
Mereka saling berpelukan dengan erat rasa yang menyakitkan tadi kini hilang ketika mereka saling mendekap satu sama lain. Mereka saling memiliki hatinya tapi untuk mengumumkan status mereka masih saja terhalang dengan kondisi yang benar-benar tak memungkin kan untuk mereka mengatakan pada dunia bahwa mereka saling mencintai.
Donzello melepaskan pelukan nya menggapai bibirnya menciumnya dengan ringan sebelum sentuhan kedua lebih dekat karena dia memiringkan kepala nya dan mereka sama sama memejamkan matanya. Menikmati sentuhan yang lembut. Charlotte yang tadi hanya diam ketika sentuhan kasar dan liar kini mulai membalasnya ketika sentuhan lembut itu telah ia terima.
Donzello meremas tengkuk Charlotte ketika dirinya merasakan sesuatu yang panas menjalar ke seluruh tubuhnya. Kedua tangan Charlotte kini sudah merangkul ke tengkuk Donzello. Mereka saling bernafas dalam ciuman yang membuat mereka merasakan sesuatu yang harus mereka tuntaskan.
“ Don kita sedang berada di dalam toilet...” Ucapnya ketika ciuman itu terlepas dan Donzello mengangkat tubuh kecil kekasihnya mendudukan di sana.
“ Aku sudah mengunci nya....” Jawabnya dengan santai dan tenang.
“ Kau mengunci nya?” Charlotte terkejut mendengar apa yang dikatakan oleh kekasihnya saat ini. “ Nanti jika ada-“
Charlotte tak bisa melanjutkan ucapan nya ketika Donzello kembali membungkam kata kata nya dengan sebuah ciuman yang penuh dengan tuntutan lain yang harus mereka selesaikan.
Donzello terus melahap bibir tipis Charlotte, ciuman yang penuh dengan api gairah itu benar benar memabukan kedua insan yang sedang saling menikmati sentuhan demi sentuhan yang mereka ciptakan sendiri.
“ Pelankan suaramu Sayang...” Bisiknya dengan menggoda sang kekasih.
“ Omong kosong. Kau yang selalu berisik...” Charlotte tak terima dengan peringatan yang dilayangkan sang kekasih nya.
Kedua mata itu kini saling bertatapan dengan mereka yang segera tertawa pelan. “ Kita berdua yang terlalu berisik Sayang...” Mereka sadar bahwa mereka lah yang berisik ketika mereka sedang menyatukan tubuh mereka.
Kini Donzello memanjakan tubuhku kembali dia tak terburu-buru meskipun tempat kami begitu tak nyaman tapi laki laki itu masih bisa bersikap lembut dengan wanitanya. Charlotte hanya bisa memejamkan matanya menikmati sentuhan demi sentuhan yang lembut. Charlotte hanya bisa meremas tangan nya ketika merasakan sesuatu yang harus mereka selesaikan.
Jemari nya kini sudah berkeliaran di tubuh Charlotte dan berhenti di salah satu tempat yang membuatnya memporak-porandakan pertahanan dari Charlotte hingga dia hanya mampu mengerang menggeliat tak karuan. Donzello tanpa ragu melakukan apa yang ia mau dia tak peduli bahwa saat ini mereka berada di tempat yang salah.
“ Don...” Geram nya ketika jemari itu terus membuatnya hampir berteriak karena rasa yang diberikan oleh kekasihnya. “ Tak bisakah kita ke kamar saja....” Pintahnya.
“ Nanti Honey. Ini sudah sangat basah jika aku membawamu ke kamar akan membutuhkan waktu lama.”
“ Don kau curang...” Cibirnya dengan nada kesal.
__ADS_1
“ Aku tidak...” Donzello kembali melahap bibir kekasihnya yang dari tadi seakan menolak dirinya tapi bahasa tubuhnya menginginkan sentuhan dari nya.
Charlotte tak bisa menolak ketika sang kekasih menawarkan kenikmatan yang selalu mereka ciptakan dengan sendiri. Bibirnya mungkin bisa saja menolak tapi bahasa tubuhnya saat ini sungguh tak bisa menolak. Tubuhnya seakan ketagihan dengan sentuhan-sentuhan yang mampu membuat nya melayang hingga ke langit. Bahkan Charlotte tak peduli jika nantinya dia harus bersaing dengan istrinya dia akan bersaing dengan menjerat Donzello dengan urusan ranjang.
“ Don...” Charlotte menggelinjang kegelian saat merasakan sentuhan yang begitu lembut mengenai dirinya.
Donzello masih menguasai permainan meskipun dia tak memasuki tubuh nya. Donzello hanya menggoda nya, mempermainkan dirinya.
“ Kau tak ingin menjatuhkan nya?”
“ Sabar Honey. Kita selesaikan ini dulu...” Jawabnya dengan dia yang terus bermain main menggoda milik kekasihnya yang sudah basah dari tadi.
Donzello hanya menggoda Charlotte dia bergerak pelan dengan Charlotte yang masih memejamkan matanya menikmati sensasi kenikmatan yang diberikan atas penguasaan tubuh nya saat ini.
Tok!! Tok!!
“ Donzello kau ada di sana?” Teriaknya dari luar toilet.
Ceklek!! Ceklek!!
Pintu itu yang ingin terbuka nyata nya tak bisa karena sudah di kunci dari dalam. “ Apa ada orang di dalam?”
Grace yakin bahwa ada seseorang yang ada di dalam karena tadi ia seperti mendengar suara yang diyakini adalah suara wanita. “ Apa ada orang?” Grace masih berusaha untuk mengetuk pintu toilet tersebut.
Sedangkan kedua orang yang sedang di mabuk gairah kini tak peduli dengan suara teriakan yang dari tadi mengetuk pintu dari luar. Tapi Charlotte segera menghentikan aktivitasnya dengan menatap ke arah kekasihnya.
“ Don bukankah itu suara Nyonya Grace yang sedang mencarimu...” Alarm berbahaya seakan tiba-tiba menyala di otak Charlotte dia yang tadi sudah terbuai oleh api gairah kini sadar bahwa ada seseorang yang sudah menunggu nya di luar.
“ Biarkan saja.”
“ Donzello kita bisa selesaikan nanti. Sebaiknya kau kembali. Dia pasti mencarinya.”
__ADS_1
“ Honey jangan pikirkan dia.”
“ Sayang kita akan selesaikan nan-“
Lagi lagi Charlotte tak bisa melanjutkan ucapan nya ketika ia sudah dibungkam kembali oleh ciuman yang sedikit liar seperti yang tadi. “ Aku tak suka ada orang lain di tengah-tengah kita. Sekarang dan selama nya hanya akan ada aku dan kamu...” Charlotte mengangguk dengan rasa bersalahnya.
Donzello yang kembali menyerang Charlotte kini membuatnya kembali terbuai oleh permainan panas mereka meskipun saat ini mereka tak saling menyatukan. Tapi mereka sama sama merasakan puncak gairah yang selalu menggebu. Charlotte yang sudah pasrah kini lebih memilih untuk mengabaikan teriakan dan gedoran yang masih berlanjut. Bahkan dia tak peduli dengan apa yang terjadi jika pintu itu tiba-tiba didorong oleh orang.
“ Don di sana ! tetaplah seperti itu...” Charlotte mengerang dia menyentuh tangan Donzello meremas nya dengan pelan.
Donzello yang dari tadi juga merasakan sesuatu yang On dari tubuhnya kini hanya bisa menahan nya karena saat ini dia hanya ingin menyelesaikan urusan bersama kekasihnya. Sedangkan miliknya harus diselesaikan setelah pertempuran ini selesai.
“ Honey...” Charlotte mengejang ketika dia di dorong di ujung pelepasan yang mereka inginkan. Nafasnya tertahan ketika gelombang itu mulai merpa tubuhnya.
Charlotte mengerang ketika dia didorong untuk pelepasan. Waktu terasa memudar seketika ketika pelepasan. Charlotte merasa melayang bahagia dengan dia yang masih memejamkan matanya dengan dia yang masih mengatur nafasnya yang tak beraturan.
Donzello memeluk erat tubuh kekasihnya dengan dia yang sedikit tersenyum. “ Kau milik ku hanya milik ku. tak peduli siapa yang akan nanti menentang kita, yang jelas kau hanya milik ku...” Bisiknya dengan dia mengklaim bahwa Charlotte hanya milik nya.
Bersambung besok lagi ya, Boleh minta tolong dong ya untuk kalian agar Mince tetap semangat,
jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan,
Like 👍
komen ....
Beri ulasan 😍
Jadikan favorit juga boleh kok ya 😍
Share juga bisa kok 😌
__ADS_1