Pak Ustadku

Pak Ustadku
Drama-drama


__ADS_3

" Mas... lepas ih!! " pinta Selsa. Bukannya melepas, tapi Elyas justru makin mempererat pelukannya. Sehabis sholat Subuh tadi, kembali mereka menghangatkan ranjang. Setelah yang sore kemarin dan malam kemarin.


Kalau Elyas bilang, mumpung. Mumpung lagi berduaan, mumpung nggak ada yang ganggu, mumpung timingnya pas, mumpung kamarnya bagus, mumpung di hotel berbintang. Sayang jika di biarkan menganggur begitu saja.


" Mas.... " rengek Selsa. " Udah siang ini. Kasihan kalau yang lain pada nungguin. " lanjutnya.


" Biarin aja mereka nungguin. " jawab Elyas masih sambil menutup matanya.


" Ih!! Nggak bisa gitu dong. Kita kesini kan juga mau kerja. Bukan cuma mau honeymoon. Kasihan krunya kalau nungguin kita kelamaan. " ujar Selsa.


" Jangan banyak gerak, sayang. Kalau nggak mau makin terlambat dan membiarkan mereka menunggu kita lebih lama. " ucap Elyas mirip sebuah ultimatum.


" Apaan sih ? "


" Kalau kamu banyak gerak, nanti dedeknya bangun lagi. " sahut Elyas cepat.


" Ck! Kalau bangun lagi emang kenapa? " sungut Selsa.


" Kalau bangun lagi pastinya minta di tidurin. Dan kamu yang harus bikin dia tidur lagi. "


" Cih! Dulu juga kalau bangun, kamu tidurin sendiri sama mbak Citra kan? " ledek Selsa.


" Aku nggak pernah. " sangkal Elyas yang langsung membuka kedua matanya.


" Yakin bang??? " kekeh Selsa. " Yang malam-malam pas habis aku cium, yang mandi siapa coba? Hem? " goda Selsa sambil menggelitik dagu Elyas.


" Karena panas, makanya aku mandi. " kekeh Elyas.


" Iya deh. Ngalah aja. Ngelawan orang yang gengsinya setinggi gunung Himalaya! " ujar Selsa.


" Lepas dong mas. Aku belum mandi juga. Laper ih! " Selsa kembali meronta.


" Dia benar-benar bangun sekarang. Jadi, kamu harus tanggung jawab. " Elyas sudah mengubah posisinya jadi mengungkung sang istri.


" Mas!! " pekik Selsa terkejut. " Kita di sini baru mulai kemarin sore loh. Tapi kita udah ngelakuin itu entah berapa kali. " lanjutnya.


" Berapa kali coba? Emang kamu hitung, gitu ? " goda Elyas.


" Hitung lah. " Selsa mengangguk. " Kemarin sore 1 kali... " Selsa mulai menghitung menggunakan jari-jari lentiknya. " Semalam sampai 3 kali... Habis Subuh tadi 1 kali... Jadinya 5 kali loh... Belum juga di sini 24 jam. "


" Berarti harus kita tambah 1 kali lagi. Biar hitungannya genap. Tidak ganjil. " jawab Elyas sembari mengerlingkan sebelah matanya.


" Ih, apaan sih. Minum obat aja sehari cukup 3x. Masak begituan sampai 6x. " protes Selsa dengan wajah yang merona. Wajah yang selalu membuat Elyas menjadi semakin mencintainya.


" Kalau begituan tuh menambah imun. Jadi, makin banyak, imunnya juga makin banyak. Makin bagus juga buat kesehatan. " sahut Elyas.


" Mas!!! " pekik Selsa kembali kala tangan Elyas sudah mulai merambah daerah kesayangannya, yang selalu bisa meluluhkan istrinya. Apalagi mereka berdua masih sama-sama polos. Maka tak akan sulit bagi Elyas untuk membuat sang istri kembali menggelepar gelepar bak ikan lele di bawahnya.

__ADS_1


" Mmmphhtt..." Selsa berusaha menahan de sahannya.


" Jangan di tahan, sayang. Nanti malah berubah keluarnya jadi ken tut. " kelakar Elyas. Ia lalu melu mat bibir sang istri hingga tak membiarkan istrinya menolak lagi untuk ia ajak naik ke angkasa tanpa harus membayar tiket pesawat.


.


.


.


" Tuh, kan telat banget. Bang Igo udah nelponin 10x. " gerutu Selsa sambil memoles bedak ke wajahnya.


" Sengaja. " jawab Elyas sambil mengenakan gespernya.


" Kok sengaja ? " Selsa membalikkan badannya hingga menghadap suaminya.


" Iya, sengaja. Karena aku nggak suka kamu berpose-pose mesra sama laki-laki lain. Biar di cariin ganti aja lah aktrisnya. " keluh Elyas.


" Ya nggak bisa dong mas. Iklan cetaknya kemarin udah pake aku. Masak iklan hidupnya pake orang lain. Yang ada kita kena pinalti. "


" Tapi aku nggak suka. " rengek Elyas.


" Kan kemarin waktu mau ambil gambar di Jakarta, aku udah minta ijin sama kamu. Dan dengan mudahnya kamu langsung mengiyakan. Padahal waktu itu, aku berharapnya kamu tidak memberi ijin. Aku kecewa loh waktu itu. " jelas Selsa.


Elyas lalu berjongkok di depan Selsa dan menggenggam tangan Selsa. " I m sorry. Aku nggak nyangka kalau rasanya bisa se ambyar ini. " ucapnya


" Semua sudah terlanjur kan. Udah basah juga. Mau tidak mau, ya harus berenang sampai ke tepian, biar selamat dan bisa bernafas lega. " ujar Selsa sambil membalas genggaman tangan Elyas.


" Iya, iya ah... Bawel banget suamiku ternyata! " ujar Selsa sambil mencubit bibir Elyas.


Setelah selesai berdandan, dan sarapan tentu saja, mereka berangkat menuju lokasi syuting. Di sana, semua sudah berkumpul. Terlihat raut wajah tak senang di wajah Mike juga si model Andrew.


" Ck! " decak Andrew.


" Sorry semuanya. Terlambat banget ya. Jadi pada nungguin. Hehehe.... " ucap Selsa cengengesan. " Maklum lah ya... Bukan artis. Jadi mau syuting mendadak mules perutnya. Grogi takut salah ngadepin kamera. " lanjutnya.


Sedangkan Elyas mengeratkan pelukannya di pinggang Selsa kala melihat ada dua pasang mata yang sedang memperhatikan istrinya dengan tatapan entah lah.


" Ya udah mbak. Ayo buruan ganti kostum. Biar nggak makin lama. " ucap si penata busana.


" Mbak Ine, ingat ya, bajunya jangan terbuka. " titah Elyas.


" Pakai gamis aja Ne. " teriak Igo dari kejauhan.


" Ck. " Elyas hanya berdecak mendengar celotehan Igo.


Setelah setengah jam kemudian, Selsa keluar dari dalam ruangan, dengan memakai baju yang hampir sama dengan yang ia kenakan waktu pengambilan gambar. Cuma warnanya yang berubah. Dan rambutnya ia gerai begitu saja. Tak lupa make up flawless yang membuat wajahnya makin terlihat cetar.

__ADS_1


" You are always amazing, honey. " puji Andrew.


Bukan mendekati Andrew, Selsa malah mendekati Elyas. Menanggalkan sebuah kecupan di pipi. " Jangan cemberut terus. Jangan jutek-jutek juga. Jangan kayak silet gitu tatapannya. Nanti syuting nya nggak selesai-selesai. Soalnya aku takut sama kamu. Yang ada aktingnya salah terus. " kekeh Selsa sambil membelai wajah suaminya yang terlihat kecut.


" Ck . " Elyas berdecak. Lalu ia meraih tengkuk Selsa dan mencium bibir Selsa di depan orang banyak.


" Mas Elyas ih! " ujar Jesy. Penata rias dengan jakun yang terlihat menonjol mirip si Jono, tapi gaya bicara mirip Jeni. " Lipstik nya jadi belepotan kan. " kesalnya.


" Tapi mas Elyas Arrrrrr...." laki-laki dengan panggilan Jesy itu menirukan suara harimau menggoda Elyas. " Nggak nyangka, pak ustadz kita berani main cip pox di depan umum. "


" Udah halal. Biar mata-mata yang memandang istriku dengan tatapan memuja tahu, jika dia nih sudah ada yang ngelabelin halal. " jawab Elyas sambil melirik ke arah Mike dan Andrew.


" Langsung dari MUI ya mas? "


" Dari KUA lah. "


" Eh, buru lah. Udah telat lama nih. " teriak kameramen..


" Ya udah aku kerja dulu ya. " pamit Selsa lalu ia meninggalkan Elyas menuju ke lokasi syuting.


Syuting di mulai dan tentu saja, adegan-adegan yang di ambil adalah adegan yang penuh dengan keromantisan. Andrew terlihat berbinar sambil memeluk bahkan hampir mengecup pipi Selsa. Dan itu membuat Elyas semakin merasa terbakar hatinya. Tentu saja dirinya tidak tinggal diam.


" Awas lah!! " Teriak Elyas. " Waktunya istirahat dulu." lanjutnya. Ia menarik tangan Selsa begitu saja kala mereka sedang mengambil adegan Andrew yang hendak mengecup pipi Selsa.


Andrew berdecak kesal. Sudah tiga kali adegan ini tertunda karena Elyas yang tiba-tiba masuk di scene.


" Mas. Kalau kamunya kayak gini, syutingnya malah nggak selesai-selesai loh. Akunya jadi makin lama bareng sama model itu. " Selsa berusaha meredam amarah Elyas.


Dia berusaha memberikan pendapatnya. Meskipun tidak begitu berhasil. Ternyata menghadapi laki-laki yang sedang di landa cemburu itu susah banget yah.


" Di skip aja lah adegan yang itu. " rengek Elyas.


" Mana bisa mas? Dari awal adegannya emang kayak gitu. Aku dulu bikin konsepnya kan udah melewati pengajuan ke kamu juga. Dan kamunya meng-ACC. "


" Ya kan dulu modelnya bukan kamu, sayang. " sahut Elyas.


" Terus gimana dong? Kalau adegan yang ini di skip, iklannya jadi nggak dapet ceritanya. Nggak dapet feel-nya juga. " ujar Selsa. " Udah lah mas. Cuma bentar doang selesai. Lagian Andrew juga nggak bakalan ngecup pipi aku beneran. Sebelum bibir dia nempel kan udah di cut dulu. "


" Tapi aku nggak suka ngeliat dia nyosor nyosor ke kamu kayak bebek gitu. "


" Ya udah, kamu balik badan aja bentar. Adegan yang itu jangan di lihatin. " Selsa memberikan usul.


" Mana bisa begitu.! " sahut Elyas dengan suara datar dan berkacak pinggang.


" Gini deh. Kita selesaiin syuting secepatnya, habis itu, aku jadi milik kamu seutuhnya. Kamu mau kita ngelakuin berapa kali pun, aku jabanin deh. Aku kasih deh. Nggak pakai drama-drama dulu. " Kini Selsa mencoba bernegosiasi.


" Women on top, oke? " Elyas memberikan penawaran.

__ADS_1


" Deal. " Selsa langsung mengiyakan saja dan raut wajah Elyas langsung berubah berbinar.


Bersambung


__ADS_2