
“ Tumben mas, jam segini udah masuk kamar ? “ tanya Selsa saat ia baru keluar dari dalam kamar mandi dan menemukan suaminya duduk di kursi depan meja kerjanya. “ Biasanya nunggu aku udah tidur baru masuk. “ sengitnya.
Elyas lumayan terkejut mendengar suara Selsa. Karena ia tadi memang sedang melamun. Ia sedang memikirkan apa yang di katakan umi tadi sebelum dirinya memutuskan untuk masuk ke kamar.
Flash back on
“ Yas, umi mau kasih tahu kamu sesuatu. “ ucap umi ketika bertemu Elyas di dapur. Elyas sedang mengambil air putih dari dispenser.
“ Apa, umi ? “ tanya Elyas setelah menegak segelas air putih.
“ Tadi habis tarawih, umi sempat bertemu Ratna. Kami sempat berbincang sebentar. Umi juga sekalian meminta maaf soal batalnya rencana kita untuk menta’aruf dia. “ ujar umi.
“ Elyas juga sudah berbicara sama dia dan meminta maaf kok umi. Dan dia tidak masalah. Dia bisa menerimanya dan memaafkan Elyas. Memang sungguh lapang ya umi, hatinya. “ ucap Elyas sambil mengembangkan senyumannya.
“ Mungkin. “ jawab umi singkat. “ Tadi, istri kamu juga sempat bertemu dengannya. Dan mereka sempat berbincang juga. “ imbuhnya.
“ Selsa ? Dia bertemu Ratna ? Apa yang mereka bicarakan umi ? “ tanya Elyas panik. Ia tahu bagaimana Selsa jika sudah berbicara. Ia khawatir, jika Selsa mengatakan suatu hal yang menyakiti Ratna.
“ Umi juga tidak tahu apa yang mereka bicarakan. Karena umi harus menemui ibu Hindun sebentar. “ jawab umi.
Elyas mengusap wajahnya kasar. Ia pun berkacak pinggang.
“ Tadi umi sempat bertanya sama Selsa, tapi dia bilang hanya ngobrol biasa. “ lanjut umi. “ Coba kamu yang tanya ke istri kamu. Mungkin dia mau mengatakannya sama kamu. Jujur, ibu khawatir. “
Memang semenjak pulang dari masjid, umi kepikiran Selsa dan Ratna. Melihat raut wajah yang di tunjukkan Ratna tadi, umi jadi ada rasa su’udzon. Sepertinya apa yang di khawatirkan umi dan Elyas berbeda.
“ Insyaa allah umi. Nanti kalau ada kesempatan Elyas akan bertanya. Elyas juga khawatir. “ jawab Elyas.
“ Umi berpesan sama kamu, jangan menilai seseorang dari luarnya saja. Apa yang dia tunjukkan di depan kita, belum tentu itu adalah sifat aslinya. “ ucap umi sebelum umi meninggalkan Elyas yang termenung dengan apa yang di sampaikan umi barusan.
__ADS_1
Flash back off
“ Kok bengong ? “ tanya Selsa kembali karena sedari tadi, Elyas tidak menjawab padahal ia juga sudah habis menaruh handuk yang ia gunakan untuk mengelap mukanya di cantolan.
Elyas memang bengong sedari tadi. Sepertinya bukan hanya karena apa yang di katakan umi tadi jika Selsa dan Ratna bertemu. Tapi dirinya menjadi semakin bengong karena oleng melihat penampilan sang istri.
Mendengar suara sang istri, membuat Elyas tersadar. Ia lalu mengalihkan pandangannya yang sedari tadi lepas dari Selsa. Sebenarnya Selsa ingin sekali tertawa, tapi ia tahan.
“ Kamu kenapa pakai baju kayak gitu lagi ? “ bukan pertanyaan yang sedari tadi bercokol di otaknya yang keluar, tapi malah pertanyaan masalah pakaian yang keluar.
“ Kenapa ? “ Selsa meneliti pakaiannya. Ia memang sengaja memakai baju tidur pendek dengan tali spageti di pundak berwarna merah dan berbahan satin.
Selsa tersenyum dalam hati karena ternyata suaminya memperhatikan dirinya sedari tadi. Apalagi kini ia melihat sang suami salah tingkah.
Ini belum seberapa, bung. Kita lihat seberapa kuat dan hebatnya pertahananmu melihatku seperti ini. Batin Selsa sambil tersenyum smirk.
“ Haiss, mas Elyas aja nggak lihat aku pakai baju apa. Udah main protes. “ jawab Selsa sambil berjalan mendekat ke arah Elyas.
Elyas melirik ke arah Selsa, lalu ia memejamkan matanya sejenak. Godaan Allah memang sangat menggiurkan. Batin Elyas. Bohong jika dirinya tidak tergoda dengan lekuk tubuh sang istri. Apalagi sekarang sang istri sedang berjalan ke arahnya sambil berlenggak lenggok bak foto model.
“ Oh, ternyata mas Elyas bisa melirik juga toh. “ goda Selsa. “ Kalau mau lihat, lihat aja mas. Halal juga kan ? “ imbuhnya dengan nada suara yang sengaja ia buat menggoda.
“ Mmmm… Jujur sih, aku sengaja pakai baju kayak gini. Pengen coba lihat kekuatan mas Elyas seberapa. “ kelakar Selsa. Ia kini berdiri di depan meja dan otomatis berada di samping Elyas. Ia mengambil skin care nya, dan mulai mengaplikasikannya di wajah.
Elyas menarik nafas beratnya. Sumpah, adik kecilnya sudah bereinkarnasi sekarang. Bahkan reinkarnasi saat ini, jauh lebih besar di banding beberapa malam yang lalu ketika melihat Selsa mengenakan hotpant dan tangtop. Ia mencengkeram gagang kursi.
“ Tapi ini belum seberapa sih. Aku masih punya stok beberapa lagi yang jauh lebih menggoda daripada ini. Kalau ini sih masih ketutup kan ya ? kalau yang lain, wiuhh super sek soyyy abisss pokoknya. Daleman aja bisa kelihat dari luar. Hihihi… “ sengaja Selsa berbicara panjang lebar. Ia tahu, jika suaminya sedang menahan sesuatu di sana.
“ Tapi itu aku pakainya nanti aja. Kalau aku pakai sekarang, takutnya mas Elyas pingsan. Hahaha … “ Selsa makin gencar menggoda sang suami.
__ADS_1
Elyas sontak menoleh ke arah Selsa dengan menyorot tajam ke arah Selsa. Tapi bukannya takut, Selsa malah makin tertawa.
“ Ups. Aku lupa. Mas Elyas kan nggak mungkin tergoda meskipun aku telan jang sekalipun ya. “ ia menutup bibirnya dengan tangan kanannya setelah ia selesai dengan skin care nya. Ia lalu berjalan menjauh dari Elyas dan menghampiri ranjang. Naik ke atas ranjang, lalu menutup tubuhnya dengan selimut.
Sedangkan Elyas langsung masuk ke dalam kamar mandi. Brak. Pintu kamar mandi di tutup dengan keras.
“ Mas Elyas, udah malem loh. Dingin ! “ teriak Selsa dari atas ranjang. “ Jangan mandi ! “ lanjutnya sambil terkekeh.
Tapi tetap terdengar shower di kamar mandi hidup. Setelah setengah jam lebih kemudian, Elyas keluar dari dalam kamar mandi dengan rambutnya yang basah.
Selsa mengintip dari balik selimutnya. “ Beneran mandi mas ? Nggak dingin ? Tumben. Katanya, kalau mandi malem – malem bisa bikin rematik sama encok. “ ucapnya. Elyas hanya mendengus kesal. Ia berbaring di atas kasur lantai yang sudah terbentang dan memunggungi Selsa.
“ Enak ya mas, main solo ? Dih, pastinya nggak enak deh. Ck ! aku heran deh. Mas Elyas suka banget main solo, padahal di sini juga ada yang halal yang bisa di ajakin duet. Dan pastinya rasanya lebih yahuud daripada solo. Aku nggak nolak loh kalau mas Elyas emang mau. “ godanya.
“ SELSA !!! “ pekik Elyas tertahan. “ TIDUR ! “ titahnya.
“ Iya deh. Aku tidur. Daripada bangunin gajahnya mas Elyas lagi. “ grep. Selsa berbalik dan memunggungi suaminya. Ia tahu, sang suami pasti sedang merasa kesal.
“ Sa “ panggil Elyas.
“ Hem . “ jawab Selsa. “ Mau duet ? “ tanyanya sambil terkekeh.
“ Ck ! “ Elyas berdecak. “ Umi bilang kamu tadi ketemu sama Ratna. Ngobrolin apaan ? “ tanyanya.
“ Nggak ngobrolin apa - apa. Ngobrol common thing aja. “ jawab Selsa datar. Hatinya tercubit mendengar nada bicara sang suami yang sepertinya mengkhawatirkan sang mantan.
“ Mas Elyas nggak usah khawatir. Aku nggak bakalan melakukan hal bodoh untuk menyakitinya. “ ucapnya. Ia lalu memejamkan matanya.
Bersambung
__ADS_1