Pak Ustadku

Pak Ustadku
Menjelang pernikahan


__ADS_3

Tak terasa, waktu cepat berlalu. Persiapan pesta pernikahan antara Selsa dan Elyas telah mencapai angka 100%. Undangan telah tersebar sampai ke seluruh penjuru negara hingga luar negeri. Segala catering, dekorasi, sudah tertata di gedung tempat pesta akan di laksanakan.


Malam ini, Selsa mengadakan pesta lajang dengan teman – temannya. Meskipun ia seorang yang tidak terlalu supel bergaul, tapi paling tidak ia masih memiliki beberapa teman.


“ Sa, loe mah calon pengantin cewek tergokil dan tergila yang gue kenal. Seharusnya tuh yang ngadain pesta bujang tuh calon pengantin laki. Bukannya eloe. “ tunjuk Aleta sambil tertawa.


“ Udah, nggak usah banyak omong loe. Kita nikmatin aja malam ini. Iya nggak guys ? “ ucap Selsa ke teman – temannya yang lain juga.


“ Emang loe nggak ada tuh acara midodareni ? Loe meritnya kan pakai adat jawa. Setahu gue, adat jawa, kalau di malam pengantin kek gini, ada acara midodareni. “ tanya Kanya sahabat Selsa yang lain.


“ Gue skip yang itu mah. Biar emak tiri gue aja yang ikutin acara itu. Dulu dia kan kagak ada tuh acara kek begituan. Ha … ha … ha …. “ sahut Selsa sambil terbahak. Ia memang kabur dari rumah saat acara midodareni yang seharusnya ia lakukan, sudah di depan mata.


“ Dasar loe ! “ umpat Aleta.


“ Lagian nih ya Ta. Nggak mungkin kan, calon laki gue ngadain pesta bujang kek gini ? Dia kan pak ustadz. Yang ada, dia lagi ceramah nih malam. Ya udah deh, gue aja yang gantiin bikin pesta bujangnya. “ sahut Selsa sambil kembali tertawa. Ia lalu meneggak minumannya yang berada di dalam gelas kecil.


“ Jangan minum banyak – banyak. Yang ada besok pagi loe nggak bisa bangun. Masak iya, emak tiri loe juga loe suruh gantiin bersanding sama calon laki loe di pelaminan. “ ujar Aleta.


“ Maksud loe ? “ Selsa melebarkan kedua matanya.


“ Ya kan kalau loe nggak bangun pagi. Emak loe yang bakalan di dandanin sama MUA jadi pengantin. Gantiin loe yang masih molor. “ goda Aleta.


“ Berani dia gantiin gue di pelaminan ? Gue tiup dia sampai ke kutub utara. Dia udah rebut posisi mama. Terus berani – beraninya dia mau rebut posisi gue juga ? Mau ko it itu namanya! “ sarkas Selsa.


“ Makanya, jangan minum banyak – banyak. Nggak lucu kali, pengantin wanitanya ngantuk di pelaminan. “ imbuh Aleta.


“ Loe udah kek Bi Rasti. Kek emak – emak loe. “ ledek Selsa.

__ADS_1


“ Loe kali yang bentar lagi kek emak – emak. Gendong anak, masakin suami, nyuci baju, belanja sambil ngegibah sama emak – emak komplek. “ ledek Aleta ganti.


“ Dih, sorry ya. Gue nih emak milenial. Kalau belanja di mall. Nyuci baju pakai mesin cuci. Mau makan, tinggal pesen lewat aplikasi. Ngapain repot – repot masak yang belum tentu enak hasilnya. “ jawab Selsa santai.


Dan Aleta serta teman – temannya yang lain hanya menggeleng – gelengkan kepalanya.


.


.


.


Pagi menyambut. MUA yang bertugas merias Selsa telah datang semenjak pagi buta. Karena acara akad nikah akan di adakan pukul sembilan pagi.


Selsa yang semalam pulang sangat larut. Alhasil membuatnya mengantuk kala perias merias mukanya. Sesekali ia tertidur. Untung saja, Ruby mengambil MUA profesional dengan bayaran yang sangat tinggi, sehingga para perias itu tidak kesusahan saat calon pengantinnya tertidur.


Selsa memilih adat jawa, dengan makeup pengantin yang biasa di sebut paes ageng. Bukan tanpa alasan ia memilih adat Jawa di saat di luaran sana banyak pengantin yang memilih pakaian pengantin modern, ataupun adat sunda.


Begitu banyak makna yang ada dalam setiap riasan pengantin adat Jawa. Ada cunduk mentul yang berjumlah ganjil. Kali ini Selsa memilih angka tujuh sebagai jumlah cunduk mentulnya, sama seperti yang mamanya dulu kenakan.


Perias juga menyematkan paes prada di kening Selsa. Perpaduan warna hitam dan emas.Paes ini melambangkan kebesaran Tuhan, dimana di paes prada ini juga memiliki pengait kecil yang bermakna jika seorang perempuan harus siap menjadi penyeimbang dalam keluarga.


Semua tahapan riasan sudah teraplikasi dengan begitu apik dan elegan di wajah selsa. Matanya yang bulat, serta kulit yang putih, menjadi bahan tambahan yang membuat Selsa makin terlihat cantik dan mangklingi.


Untuk baju pengantin, Selsa memilih menggunakan kebaya berwarna putih panjang lengkap dengan kerudung yang menjuntai panjang hingga menyentuh lantai untuk acara akad nikah. Dan untuk acara resepsi di rumah sehabis akad nikah, Selsa akan berganti menggunakan Kanigaran berwarna hitam, begitu juga dengan Elyas.


Meskipun Elyas adalah orang Sunda, tetapi ia tidak meminta Selsa untuk memakai adat Sunda. Ia lebih memilih tidak ambil pusing masalah pakaian.

__ADS_1


Kini Selsa telah siap dengan riasan juga baju kebayanya. Ia duduk di atas kursi yang sudah di sediakan oleh perias. Tapi ia belum boleh keluar dari dalam kamar.


“ Ta, kok gue deg – degan gini ya. “ ucap Selsa sembari mengipasi wajahnya dengan telapak tangannya.


“ Baru juga mau akad nikah udah grogi. Gimana entar malam pas malam pertama. Bisa – bisa loe ken cing di celana. “ kekeh Aleta.


“ Loe jangan ngajakin gue bercanda deh Ta. Sumpah, gue grogi banget nih. “ ucap Selsa.


“ Sa.. “ panggil Aleta.


Selsa menoleh ke arah Aleta. “ Apa ? “


“ Loe bahagia nggak dengan pernikahan loe ini ? “ tanya Aleta dalam mode serius.


Selsa menunduk. “ Gue nggak tahu, Ta. “ lirihnya.


“ Kok gitu ? Loe kan bakalan nikah sama laki – laki yang loe suka, Sa. Dan loe nggak perlu berjuang mati – matian buat dapetin dia. Jalan loe buat dapetin dia mulus, neng. Bebas hambatan kek jalan tol. “ ucap Aleta.


“ Jalan tol tuh nggak mulus, Ta. Tetep ada lubangnya. “ sahut Selsa. “ Kalau gue di tanya gue bahagia atau nggak, gue jawab, jauh di dalam lubuk hati gue, gue bahagia, Ta. Tapi pernikahan dengan perjodohan ini yang gue nggak suka. Calon laki gue nggak suka sama gue, Ta. Dia sukanya sama gadis lain. Dan dia terpaksa nikahin gue. Apa nanti kehidupan rumah tangga gue bakalan bahagia ? “ Selsa mendongakkan wajahnya menatap Aleta.


Aleta meraih kedua tangan Selsa yang berada di pangkuan, lalu menggenggamnya erat.


“ Loe pasti bahagia, Sa. Gue yakin. Mungkin sekarang, Elyas nggak suka sama loe. Tapi seiring berjalannya waktu, dia pasti bakalan jatuh cinta sama loe. Loe cantik, baik, dan sejatinya, loe tuh perempuan yang lembut. Dan satu lagi, loe masih perawan. Bukankah laki – laki baik – baik suka dengan perempuan yang masih ori ? “ ucapnya di selingi dengan candaan.


“ Doa’in gue ya Ta. “ sendu Selsa. Lalu mereka saling berpelukan.


Bersambung

__ADS_1


Sekali lagi maaf ya wahai para readerku... Kalau beberapa ini nggak ada update... Bukan salah othor ini mah.... Othor tiap hari udah update... Tapi dari pihak NT yang review nya lama...


Mungkin aja karena mau lebaran.. Jadi banyak kendalanya ya...🙏🙏


__ADS_2