Orang Ke Tiga

Orang Ke Tiga
Kecurigaan


__ADS_3

Sedangkan di kamar lain istri dari Donzello Fausto kini juga tengah menggeliat manja dia yang berada di bawah selimut tebal putih yang menutup tubuh polosnya yang semalam telah melakukan hubungan dengan sosok selingkuhannya.


Wanita itu tak pernah merasa nyaman meskipun bersama suaminya, dia merasa nyaman ketika bersama seorang yang selama ini ada di kehidupannya sebelum dia menikah dengan suaminya.


" Kau sudah bangun? Kenapa tak membangunkan ku?" Grace menatap kekasihnya yang sudah bangun dengan duduk di depannya tanpa membangunkan dirinya.


" Kau terlalu nyaman tidur hingga aku tak berani membangunkan mu!" Ujarnya dengan menyesap air putih.


Grace kini mencoba duduk dan bersandar di sisi ranjang dengan menatap kekasihnya yang wajahnya murung sejak kemarin.


" Apa ada yang kau pikirkan kenapa kau tak seperti biasanya?" Grace paham betul wajah kekasihnya yang tak seperti biasanya.


" Mandilah dulu ada hal yang ingin aku katakan dengan mu."


" Apa itu serius?" Grace segera bangkit dan berjalan menghampiri kekasihnya.


Orang itu menarik lembut Grace yang membuat dia duduk di pangkuan nya dengan menatap nya penuh tanda tanya besar.


" Katakan ada apa Honey? Jangan membuat ku takut! Apa ini ada masalah tentang hubungan kita?" Dapat dibaca dengan jelas apa yang terjadi.


Selama ini tak ada keluarga yang menyetujui hubungan terlarang ini, hanya saja mereka yang selalu diingatkan untuk memutuskan hubungan terlarang dan mereka yang masih terlalu pandai untuk menutupinya hingga bermain di belakang selama ini.


" Kita mandi dulu lalu makan siang, setelah itu kita akan membahasnya."


Mau tak mau Grace akhirnya menuruti apa yang dikatakan oleh kekasih gelapnya itu. Grace melangkah mengikuti langkah kekasihnya dengan terpaksa.


Grace tau apa yang akan dibahas oleh kekasihnya ini, selama ini permasalahan mereka tak akan pernah berubah hanya persetujuan dan ketahuan oleh keluarga kekasihnya tentang hubungan terlarang ini.


***


Barnard mencoba untuk menghubungi ponsel Charlotte tapi lagi lagi nomor ponsel itu mati, Barnard yang dari semalam menghubunginya kini mulai merasa kesal karena tunangannya melarikan diri darinya.


" Please aktif ponsel mu sayang! Kenapa kau tak mau memberi ku kesempatan. Apa kau bersama laki laki semalam…" Tangannya kini mengepal ketika mengingat tunangan bercumbu mesra di depan nya meskipun dia hanya melalui lewat sambungan video call.

__ADS_1


" Harusnya kita impas bukan Charlotte…" Sambungnya dengan tetap berusaha menghubungi wanitanya yang saat ini sedang makan siang dengan laki laki yang mampu mengambil mahkotanya semalam.


Sedangkan di kapal pesiar yang indah itu setelah mereka selesai melakukan makan siang, dan Donzello tanpa lupa juga memesan baju untuk wanitanya tentu saja pegawai wanita yang memberikannya.


" Don aku ingin kembali ke kamar aku sebentar…" Suara protes itu membuat laki laki yang duduk di sisi ranjang menatapnya dengan penuh selidik.


" Untuk apa?"


" Tentu saja untuk berganti baju, mana mungkin aku pakai baju seperti ini. Kau lihat semuanya panjang dan ini bukan musim dingin jadi aku tak ingin pakai baju seperti ini…" Protesnya lagi.


" Itu bagus untukmu Sayang."


" Apanya yang bagus Donzello tak ada yang bagus satupun. Kau lihat celana panjang dan bajunya pun juga panjang! Bagaimana aku bisa memakai nya di musim panas kayak gini."


" Itu bagus untuk menutupi tubuhmu Sweetheart…" Ujarnya dengan meletakkan ponselnya.


" Tidak! Aku mau ganti baju…" Tegasnya dengan sungguh sungguh.


" Aku tidak akan mengizinkannya…" Donzello juga tegas melarangnya.


" Ya sudah jika kau tak mengizinkannya! Aku akan kembali ke kamar ku sendiri dan jangan temui aku lagi…" Charlotte kini melangkah dengan cepat dia kesal karena laki laki itu kini malah melarangnya.


Donzello kini hanya menggelengkan kepalanya dia tau wanita itu hanya sedang marah karena tak mengizinkan dia berganti pakaian nya.


Donzello yang ingin mengejar cintanya kini terhenti ketika panggilan itu membuatnya melihat ke arah ponselnya. Tatapannya kini melihat bahwa itu adalah nomor dari rumahnya.


Donzello mengerutkan keningnya dan menggeser panggilan itu dengan menatap wanitanya sudah menghilang di balik pintu kamarnya yang ditutup keras.


" Halo Tuan maafkan saya telah mengganggu anda!" Suara dari pembantu dari rumahnya membuatnya semakin penasaran.


" Ada apa?" Donzello kembali duduk karena rasa penasaran dengan apa yang ingin dikatakan oleh pembantunya.


" Tuan saya hanya ingin mengatakan bahwa Nyonya tak pulang semalam dan Nona Olivia berkata bahwa Nyonya sedang bersama anda liburan."

__ADS_1


Donzello hanya menghela nafasnya dengan sedikit terkejut tapi kemudian dia tersenyum tipis di bibirnya. Dia kini tau kenapa istrinya tak memiliki rasa yang hangat.


" Apa setiap saya pergi dia tak pulang?"


" Maafkan saya Tuan."


" Sudah kuduga! Biarkan saja dia mau pulang atau tidak tapi ingat jika dia sudah pulang kabari aku. Aku ingin tau berapa hari dia tak pulang…" Tangannya mengepal karena menahan amarahnya.


" Baik Tuan."


" Dan satu lagi jangan katakan apapun kepada Olivia biarkan aku yang mengatakan kepada Olivia jika kakaknya tak bersama ku."


" Baik Tuan."


Donzello dengan cepat mematikan panggilan itu dengan wajah yang merah. Kali ini dia sangat yakin bahwa istri telah memiliki pujaan hati lain di belakangnya.


Bug!! Dia memukul keras kasur dengan amarah yang memuncak. Jantungnya kini berdetak tak karuan karena marahnya.


" Sial.. aku kecolongan…" Katanya dengan menahan amarahnya.


" Kau akan tanggung akibatnya jika kau sungguh bermain di belakang ku selama ini… " Sambungnya dengan menahan amarahnya.


Donzello mengusap wajahnya dengan kasar dia terlalu marah hanya saja mendengar apa yang dia tak ketahui selama ini.


" Ini akan menjadi alasan terbesarku untuk menceraikan nya dan aku akan mempertahankan cinta ku yang saat ini…" Sambungnya lagi dengan senyum penuh arti.


Wajahnya yang memerah karena amarah tadi kini tiba tiba menjadi ceria lagi ketika mengingat wanita yang mampu menggerakkan hatinya. Senyumnya merekah penuh arti ketika tiba tiba bayangan hantunya muncul di depannya.


Donzello meletakkan ponselnya dia berdiri dan lebih memilih menghampiri wanita yang tadi merajuk karena pakaian nya. Donzello kini tak ingin memikirkan hal yang membuatnya marah, dia ingin bahagia di sini bersama wanita yang telah mampu masuk ke dalam hatinya.


Charlotte yang memiliki paras cantik mampu menyihir laki laki tampan yang selama ini setia kepada istrinya. Kali ini rasa setia itu luntur dengan kecantikan dan kelembutan serta kenyamanan yang diberikan oleh Charlotte.


Donzello seperti merasakan sihir yang begitu dalam ketika dia pertama kali melihat wanita itu ditambah lagi dengan keperawanannya yang telah diambil olehnya.

__ADS_1


Aku akan mempertahankan mu apapun yang terjadi nanti. Gumamnya dengan melangkah keluar dari kamarnya.


__ADS_2