan membayangkan saja.


" Aku harus segera menyelesaikan dengan Grace karena semakin lama aku bersamanya maka semakin lama aku bersatu dengan nya…" Tekadnya kini bulat. " Semuanya sudah terbongkar dan tak ada lagi harapan untuk bersatu."


\=\=\=\=


" Dadaku terasa sesak! Kenapa aku harus merasakan sesakit ini. Apa tanpa aku sadari aku juga mencintai suamiku?" Gumam nya dengan air mata yang mengalir begitu saja.


Pengkhianatan yang diakui oleh sang suami kini membuat dirinya begitu sangat hancur bahkan hatinya kini begitu terluka hingga dia tak bisa berpikir sedikitpun saat ini. Hanya ada derai air mata yang ada di sana. Kecewa ya dia saat ini kecewa karena pengkhianatan yang dilakukan oleh sang suami.


" Kenapa kau tega melakukan ini kepada ku Don? Kenapa kau tega dengan pernikahan kita? Aku tau aku salah tapi kenapa kau harus seperti ini membalasnya.. hiks.. hiks…" Dia mengusap air matanya dengan cepat tubuhnya bergetar hebat tubuhnya terasa dingin saat ini.


Bayangan sang suami bersama wanita lain  membuat hatinya benar benar hancur saat ini. Tangan nya mengepal dengan menatap ke depan dengan pandangan yang begitu dingin.


" Aku harus tahu siapa wanita yang di maksud oleh suamiku! Lihat saja aku apa yang bisa aku lakukan untuk wanita mu itu…" Dia yang tadi menangis kini mencoba untuk bangkit dari keterpurukan ini dia yang bertekad untuk mempertahankan rumah tangga nya apapun yang terjadi dia harus mempertahankannya.

__ADS_1


Ceklek!!


Donzello kini sudah rapi dengan pakaian barunya dia yang siap untuk pergi lagi meninggalkan Grace yang masih duduk disini dengan menatapnya dengan pandangan dingin. Bahkan saat ini Donzello tak melihat ke arah nya sedikit pun dia melewati istrinya begitu saja seakan dia tak melihat sosok wanita yang ada di bawah dengan pandangan dingin nya.


" Kau mau kemana Don? Kita perlu bicara?" Grace berdiri dengan cepat ketika melihat suaminya mengeluarkan koper miliknya dan segera memasukan benda miliknya.


Donzello tak menjawabnya dia tergesa gesa melakukan hal yang ada di depannya saat ini. Dia tak ingin satu atap lagi dengan Grace keputusannya untuk pergi kini telah bulat semuanya sudah terlanjur terbongkar hingga membuat dirinya harus pergi.


" Kau mau kemana?" Grace menarik tangan Donzello.


" Bukan urusanmu aku pergi kemana!" Bentaknya kembali. " Aku tak bisa lagi tinggal bersama mu, aku harus pergi. Aku akan segera mengurus perceraian kita."


Deg!!


" Cerai?" Grace mengulangi kata kata itu dengan suara yang gugup dia tak menyangka bahwa sang suami begitu dengan mudah ingin berpisah dengannya.


" Iya bercerai…" Donzello menekan kata kata nya lagi. " Bukankah itu yang kau inginkan dari dulu, bahwa kita bercerai. Tapi tenang saja aku tak mungkin tidak meninggalkan harta untukmu dan adikmu, aku akan tetap memberikan hak kalian, jadi janga-"


Plak!!!


Satu tamparan yang keras kini melayang begitu saja mengenai pipi Donzello saat ini. Rasa panas dan kebas saat disentuh oleh Donzello dengan senyum tipis di bibirnya. Tapi dia hanya diam seribu bahasa saat ini dia juga tak membalas apa yang dilakukan oleh istrinya.

__ADS_1


__ADS_2