Orsgadt

Orsgadt
Bangsawan Malfice


__ADS_3

Tanpa disadari oleh semua manusia di Artamea. Penobatan itu menimbulkan sebuah gelombang yang hanya bisa dirasakan oleh makhluk gaib. Elqoz dan Raja Drav yang berada di Dunia Ajaib membungkuk hormat ke arah utara, tempat kerajaan Orsgadt berada sambil mengucapkan: Kemuliaan untuk Orsgadt dan Yang Mulia Ratu, sampai tiga kali. Lembah kematian yang tertutup es abadi saat gelombang biru Elzenthum melanda, berubah menjadi danau setelah esnya meleleh cepat dan roh-roh yang tertawan di tempat itu naik ke permukaan lalu menghilang.


Raja Peri Dougraff memejamkan matanya. Ia membisikkan nama Elizai dalam hati. “Kemuliaan untuk Orsgadt dan Yang Mulia Ratu,” ucapnya sambil tersenyum. Di belakangnya, seluruh peri istana membungkuk khidmat ke arah istana Orsgadt.


Seluruh rakyat Orsgadt bersuka cita. Mereka terbebas dari Goenhrad dan penyihirnya yang selama ini membuat mereka hidup dalam ketakutan. Keramaian terlihat di perbatasan. Rakyat Orsgadt yang dulu keluar dari Orsgadt berduyun-duyun kembali ke tanah kelahiran mereka. Mereka yakin dalam kepemimpinan sang ratu, Orsgadt akan damai dan sejahtera.


Usai penobatan dirinya, Ratu Elizai mengangkat Kesatria Hemworth dan Kesatria Arthen sebagai penasehat kerajaan. Keduanya yang selama ini terbiasa jauh dari istana tampak ragu tapi tentu saja mereka tidak bisa menolak keinginan sang ratu yang sudah seperti putri mereka. Apalagi sang ratu memberikan tatapan memohon pada mereka.


Pengangkatan Proner sebagai bangsawan hampir menjadi drama karena sebenarnya Proner lebih suka menjadi kesatria yang mengawal sang ratu ketimbang menjadi bangsawan kerajaan. Ia terpaksa mengiyakan karena bisikan-bisikan yang menurutnya mengerikan.


“Kau akan dipenggal karena melawan titah sang ratu,” ucap Kesatria Hemworth.


“Atau digantung di puncak menara dan dijadikan santapan burung gagak,” bisik Kesatria Arthen.


“Kalau kau menolak, kau tidak akan bisa menikah dengan Leonz,” bisik Emune pada Proner.


Proner mengerti apa yang dikatakan oleh Kesatria Hemworth dan Kesatria Arthen tapi ucapan Emune terdengar tidak masuk akal. Ia pasrah akhirnya. Hari ini ia berubah dari seorang pengelana menjadi seorang bangsawan kerajaan.


Perjamuan usai penobatan berlangsung sangat meriah. Sekejap saja Emune sudah dikelilingi oleh para raja. Raja Thenosyes yang tak henti meminta maaf pada Emune atas kesalahannya di masa lalu berkali-kali menghela nafas lega, Elizai benar-benar bijaksana dan pemaaf. Raja Duncan sudah pasti gembira karena ia akan memiliki seorang menantu yang luar biasa hebat.


Raja Zyruone lain lagi, ia terus mendesah berat dan bergurau mengatakan andai ia punya keturunan laki-laki yang bisa ia nikahkan dengan sang ratu. Gurauannya membuat Elric dan Raja Duncan melotot. Emune jadi tersenyum geli.

__ADS_1


Proner mencari-cari Leonz. Gadis cilik itu tiba-tiba menghilang usai pengangkatannya sebagai bangsawan kerajaan Orsgadt. Proner menduga-duga kalau ada sesuatu yang harus dikerjakan oleh gadis cilik itu.


Kehadiran seorang gadis cantik menjadi perhatian semua orang di aula. Emune tersenyum melihatnya. Gadis berambut keemasan yang panjangnya sampai pinggang berjalan tergesa-gesa ke arah Proner dan menggandengnya pergi.


“Le-Leonz ....”  Proner terkejut melihat penampilan Leonz. Ia baru ingat kalau Leonz sudah mengatakan akan berubah jadi gadis sesuai usia aslinya. Ia bisa melihat wajah kebingungan Sean dan Aiden sementara Avena dan Horeen serempak meringis melihat wajah Proner yang tampak panik.


“Ayo kukenalkan pada Ayah,” ucap Leonz sambil terus menggandeng Proner. Ia sesekali melihat ke arah Proner yang ekspresi wajahnya terus berubah-ubah.


Leonz berhenti di dekat Emune, Elric dan para raja yang sedang berbincang sambil bersenda gurau.


“Ayah, perkenalkan ini calon suamiku,” ucap Leonz dengan manis.


Raja Zyruone membalikkan badannya dan tersenyum pada Leonz. Ia mendeham saat melihat wajah Proner yang memucat. “Benarkah begitu, Bangsawan Malfice?” tanya sang raja dengan wajah datar.


“Jika Yang Mulia mengizinkan,” ucap Proner akhirnya setelah sadar dari kekacauan dalam pikirannya sendiri.


Raja Zyruone hendak mengatakan sesuatu tapi dipotong oleh Leonz.


“Ayah pasti mengizinkan. Bukan begitu, Ayah?” tanya Leonz dengan mata berbinar.


Belum sempat menjawab apa-apa, Leonz berbicara pada Proner.

__ADS_1


“Sudah kubilang, Ayah pasti setuju. Kau bisa bersabar sampai dua tahun lagi, bukan?” tanya Leonz pada Proner.


“Ya, tentu,” jawab Proner. Ia bergidik ngeri melihat tatapan Raja Zyruone yang menusuk-nusuk dadanya.


“Baiklah,” ucap Leonz dengan nada lega. Ia melihat ayahnya yang sedang melotot pada Proner. “Ayah, aku tahu Ayah sangat bahagia tapi tidak perlu melotot seperti itu. Oh, aku dan Proner harus membicarakan sesuatu. Sampai nanti, Ayah,” ucap Leonz tanpa dosa. Ia berjinjit mencium pipi Raja Zyruone lalu menggandeng Proner pergi dari aula.


Raja Zyruone menepuk dadanya. Ia meringis saat mendengar Raja Duncan dan Raja Thenosyes tertawa terbahak-bahak. Elric dan Emune tertawa geli. Leonz memang konyol tapi lebih lucu lagi melihat ayahnya yang tidak punya kesempatan berbicara apa pun


“Ternyata putrimu lebih galak dari Korta,” gurau Raja Thenosyes.


“Pantas saja aku merasa pernah melihatnya. Ternyata Leonz adalah Hayleonz, putrimu,” ucap Raja Duncan.


“Ah, aku tidak pernah bisa melawan keinginan putriku,” keluh Raja Zyruone.


“Tentu saja, karena ia keturunan Hertena,” ucap Erreandrey yang muncul bersama Verunum.


“Biarlah. Biar Proner dapat giliran merasakan penderitaan ayah yang terabaikan ini,” ucap Raja Zyruone.


Raja Duncan dan Raja Thenosyes tertawa lagi. Keduanya mengajak sahabat mereka itu untuk minum-minum selagi Erreandrey sibuk dengan Verunum dan Olevander. Sesaat kemudian, Hemworth, Arrand, Greg dan Fiona bergabung dengan Erreandrey. Mereka seperti sedang membahas sesuatu.


Ketiga raja tersenyum melewati Emune dan Elric yang berdiri berdampingan tapi terlihat kaku dan malu-malu.

__ADS_1


“Hei, anak muda, hati-hati gadismu diambil orang,” goda Raja Thenosyes pada Elric.


Elric langsung menggenggam tangan Emune. Ia seperti bersiaga kalau-kalau ada yang berani merebut Emunenya. Sontak saja ketiga raja itu tertawa lagi melihat reaksi Elric yang konyol. Emune menutup kedua wajahnya karena malu.


__ADS_2