Orsgadt

Orsgadt
Orsgadt Baru


__ADS_3

Sore tiba dengan keanggunan warna merah yang memukau mata. Medan perang yang semula penuh mayat dan genangan darah sudah bersih dalam sekejap. Pasukan dari tiga kerajaan sedang berbaris rapi menatap ke arah utara.


Jauh di ujung utara Orsgadt, di cekungan tempat Anthura pernah tertidur karena sihir Yhourin, sedang berlangsung pemakaman masal korban perang. Para Raja, bangsawan dan kesatria berderet rapi memberikan penghormatan terakhir.


Di sebelah barat, rakyat Orsgadt yang baru terbebas dari sihir Yhourin keluar dari mulut sebuah gua dengan tatapan kebingungan. Selama peperangan berlangsung, mereka ditahan dalam keadaan tidak sadar di dalam gua bawah tanah yang sangat besar dan memiliki lorong-lorong berkelok. Erreandrey membebaskan mereka dari sihir dengan bantuan Verunum.


Sungguh keji perbuatan Yhourin. Ia menggunakan cahaya kehidupan mereka sebagai sumber tenaga untuk sihirnya. Seandainya Emune tidak memiliki inti Elzenthum dan Raja Peri Dougraff tetap tidak membantu, bisa dipastikan mereka semua akan mati.


Emune meletakkan setangkai bunga di atas batu besar bertuliskan: Di sini terbaring jasad mereka yang telah memperjuangkan Orsgadt. Tidak ada makam terpisah untuk kawan maupun lawan karena bagi Emune, kedua kubu memang telah berjuang untuk Orsgadt meski dengan sudut pandang yang berbeda.


Air mata Emune menetes melihat begitu banyak korban yang jatuh. Ia tidak menginginkan hal seperti ini terjadi namun tidak ada jalan lain. Sihir Yhourin telah membutakan seluruh pasukan Orsgadt hingga mau menuruti perintahnya dan Goenhrad yang lebih seperti raja boneka juga tidak akan bisa melawannya. Emune menghapus air matanya dan dalam hati ia berjanji bahwa setelah ini ia akan mengembalikan kejayaan Orsgadt.


Pemakaman Alfred berlangsung hening. Ia dimakamkan di bawah pohon di bukit Thorsca yang selama ini dijadikan tempat bersandar oleh Avena. Itu sesuai dengan pesannya pada Putri Mirena sebelum peperangan terjadi. Sebuah batu besar menandai makam itu. Pedang dan perisainya terpatri di atas batu. Di sini terbaring seorang kesatria hebat kebanggaan Eimersun. Alfred Floyee Garsein, tertulis di atas pahatan segel kerajaan Eimersun.


Mirena, Elric, Sean dan Aiden berlutut di depan makam itu sebagai penghormatan terakhir mereka pada guru dan pria yang sudah mereka anggap seperti ayah sendiri. Kesedihan karena kepergian Alfred terlihat jelas di wajah mereka. Emune datang berama Proner, Fiona, Greg, Leonz, Avena dan Horeen.

__ADS_1


Leonz dan Avena membagikan cawan-cawan kecil berisi sari apel yang jadi minuman tetap Alfred sejak bertemu dengan Emune. Mereka berderet rapi di kedua sisi makam lalu bersulang atas nama Alfred dan meminum sari apel itu. Setelahnya, mereka hanya bisa saling menguatkan dengan saling bergenggaman tangan dan berpelukan.


Fajar kali ini datang dengan cahaya yang lembut dan kehangatan menyertainya sedikit demi sedikit. Pasukan dari tiga kerajaan telah bertolak ke kerajaan masing-masing. Pasukan Imperia dan Eimersun tidak mengalami kesulitan karena mereka hanya perlu menyusuri area perbatasan. Berbeda dengan pasukan Arsyna yang harus menempuh jarak yang jauh untuk kembali ke Arsyna.


Pasukan Arsyna kembali ke Arsyna dipimpin oleh dua panglima perang. Mereka membawa jasad Panglima Karneg yang akan dimakamkan di Arsyna. Erreandrey, ibu Leonz, membuatkan portal yang memudahkan pasukan itu untuk kembali ke Arsyna.


Istana Orsgadt yang semula tampak suram karena citra Goenhrad dan sihir Yhourin kini tampak bersih dan bersinar. Cahaya dari matahari pagi masuk dari pintu-pintu dan jendela-jendela yang terbuka. Leonz berdecak kesal setiap kali menemukan jejak-jejak sihir Yhourin. Gadis cilik itu bersama ibunya dan Verunum cukup kerepotan menghapus sihir-sihir jahat Yhourin.


Emune duduk di kursi di dalam kamar raja yang kini menjadi kamarnya. Kamar seorang ratu terasa terlalu mewah baginya namun ia harus membiasakan diri terlebih lagi saat Ratu Adelaine berkeras untuk membantunya berhias untuk penobatannya. Ya, hari ini adalah hari penobatan Emune sebagai Ratu Agung Orsgadt. Ia adalah perempuan pertama dari keturunan Raja Agung Orsgadt yang akan memegang tampuk kekuasaan.


Emune hanya tersenyum dengan wajah memerah. Membayangkan menikah dengan Elric saja bisa membuatnya malu seperti ini, apalagi jika pernikahan itu benar-benar terjadi. Dada Emune terasa hangat.


“Ibu, belum selesai?” tanya Mirena. Ia tahu pasti ibunya akan berlama-lama jadi segera menyusul ke kamar Emune. Ia membelalak melihat calon iparnya. “Oh, wow! Aku harus berjaga di dekat Elric. Bisa-bisa bocah tengil itu membawa Elizai kawin lari,” ucap Mirena masih dengan nada kagum akan kecantikan Emune.


“Jangan menggodaku,” protes Emune. Ia rasanya sudah berasap karena ucapan Mirena. Calon kakak iparnya itu memang suka bicara semaunya. Sedikit berbeda dengan citra seorang putri raja yang menurut Emune selalu sopan, tenang dan berwibawa.

__ADS_1


“Hahaha, baiklah. Jangan lama-lama. Aku kembali ke aula,” ucap Mirena.


Aula kerajaan Orsgadt tampak semarak hari ini. Bendera-bendera kerajaan berkibar pelan di tiang-tiang yang terpancang miring di tembok aula. Karpet merah dan tahta sang ratu sudah siap, begitu juga kursi-kursi untuk para tamu kehormatan. Suara genderang tertabuh dengan tempo yang pelan dari luar aula menandakan penobatan akan segera dimulai.


Emune masuk ke dalam aula didampingi oleh Arrand, ayah angkatnya. Semua menarik nafas melihat kecantikan dan keanggunannya. Meski usianya masih muda, tidak ada yang meragukan kemampuan Emune, terlebih lagi ia memiliki inti Elzenthum maka sudah pasti ialah sang penjaga Artamea yang patut dihormati.


Seperti yang diduga oleh Mirena, adiknya terlihat gelisah bahkan seperti akan keluar dari barisannya. Untung saja tadi ia sudah memerintah Sean dan Aiden untuk berjaga-jaga. Mirena tersenyum geli melihat Elric berdecak kesal saat Sean dan Aiden menahan lengannya.


Emune yang muncul dengan gaun lengkap seorang ratu Orsgadt yang berwarna biru dan berhiaskan sulaman emas kini sedang berlutut di hadapan Olevander. Sang bijak mengangkat mahkota Raja Agung Orsgadt yang selama belasan tahun tersimpan di kamar raja karena tidak bisa digunakan oleh Goenhrad yang bukan keturunan Raja Agung Orsgadt.


Begitu menyentuh kepala Emune, mahkota yang sebenarnya lebih cocok digunakan oleh laki-laki dan terlihat terlalu besar untuknya tiba-tiba berubah menjadi mahkota cantik dengan emblem Phoenix di bagian depan. Ya, mahkota itu adalah salah satu Pusaka Orsgadt pemberian Raja Peri Dougraff jadi bentuk dan ukurannya akan berubah sesuai dengan pemakainya.


Setelah menerima tongkat kerajaan Orsgadt, Emune lalu duduk dengan anggun di atas tahtanya. Senyum terkembang di bibir Emune. Ia menatap semua orang di aula dengan penuh bahagia dan ucapan terima kasih tak terhingga dari lubuk hati yang terdalam. Saat ini, Elizai Murisie Nezca Orsgadt telah resmi menjadi Ratu Agung Orsgadt yang pertama.


Kemuliaan untuk Orsgadt dan Yang Mulia Ratu.

__ADS_1


__ADS_2