
“ Kau mau berdansa dengan ku?”
Grace yang tadi tak berbicara apapun kini langsung tersenyum lebar ketika suaminya menawarkan hal yang tak pernah ia pikiran dari tadi.
“ Kamu tadi bilang apa?” Grace mencoba untuk mendengarkan apa yang dikatakan oleh suami nya lagi. Dia yakin telinga nya saat ini sedang bermasalah.
“ Kau mau berdansa atau tidak? Jika tidak ya sudah.”
“ Tentu saja aku mau...” Grace kini tersenyum penuh kemenangan dia tak menyangka suami nya ingin berdansa dengan nya lagi setelah pertengkaran mereka yang membuat sang suami memasang jarak.
Kedua orang itu kini juga turun ke lantai dansa, tapi mata Donzello tak lepas dari dia yang terus mengawasi kekasihnya yang dari tadi sudah berdansa dengan mantan tunangan nya. cemburu dan kesal kini telah menjadi satu.
“ Aku minta maaf atas semua yang sudah aku lakukan, aku tahu aku salah sudah merusak kepercayaan mu. Tapi apa kamu tak bisa untuk memberikan kesempatan untuk hubungan kita berdua lagi.”
“ Aku tidak mau memberi kesempatan untuk orang yang sudah berkhianat di belakang ku. sekali kau ada main dengan wanita maka suatu saat kau pasti akan mengulangi nya.”
Bernard menghela nafasnya kembali. “ Apa kau sudah memiliki kekasih lain hingga kau tak mau memberikan kesempatan pada aku lagi?”
Charlotte hanya diam dia tak mau menjawab pertanyaan yang menurutnya tak perlu dijawab. “ Char aku masih sangat mencintai mu, kau tahu hubungan kita tak semulus yang orang kira. Setiap hubungan pasti akan ada badai nya tapi tak bisakah kita saling menggenggam satu sama lain lagi seperti dulu...” Bernard masih terus memohon untuk hubungan nya.
“ Kita sudah selesai dan aku tak mau kembali....” Charlotte yang tiba-tiba melepaskan nya dan dia ingin pergi.
Tapi lagi lagi Barnard dengan cepat menarik tangan Charlotte hingga mereka berpelukan dari arah belakang. Bernard memeluk tubuh Charlotte dari arah belakang yang membuat dia hanya bisa membeku dan membisu di tempat.
“ Lepaskan aku Bar. Kau sudah tahu aku tak akan memberikan kesempatan lagi pada mu.”
__ADS_1
“ Aku tahu. Jika memang kau tak bisa untuk memberikan aku kesempatan biarkan aku seperti ini dulu. Ini momen dimana kita pernah bahagia dan sekarang momen yang sama juga hal yang menyedihkan. Aku hanya ingin memelukmu untuk yang terakhir kali nya.”
Charlotte hanya diam dia tak memberontak lagi seperti tadi. Apa yang dikatakan Bernard benar. Dia dulu pernah berdansa dengan nya di saat momen yang mereka rasakan kebahagian, seakan dunia hanya milik mereka berdua. Cinta dan takdir seakan menjadi satu waktu itu. Semua alam akan mendukung persatuan cinta karena takdir yang membawa mereka bertemu hingga sepakat untuk melangkah ke arah yang lebih serius.
Tapi di momen dansa kali ini bukan ada kebahagian melainkan tangisan perpisahan untuk hubungan yang mereka impikan menjadi ikatan pernikahan. Harapan hanyalah sekedar harapan. Takdir kini telah mengubah mereka menjadi kedua orang yang tak mungkin saling bersatu. Cinta mereka telah diuji tapi sayangnya Bernard lah yang mengalah untuk merelakan wanita nya untuk pergi.
Memohon pun percuma karena dia tak mungkin mau kembali dengan nya. semakin di paksa akan semakin membuat kedua orang itu terluka. Mungkin dengan merelakan mereka bisa saling sadar bahwa mereka saling mencintai atau malah mereka bertemu dengan orang yang tepat berada di samping mereka.
“ Bernard lepaskan!” Charlotte kini terasa bahwa pelukan yang dulu kurasakan kini malah membuatnya tak nyaman. Ada keresahan yang tak bisa ia katakan.
“ Apa kau tak nyaman aku seperti ini?”
“ Bernard maafkan aku. Aku merasa tak nyaman sekarang. Ada seseorang yang harus aku jaga hati nya...” Charlotte memejamkan matanya dia mengatakan bahwa dia memang harus menjaga hati seseorang yang ada di sana.
Deg!!
“ Maafkan aku. Tapi aku rasa kita bisa menjadi teman seperti dulu...” Charlotte kini pergi begitu saja setelah mengatakan nya.
Hati nya terluka setiap ia melihat Bernard, laki laki yang pernah ia cinta dengan besar, orang yang pernah membuatnya nyaman dan orang yang sangat ia percayai kini malah orang yang telah menghancurkan semua mimpi-mimpi nya. orang yang membantingnya dengan keras, orang yang membuat semua harapan menjadi angin yang tak berembus.
Deg!! Deg!!
Jantungnya berpacu hebat ketika ia yang ingin pergi malah menatap seseorang yang juga menatapnya dengan datar nya. mata mereka saling beradu pandang tapi dengan arti yang berbeda saat ini. Hatinya terasa sakit melihat orang yang sekarang ada di hatinya telah memeluk wanita lain tepat di depan matanya.
“ Sempurna sekali hidupmu...” Ujarnya dengan sinis yang kemudian dia pergi begitu saja meninggalkan lantai dansa dengan hati yang terasa remuk saat ini.
__ADS_1
Charlotte berlari meninggalkan semua orang yang larut dalam suara musik yang membawa mereka ke dalam romantisan. Charlotte tak peduli dengan orang-orang yang saling tertawa bahagia. Saat ini hatinya benar-benar terluka.
“ Hidup ku terlalu sempurna...” Gumam nya dengan tertawa tipis.
Dia kecewa oleh keadaan yang tak bisa dikatakan. Dia yang kemarin masih bahagia menyiapkan semua pesta pernikahan yang sangat ia mimpikan dan hanya satu menit kebahagian itu hilang ketika melihat sang calon suami berada di dalam kamar bersama wanita lain. Cinta nya yang ia sang jung seakan tak ada guna nya. air mata yang ia kerjakan berulang kali tampak tak berarti saat ini.
Di saat dia terluka malah dia mendapatkan sosok laki laki yang membuat ya nyaman yang akhirnya membuat mereka terlibat cinta yang rumit. Perselingkuhan yang terjadi akhirnya mengharuskan dia merasakan rasa sakit yang begitu dalam. Membagi laki laki yang dicintai dengan wanita lain adalah hal yang sangat menyakitkan.
“ Don kau mau kemana?” Donzello langsung melepaskan dirinya dari istri nya yang dari tadi menempel ke tubuhnya.
“ Aku ada urusan sebentar.”
“ Sayang...” Rengek nya dengan menarik tangan Donzello.
“ Aku melihat klien ku di sana. Aku harus menyapa nya dulu. Kau duduklah.”
“ Kau tak ingin memperkenalkan aku sebagai istrimu?”
“ Grace kau tahu apa yang terjadi pada kita berdua jadi hentikan sikapmu yang semuanya baik-baik saja...” Bentaknya dengan nada dingin.
“ Tapi aku istrimu.”
“ Hanya status. Kau tunggu di sini atau kau pulang. Terserah. Aku tak peduli...” Donzello langsung pergi meninggalkan Grace yang terdiam mematung mendengarkan apa yang dikatakan suaminya.
Grace melihat suaminya yang benar sedang menyapa seseorang yang tampak mereka sedang saling menjabat tangan nya. “ Seharusnya aku tak menaruh curiga pada nya...” Gumam nya dengan dia berlalu cepat meninggalkan suaminya yang ada di ujung dengan seorang klien nya.
__ADS_1