Pak Ustadku

Pak Ustadku
Syuting 2


__ADS_3

" Bang Igo, sekarang ya. " teriak Selsa sambil berjalan cepat keluar dari kamar ganti menuju lokasi pengambilan gambar. Gaun berbahan Chiffon yang ia kenakan melambai-lambai terbawa angin ketika ia melangkah.


Untuk di Indonesia, hanya akan mengambil gambar foto. Sedangkan untuk syuting iklannya, akan di lakukan di Australia.


" Wow! Perfecto!! " ujar Andrew, model cowok iklan itu. Ia mengamati Selsa dari atas sampai bawah. Tanpa berkedip. Hal ini tak lepas dari pantauan Elyas. Panas, tentu saja. Sedangkan Selsa, dia lebih memilih cuek dengan pujian yang di lontarkan Andrew.


Selsa mengenakan gaun berwarna putih panjang dengan model Wrap dress dengan bahan chiffon, bagian atasnya berbentuk V neck dan double layer, sehingga membuat Selsa tampak anggun saat memakainya. Di bagian perut, ada aksen kerutan yang makin membuat lekuk tubuh Selsa yang indah dan membuatnya lebih menonjol. Selsa memakai heels berwana senada.


Sementara rambutnya yang hitam legam dan panjang, di tarik ke belakang hingga memperlihatkan leher jenjangnya. Anting-anting besar berwarna keemasan semakin menyempurnakan penampilannya.


Aksesori lain yang dikenakannya adalah kalung kaki berwarna keemasan yang sangat populer pada era 70an. Aksen tersebut semakin menegaskan gaya khas Gorgeous Armani Aqua yang bold dan fierce. Merk parfum terbaru yang di keluarkan oleh perusahaan Coler.


" Udah ayo buruan. Time is money! " teriak Selsa. Ia sudah berada di lokasi.


Lokasi pengambilan gambar yang pertama adalah di sebuah taman. Dengan pemandangan pegunungan hijau. Produk yang akan mereka pasarkan adalah parfum.


" You got it, honey. " sahut Andrew sambil berjalan menuju dimana Selsa berada.


" Are you ready? " tanyanya ketika ia sudah berada begitu dekat dengan Selsa.


" Let's play the game. " jawab Selsa sambil tersenyum smirk melirik ke arah suaminya.


" Ayo bang Igo kita mulai. Keburu siang. " pekik Selsa. Lalu Igo sang fotografer mengacungkan jari jempolnya mengisyaratkan jika dirinya sudah siap.


Andrew sang model tersenyum penuh arti sambil menatap Selsa tanpa berkedip. Selsa yang sudah tahu dia harus berpose seperti apa, ia langsung mendekat ke arah Andrew.


Pose pertama, Andrew berpose sendirian, dengan pose menyemprotkan parfum ke tubuh bagian atasnya yang terbuka di bagian dadanya.


Pose kedua, Selsa berdiri di belakang Andrew, dan memeluk Andrew dari arah belakang, dan pandangan matanya seolah sedang meresapi aroma parfum di tubuh Andrew.

__ADS_1


Baru pose pertama yang di lakukan oleh Selsa dan Andrew, Elyas sudah mengetatkan rahangnya. Dia saja yang notabenenya adalah suami dari gadis cantik yang sedang berpose di depan kamera itu saja belum pernah berada sedekat itu.


Tapi laki-laki lain yang tidak mempunyai hubungan apapun dengan Selsa bisa mendapatkan pelukan dan tatapan sedekat itu oleh istrinya.


Pose ketiga, kini Selsa dan Andrew saling berhadapan, dengan Andrew memeluk posesif pinggang Selsa, sedangkan Selsa meletakkan kedua tangannya di dada telan jang Andrew.


Elyas sudah mengepalkan kedua tangannya melihat pose sang istri. Sedangkan Selsa, diam-diam melirik ke arah sang suami di sela-sela jepretan kamera. Ia tersenyum di dalam hati.


Pose keempat, Andrew duduk di atas kursi panjang dengan kaki menyilang dan tangan kanan menyunggar rambutnya, sedangkan Selsa berada di sampingnya seolah sedang mencium leher Andrew.


Cukup sudah kesabarannya. Ketika Selsa dan Andrew hendak melakukan pose yang selanjutnya, Elyas segera bergerak menghampiri mereka. Ia sedikit menarik tangan Selsa. Wajahnya terlihat memerah dan datar. Hingga membuat suasana mencekam seketika.


" Bang Igo, saya rasa sudah cukup gambar yang kita ambil hari ini. Matahari sudah mulai terik. Dan saya rasa, foto - foto yang tadi, sudah bisa kita gunakan buat iklan gambarnya. " ujar Elyas datar sedatar wajahnya.


Lalu ia menarik tangan Selsa, membawanya ke ruang ganti. Selsa yang di tarik tangannya, terlihat menyunggingkan kedua sudut bibirnya. Ia kini tahu, jika suaminya tengah memendam rasa cemburu.


" Mas Elyas cemburu ya? " godanya.


Sedangkan di lokasi syuting, Andrew nampak bertanya-tanya.


" Kenapa pengambilan gambarnya udahan? Bukankah seharusnya masih ada beberapa pose lagi ? " tanyanya kesal ke Igo. Andrew merasa dirinya masih ingin berdekatan dengan Selsa.


" Pawangnya sepertinya sedang di landa cemburu." jawab Igo santai.


" Maksudnya? " Andrew mengernyitkan dahinya.


" Laki-laki tadi itu suaminya. " jawab Igo.


" What?? Jadi, gadis tadi sudah bersuami? " tanya Andrew.

__ADS_1


Igo mengangguk.


" Ah, sayang sekali. " keluh Andrew.


" Loe hati-hati, An. Jangan sampai ada gosip miring lagi. Bisa - bisa pamor loe anjlok sampai ke dasar laut. " sang asisten memperingatkan.


.


.


.


Elyas mencengkeram erat stir mobilnya. Ia kembali teringat adegan-adegan pengambilan gambar tadi. Dan ia sama sekali belum mengeluarkan sepatah katapun semenjak kejadian tadi pagi menjelang siang itu. Bahkan ketika makan siang bersama istrinya pun, Elyas masih tidak mengeluarkan suaranya.


" Ck! Dari tadi di kacangin mulu. Emangnya enak di cuekin! " keluh Selsa sambil menopang dagunya menghadap ke jendela samping. Saat ini mereka sedang berada dalam perjalanan pulang dari kantor.


Elyas masih enggan mengeluarkan suaranya. Terserah orang bilang jika dirinya egois. Sebenarnya, dirinya bukanlah seorang yang penyabar. Sebelum ia memutuskan untuk mondok di pesantren yang berada di Jawa timur, dirinya adalah sosok anak muda seperti kebanyakan.


Keluar malam, balapan liar, bolos sekolah. Hanya saja, dirinya memang membatasi diri jika dengan lawan jenis. Jadi, dirinya memang sama sekali belum pernah pacaran.


Mungkin baru dua kali dirinya merasakan jatuh cinta selama hidupnya. Yang pertama adalah dengan Ratna Renggalih, dan yang kedua, dengan istrinya saat ini. Tapi mungkin untuk yang kedua dia belum menyadarinya.


" Mas Elyas sebenarnya kenapa sih ? " tanya Selsa geregetan sambil menoleh menghadap Elyas yang sedang menyetir.


Mendengar istrinya bertanya, Elyas memalingkan wajahnya ke samping sejenak sebelum dia kembali fokus ke jalanan. Ingin rasanya dirinya marah saat ini. Tapi ia bingung, harus marah pada siapa.


" Mas Elyas marah soal foto shoot tadi? Aku udah nolak loh tadi. Mas sendiri yang nyuruh kan? Terus sekarang, mas marah, gitu? " ucap Selsa. Biarlah dia bicara sendiri.


" Mas cemburu ya? Aku seneng loh kalau mas cemburu. Itu tandanya, mas sayang dan cinta sama aku. " Selsa kini terkekeh sendiri. Dan Elyas hanya berdecak menanggapi candaan Selsa.

__ADS_1


Selsa tertawa girang dalam hati karena rencananya membuat Elyas cemburu, sepertinya berhasil.


bersambung


__ADS_2