Orang Ke Tiga

Orang Ke Tiga
Terbongkar 2


__ADS_3

Beberapa hari telah berlalu begitu cepat, semenjak pertengkaran di mana semua nya terbongkar kedua insan itu kini hanya saling merenungi nasib mereka. Tak ada yang bisa membohongi hati mereka ketika jarak memisahkan raga mereka berdua.


Donzello yang akhirnya menerima sebuah bukti bahwa istrinya juga telah berselingkuh di belakangnya selama ini, mulai bersikap dingin dan ketus dia tak mau tahu lagi apa yang dilakukan oleh sang istri.


Hatinya benar benar terluka bukan karena cintanya tapi dia terluka dengan keadaan yang menjebak dirinya menikah dengan wanita yang tak ingin hidup bersamanya selama ini. Ketika dia hancur berkeping keping orang yang diharapkan pun juga pergi saat ini,dia tak ingin menemui laki laki yang saat ini begitu terpuruk oleh keadaan yang ada.


Andaikan wanitanya masih ada di sana mungkin hari hari nya tak akan menderita seperti sekarang, kali ini dia benar benar dihantam oleh kehancuran yang berkeping keping, kehancuran yang membuatnya benar benar terpuruk tak bisa bangkit lagi.


Hantaman terberatnya adalah dia menerima bukti perselingkuhan sang istri dengan sesama jenis, dia kini sadar bahwa sang istri tak pernah mengharapkannya, bahwa sang istri tak pernah ingin mencintainya. Sekarang dia tahu alasan slama ini kenapa sang istri tak pernah benar benar ingin dia sentuh.


Rumah yang seharusnya menjadi tempat nyaman kini menjadi rumah yang seperti neraka, hawa panas selalu dia rasakan saat ini. Dia yang enggan kembali pun terpaksa untuk tetap pulang meskipun dia merasa berat melangkah masuk.


Donzello yang ingin menemui kekasihnya menjelaskan semuanya dan mengatakan semuanya kini terpaksa menahan diri karena kekasihnya tak ingin bertemu dirinya sementara, dia masih ingin butuh waktu untuk menenangkan hati dan pikirannya.


" Sayang kamu sudah pulang! Makan malam dulu, aku sudah siapkan makan malam untuk kita… Grace yang pertengkaran malam itu merasa di pojokan oleh suaminya hanya diam seribu bahasa.


Malam itu Donzello tak membuka apa yang dia ketahui dia masih bisa menahan dirinya dia tak ingin membongkar kebusukan sang istri di depan semua orang yang ada di rumah.


Sejak saat itu dia hanya mencoba menjadi istri yang baik, dia mencoba segala cara untuk mengetuk pintu hati suaminya, meluluhkan suami nya yang saat ini seperti es. Grace dengan sabar dia selalu mengajak suaminya bicara meskipun tak pernah dianggap sama sekali oleh laki laki kaku itu.

__ADS_1


" Aku sudah siapkan air hangat untuk mu, kau bisa mandi dulu lalu kita bisa makan…" Sambungnya lagi.


Semenjak pernikahan dua tahun Grace tak pernah memperhatikan suaminya, bahkan hal sekecil apapun tak pernah ia tanyakan atau ia lakukan. Setelah perselingkuhan itu berakhir dan dia bertekad akan kembali ke suaminya malah sekarang semuanya terbalik sang suami yang bersikap dingin.


Donzello tak menjawabnya dia pergi meninggalkan Grace yang menatap dirinya. Grace hanya menghela nafasnya dengan kasar ketika tak ada jawaban dari sang suami dia terpaksa membiarkan sang suami malah masuk ke kamar tamu, dia yang masih meyakini sang suami hanya marah dia membiarkan sang suami butuh waktu untuk sendiri.


" Kakak kau yang sabar, aku yakin kakak ipar hanya ingin menguji keseriusan mu…" Olivia yang dari tadi ada di sana dia melihat betul bagaimana dua orang itu saling tak berkomunikasi dengan baik.


" Kamu yakin dia hanya menguji keseriusan ku? Dia tak sedang memikirkan untuk pergi meninggalkan ku?" Suaranya tertahan kali ini dia merasakan ada kekhawatiran jika dia ditinggal sang suami, jika semuanya berakhir maka dia tak akan bisa mampu bertahan.


" Buktinya dia selalu pulang dia tak pergi dan menginap lagi di satu tempat! Pertengkaran kalian kemarin tetap membuatnya pulang apapun yang terjadi ini rumah kalian dan hanya kamu yang menjadi tempatnya pulang, yang jelas dia tak tahu kalau kakak pernah ada main di belakang, untuk sementara biarkan kakak ipar menyendiri dia butuh waktu untuk memaafkan semuanya, jangan memancing emosinya yang nanti akan membuat kalian bertengkar lagi…" Grace mengangguk mengerti dia mendengarkan saran dari adiknya.


Di tempat lain Charlotte duduk di kursi goyangnya dia menatap ke depan dengan pemikiran yang hanya dia yang tahu. Dia merindukan Donzello saat ini, rasa cintanya tak ingin hilang meskipun sebuah tamparan kenyataan yang didapatkan olehnya.


Beberapa hari dia menyendiri, beberapa hari dia memikirkan kisah cintanya kini dia telah menemukan apa yang harus dia lakukan. Charlotte yang ingin pergi dari kehidupan kekasihnya kini malah merasakan luka yang dalam, hatinya hancur.


Tak hanya Don yang terluka tetapi dia juga benar benar terluka saat ini, dia yang dibohongi olehnya hanya bisa diam dengan seribu bahasa, dia tak membuka bibirnya ketika setiap panggilan masuk ke ponselnya. Dia yang ingin bersama Don waktu itu karena Don hanya mengatakan wanita itu adalah tunangannya bukan istrinya.


Jika semuanya bisa jujur dari awal mungkin hal ini tak akan terjadi, mungkin dia akan pergi sebelum rasa cintanya begitu dalam dan rasa luka itu kini begitu besar.

__ADS_1


" Argh…." Teriaknya dengan mengacak acak rambutnya sendiri karena dia tak tahan menahan rasa rindu yang sangat memenuhi hati nya.


" Kenapa? Kenapa semua ini terjadi? Kenapa percintaan ku harus seperti ini? Kenapa…" Teriaknya dengan mengusap wajahnya dengan kasar.


Cintanya begitu menyakitkan hatinya, dia yang waktu itu menerima kenyataan bahwa tunangan telah berselingkuh di sebuah kamar hotel di saat dia terpuruk dia telah menemukan orang yang membuat hari harinya berwarna.


Warna hidupnya tiba tiba hancur ketika kebohongan terbesar yang ditutupi oleh kekasihnya terbongkar, dia terpuruk dia hancur berkeping keping di saat semua kebahagian yang ingin dia rajut kini telah dibongkar oleh kenyataan pahit yang dia terima.


Takdir sungguh pintar membuat hati orang terbolak balik dengan rasa bahagia dan rasa luka yang mendalam. Kebahagian yang hanya sesaat kini dihantam oleh terjang ombak yang sungguh menyakitkan hatinya. Dia tak bisa berkata apa apa selain hanya bisa menangis meratapi nasibnya.


" Aku merindukanmu sangat merindukanmu! Apa hanya aku yang merindukanmu saat ini?" Katanya dengan mata yang berkaca kaca.


Ia tak bisa menahan air matanya yang sudah menetes di pipinya saat ini, dia menangisi dirinya sendiri yang masih tetap menyimpan rasa cinta itu padahal kekasihnya sudah membohongi hingga hatinya terluka begitu besar.


Sedangkan Donzello kini berdiri di depan cermin dia masih menyentuh bekas bekas tanda kepemilikan yang ada di dadanya, dia merasakan bahwa dia sangat merindukan kekasihnya, dia mencintai kekasihnya.


" Aku merindukanmu sweetheart! Sangat merindukanmu. Apa tak ada maaf bagi ku saat ini…" Katanya dengan memejamkan dirinya seakan merasakan bahwa wanita itu memeluknya saat ini.


Tetapi hanya hawa dingin dan bayangan kosong yang memeluknya dengan rasa yang begitu menyayat hati kedua insan yang saling menahan rasa rindu karena terbentang takdir yang ada.

__ADS_1


__ADS_2