
Tak terasa 3 hari berlalu. Lokasi yang akan di gunakan untuk syuting produk perusahaan Coler sudah di tentukan. Selsa dan Elyas senang akhirnya waktu 3 hari itu telah usai mereka lalui. Dan hari ini mereka secepatnya bisa menghirup udara tanah air.
Elyas senang karena ia akan segera pulang maksudnya untuk mengkhitbah sang pujaan hati sesuai yang sudah ia rencanakan bersama uminya. Sepanjang perjalanan menuju bandara, senyuman tipis tak lekang dari kedua sudut bibir Elyas. Ia sudah tidak sabar untuk mempersiapkan segala sesuatunya bersama umi.
Selsa juga senang karena ia akan segera kembali ke rumah. Ia yang biasanya sangat senang jika berada di luar rumah, kini tiba – tiba merasa sangat merindukan rumahnya. Mungkin karena ia sudah jenuh selalu di ganggu oleh Mike. Selama di Sydnei, Mike selalu saja berusaha mendekatinya.
Sedangkan Mike, ia harus kembali ke tanah air dengan perasaan dongkol yang bercokol di hatinya. Semua rencana yang sudah ia susun untuk menaklukkan seorang Selsa di Ausy, gagal total. Elyas selalu hadir di antara mereka.
Belum lagi, penolakan secara langsung yang di tunjukkan oleh Selsa. Kini Mike bertekad, sesampainya di tanah air, ia akan langsung meminta sang Daddy untuk melamarkan Selsa untuknya. Ia harus bisa segera bertunangan dan mengikat Selsa.
Yah, ternyata apa yang di katakan Mike ketika mereka baru sampai di Sydney, hanya angan – angan dan rencana Mike. Ia sama sekali belum meminta Daddy nya untuk melamar Selsa. Waktu itu, ia hanya ingin membuat Selsa takluk kepadanya dan menerima dirinya. Tapi ternyata ia salah. Tidak semudah itu Furgoso.
“ Mas Elyas kenapa senyum – senyum saja dari tadi ? “ tanya Selsa menoleh ke samping. Karena Elyas duduk di sampingnya.
Elyas menoleh sekilas. “ Tidak ada apa – apa. “ jawabnya. Dan Selsa hanya menanggapinya dengan mengendikkan bahunya acuh.
.
.
.
Setelah sehari Selsa dan Elyas mengambil cuti, akhirnya kini mereka harus kembali ke kantor dan melanjutkan pekerjaan yang mereka tinggalkan selama 4 hari.
Seperti biasa, Selsa berjalan dengan santai dan melenggak lenggokkan tubuhnya memasuki lobby kantor setelah ia memarkirkan mobil kesayangannya di parkiran karyawan.
“ Pagi, non Selsa. “ sapa sekurity yang berjaga di depan lobby.
“ Pagi, pak Udin. “ sapa Selsa balik dengan ramah.
“ Baru pulang non ? “ tanya pak Udin kembali karen ia tahu jika Selsa habis melakukan perjalanan bisnis ke luar negeri.
“ Udah kemarin sih pak. Tapi kemarin langsung ambil cuti. Capek. “ jawab Selsa. “ Oh, maaf pak Udin, saya harus cepat – cepat. Sudah hampir terlambat. “ pamit Selsa setelah ia melihat pintu lift terbuka.
“ Iya, non. “ jawab Pak Udin setengah berteriak karena Selsa sudah berjalan dengan langkah cepat.
Selsa berlari kecil mengejar lift yang terbuka. Karena di jam – jam segini, lift akan datang lagi dalam waktu yang cukup lama. Karena arus pegawai yang baru berdatangan.
__ADS_1
“ Eh, mas Elyas juga baru datang. “ sapa Selsa ketika ia mendapati Elyas sudah berdiri di dalam lift.
“ Iya. “ jawab Elyas singkat.
Tak lama setelah Selsa masuk, beberapa pegawai lain berbondong – bondong masuk ke dalam lift yang membuat tubuh Selsa terhuyung karena dorongan pegawai lain. Untung saja Elyas berada tepat di sampingnya jadi dengan reflek, Elyas menahan tubuhnya hingga tidak terjatuh ke lantai.
Lift jadi berdesak – desakan penuh kala banyak pegawai yang masuk. Elyas dan Selsa harus terhimpit di belakang. Hingga membuat Selsa dan Elyas harus saling bersentuhan.
Untung saja Elyas mengenakan kemeja lengan panjang. Jika tidak, sudah bisa di pastikan, ia akan bisa merasakan kulit mulus dan halus Selsa yang berada tepat di sampingnya.
Bahkan kini Elyas harus memejamkan matanya untuk menghindari maksiat karena jika dia membuka matanya, maka ia akan melihat sesuatu dalam diri Selsa yang bisa membuatnya turn on. Belahan da da kemeja yang di kenakan oleh Selsa terlalu rendah hingga memperlihatkan belahan da danya yang terlihat penuh.
Elyas terus mengucap istigfar dalam hati. Ia berharap, lift itu akan berjalan cepat hingga lantai 16 tempatnya bekerja. Tapi ternyata tidak sesuai harapan. Justru lift itu berjalan terasa sangat lamban.
“ Duh, lama benget sih. Engap nih. “ gerutu Selsa sambil mengibas ngibaskan tangannya membuat rambutnya yang terurai sedikit bergerak – gerak.
Tring
Pintu lift terbuka di lantai 12. Beberapa pegawai keluar dari dalam lift. Kini, kondisi dalam lift agak lega. Selsa bisa sedikit bernafas lega. Tapi posisinya masih tetap sama seperti tadi, berhimpit dengan Elyas karena pegawai yang berada di samping juga di depannya tidak mau bergeser.
Tring
“ Auww !!! “ pekiknya dan ia segera memundurkan lagi tubuhnya.
“ Rambutmu. “ ujar Elyas sedikit terkejut.
“ Aduhhh… “ keluh Selsa.
Ternyata rambutnya yang tergerai itu nyangkut di kancing kemeja Elyas. Tidak hanya satu kancing, tapi dua kancing sekaligus. Dan entah bagaimana ceritanya, rambut Selsa seperti sengaja di lilitkan kencang di kancing kemeja milik Elyas.
“ Bagaimana ini ? “ tanya Elyas.
“ Mas Elyas bantu lah lepas rambut aku. Aku mana bisa. Melihatnya saja susah ini. “ keluh Selsa. Selsa kembali mendekatkan tubuhnya ke Elyas.
“ Hem. “ jawab Elyas. Ia lalu berusaha melepas rambut pinggir Selsa yang melilit di kancing kemejanya. “ Kenapa susah sekali ? “ gumamnya.
“ Ahh!!! “ teriak Selsa. Bahkan kini pintu lift sudah kembali tertutup. Karena dua anak manusia itu tidak segera keluar.
__ADS_1
“ Sorry. Habisnya susah banget ini. “ ujar Elyas.
Selsa berusaha memutar tubuhnya untuk membantu Elyas melepas rambutnya. Tapi lagi – lagi ia memekik karena rambutnya terasa tertarik.
“ Ausss !!! Sakit nih “ Selsa mengusap usap kulit kepalanya.
“ Diamlah. Biar saya saja yang melepasnya. Kalau kamu bergerak terus, yang ada rambutmu makin melilit. Makin susah di lepasinnya. “ ujar Elyas.
Kini posisi mereka berbalik. Tadinya Selsa berada di depan Elyas dan mereka sama – sama menghadap pintu lift. Tapi karena Selsa yang tadi sempat memutar tubuhnya, kini posisi mereka saling berhadapan tapi Selsa berada di dinding ruangan dan Elyas memunggungi pintu.
“ Pelan – pelan, mas. “ pinta Selsa sambil meringis kesakitan. “ AAhhh !!! “ posisi yang begitu dekat dan intim, membuat Elyas bisa merasakan aroma parfum Selsa yang sangat wangi dan segar. Bahkan Elyas bisa merasakan hembusan nafas Selsa dari balik kancing kemejanya.
“ Bisa nggak mas ? “ tanya Selsa.
“ Bentar. Ini saya baru berusaha. “ jawab Elyas dengan masih fokus ke rambut Selsa.
“ Atau kita potong aja rambutku ? Kita keluar, cari gunting, nanti di potong aja rambutnya. “ usul Selsa.
“ Jangan. Sayang sama rambut kamu. Bersabarlah sebentar. Pasti ini bisa di lepas. “ sahut Elyas.
Tring
Terdengar pintu lift kembali terbuka. Tapi dua insan itu tidak mengindahkannya. Mereka masih sibuk dengan kegiatannya.
“ Astagfirullah ! “ pekik seseorang yang lalu menutup mulutnya dengan telapak tangannya. Mendengar suara seseorang mengucap istigfar, sontak membuat Elyas menoleh dan Selsa melongok dari balik badan elyas.
“ Mas Elyas, mbak Selsa . “ ucap orang itu kembali terkejut. Sepertinya, siapapun pasti akan salah sangka melihat posisi Elyas dan Selsa yang terlihat intim. Sontak, Elyas dan Selsa sama – sama terkejut.
Bersambung
Hai ... sobat² pembacaku... reader setiaku...
Othor mau kasih berita terbaru nih... Insyaa allah, mulai hari ini, othor bakalan update pak ustadz tiap hari...
So, stay tune terus di sini yah... jangan lupa subscribe... biar bisa langsung tahu kalau othor update...🥰😘😘
Maafkan othor Yach... kalau di awal cerita pak ustadz, othor update nya bolong²... Alhasil jadi banyak yang kabur deh... sedih dong jadinya 🥺😭😭
__ADS_1
Soalnya kemarin² niatnya othor tuh nabung episode dulu yang banyak, biar habis di kontrak sama NT, bisa lancar terus update nya..