Pak Ustadku

Pak Ustadku
Hasil masakan


__ADS_3

" Taraaaa.... " teriak Selsa dengan sebuah piring berisi makanan di atasnya.


Semua yang berada di ruang tengah, tuan Manoj, Ruby, Roy, juga Elyas menoleh bersamaan saat mendengar suara cempreng khas dari Selsa.


Tug


Selsa meletakkan piring itu di atas meja.


" Silahkan di cicipi. " ucapnya kembali dengan nada suara riang. " Ini Selsa sendiri loh yang bikin. Dari ketela yang Selsa cabut tadi pagi. " imbuhnya.


Tapi keempat orang yang ada di hadapannya hanya terdiam. Tidak ada yang berniat mengambil makanan berbungkus daun pisang itu. Dan isi otak keempat orang itupun berbeda-beda.


" Ck! " Selsa berdecak. Ia lalu mengambil sebuah dan di berikannya secara paksa ke papanya. " Papa harus cicipin. Ini tuh hasil keringat aku loh. Nih, lihat! Tangan aku sampai kena parut. " ia menunjukkan tangannya yang tadi sempat terkena parutan.


Sebenarnya di rumah itu punya alat parut elektronik yang hanya tinggal memasukkan ketela ke dalam wadah, lalu memencet tombol on saja, hasil ketela parutan akan keluar. Tapi Selsa lebih suka melakukannya sendiri. Seperti ketika berada di rumah mertuanya. Ia memarut kelapa secara manual.


Tuan Manoj mengernyit, dengan ragu, ia menerima makanan ketela berbungkus daun pisang itu. Selsa tersenyum dan kembali duduk di tempatnya.


Tuan Manoj nampak memandang ke arah istri, anak, juga menantunya. Kenapa hanya ia sendiri yang harus makan? Kenapa yang lain tidak? Apakah karena makanan ini tidak enak? Dan mereka mengetahuinya? Karena jujur, ia baru pertama kalinya melihat makanan seperti itu.


Di tambah lagi, putrinya tadi mengatakan jika itu adalah hasil masakannya. Apa ini? Apakah benar-benar bisa di makan? Dan sejak kapan sang putri mulai memasak? Yang ia tahu, ke dapur saja putrinya tidak pernah.


" Kenapa hanya aku saja yang makan? Sayang, apa kamu tidak mencicipi? " tanyanya sambil menoleh ke sang istri.


Ruby tersenyum kaku sambil melirik ke arah Selsa. Bukannya dirinya tidak mau mencicipi. Tapi mendengar itu adalah olahan Selsa sendiri, ia takut untuk mengambilnya. Ia takut, jika putri sambungnya itu tidak berkenan dan membiarkan dirinya mencicipi hasil masakan Selsa itu.


Kini, mata tuan Manoj mengarah ke menantunya. " Elyas, ayo di makan. Ini hasil karya istri kamu loh. " ucapnya mencari teman untuk mencicipi masakan putrinya. Ia akan menunggu sampai Elyas memakan makanan itu. Jika tidak terjadi sesuatu terhadap menantunya, berarti makanan itu layak untuk di makan.


Tragis memang. Ia harus menumbalkan menantunya untuk menjadi tester. Tapi biarlah. Itu kan memang tugas sang menantu sebagai suami dari putrinya.


Elyas terlihat mengangguk ragu. Tapi ia masih tak bergeming. Hingga Selsa menarik piring itu dan menyodorkannya ke depan Elyas. Elyas menoleh sebentar ke arah Selsa.


" Ini tadi, umi yang kasih resepnya. Kata umi, namanya lemet. " jelas Selsa.


Tanpa sungkan lagi, kini Elyas mengambil satu bungkus. Selsa tersenyum melihatnya.

__ADS_1


" Papa, kenapa hanya di pegangi? Kalau papa sayang sama makanannya karena itu hasil karyaku, papa tenang aja. Di belakang masih banyak. Nanti aku ambilin lagi. " Ujar Selsa.


" Yakin, makanan ini bisa di makan? " ucap tuan Manoj terlalu jujur.


" Haishh papa! " kesal Selsa. " Papa nggak menghargai jerih payahku kalau gini caranya. Ya udah, siniin! Nggak usah di makan! " lanjutnya masih kesal dan memberengut.


Ia menengadahkan tangannya untuk meminta kembali makanan yang tadi ia kasihkan ke papa nya.


" Bukan begitu, sayang. Papa cuma.... " tuan Manoj menatap nanar makanan yang masih berada di tangannya. " Kenapa bentuknya seperti ini? " tanyanya dengan polos.


Sedangkan Roy, sudah melipat bibirnya ke dalam melihat wajah polos ayah sambungnya. Dan Ruby, sudah menatap tajam ke arah suaminya. Bagaimana suaminya bisa berkata seperti itu terhadap putrinya.


" Apa mama juga tidak mau mencicipi masakanku? " tanya Selsa yang kini menatap sendu ke arah Ruby. Semua yang ada di sana sontak menoleh ke arah Selsa. Benarkah Selsa memanggil Ruby dengan panggilan mama?


" Bu-bukan begitu, nak. Ma-mama....Mama mau kok. " jawab Ruby terbata dengan genangan air mata di sudut matanya. Tapi senyuman lembut tak lekang dari bibirnya.


Ia segera meraih bungkusan makanan yang Selsa sebut namanya lemet tadi. Ia segera membuka bungkus daun pisang itu dengan tidak sabaran. Perasaannya begitu bahagia hari ini.


Setelah bertahun - tahun lamanya ia menunggu, akhirnya hari ini datang juga. Hari dimana sang putri sambung memanggilnya mama.


Begitupun dengan Elyas. Ia yang sudah mengenal masakan istrinya, tidak ragu untuk memakan masakan Selsa. Hampir setiap hari apalagi saat weekend, masakan istrinya lah yang selalu mengisi perutnya. Meskipun masih tahap belajar, hasil masakan Selsa tidak ia ragukan lagi.


Bahkan di hati kecil Elyas, masakan umi sudah mulai tereleminasi. Lidahnya sudah mulai termanjakan oleh rasa yang Selsa berikan lewat hasil masakannya.


" Seenak itukah? Kenapa kalian terlihat begitu menikmatinya? " gumam tuan Manoj sambil menoleh ke arah Elyas, lalu Ruby, lalu ke makanan yang masih berada di tangannya. Bahkan kini, istrinya sudah mengambil makanan itu lagi dari atas piring.


Karena rasa penasaran, tuan Manoj membuka bungkus daun pisang itu perlahan, lalu mengarahkan makanan itu ke bibirnya. Ia menggigitnya kecil, lalu menyecapnya.


Terlihat beliau manggut-manggut dan kembali menggigit makanan itu dengan gigitan yang lebih besar.


Roy yang sedari tadi hanya menjadi pengamat, kini dirinya mulai terusik oleh rasa penasaran. Ia memajukan tubuhnya, meraih satu bungkus makanan itu sebelum makanan yang berada di atas piring itu kandas oleh papa juga mamanya. Karena tuan Manoj setelah mencicipi makanan itu, menjadi seperti ketagihan. Kini beliau sudah membuka bungkus yang kedua.


Roy mulai membuka bungkus, dan menggigitnya sedikit. Sama seperti yang lain, setelah merasakan makanan yang di buat oleh Selsa, ia pun segera menghabiskan bungkus pertama dan segera mengambil yang kedua.


Selsa nampak senang melihat semuanya akhirnya mau memakan makanan yang ia buat. Ia tersenyum lebar.

__ADS_1


" Enak kan pa? " ledeknya ke sang papa yang malah nampak rakus dengan makanannya. Tuan Manoj mengangguk tanpa mengalihkan pandangannya.


" Makanya, don't judge anything from the cover. Sesuatu yang terlihat buruk di luarnya, belum tentu buruk di dalamnya. " ucap Selsa dan sontak membuat Elyas hampir tersedak makanan yang baru saja ia telan.


Tersindir? Sudah pasti. Tapi entahlah, apakah Selsa sengaja mengatakan hal itu untuk menyindirnya, atau hanya sekedar berbicara dengan papanya.


" Mungkin aku belum mahir bungkusnya, pa. Jadi belepotan. Tapi yang penting rasanya enak. !" lanjut Selsa.


Brak


Piring yang berisi lemet itu terdorong kala tuan Manoj dan Roy mengambil secara bersamaan. Bahkan mereka sepertinya agak berebut karena lemet yang berada di piring itu tinggal satu.


" Sebaiknya kamu mengalah, son. " ucap tuan Manoj sambil menatap ke arah Roy.


" Tapi papa sudah habis 4 tadi. Roy baru 2. " jawab Roy. " Kalau kebanyakan papa bisa kena asam urat. " lanjutnya.


" Mana ada makan ketela bikin asam urat? Ck! Pintar - pintar cari alasan kok nggak bermutu." tuan Manoj mencebik.


Elyas tersenyum melihatnya. Entah mengapa, melihat keluarga istrinya menyukai masakan sang istri, Elyas merasa bahagia.


" Papa, kakak !! Jangan seperti anak kecil! " lerai Selsa. " Cuma makanan gini aja pakai berebut. Nggak elegan banget sih. " tanpa rasa bersalah, Selsa mengambil piring yang masih berisi sebuah lemet itu, dan membuat kedua laki-laki beda generasi yang sedang berebut itu mematung sambil melongo.


" Tapi Sa... !!! " teriak mereka bersamaan karena Selsa berlalu meninggalkan ruangan.


" Makanan nya masih itu!!! " teriak tuan Manoj.


" Sabar!!! Selsa mau ambilin lagi. Daripada kalian rebutan!!! " jawab Selsa sambil berteriak juga.


Suasana rumah keluarga Rakesh malam itu terasa hangat. Semua merasa senang.


bersambung


^^^Mau curhat dongggg....^^^


^^^Kok karya othor makin lama makin sedikit viewernya ya? Sedih deh. Levelnya turun terus😭😭^^^

__ADS_1


^^^Mohon dukungannya dong kak... Sekalian di woro-woro gitu ke keluarga, teman, saudara, terus suruh like, subscribe, sama komentarnya ya....^^^


__ADS_2